Episode 3: Balas Dendam Dimulai

Tiba tiba ada seorang pria misterius yang memegang pundaknya. Sontak Alina kaget, dan langsung membalikkan badannya.

Pria itupun langsung duduk disampingnya dan berkata. “Apa kau mau balas dendam. Aku bisa membantumu.” Ucap pria tersebut.

Sontak Alina kaget dan masih bingung dengan ucapan tersebut.

"Siapa kau?." Tanya Alina langsung menatap wajah pria tersebut.

"Kau tidak perlu tahu siapa namaku. Yang terpenting, aku bisa membantumu, untuk balas dendam." Jawab pria misterius tersebut.

"Pikirkan secara matang. Di dunia ini kita tidak perlu terlalu baik. Karena dunia ini sangat kejam terhadap kita. Jadi, ada saatnya kita harus bangkit, dan membalas kekejaman dunia ini. Termasuk orang orang yang telah menyakitimu, dan menyakiti keluargamu." Ucap pria misterius tersebut, dan membuat Alina percaya dengannya.

Sontak Alina mengingat kejahatan keluarga tirinya yang sudah menyakitinya. Dan tentunya itu membuatnya marah dan mengepalkan kedua tangannya.

"Benar yang dikatakan pria ini. Aku tidak bisa terus diam, dan berada di bawah telapak kaki mereka. Aku harus membalaskan semua dendamku, kepada mereka. Kali ini, aku tidak akan diam, kalau kalian injak injak." Ucap batin Alina kembali mengepalkan kedua tangannya, dan mengerutkan keningnya.

Alina pun menerima ajakan pria misterius tersebut, “aku mau balas dendam bersamamu, dan dengan bantuan mu.” Jawab Alina dengan tegas, sambil meneteskan air matanya, karena mengingat penderitaannya dulu, bersama ibunya yang disiksa habis habisan.

“Bagus sekali. Perlu sedikit untuk menjadi jahat, untuk kebahagiaan diri sendiri. Jangan terlalu menjadi orang baik dan tidak enakan, karena terlalu baik juga tidak baik. Ada kalanya kita harus membalas semua perbuatan mereka.” Ucap pria misterius tersebut.

"Sebelum itu, aku juga akan memberitahukan kepadamu. Kalau ini bukan sekedar balas dendam saja, tapi aku ingin kau menjadi agenku." Ujar pria misterius tersebut.

"Maksudnya apa?." Tanya Alina dengan wajah yang sangat serius.

"Aku ingin kau menjadi agen rahasia. Kau tahu agen rahasia kan." Jawab pria misterius kembali, sambil menyilangkan kakinya.

"Tentu saja aku tahu. Itu adalah pekerjaan, dimana seseorang akan membasmi orang orang jahat. Benar bukan." Jawab Alina sambil tersenyum tipis.

"Benar sekali. Ternyata anda pintar juga ya." Ikut tersenyum tipis.

Alina tahu tentang agen rahasia, karena ia sering membaca buku. Tentu ia juga akan dibayar dengan harga yang tinggi, oleh pria misterius tersebut. Alina pun menerimanya, walau harus menolak beberapa kali. Tapi karena pria tersebut, terus menceritakan kehidupannya yang kelam.

Alina tidak bisa diam, dan tidak mau terus diam, kalau ia dijatuhkan dengan keterlaluan lagi. Dan ia mau mengembalikan kebahagiaan, dan semua hartanya yang sudah direbut oleh keluarga tirinya. Dan balas dendam Alina, sudah dimulai.

"Kalau begitu, mari ikut aku. Aku tidak akan macam macam denganmu, karena di sini, aku benar benar ingin membantumu. Ada hal yang mau aku sampaikan kepadamu, tapi bukan di sini tempatnya. Mari." Ajak pria misterius tersebut.

Alina mengikuti ucapan pria tersebut, dan mereka menuju lokasi yang di arahkan oleh pria tersebut.

Ia pun berunding di sebuah rumah yang sangat gelap, bersama pria misterius tersebut. Dan di sana pria tersebut, mengeluarkan beberapa hal tentang agen rahasia, dan untuk pembalasannya.

"Ini adalah beberapa senjata tajam dan pistol, yang akan kau gunakan. Dan ini adalah tempat, di mana kau akan mengubah dirimu, menjadi lebih cantik. Kau tidak akan menjadi gendut lagi, tapi akan menjadi kurus dan semua orang akan mengagumi mu." Menjelaskannya secara detail.

Pria misterius itu mengutamakan Alina, untuk mengubah dirinya terlebih dahulu, yaitu dengan diet. Agar orang yang membully nya, tidak lagi mengejeknya dengan sebutan si gendut, tapi menyebutnya dengan si ratu sekolah.

Disitu Alina benar benar berubah, karena kemarahannya sudah bangkit lagi. Ia tidak bisa lagi menjadi orang yang terus diinjak injak, dan ia melakukan olahraga diet, dengan bantuan pria misterius tersebut, dan support dari pria misterius tersebut, yang membuatnya bangkit dari kelemahannya.

"Kalau begitu, besok sepulang sekolah. Datanglah ke tempat ini. Aku akan mengajarimu beberapa trik bertarung dan diet. Bisakan." Ucapnya sambil menaikkan alisnya.

"Baiklah, aku akan datang ke sini setiap hari tentunya. Dan mulai detik ini, kita bekerjasama." Berjabat tangan dengan pria misterius tersebut.

“Ini pasti kiriman dari Tuhan. Tuhan mengirimkanku seseorang secara tiba tiba, untuk membantuku, keluar dari penderitaan selama 3 tahun ini. Tentu aku tidak akan menyia nyiakannya kali ini." Ucap batin Alina.

"Kali ini, aku akan mengeluarkan semua amarahku yang terpendam, dan aku tidak akan biarkan kalian lagi, menyiksaku, dan menyiksa ibuku.” Ucap Alina menggenggam kedua tangannya dengan penuh dendam.

Alina pun kembali pulang ke rumah, dan saat di rumah, semuanya sudah tidak ada, dan sudah tidur di kamarnya. Alina pun mengambil makanan, untuk ia berikan kepada ibunya.

Alina pun langsung turun ke ruang bawah tanah, untuk melihat kembali kondisi ibunya, yang sudah tak berdaya. Saat Alina sudah sampai, Alina pun membangunkan ibunya.

"Bu, ibu. Alina datang ibu." Ucap Alina membangunkan ibunya, dan ibunya langsung terbangun, karena mendengar suara Alina.

Ibunya memberi isyarat soal ia ingin makan, dan Alina langsung menunjukkan makanan tersebut. Alina pun mulai menyuapi ibunya dengan perlahan lahan, dan langsung memberikan air putih untuk ibunya.

"Ibu, ibu tenang saja. Aku akan balas dendam, demi ibu dan aku. Kali ini, aku tidak akan tinggal diam bu. Ibu mau mendukungku kan bu?." Tanya Alina sambil menggenggam kedua tangan ibunya.

Ibunya kembali memberi isyarat, kalau Alina memang harus balas dendam, karena mereka berdua sudah disiksa dan dijatuhkan.

"Kamu harus membalaskan dendam ibu," ucap isyarat tangan dan diberikan oleh ibunya.

“Aku memang akan balas dendam bu, karena ada malaikat yang turun dari langit, untuk membantuku. Tentu aku tidak akan menyia nyiakannya bu. Aku akan balas dendam, untuk ibu. Aku janji, ibu sabarlah di sini.” Ucap Alina tidak membendung air matanya lagi, dan mereka langsung berpelukan.

Keesokan paginya, dimana Alina sudah bangun tengah malam, untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya dengan lebih cepat, dan ia langsung membuat sarapan pagi juga, untuk keluarga tirinya.

Pagi hari pun tiba, dimana Alina sudah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, dan keluarga tirinya langsung datang untuk makan malam.

Saat Alina sudah selesai mandi juga dan sudah siap siap untuk ke sekolah. Alina pun mau duduk ke kursinya, dan saat Alina mau duduk, tiba tiba kursinya ditarik oleh Clara, dan Alina langsung terjatuh.

"Kakak kenapa, kasihan banget sih kursinya. Untung aja gak di duduki sama gajah. Hahahah." Hina Clara kembali, dan ibu, ayahnya malah menertawakannya juga.

Alina hanya bisa memendam amarahnya, karena belum waktunya, ia untuk balas dendam sekarang.

Ibu tirinya memberikannya piring yang hanya ada nasi dan kerupuk saja. Alina hanya bisa pasrah dan makan di lantai, karena ia tidak diperbolehkan untuk makan di meja makan.

Selesai makan, merekapun langsung berangkat ke sekolah masing masing.

Sesampai di sekolah, Alina sudah menyiapkan mentalnya, agar ia sabar untuk menghadapi hinaan dari teman temannya.

Sesampai kelas, ia kembali duduk, dan barusan duduk. Ia langsung mendapatkan hinaan yang begitu hebat dari teman sekelasnya, dan bahkan temannya menaruh permen karet di kursinya. Dan semuanya langsung menertawainya.

“Dasar gendut, sudah gendut, pencuri lagi. Amit amit kalau dekat dia, bisa bisa kita ikutan jadi pencuri deh, hahahah.” Tertawa pulas teman sekelasnya.

Disisi lain, Alina mengepalkan kedua tangannya, sampai semua uratnya terlihat. Ia berusaha menahan emosinya, agar ia tidak dipanggil oleh guru bk lagi.

Sore pun tiba, di mana Alina langsung ke lokasi yang sudah di kirimkan oleh pria misterius tersebut.

"Aku harus cepat cepat ke lokasi yang dikatakan oleh pria itu. Aku harus balas dendam. Aku benci mereka." Ucap batin Alina, sambil berlari.

Sesampai tempat tersebut, dan ternyata tempat tersebut, adalah lapangan balapan motor, dan Alina menghampiri pria misterius tersebut, yang sudah menunggunya.

“Apa kau sudah siap untuk mengubah dirimu, menjadi yang lemah ke yang kuat?.” Tanya pria misterius tersebut.

“Sudah, tentunya aku sudah siap." Jawab Alina sambil tersenyum.

“Kalau begitu, kau letakkan tas mu, dan kita mulai dengan berlari 10 kali putaran.” Ucap kembali pria misterius tersebut.

“Apa, apa tidak bisa kurang. Banyak banget?.” Tanya Alina yang belum pernah berlari sebanyak itu.

“Kalau begitu, 20 kali putaran, dan tidak boleh ada komentar. Ini demi kebaikanmu.” Ucap pria misterius tersebut, sambil memberikan handuk kecil untuk Alina.

“Waktu di mulai dari sekarang, dan mulai.” Ujar pria misterius tersebut.

Alina pun langsung berlari sebanyak 10 putaran dahulu, dan ia berhenti sebentar. Untuk minum dan mengusap keringatnya yang banyak. Dan pria misterius tersebut menyemangatinya, dan ia kembali tersenyum.

Dan berlari kembali, untuk sisanya.

Malam pun tiba, di mana Alina sudah menyelesaikan olahraganya, dan dilanjut lagi dengan push up dan pompa. Akhirnya olahraganya sudah selesai juga, dan betapa lelahnya Alina, karena olahraga tersebut.

"Kau jangan lupa untuk makan makanan yang sehat. Seperti sayuran, dan dengan porsi yang sedikit." Perintah pria tersebut.

Alina menganggukkan kepalanya, dan berpamitan untuk pulang, karena ia sudah basah, akibat keringat tersebut.

"Aku pulang dulu tuan. Dah." Melambaikan tangannya, dan kembali ke rumahnya.

Sesampai rumah, ia langsung masuk ke dalam, dan saat di dalam. Ternyata sudah ada keluarga tirinya yang menunggunya, di ruang tamu.

"Habis dari mana saja kamu?.” Tanya ibu tirinya.

Alina pun langsung menghampiri ibu tirinya," tadi ada urusan sekolah bu, jadinya sibuk deh bu. Dan belum lagi karena pulangnya jalan kaki, jadi lama deh bu." Jawab Alina sambil menundukkan kepalanya.

Dan ibunya langsung menghinanya, dengan mengatai dia bau, dan menyuruhnya mandi.

Alina pun langsung masuk ke kamarnya dan langsung mandi dengan cepat, untuk membuatkan makan malam.

1 bulan pun berlalu, di mana Alina sudah sangat berbeda dari sebelumnya, dan ia sudah menjadi orang yang berbeda. Pria misterius tersebut mengajarinya cara menembak, bela diri, dan cara melawan perkataan orang orang yang menghinanya.

"Tembak lebih keras." Perintah pria misterius tersebut.

Episodes
1 Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2 Episode 2: Bercak Merah
3 Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4 Episode 4: Diusir Dari Rumah
5 Episode 5: Merubah Penampilan
6 Episode 6: Makan Bareng
7 Episode 7: Pulang Bareng
8 Episode 8: Rokok
9 Episode 9: Mengikuti
10 Episode 10: Geng Base Angel
11 Episode 11: Kamera Mini
12 Episode 12: Rencana Berhasil
13 Episode 13: Perasaan
14 Episode 14: Cinderella
15 Episode 15: Tipu Daya
16 Episode 16: Dihina Temannya
17 Episode 17: Menginap
18 Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19 Episode 19: Perpustakaan
20 Episode 20: Taruhan
21 Episode 21: Makan
22 Episode 22: Gratis
23 Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24 Episode 24: Belepotan
25 Episode 25: Rindu
26 Episode 26: Dibohongi
27 Episode 27: Si Culun
28 Episode 28: Tampan
29 Episode 29: Dijodohkan
30 Episode 30: Suapan
31 Episode 31: Berkas Penting
32 Episode 32: Shopping Bersama
33 Episode 33: Dimatikan Cepat
34 Episode 34: Pentas Seni
35 Episode 35: Kancing Baju
36 Episode 36: Tidak Menerima
37 Episode 37: Rumor
38 Episode 38: Air Merah
39 Episode 39: Toilet
40 Episode 40: Sudah Tahu
41 Episode 41: Gudang Gelap
42 Episode 42: Melepaskan Pakaian
43 Episode 43: Berita
44 Episode 44: Tugas Sekolah
45 Episode 45: Coklat
46 Episode 46: Meriset Data Pribadi
47 Episode 47: Mencari
48 Episode 48: Membersihkan Diri
49 Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50 Episode 50: Sakit Perut
51 Episode 51: Obat
52 Episode 52: Seember Air
53 Episode 53: Tikus
54 Episode 54: Buah dan Kue
55 Episode 55: Pistol
56 Episode 56: Pergi dari Neraka
57 Episode 57: Hal yang Ditunggu
58 Episode 58: Surat
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2
Episode 2: Bercak Merah
3
Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4
Episode 4: Diusir Dari Rumah
5
Episode 5: Merubah Penampilan
6
Episode 6: Makan Bareng
7
Episode 7: Pulang Bareng
8
Episode 8: Rokok
9
Episode 9: Mengikuti
10
Episode 10: Geng Base Angel
11
Episode 11: Kamera Mini
12
Episode 12: Rencana Berhasil
13
Episode 13: Perasaan
14
Episode 14: Cinderella
15
Episode 15: Tipu Daya
16
Episode 16: Dihina Temannya
17
Episode 17: Menginap
18
Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19
Episode 19: Perpustakaan
20
Episode 20: Taruhan
21
Episode 21: Makan
22
Episode 22: Gratis
23
Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24
Episode 24: Belepotan
25
Episode 25: Rindu
26
Episode 26: Dibohongi
27
Episode 27: Si Culun
28
Episode 28: Tampan
29
Episode 29: Dijodohkan
30
Episode 30: Suapan
31
Episode 31: Berkas Penting
32
Episode 32: Shopping Bersama
33
Episode 33: Dimatikan Cepat
34
Episode 34: Pentas Seni
35
Episode 35: Kancing Baju
36
Episode 36: Tidak Menerima
37
Episode 37: Rumor
38
Episode 38: Air Merah
39
Episode 39: Toilet
40
Episode 40: Sudah Tahu
41
Episode 41: Gudang Gelap
42
Episode 42: Melepaskan Pakaian
43
Episode 43: Berita
44
Episode 44: Tugas Sekolah
45
Episode 45: Coklat
46
Episode 46: Meriset Data Pribadi
47
Episode 47: Mencari
48
Episode 48: Membersihkan Diri
49
Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50
Episode 50: Sakit Perut
51
Episode 51: Obat
52
Episode 52: Seember Air
53
Episode 53: Tikus
54
Episode 54: Buah dan Kue
55
Episode 55: Pistol
56
Episode 56: Pergi dari Neraka
57
Episode 57: Hal yang Ditunggu
58
Episode 58: Surat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!