"Oh ya bos Gray, aku masih bingung. Kenapa suami si Estiana itu jarang pulang ke rumah. Apa dia selingkuh. Kalau benar benar selingkuh, itu suatu kabar baik untukku." Ucap Alina kembali mengisap rokoknya.
"Maksudmu?." Tanya bos Gray kurang paham.
"Maksudku adalah, aku bisa menjadikan selingkuh itu, sebagai rencanaku. Kalau Estiana tahu, dia selingkuh. Si Estiana itu pasti akan sangat marah, dan akan memaki Wilson habis habisan. Disitulah aku akan memanfaatkan waktu. Bisa saja selingkuhan Wilson berbuat yang aneh aneh. Maka sebab itu, aku harus selidiki. Apa dia benar benar selingkuh atau tidak. Begitu." Jawab Alina tersenyum tipis.
"Kau benar benar hebat Alina. Kalau begitu, mari kita langsung ke lokasi seperti biasanya. Untuk meningkatkan kekuatanmu lagi." Ajak bos Gray, dan langsung masuk ke dalam.
"Baiklah. Tapi tunggu dulu bos, mau ganti pakaian dulu. Mana mungkin aku mengenakan pakaian sekolah begini. Tunggu ya." Masuk ke dalam kost, untuk mengganti pakaiannya.
Setelah mengganti pakaiannya. Ia dan bos Gray langsung berangkat menuju tempat biasanya mereka melatih kekuatan.
Sesampainya. Merekapun turun dari mobil, dan masuk ke dalam bersamaan.
Alina meletakkan tasnya, yang di dalamnya terdapat barang barang pentingnya. Dan ia mulai berlatih, dengan mengangkat beban terlebih dahulu. "Seperti biasanya ya Alina. Dimulai dari satu sampai 100." Ucap bos Gray, sambil menyender di dinding.
"Aman bos. Aku juga sudah tahu kok," jawab Alina kembali tersenyum, dan mulai berlatih.
"Kalau begitu, aku mau menaiki kuda dulu. Kalau kau mau menyusul, datang saja. Bay," melambaikan tangannya, dan langsung pergi ke belakang tempat tersebut.
Setelah bos Gray pergi. Alina pun terus berlatih, dari mengangkat beban terkecil, hingga yang terbesar.
Malam pun tiba. Dimana Alina meminjam mobil bos Gray lagi, untuk ia pulang, dan besok ke sekolah.
Di perjalanan. Tiba tiba saja ia melihat ayah tirinya yang bernama Wilson. Sontak Alina memberhentikan mobilnya di pinggir.
"Itu kan ayah. Dan siapa yang ada disampingnya itu. Wah, udah gak benar nih, itu pasti selingkuhannya. Sudah aku duga selama ini. Aku harus mengikutinya diam diam. Ini cocok untuk ku jadikan rencanaku." Tersenyum miring, dan mengeluarkan ponselnya. Lalu keluar dari mobilnya.
Ayah tirinya dan seorang wanita menuju suatu tempat, dan tempat tersebut tersebut adalah restoran mewah. "Wah, mereka akan makan malam. Romantis juga nih. Untung aku mempunyai topi dan masker, jadi aku bisa mengenakannya." Ucap batin Alina mengikutinya mereka ke dalam restoran, dan Alina duduk, di kursi ke tiga dari kursi mereka. Agar tidak ada curiga dengannya.
"Halo kak, mau pesan apa?." Tanya pelayan kepadanya.
"Eh, saya pesan kopi cappucino nya 1 mbak. Itu aja," jawab Alina.
"Baik kak, silahkan ditunggu," mencatat pesanan Alina dan kembali ke dapur.
Alina pun langsung mengambil ponselnya, dan merekam mereka berdua. "Sayang, kapan kamu akan menceraikan si Estiana jelek itu. Aku sudah tidak tahan tahu, seperti ini?." Tanya selingkuhannya.
"Sayangku. Kamu sabarlah, sebentar lagi aku akan menikahi kamu. Dan aku akan menceraikan si Estiana itu. Karena aku sudah muak dengannya, karena dia jelek dan tidak bisa menyenangkan aku di kasur. Tunggu aku mendapatkan rumah itu, dan semua kekayaan keluarganya. Baru aku akan langsung menceraikannnya, dan menikahkan kamu sayang." Jawab Wilson sangat romantis dengan selingkuhannya.
"Baiklah. Kalau begitu, aku mau malam ini kamu di rumah aku. Dan aku mau pesan makanannya yang banyak di restoran ini." Meminta selingkuhannya tersebut.
"Aman sayangku Reyna. Kamu pesanlah makanan yang banyak, karena aku yang akan bayar semuanya. Pesanlah." Ucap Wilson mencium pipi Reyna.
Disisi lain," iyuh, jijik banget lho. Sudah tua bangka, masih aja selingkuh. Dasar aki aki gak tahu diri. Udah lemes aja tuh terong, masih aja begitu. Memang deh." Dalam hati Alina selesai merekamnya, dan langsung menyimpan video tersebut.
Alina pun mengambil beberapa foto lagi, disaat Wilson dan selingkuhannya romantisan di depan banyak orang.
Minuman Alina pun datang," ini pesanan anda kak. Silahkan dinikmati." Ucap pelayan tersebut, meletakkan minuman Alina.
"Terima kasih banyak mbak"
"Sama sama kak. Saya permisi," membungkukkan badannya, dan kembali ke pekerjaannya.
Alina pun membuka maskernya, lalu meminum kopinya. Sambil melihat Wilson dan Reyna sedang mesraan. "Aku yang melihatnya begini saja mau muntah. Apalagi si Estiana yang melihatnya nanti. Mungkin saja dia akan marah besar, dan hancur. Hahahahah, aku sudah tidak sabar melihat ekspresinya nanti, saat aku kirimkan rekaman dan foto foto ini kepadanya." Bahagia Alina, dan tersenyum miring.
"Tujuan Wilson sebenarnya, adalah merebut semua kekayaanku dan mengambil hak rumah itu. Aku tidak akan membiarkannya mengambil semua kekayaan almarhum ayahku dan ibuku. Kau lihat saja Wilson, kau tidak akan mendapatkan apapun. Sama seperti kau Estiana, dan Clara." Ucapnya kembali, selesai menghabiskan kopinya.
1 jam pun berlalu. Dimana akhirnya Wilson dan selingkuhannya selesai makan, dan langsung keluar dari restoran tersebut. Alina pun membayar minumannya, dan langsung pergi keluar, untuk melihat ke mana mereka akan pergi selanjutnya.
"Wah, mereka menuju sebuah hotel. Lain waktu aku akan mengikuti mereka. Ouh ya, aku harus memiliki kamera mini, agar aku bisa mengintai mereka di hotel. Mending aku tanyakan kepada bos Gray aja deh, mana tahu dia ada kan. Namanya itu alat alat untuk agen rahasia. Pasti ada dong." Ucap Alina mengambil ponselnya, dan langsung menghubungi bos Gray.
Tersambung. "Halo Alina. Ada apa?." Tanya bos Gray langsung.
"Ini bos Gray. Aku mau tanya, ada gak bos Gray kamera mini. Aku membutuhkan itu, untuk rencanaku?." Tanya balik Alina.
"Tentu saja ada. Banyak malahan di ruanganku ini. Kalau kau mau, ambil saja." Jawab bos Gray.
"Baiklah bos Gray. Terima kasih banyak bos, besok aku akan mengambilnya ke sana. Dah bos," langsung mematikan ponselnya dan masuk ke dalam mobilnya kembali.
Alina pun langsung menjalankan mobilnya, lalu kembali ke kosan nya. Sesampainya, ia pun turun dari mobil, dan masuk ke dalam kosannya.
Di dalam. Alina pun duduk di ruang tamu, sambil membuka rekaman tersebut. "Wah, ini semua adalah keberuntunganku. Untung saja aku bertemu dengan mereka. Kalau tidak, rencanaku kurang menarik. Kalau begini kan, sangat bagus dan menarik. Hahahah, habislah kamu Estiana." Bahagia Alina, langsung mematikan ponselnya, dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
Keesokan paginya. Dimana Alina sudah bersiap siap untuk ke sekolah, dan sudah mengenakan pakaian yang lebih bagus dan menarik perhatian. Setelah itu, Alina mengambil permennya, dan langsung memakannya.
Ia pun keluar dari kosannya dan langsung masuk ke dalam mobil tersebut. Lalu berangkat menuju sekolahnya.
Saat di perjalanan. Tiba tiba saja
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments