"Sudahlah, tidak perlu kau pikirkan. Omong omong, bagaimana dengan urusanmu?." Tanya bos Gray juga.
"Menguras jantung bos. Jantungku hampir mau copot, karena hampir saja aku ketahuan. Saat aku mengambil surat hak rumah tersebut. Dan aku sudah mendapatkannya. Bagaimana, hebat bukan." Jawab Felisa kembali tersenyum, dan mengambil air putih yang ada.
"Baguslah kalau tidak ada yang curiga, bahwa kau Felisa. Hahahah, benar benar hebat permainan kita ini. Tapi kau harus jaga jaga, karena ditengah kebahagiaanmu, pasti ada kesulitan. Maka sebab itu, kau harus berjaga jaga. Kau paham kan." Ucap bos Gray, sambil menaikkan alisnya.
"Aman bos. Aku akan mengatur itu semua, dengan pikiranku ini." Kembali tersenyum, dan memiringkan bibirnya.
Keesokan paginya. Dimana Felisa sudah bersiap siap untuk ke sekolah, dan tiba tiba saja ponselnya berdering, saat ia sedang merias dirinya.
Felisa pun langsung mengambil ponselnya, dan melihat, "Niko, ada apa dia menghubungiku." Mengangkatnya.
"Halo, ada apa?" tanya Felisa.
"Apa kau sudah di sekolah?" tanya balik Niko.
"Ada apa memangnya. Aku masih di rumah." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Bagaimana kalau aku jemput kau. Mau kah." Menawarkan.
"Baiklah. Bertemu di dekat cafe Rose." Jawab Alina langsung mematikan ponselnya.
"Yes, akhirnya dia menerima ajakanku juga." Bahagia Niko, langsung menjemput Felisa.
Felisa pun keluar dari rumahnya, dan menuju cafe Rose, untuk menunggu Niko. Saat sedang menunggu di depan cafe tersebut. Tiba tiba datanglah Kevin mengendarai motor besar.
Dan Kevin berhenti, dan ia langsung membuka helmnya, lalu menghampiri Alina. "Halo Felisa. Sendiri di sini?" tanyanya, sambil tersenyum menggoda.
Felisa melipat kedua tangannya, dan menatapnya, "iya, kenapa memangnya. Dan kenapa kau ada di sini?" jawab Felisa sekaligus bertanya.
"Tadi aku melihatmu sedang berdiri di depan cafe. Jadi aku berhenti. Sedang menunggu apa?" jawabnya sekaligus bertanya.
Tiba tiba datanglah Niko dengan mengendarai mobil lamborgini. Sontak Kevin dan Felisa menatap ke arah mobil tersebut.
Pintu pun terbuka, dan Niko langsung turun dari mobil, lalu menghampiri Felisa dan Kevin. "Kenapa kau ada di sini Kevin?" tanya Niko.
"Hei Niko. Kau kenapa ada di sini?" tanya balik Kevin.
"Aku mau menjemput Felisa. Kami mau pergi bersama ke sekolah." Jawab Niko, sambil tersenyum tipis.
"Wah, padahal aku mau mengajak Felisa juga. Bagaimana kalau Felisa pergi bersamaku saja. Kan naik motor, dan dengan begitu, kau bisa menikmati angin jalan dengan sejuk." Ajak Kevin, mengajaknya.
"Tidak perlu, karena Niko duluan yang mengajakku. Aku tidak ingin cari masalah pagi pagi. Mari Niko." Jawab Felisa tanpa basa basi, dan langsung masuk ke dalam mobil Niko.
Niko berbisik ketelinga Kevin, "kau kalah," bisik Niko, sambil tersenyum, dan langsung masuk ke dalam mobilnya.
Kevin membalikkan badannya, dan menatap mobil Niko. Felisa melambaikan tangannya, dan Kevin ikut melambaikan tangannya.
"Dia benar benar gadis yang cantik," tersenyum Kevin, langsung naik ke motornya, dan berangkat menuju sekolah.
Di perjalanan, "kenapa tiba tiba kau mengajakku untuk pergi bersama. Apa sebenarnya yang kau inginkan?" tanya Felisa, sambil menyilangkan kakinya.
"Kenapa dia bertanya tentang itu. Apa dia ikut aku, karena dia merasa kalau ada hal yang mau aku katakan." Ucap batin Niko.
"Kalau kau tidak mau menjawab juga tidak apa apa sih. Karena sedikit tidak penting juga." Ucap Felisa.
"Eh, tidak seperti itu. Sebenarnya aku mengajakmu pergi bersama, karena aku ingin lebih dekat denganmu. Apa itu salah." Jawab Niko.
"Ouh," ucap Felisa yang biasa saja.
Sesampai sekolah, mereka berdua langsung turun dari mobil, dan semua murid menatap ke arah mereka berdua.
"Cie, kalian berpacaran ya?" tanya salah satu murid wanita.
Felisa hanya cuek, dan langsung masuk ke dalam. Tiba tiba saja, datanglah geng Base Angel, dan mereka langsung menghampiri Felisa.
"Annyeong sayang," sapa mereka semua.
"Eh, kalian. Annyeong juga." Merekapun berpelukan.
"Eh, Niko. Apa kalian berangkat bersama. Cieee, ada yang pacaran nih." Tersenyum gengnya, sambil tersenyum kepada Niko dan Felisa.
"Aku dan Niko tidak pacaran, hanya bertemu saja, dan sekalian pergi bersama. Sudahlah, mari kita masuk ke dalam kelas bersama." Jawab Felisa ikut tersenyum, dan mereka langsung masuk ke dalam kelas bersama.
Saat Niko sudah mau masuk ke dalam kelas. Tiba tiba saja ada yang menepuk pundaknya dari belakang, dan ia adalah Kevin.
Sontak Niko berbalik badan, dan mereka saling bertatapan. "Ada apa?" tanya Niko, langsung melipat kedua tangannya.
"Bagaimana kalau kita taruhan. Siapa yang bisa mendapatkan Felisa. Dia akan mendapatkan uang 1 milyar. Bagaimana?" Menawarkannya.
"Aku tidak suka kalau perempuan dijadikan bahan taruhan. Bagaimana kalau kita taruhan secara adil. Siapa yang bisa membuat Felisa jatuh cinta. Kau harus menjauhinya, begitu juga sebaliknya. Bagaimana." Ucap Niko.
"Siapa takut. Mari berjabat tangan dengan baik." Merekapun langsung berjabat tangan.
Niko pun langsung masuk ke dalam kelas, dan ia duduk ke kursinya. Niko melihat Felisa yang sedang bercanda gurau dengan gengnya. Dan tiba tiba saja ada yang masuk ke dalam kelas, dan ia adalah Clara.
Sontak geng Base Angel, langsung menatap wajah Clara dengan penuh kejijikan. "Kalian jangan seperti itu. Dia itu teman kita." Ucap Felisa memainkan aktingnya.
"Mari Clara," memanggil Clara dan Clara langsung duduk disamping Felisa.
"Tumben banget lama datang." Ucap Felisa sambil menaikkan alisnya.
"Tadi di rumah ada urusan sebentar. Biasa, urusan keluarga." Jawab Clara sambil tersenyum, kepada Felisa dan yang lainnya.
Tapi yang lainnya tidak tersenyum, dan menatapnya dengan tatapan menjijikkan. Clara hanya bisa diam, dan fokus kepada Felisa. Karena hanya Felisa yang bisa mengerti perasaannya.
"Kalian jangan seperti itu. Kalian dengar yang aku katakan kan." Memainkan perannya, dengan berpura pura marah.
"Kau memang wanita yang baik Felisa. Padahal si Clara ini benar benar memalukan. Tapi kau masih mau berteman dengannya. Kami bersyukur mempunyai sahabat sepertimu." Memeluk Felisa kembali, dan mengasingkan Clara.
Tiba tiba saja berbunyi pemberitahuan, kalau pak kepala sekolah sedang memanggil Clara, dan Clara pamit kepada Felisa dan lainnya. Lalu Clara langsung pergi ke ruang kepala sekolah.
Sedangkan jam pelajaran pun tiba. Dan semua kembali ke mejanya masing masing. Kebetulan ada Niko di depan mejanya.
Disisi lain. Clara pun sampai di ruang kepala sekolah, dan ia langsung masuk ke dalam. "Salam pak." Menundukkan badannya, dan kembali berdiri tegap.
"Ada apa ya pak memanggil saya?" tanya Clara sambil tersenyum.
"Kau akan saya hukum, atas tindakan yang viral di sosial media itu. Kau akan diliburkan dan tingkatmu sebagai siswa yang terkenal, akan dipindahkan kepada Felisa." Jawab pak kepala sekolah secara jelas.
Sontak
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments