Episode 9: Mengikuti

"Oh ya bos Gray, aku masih bingung. Kenapa suami si Estiana itu jarang pulang ke rumah. Apa dia selingkuh. Kalau benar benar selingkuh, itu suatu kabar baik untukku." Ucap Alina kembali mengisap rokoknya.

"Maksudmu?." Tanya bos Gray kurang paham.

"Maksudku adalah, aku bisa menjadikan selingkuh itu, sebagai rencanaku. Kalau Estiana tahu, dia selingkuh. Si Estiana itu pasti akan sangat marah, dan akan memaki Wilson habis habisan. Disitulah aku akan memanfaatkan waktu. Bisa saja selingkuhan Wilson berbuat yang aneh aneh. Maka sebab itu, aku harus selidiki. Apa dia benar benar selingkuh atau tidak. Begitu." Jawab Alina tersenyum tipis.

"Kau benar benar hebat Alina. Kalau begitu, mari kita langsung ke lokasi seperti biasanya. Untuk meningkatkan kekuatanmu lagi." Ajak bos Gray, dan langsung masuk ke dalam.

"Baiklah. Tapi tunggu dulu bos, mau ganti pakaian dulu. Mana mungkin aku mengenakan pakaian sekolah begini. Tunggu ya." Masuk ke dalam kost, untuk mengganti pakaiannya.

Setelah mengganti pakaiannya. Ia dan bos Gray langsung berangkat menuju tempat biasanya mereka melatih kekuatan.

Sesampainya. Merekapun turun dari mobil, dan masuk ke dalam bersamaan.

Alina meletakkan tasnya, yang di dalamnya terdapat barang barang pentingnya. Dan ia mulai berlatih, dengan mengangkat beban terlebih dahulu. "Seperti biasanya ya Alina. Dimulai dari satu sampai 100." Ucap bos Gray, sambil menyender di dinding.

"Aman bos. Aku juga sudah tahu kok," jawab Alina kembali tersenyum, dan mulai berlatih.

"Kalau begitu, aku mau menaiki kuda dulu. Kalau kau mau menyusul, datang saja. Bay," melambaikan tangannya, dan langsung pergi ke belakang tempat tersebut.

Setelah bos Gray pergi. Alina pun terus berlatih, dari mengangkat beban terkecil, hingga yang terbesar.

Malam pun tiba. Dimana Alina meminjam mobil bos Gray lagi, untuk ia pulang, dan besok ke sekolah.

Di perjalanan. Tiba tiba saja ia melihat ayah tirinya yang bernama Wilson. Sontak Alina memberhentikan mobilnya di pinggir.

"Itu kan ayah. Dan siapa yang ada disampingnya itu. Wah, udah gak benar nih, itu pasti selingkuhannya. Sudah aku duga selama ini. Aku harus mengikutinya diam diam. Ini cocok untuk ku jadikan rencanaku." Tersenyum miring, dan mengeluarkan ponselnya. Lalu keluar dari mobilnya.

Ayah tirinya dan seorang wanita menuju suatu tempat, dan tempat tersebut tersebut adalah restoran mewah. "Wah, mereka akan makan malam. Romantis juga nih. Untung aku mempunyai topi dan masker, jadi aku bisa mengenakannya." Ucap batin Alina mengikutinya mereka ke dalam restoran, dan Alina duduk, di kursi ke tiga dari kursi mereka. Agar tidak ada curiga dengannya.

"Halo kak, mau pesan apa?." Tanya pelayan kepadanya.

"Eh, saya pesan kopi cappucino nya 1 mbak. Itu aja," jawab Alina.

"Baik kak, silahkan ditunggu," mencatat pesanan Alina dan kembali ke dapur.

Alina pun langsung mengambil ponselnya, dan merekam mereka berdua. "Sayang, kapan kamu akan menceraikan si Estiana jelek itu. Aku sudah tidak tahan tahu, seperti ini?." Tanya selingkuhannya.

"Sayangku. Kamu sabarlah, sebentar lagi aku akan menikahi kamu. Dan aku akan menceraikan si Estiana itu. Karena aku sudah muak dengannya, karena dia jelek dan tidak bisa menyenangkan aku di kasur. Tunggu aku mendapatkan rumah itu, dan semua kekayaan keluarganya. Baru aku akan langsung menceraikannnya, dan menikahkan kamu sayang." Jawab Wilson sangat romantis dengan selingkuhannya.

"Baiklah. Kalau begitu, aku mau malam ini kamu di rumah aku. Dan aku mau pesan makanannya yang banyak di restoran ini." Meminta selingkuhannya tersebut.

"Aman sayangku Reyna. Kamu pesanlah makanan yang banyak, karena aku yang akan bayar semuanya. Pesanlah." Ucap Wilson mencium pipi Reyna.

Disisi lain," iyuh, jijik banget lho. Sudah tua bangka, masih aja selingkuh. Dasar aki aki gak tahu diri. Udah lemes aja tuh terong, masih aja begitu. Memang deh." Dalam hati Alina selesai merekamnya, dan langsung menyimpan video tersebut.

Alina pun mengambil beberapa foto lagi, disaat Wilson dan selingkuhannya romantisan di depan banyak orang.

Minuman Alina pun datang," ini pesanan anda kak. Silahkan dinikmati." Ucap pelayan tersebut, meletakkan minuman Alina.

"Terima kasih banyak mbak"

"Sama sama kak. Saya permisi," membungkukkan badannya, dan kembali ke pekerjaannya.

Alina pun membuka maskernya, lalu meminum kopinya. Sambil melihat Wilson dan Reyna sedang mesraan. "Aku yang melihatnya begini saja mau muntah. Apalagi si Estiana yang melihatnya nanti. Mungkin saja dia akan marah besar, dan hancur. Hahahahah, aku sudah tidak sabar melihat ekspresinya nanti, saat aku kirimkan rekaman dan foto foto ini kepadanya." Bahagia Alina, dan tersenyum miring.

"Tujuan Wilson sebenarnya, adalah merebut semua kekayaanku dan mengambil hak rumah itu. Aku tidak akan membiarkannya mengambil semua kekayaan almarhum ayahku dan ibuku. Kau lihat saja Wilson, kau tidak akan mendapatkan apapun. Sama seperti kau Estiana, dan Clara." Ucapnya kembali, selesai menghabiskan kopinya.

1 jam pun berlalu. Dimana akhirnya Wilson dan selingkuhannya selesai makan, dan langsung keluar dari restoran tersebut. Alina pun membayar minumannya, dan langsung pergi keluar, untuk melihat ke mana mereka akan pergi selanjutnya.

"Wah, mereka menuju sebuah hotel. Lain waktu aku akan mengikuti mereka. Ouh ya, aku harus memiliki kamera mini, agar aku bisa mengintai mereka di hotel. Mending aku tanyakan kepada bos Gray aja deh, mana tahu dia ada kan. Namanya itu alat alat untuk agen rahasia. Pasti ada dong." Ucap Alina mengambil ponselnya, dan langsung menghubungi bos Gray.

Tersambung. "Halo Alina. Ada apa?." Tanya bos Gray langsung.

"Ini bos Gray. Aku mau tanya, ada gak bos Gray kamera mini. Aku membutuhkan itu, untuk rencanaku?." Tanya balik Alina.

"Tentu saja ada. Banyak malahan di ruanganku ini. Kalau kau mau, ambil saja." Jawab bos Gray.

"Baiklah bos Gray. Terima kasih banyak bos, besok aku akan mengambilnya ke sana. Dah bos," langsung mematikan ponselnya dan masuk ke dalam mobilnya kembali.

Alina pun langsung menjalankan mobilnya, lalu kembali ke kosan nya. Sesampainya, ia pun turun dari mobil, dan masuk ke dalam kosannya.

Di dalam. Alina pun duduk di ruang tamu, sambil membuka rekaman tersebut. "Wah, ini semua adalah keberuntunganku. Untung saja aku bertemu dengan mereka. Kalau tidak, rencanaku kurang menarik. Kalau begini kan, sangat bagus dan menarik. Hahahah, habislah kamu Estiana." Bahagia Alina, langsung mematikan ponselnya, dan langsung masuk ke dalam kamarnya.

Keesokan paginya. Dimana Alina sudah bersiap siap untuk ke sekolah, dan sudah mengenakan pakaian yang lebih bagus dan menarik perhatian. Setelah itu, Alina mengambil permennya, dan langsung memakannya.

Ia pun keluar dari kosannya dan langsung masuk ke dalam mobil tersebut. Lalu berangkat menuju sekolahnya.

Saat di perjalanan. Tiba tiba saja

Episodes
1 Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2 Episode 2: Bercak Merah
3 Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4 Episode 4: Diusir Dari Rumah
5 Episode 5: Merubah Penampilan
6 Episode 6: Makan Bareng
7 Episode 7: Pulang Bareng
8 Episode 8: Rokok
9 Episode 9: Mengikuti
10 Episode 10: Geng Base Angel
11 Episode 11: Kamera Mini
12 Episode 12: Rencana Berhasil
13 Episode 13: Perasaan
14 Episode 14: Cinderella
15 Episode 15: Tipu Daya
16 Episode 16: Dihina Temannya
17 Episode 17: Menginap
18 Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19 Episode 19: Perpustakaan
20 Episode 20: Taruhan
21 Episode 21: Makan
22 Episode 22: Gratis
23 Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24 Episode 24: Belepotan
25 Episode 25: Rindu
26 Episode 26: Dibohongi
27 Episode 27: Si Culun
28 Episode 28: Tampan
29 Episode 29: Dijodohkan
30 Episode 30: Suapan
31 Episode 31: Berkas Penting
32 Episode 32: Shopping Bersama
33 Episode 33: Dimatikan Cepat
34 Episode 34: Pentas Seni
35 Episode 35: Kancing Baju
36 Episode 36: Tidak Menerima
37 Episode 37: Rumor
38 Episode 38: Air Merah
39 Episode 39: Toilet
40 Episode 40: Sudah Tahu
41 Episode 41: Gudang Gelap
42 Episode 42: Melepaskan Pakaian
43 Episode 43: Berita
44 Episode 44: Tugas Sekolah
45 Episode 45: Coklat
46 Episode 46: Meriset Data Pribadi
47 Episode 47: Mencari
48 Episode 48: Membersihkan Diri
49 Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50 Episode 50: Sakit Perut
51 Episode 51: Obat
52 Episode 52: Seember Air
53 Episode 53: Tikus
54 Episode 54: Buah dan Kue
55 Episode 55: Pistol
56 Episode 56: Pergi dari Neraka
57 Episode 57: Hal yang Ditunggu
58 Episode 58: Surat
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2
Episode 2: Bercak Merah
3
Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4
Episode 4: Diusir Dari Rumah
5
Episode 5: Merubah Penampilan
6
Episode 6: Makan Bareng
7
Episode 7: Pulang Bareng
8
Episode 8: Rokok
9
Episode 9: Mengikuti
10
Episode 10: Geng Base Angel
11
Episode 11: Kamera Mini
12
Episode 12: Rencana Berhasil
13
Episode 13: Perasaan
14
Episode 14: Cinderella
15
Episode 15: Tipu Daya
16
Episode 16: Dihina Temannya
17
Episode 17: Menginap
18
Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19
Episode 19: Perpustakaan
20
Episode 20: Taruhan
21
Episode 21: Makan
22
Episode 22: Gratis
23
Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24
Episode 24: Belepotan
25
Episode 25: Rindu
26
Episode 26: Dibohongi
27
Episode 27: Si Culun
28
Episode 28: Tampan
29
Episode 29: Dijodohkan
30
Episode 30: Suapan
31
Episode 31: Berkas Penting
32
Episode 32: Shopping Bersama
33
Episode 33: Dimatikan Cepat
34
Episode 34: Pentas Seni
35
Episode 35: Kancing Baju
36
Episode 36: Tidak Menerima
37
Episode 37: Rumor
38
Episode 38: Air Merah
39
Episode 39: Toilet
40
Episode 40: Sudah Tahu
41
Episode 41: Gudang Gelap
42
Episode 42: Melepaskan Pakaian
43
Episode 43: Berita
44
Episode 44: Tugas Sekolah
45
Episode 45: Coklat
46
Episode 46: Meriset Data Pribadi
47
Episode 47: Mencari
48
Episode 48: Membersihkan Diri
49
Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50
Episode 50: Sakit Perut
51
Episode 51: Obat
52
Episode 52: Seember Air
53
Episode 53: Tikus
54
Episode 54: Buah dan Kue
55
Episode 55: Pistol
56
Episode 56: Pergi dari Neraka
57
Episode 57: Hal yang Ditunggu
58
Episode 58: Surat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!