Episode 13: Perasaan

Alina pun langsung membalikkan badannya," iya buk, ada apa ya?." Tanya Alina.

"Ini ada uang tip untuk kamu. Kamu terima saja, dan tidak ada penolakan. Kalau begitu, kamu bisa pergi sekarang." Jawab Reyna memberikannya uang tip 500 ribu.

"Terima kasih banyak buk, terima kasih banyak. Kalau begitu, saya permisi." Kembali membungkukkan badannya, dan keluar dari kamar tersebut.

Alina pun tersenyum bahagia, dan menuju kamar mandi, untuk menukar kembali pakaiannya. "Bagaimana, apa mereka sudah tertangkap?." Tanya wanita tersebut kepadanya.

"Kau tenang saja. Semua sudah berjalan dengan baik, dan tidak perlu cemas. Dan jangan katakan hal ini kepada siapapun, karena ini pekerjaan rahasia antar polisi. Dan terimalah uang ini, ini untukmu." Jawab Alina dan mereka kembali menukar pakaian mereka masing masing.

Setelah kembali ke pakaian semula. "Terima kasih banyak kak, karena sudah memberikan uang ini, dan saya tidak akan mengatakan hal ini kepada siapapun." Ucap kembali wanita tersebut.

"Terima kasih banyak. Kalau begitu, saya duluan," tersenyum dan langsung pergi dari tempat tersebut.

Alina pun keluar dari hotel, dan masuk kembali ke dalam mobil. Dan kembali ke kosannya.

Sesampainya di kosan. Alina pun langsung masuk ke dalam, dan duduk di ruang tamu. "Okey, semua sudah aku atur di ponselku. Dan mereka akan memainkan kembali permainan mereka." Ucap batin Alina membuka ponselnya.

Alina langsung melihat video tersebut, dimana Wilson dan Reyna sedang bermain atas bawah di atas kasur.

"Hahahah, mereka benar benar cocok. Sama sama orang gila. Mau aja si Reyna ini selingkuh dengan si Wilson tua bangka ini. Udah gak enak lagi dipakai. Tapi tetap aja mau, dasar wanita bodoh." Ucap Alina tertawa, dan langsung menyimpan video tersebut.

"Bagaimana kalau aku menunjukkan video ini ke publik. Mungkin mereka akan malu, dan semua reporter akan berada di depan rumah, dan menunggu mereka keluar. Hahahah, benar benar menggemaskan." Bahagia Alina, dan kembali mematikan ponselnya.

"Sebelum itu, soal selingkuh ini sudah beres. Dan sekarang aku harus bisa mempercayakan Clara, kalau aku benar benar ingin menjadi temannya. Ya walaupun aku jijik sih dekatnya. Tapi ini demi balas dendamku. Aku harus menahan semua ini."

Keesokan harinya. Dimana Alina sedang mencatat buku catatannya. Tiba tiba saja ada yang masuk ke dalam kelasnya, dan ia adalah pria yang pernah ia sukai dulu. Tapi di rebut oleh Clara.

Pria tersebut adalah Kevin. Kevin pun menghampiri meja Alina.

“Halo Felisa. Bagaimana kabar mu hari ini. Apa mau roti?.” Tanyanya, padahal ada Clara di depannya.

“Clara, kau urusi pacar kamu ini. Sudah punya pacar, masih aja gatal. Dasar pria murahan.” Hina Alina kepada Kevin.

“Kamu jangan sok jual mahal deh. Aku bisa saja membeli harga dirimu. Berapa harga dirimu?.” Tanya Kevin kembali.

"Jangan katakan seperti itu lagi kepada wanita. Kau paham maksudku kan." Ucap yang tidak lain lagi ialah Niko, yang baru datang, dan berdiri didepan Alina.

"Eh, Niko. Apa dia mencoba membantuku," ucap batin Alina tidak mempedulikannya dan kembali duduk.

"Kau siapa memangnya, sampai mau melindungi dia?." Tanya Kevin dengan tegas.

Clara pun melerai mereka berdua. “Sudahlah, kalian jangan bertengkar. Sayang, kamu kan sudah mempunyai aku. Kenapa kamu malah godain dia.” Ucap Clara melerai mereka berdua.

“Baiklah. Tadi hanya bercanda saja, maafkan aku Felisa.” Meminta maaf dan kembali duduk di bangkunya.

Alina pun ikut duduk juga. “Clara, apakah nanti aku bisa mampir ke rumah mu lagi?.” Tanya Alina sambil melipat kedua tangannya.

“Boleh banget. Kamu menyukaiku rumahku ya, makanya datang ke rumahku terus. Hahahah?.” Tanya balik Clara sambil tertawa.

“Terima kasih banyak. Bukan karena itu, tapi kan kita ada tugas soal pentas seni itu. Jadinya kita harus menyusun penampilan apa yang mau kita tunjukkan.” Ikut tersenyum seperti merencanakan sesuatu.

"Dan Niko, terima kasih banyak karena sudah melindungiku tadi." Kembali tersenyum Alina kepada Niko.

"Bukan apa apa," jawabnya dan kembali ke mejanya.

Tiba tiba saja masuklah wali kelas mereka, dan semua langsung kembali ke mejanya masing masing.

"Selamat pagi anak anak," sapa wali kelasnya sambil tersenyum kepada semuanya.

"Pagi pak," ucap mereka semua ikut tersenyum.

"Kedatangan bapak di sini, mau menentukan siapa saja yang akan ikut di pentas seni sekolah ini. Dan bapak sendiri yang akan memilihnya." Ucap pak guru membahas soal pentas seni tersebut.

Pada akhirnya, mereka akan menampilkan drama Cinderella. Dan yang menjadi pemeran utamanya adalah Alina dan pria nya adalah Niko.

Alina dan Niko saling bertatapan, dan Niko langsung buang muka dan wajahnya sedikit memerah. Alina tidak mempedulikannya, dan kembali fokus ke depan kembali.

"Dan ini adalah pengurus yang akan mengurus semuanya. Jadi, sudah tertulis di sini, bahwa siapa saja yang akan menjadi cadangannya. Kalian paham kan." Ucap pak guru menjelaskannya.

"Paham pak," jawab semua murid yang ada di kelas tersebut.

"Kalau begitu, ini Gista. Karena kamu sekretaris di sini, jadi kamu urus semuanya. Dan jangan sampai ada kesalahan. Kalau begitu, bapak keluar dulu, dan belajarlah dengan giat." Perintahnya, dan langsung keluar dari kelas tersebut.

"Wah, untung saja yang jadi pemerannya adalah Alina dan Niko. Cocok banget ya." Menjodohkan Alina dan Niko.

Niko melirik Alina yang biasa biasa saja. "Kelihatannya dia tidak menyukaiku. Dan kenapa, saat aku melihat wajahnya, jantungku berdetak dengan kencang. Apa ini artinya, aku menyukainya." Ucap batin Niko, melirik Alina.

Disisi lain. "Enak saja mereka menjadi pemeran utama. Sedangkan aku menjadi pohon. Sudahlah, biar bagaimanapun, aku harus memanfaatkan Alina, agar aku bisa mendapatkan uang darinya." Dalam hati Clara sambil melirik Alina juga.

Sepulang sekolah. Alina pun mengemasi tasnya, dan Clara bersama Niko menghampirinya. "Halo Felisa. Tidak lupa dengan tadi kan?." Mengingatkannya.

"Tentu saja aku tidak lupa. Kalau begitu, mari kita pergi sekarang. Oh ya Niko, ada apa?." Jawab Alina sekaligus bertanya kepada Niko, dan menatap wajahnya.

"Apa aku boleh ikut dengan kalian berdua. Kan katanya kalian mau mengerjakan tugas soal pentas seni itu. Dan sekalian aku dan kau belajar drama juga. Boleh kan." Jawab Niko dan memohon kepadanya.

"Terserah deh. Yaudah yuk kita pergi sekarang." Jawab Alina dan mereka langsung mengendarai kendaraan mereka masing masing, dan menuju rumah.

Sesampai rumah Clara. Merekapun langsung turun dari kendaraan mereka, dan masuk bersamaan.

Saat di dalam

Episodes
1 Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2 Episode 2: Bercak Merah
3 Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4 Episode 4: Diusir Dari Rumah
5 Episode 5: Merubah Penampilan
6 Episode 6: Makan Bareng
7 Episode 7: Pulang Bareng
8 Episode 8: Rokok
9 Episode 9: Mengikuti
10 Episode 10: Geng Base Angel
11 Episode 11: Kamera Mini
12 Episode 12: Rencana Berhasil
13 Episode 13: Perasaan
14 Episode 14: Cinderella
15 Episode 15: Tipu Daya
16 Episode 16: Dihina Temannya
17 Episode 17: Menginap
18 Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19 Episode 19: Perpustakaan
20 Episode 20: Taruhan
21 Episode 21: Makan
22 Episode 22: Gratis
23 Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24 Episode 24: Belepotan
25 Episode 25: Rindu
26 Episode 26: Dibohongi
27 Episode 27: Si Culun
28 Episode 28: Tampan
29 Episode 29: Dijodohkan
30 Episode 30: Suapan
31 Episode 31: Berkas Penting
32 Episode 32: Shopping Bersama
33 Episode 33: Dimatikan Cepat
34 Episode 34: Pentas Seni
35 Episode 35: Kancing Baju
36 Episode 36: Tidak Menerima
37 Episode 37: Rumor
38 Episode 38: Air Merah
39 Episode 39: Toilet
40 Episode 40: Sudah Tahu
41 Episode 41: Gudang Gelap
42 Episode 42: Melepaskan Pakaian
43 Episode 43: Berita
44 Episode 44: Tugas Sekolah
45 Episode 45: Coklat
46 Episode 46: Meriset Data Pribadi
47 Episode 47: Mencari
48 Episode 48: Membersihkan Diri
49 Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50 Episode 50: Sakit Perut
51 Episode 51: Obat
52 Episode 52: Seember Air
53 Episode 53: Tikus
54 Episode 54: Buah dan Kue
55 Episode 55: Pistol
56 Episode 56: Pergi dari Neraka
57 Episode 57: Hal yang Ditunggu
58 Episode 58: Surat
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2
Episode 2: Bercak Merah
3
Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4
Episode 4: Diusir Dari Rumah
5
Episode 5: Merubah Penampilan
6
Episode 6: Makan Bareng
7
Episode 7: Pulang Bareng
8
Episode 8: Rokok
9
Episode 9: Mengikuti
10
Episode 10: Geng Base Angel
11
Episode 11: Kamera Mini
12
Episode 12: Rencana Berhasil
13
Episode 13: Perasaan
14
Episode 14: Cinderella
15
Episode 15: Tipu Daya
16
Episode 16: Dihina Temannya
17
Episode 17: Menginap
18
Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19
Episode 19: Perpustakaan
20
Episode 20: Taruhan
21
Episode 21: Makan
22
Episode 22: Gratis
23
Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24
Episode 24: Belepotan
25
Episode 25: Rindu
26
Episode 26: Dibohongi
27
Episode 27: Si Culun
28
Episode 28: Tampan
29
Episode 29: Dijodohkan
30
Episode 30: Suapan
31
Episode 31: Berkas Penting
32
Episode 32: Shopping Bersama
33
Episode 33: Dimatikan Cepat
34
Episode 34: Pentas Seni
35
Episode 35: Kancing Baju
36
Episode 36: Tidak Menerima
37
Episode 37: Rumor
38
Episode 38: Air Merah
39
Episode 39: Toilet
40
Episode 40: Sudah Tahu
41
Episode 41: Gudang Gelap
42
Episode 42: Melepaskan Pakaian
43
Episode 43: Berita
44
Episode 44: Tugas Sekolah
45
Episode 45: Coklat
46
Episode 46: Meriset Data Pribadi
47
Episode 47: Mencari
48
Episode 48: Membersihkan Diri
49
Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50
Episode 50: Sakit Perut
51
Episode 51: Obat
52
Episode 52: Seember Air
53
Episode 53: Tikus
54
Episode 54: Buah dan Kue
55
Episode 55: Pistol
56
Episode 56: Pergi dari Neraka
57
Episode 57: Hal yang Ditunggu
58
Episode 58: Surat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!