Alina pun langsung membalikkan badannya," iya buk, ada apa ya?." Tanya Alina.
"Ini ada uang tip untuk kamu. Kamu terima saja, dan tidak ada penolakan. Kalau begitu, kamu bisa pergi sekarang." Jawab Reyna memberikannya uang tip 500 ribu.
"Terima kasih banyak buk, terima kasih banyak. Kalau begitu, saya permisi." Kembali membungkukkan badannya, dan keluar dari kamar tersebut.
Alina pun tersenyum bahagia, dan menuju kamar mandi, untuk menukar kembali pakaiannya. "Bagaimana, apa mereka sudah tertangkap?." Tanya wanita tersebut kepadanya.
"Kau tenang saja. Semua sudah berjalan dengan baik, dan tidak perlu cemas. Dan jangan katakan hal ini kepada siapapun, karena ini pekerjaan rahasia antar polisi. Dan terimalah uang ini, ini untukmu." Jawab Alina dan mereka kembali menukar pakaian mereka masing masing.
Setelah kembali ke pakaian semula. "Terima kasih banyak kak, karena sudah memberikan uang ini, dan saya tidak akan mengatakan hal ini kepada siapapun." Ucap kembali wanita tersebut.
"Terima kasih banyak. Kalau begitu, saya duluan," tersenyum dan langsung pergi dari tempat tersebut.
Alina pun keluar dari hotel, dan masuk kembali ke dalam mobil. Dan kembali ke kosannya.
Sesampainya di kosan. Alina pun langsung masuk ke dalam, dan duduk di ruang tamu. "Okey, semua sudah aku atur di ponselku. Dan mereka akan memainkan kembali permainan mereka." Ucap batin Alina membuka ponselnya.
Alina langsung melihat video tersebut, dimana Wilson dan Reyna sedang bermain atas bawah di atas kasur.
"Hahahah, mereka benar benar cocok. Sama sama orang gila. Mau aja si Reyna ini selingkuh dengan si Wilson tua bangka ini. Udah gak enak lagi dipakai. Tapi tetap aja mau, dasar wanita bodoh." Ucap Alina tertawa, dan langsung menyimpan video tersebut.
"Bagaimana kalau aku menunjukkan video ini ke publik. Mungkin mereka akan malu, dan semua reporter akan berada di depan rumah, dan menunggu mereka keluar. Hahahah, benar benar menggemaskan." Bahagia Alina, dan kembali mematikan ponselnya.
"Sebelum itu, soal selingkuh ini sudah beres. Dan sekarang aku harus bisa mempercayakan Clara, kalau aku benar benar ingin menjadi temannya. Ya walaupun aku jijik sih dekatnya. Tapi ini demi balas dendamku. Aku harus menahan semua ini."
Keesokan harinya. Dimana Alina sedang mencatat buku catatannya. Tiba tiba saja ada yang masuk ke dalam kelasnya, dan ia adalah pria yang pernah ia sukai dulu. Tapi di rebut oleh Clara.
Pria tersebut adalah Kevin. Kevin pun menghampiri meja Alina.
“Halo Felisa. Bagaimana kabar mu hari ini. Apa mau roti?.” Tanyanya, padahal ada Clara di depannya.
“Clara, kau urusi pacar kamu ini. Sudah punya pacar, masih aja gatal. Dasar pria murahan.” Hina Alina kepada Kevin.
“Kamu jangan sok jual mahal deh. Aku bisa saja membeli harga dirimu. Berapa harga dirimu?.” Tanya Kevin kembali.
"Jangan katakan seperti itu lagi kepada wanita. Kau paham maksudku kan." Ucap yang tidak lain lagi ialah Niko, yang baru datang, dan berdiri didepan Alina.
"Eh, Niko. Apa dia mencoba membantuku," ucap batin Alina tidak mempedulikannya dan kembali duduk.
"Kau siapa memangnya, sampai mau melindungi dia?." Tanya Kevin dengan tegas.
Clara pun melerai mereka berdua. “Sudahlah, kalian jangan bertengkar. Sayang, kamu kan sudah mempunyai aku. Kenapa kamu malah godain dia.” Ucap Clara melerai mereka berdua.
“Baiklah. Tadi hanya bercanda saja, maafkan aku Felisa.” Meminta maaf dan kembali duduk di bangkunya.
Alina pun ikut duduk juga. “Clara, apakah nanti aku bisa mampir ke rumah mu lagi?.” Tanya Alina sambil melipat kedua tangannya.
“Boleh banget. Kamu menyukaiku rumahku ya, makanya datang ke rumahku terus. Hahahah?.” Tanya balik Clara sambil tertawa.
“Terima kasih banyak. Bukan karena itu, tapi kan kita ada tugas soal pentas seni itu. Jadinya kita harus menyusun penampilan apa yang mau kita tunjukkan.” Ikut tersenyum seperti merencanakan sesuatu.
"Dan Niko, terima kasih banyak karena sudah melindungiku tadi." Kembali tersenyum Alina kepada Niko.
"Bukan apa apa," jawabnya dan kembali ke mejanya.
Tiba tiba saja masuklah wali kelas mereka, dan semua langsung kembali ke mejanya masing masing.
"Selamat pagi anak anak," sapa wali kelasnya sambil tersenyum kepada semuanya.
"Pagi pak," ucap mereka semua ikut tersenyum.
"Kedatangan bapak di sini, mau menentukan siapa saja yang akan ikut di pentas seni sekolah ini. Dan bapak sendiri yang akan memilihnya." Ucap pak guru membahas soal pentas seni tersebut.
Pada akhirnya, mereka akan menampilkan drama Cinderella. Dan yang menjadi pemeran utamanya adalah Alina dan pria nya adalah Niko.
Alina dan Niko saling bertatapan, dan Niko langsung buang muka dan wajahnya sedikit memerah. Alina tidak mempedulikannya, dan kembali fokus ke depan kembali.
"Dan ini adalah pengurus yang akan mengurus semuanya. Jadi, sudah tertulis di sini, bahwa siapa saja yang akan menjadi cadangannya. Kalian paham kan." Ucap pak guru menjelaskannya.
"Paham pak," jawab semua murid yang ada di kelas tersebut.
"Kalau begitu, ini Gista. Karena kamu sekretaris di sini, jadi kamu urus semuanya. Dan jangan sampai ada kesalahan. Kalau begitu, bapak keluar dulu, dan belajarlah dengan giat." Perintahnya, dan langsung keluar dari kelas tersebut.
"Wah, untung saja yang jadi pemerannya adalah Alina dan Niko. Cocok banget ya." Menjodohkan Alina dan Niko.
Niko melirik Alina yang biasa biasa saja. "Kelihatannya dia tidak menyukaiku. Dan kenapa, saat aku melihat wajahnya, jantungku berdetak dengan kencang. Apa ini artinya, aku menyukainya." Ucap batin Niko, melirik Alina.
Disisi lain. "Enak saja mereka menjadi pemeran utama. Sedangkan aku menjadi pohon. Sudahlah, biar bagaimanapun, aku harus memanfaatkan Alina, agar aku bisa mendapatkan uang darinya." Dalam hati Clara sambil melirik Alina juga.
Sepulang sekolah. Alina pun mengemasi tasnya, dan Clara bersama Niko menghampirinya. "Halo Felisa. Tidak lupa dengan tadi kan?." Mengingatkannya.
"Tentu saja aku tidak lupa. Kalau begitu, mari kita pergi sekarang. Oh ya Niko, ada apa?." Jawab Alina sekaligus bertanya kepada Niko, dan menatap wajahnya.
"Apa aku boleh ikut dengan kalian berdua. Kan katanya kalian mau mengerjakan tugas soal pentas seni itu. Dan sekalian aku dan kau belajar drama juga. Boleh kan." Jawab Niko dan memohon kepadanya.
"Terserah deh. Yaudah yuk kita pergi sekarang." Jawab Alina dan mereka langsung mengendarai kendaraan mereka masing masing, dan menuju rumah.
Sesampai rumah Clara. Merekapun langsung turun dari kendaraan mereka, dan masuk bersamaan.
Saat di dalam
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments