Episode 20: Taruhan

"Sudahlah, tidak perlu kau pikirkan. Omong omong, bagaimana dengan urusanmu?." Tanya bos Gray juga.

"Menguras jantung bos. Jantungku hampir mau copot, karena hampir saja aku ketahuan. Saat aku mengambil surat hak rumah tersebut. Dan aku sudah mendapatkannya. Bagaimana, hebat bukan." Jawab Felisa kembali tersenyum, dan mengambil air putih yang ada.

"Baguslah kalau tidak ada yang curiga, bahwa kau Felisa. Hahahah, benar benar hebat permainan kita ini. Tapi kau harus jaga jaga, karena ditengah kebahagiaanmu, pasti ada kesulitan. Maka sebab itu, kau harus berjaga jaga. Kau paham kan." Ucap bos Gray, sambil menaikkan alisnya.

"Aman bos. Aku akan mengatur itu semua, dengan pikiranku ini." Kembali tersenyum, dan memiringkan bibirnya.

Keesokan paginya. Dimana Felisa sudah bersiap siap untuk ke sekolah, dan tiba tiba saja ponselnya berdering, saat ia sedang merias dirinya.

Felisa pun langsung mengambil ponselnya, dan melihat, "Niko, ada apa dia menghubungiku." Mengangkatnya.

"Halo, ada apa?" tanya Felisa.

"Apa kau sudah di sekolah?" tanya balik Niko.

"Ada apa memangnya. Aku masih di rumah." Jawabnya sekaligus bertanya.

"Bagaimana kalau aku jemput kau. Mau kah." Menawarkan.

"Baiklah. Bertemu di dekat cafe Rose." Jawab Alina langsung mematikan ponselnya.

"Yes, akhirnya dia menerima ajakanku juga." Bahagia Niko, langsung menjemput Felisa.

Felisa pun keluar dari rumahnya, dan menuju cafe Rose, untuk menunggu Niko. Saat sedang menunggu di depan cafe tersebut. Tiba tiba datanglah Kevin mengendarai motor besar.

Dan Kevin berhenti, dan ia langsung membuka helmnya, lalu menghampiri Alina. "Halo Felisa. Sendiri di sini?" tanyanya, sambil tersenyum menggoda.

Felisa melipat kedua tangannya, dan menatapnya, "iya, kenapa memangnya. Dan kenapa kau ada di sini?" jawab Felisa sekaligus bertanya.

"Tadi aku melihatmu sedang berdiri di depan cafe. Jadi aku berhenti. Sedang menunggu apa?" jawabnya sekaligus bertanya.

Tiba tiba datanglah Niko dengan mengendarai mobil lamborgini. Sontak Kevin dan Felisa menatap ke arah mobil tersebut.

Pintu pun terbuka, dan Niko langsung turun dari mobil, lalu menghampiri Felisa dan Kevin. "Kenapa kau ada di sini Kevin?" tanya Niko.

"Hei Niko. Kau kenapa ada di sini?" tanya balik Kevin.

"Aku mau menjemput Felisa. Kami mau pergi bersama ke sekolah." Jawab Niko, sambil tersenyum tipis.

"Wah, padahal aku mau mengajak Felisa juga. Bagaimana kalau Felisa pergi bersamaku saja. Kan naik motor, dan dengan begitu, kau bisa menikmati angin jalan dengan sejuk." Ajak Kevin, mengajaknya.

"Tidak perlu, karena Niko duluan yang mengajakku. Aku tidak ingin cari masalah pagi pagi. Mari Niko." Jawab Felisa tanpa basa basi, dan langsung masuk ke dalam mobil Niko.

Niko berbisik ketelinga Kevin, "kau kalah," bisik Niko, sambil tersenyum, dan langsung masuk ke dalam mobilnya.

Kevin membalikkan badannya, dan menatap mobil Niko. Felisa melambaikan tangannya, dan Kevin ikut melambaikan tangannya.

"Dia benar benar gadis yang cantik," tersenyum Kevin, langsung naik ke motornya, dan berangkat menuju sekolah.

Di perjalanan, "kenapa tiba tiba kau mengajakku untuk pergi bersama. Apa sebenarnya yang kau inginkan?" tanya Felisa, sambil menyilangkan kakinya.

"Kenapa dia bertanya tentang itu. Apa dia ikut aku, karena dia merasa kalau ada hal yang mau aku katakan." Ucap batin Niko.

"Kalau kau tidak mau menjawab juga tidak apa apa sih. Karena sedikit tidak penting juga." Ucap Felisa.

"Eh, tidak seperti itu. Sebenarnya aku mengajakmu pergi bersama, karena aku ingin lebih dekat denganmu. Apa itu salah." Jawab Niko.

"Ouh," ucap Felisa yang biasa saja.

Sesampai sekolah, mereka berdua langsung turun dari mobil, dan semua murid menatap ke arah mereka berdua.

"Cie, kalian berpacaran ya?" tanya salah satu murid wanita.

Felisa hanya cuek, dan langsung masuk ke dalam. Tiba tiba saja, datanglah geng Base Angel, dan mereka langsung menghampiri Felisa.

"Annyeong sayang," sapa mereka semua.

"Eh, kalian. Annyeong juga." Merekapun berpelukan.

"Eh, Niko. Apa kalian berangkat bersama. Cieee, ada yang pacaran nih." Tersenyum gengnya, sambil tersenyum kepada Niko dan Felisa.

"Aku dan Niko tidak pacaran, hanya bertemu saja, dan sekalian pergi bersama. Sudahlah, mari kita masuk ke dalam kelas bersama." Jawab Felisa ikut tersenyum, dan mereka langsung masuk ke dalam kelas bersama.

Saat Niko sudah mau masuk ke dalam kelas. Tiba tiba saja ada yang menepuk pundaknya dari belakang, dan ia adalah Kevin.

Sontak Niko berbalik badan, dan mereka saling bertatapan. "Ada apa?" tanya Niko, langsung melipat kedua tangannya.

"Bagaimana kalau kita taruhan. Siapa yang bisa mendapatkan Felisa. Dia akan mendapatkan uang 1 milyar. Bagaimana?" Menawarkannya.

"Aku tidak suka kalau perempuan dijadikan bahan taruhan. Bagaimana kalau kita taruhan secara adil. Siapa yang bisa membuat Felisa jatuh cinta. Kau harus menjauhinya, begitu juga sebaliknya. Bagaimana." Ucap Niko.

"Siapa takut. Mari berjabat tangan dengan baik." Merekapun langsung berjabat tangan.

Niko pun langsung masuk ke dalam kelas, dan ia duduk ke kursinya. Niko melihat Felisa yang sedang bercanda gurau dengan gengnya. Dan tiba tiba saja ada yang masuk ke dalam kelas, dan ia adalah Clara.

Sontak geng Base Angel, langsung menatap wajah Clara dengan penuh kejijikan. "Kalian jangan seperti itu. Dia itu teman kita." Ucap Felisa memainkan aktingnya.

"Mari Clara," memanggil Clara dan Clara langsung duduk disamping Felisa.

"Tumben banget lama datang." Ucap Felisa sambil menaikkan alisnya.

"Tadi di rumah ada urusan sebentar. Biasa, urusan keluarga." Jawab Clara sambil tersenyum, kepada Felisa dan yang lainnya.

Tapi yang lainnya tidak tersenyum, dan menatapnya dengan tatapan menjijikkan. Clara hanya bisa diam, dan fokus kepada Felisa. Karena hanya Felisa yang bisa mengerti perasaannya.

"Kalian jangan seperti itu. Kalian dengar yang aku katakan kan." Memainkan perannya, dengan berpura pura marah.

"Kau memang wanita yang baik Felisa. Padahal si Clara ini benar benar memalukan. Tapi kau masih mau berteman dengannya. Kami bersyukur mempunyai sahabat sepertimu." Memeluk Felisa kembali, dan mengasingkan Clara.

Tiba tiba saja berbunyi pemberitahuan, kalau pak kepala sekolah sedang memanggil Clara, dan Clara pamit kepada Felisa dan lainnya. Lalu Clara langsung pergi ke ruang kepala sekolah.

Sedangkan jam pelajaran pun tiba. Dan semua kembali ke mejanya masing masing. Kebetulan ada Niko di depan mejanya.

Disisi lain. Clara pun sampai di ruang kepala sekolah, dan ia langsung masuk ke dalam. "Salam pak." Menundukkan badannya, dan kembali berdiri tegap.

"Ada apa ya pak memanggil saya?" tanya Clara sambil tersenyum.

"Kau akan saya hukum, atas tindakan yang viral di sosial media itu. Kau akan diliburkan dan tingkatmu sebagai siswa yang terkenal, akan dipindahkan kepada Felisa." Jawab pak kepala sekolah secara jelas.

Sontak

Episodes
1 Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2 Episode 2: Bercak Merah
3 Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4 Episode 4: Diusir Dari Rumah
5 Episode 5: Merubah Penampilan
6 Episode 6: Makan Bareng
7 Episode 7: Pulang Bareng
8 Episode 8: Rokok
9 Episode 9: Mengikuti
10 Episode 10: Geng Base Angel
11 Episode 11: Kamera Mini
12 Episode 12: Rencana Berhasil
13 Episode 13: Perasaan
14 Episode 14: Cinderella
15 Episode 15: Tipu Daya
16 Episode 16: Dihina Temannya
17 Episode 17: Menginap
18 Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19 Episode 19: Perpustakaan
20 Episode 20: Taruhan
21 Episode 21: Makan
22 Episode 22: Gratis
23 Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24 Episode 24: Belepotan
25 Episode 25: Rindu
26 Episode 26: Dibohongi
27 Episode 27: Si Culun
28 Episode 28: Tampan
29 Episode 29: Dijodohkan
30 Episode 30: Suapan
31 Episode 31: Berkas Penting
32 Episode 32: Shopping Bersama
33 Episode 33: Dimatikan Cepat
34 Episode 34: Pentas Seni
35 Episode 35: Kancing Baju
36 Episode 36: Tidak Menerima
37 Episode 37: Rumor
38 Episode 38: Air Merah
39 Episode 39: Toilet
40 Episode 40: Sudah Tahu
41 Episode 41: Gudang Gelap
42 Episode 42: Melepaskan Pakaian
43 Episode 43: Berita
44 Episode 44: Tugas Sekolah
45 Episode 45: Coklat
46 Episode 46: Meriset Data Pribadi
47 Episode 47: Mencari
48 Episode 48: Membersihkan Diri
49 Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50 Episode 50: Sakit Perut
51 Episode 51: Obat
52 Episode 52: Seember Air
53 Episode 53: Tikus
54 Episode 54: Buah dan Kue
55 Episode 55: Pistol
56 Episode 56: Pergi dari Neraka
57 Episode 57: Hal yang Ditunggu
58 Episode 58: Surat
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2
Episode 2: Bercak Merah
3
Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4
Episode 4: Diusir Dari Rumah
5
Episode 5: Merubah Penampilan
6
Episode 6: Makan Bareng
7
Episode 7: Pulang Bareng
8
Episode 8: Rokok
9
Episode 9: Mengikuti
10
Episode 10: Geng Base Angel
11
Episode 11: Kamera Mini
12
Episode 12: Rencana Berhasil
13
Episode 13: Perasaan
14
Episode 14: Cinderella
15
Episode 15: Tipu Daya
16
Episode 16: Dihina Temannya
17
Episode 17: Menginap
18
Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19
Episode 19: Perpustakaan
20
Episode 20: Taruhan
21
Episode 21: Makan
22
Episode 22: Gratis
23
Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24
Episode 24: Belepotan
25
Episode 25: Rindu
26
Episode 26: Dibohongi
27
Episode 27: Si Culun
28
Episode 28: Tampan
29
Episode 29: Dijodohkan
30
Episode 30: Suapan
31
Episode 31: Berkas Penting
32
Episode 32: Shopping Bersama
33
Episode 33: Dimatikan Cepat
34
Episode 34: Pentas Seni
35
Episode 35: Kancing Baju
36
Episode 36: Tidak Menerima
37
Episode 37: Rumor
38
Episode 38: Air Merah
39
Episode 39: Toilet
40
Episode 40: Sudah Tahu
41
Episode 41: Gudang Gelap
42
Episode 42: Melepaskan Pakaian
43
Episode 43: Berita
44
Episode 44: Tugas Sekolah
45
Episode 45: Coklat
46
Episode 46: Meriset Data Pribadi
47
Episode 47: Mencari
48
Episode 48: Membersihkan Diri
49
Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50
Episode 50: Sakit Perut
51
Episode 51: Obat
52
Episode 52: Seember Air
53
Episode 53: Tikus
54
Episode 54: Buah dan Kue
55
Episode 55: Pistol
56
Episode 56: Pergi dari Neraka
57
Episode 57: Hal yang Ditunggu
58
Episode 58: Surat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!