Setelah itu, Alina pun langsung turun ke bawah, dan menghampiri bos Gray. "Apa sudah kau ambil?." Tanya bos Gray, sedang mengusap keringatnya.
"Aman bos Gray. Terima kasih banyak bos, dengan begini, aku bisa melalukan pembalasan dendamku dengan mudah." Jawab Alina bahagia.
"Kalau begitu, kembalilah melakukan hal biasanya. Untuk meningkatkan kekuatanmu lagi." Ucap bos Gray, langsung meminum air putih miliknya.
"Baik bos Gray. Aku mau menunggangi kuda dulu deh, lagi pengen. Dan sekalian sama menembak juga deh. Aku duluan bos Gray." Melambaikan tangannya, dan langsung ke belakang ruangan tersebut.
Malam pun tiba. Dimana Alina sudah berada di kosannya, dan sudah bersiap siap untuk menyiapkan barang barang nya. "Semua berjalan dengan bagus. Kalau begitu, sekarang kita berangkat ke lokasi hotel itu." Mengenakan topi, masker. Dan berangkat menuju hotel tersebut, dengan mobil milik bos Gray.
Di perjalanan. "Untung saja bos Gray masih mengizinkanku mengendarai mobil ini. Hehehehe. Lain kali aku akan memintanya deh. Hahahah." Tertawa tipis.
Tibalah Alina di Hotel Melati. Alina pun langsung menyandang tasnya, dan keluar dari mobil.
Alina pun melihat Wilson dengan selingkuhannya kembali, dan masuk ke dalam hotel tersebut. Alina pun mengikutinya dari belakang, dan ikut masuk ke dalam hotel tersebut.
Tunggu nona. Anda siapa, dan apa anda ada memesan hotel di sini?." Tanya salah satu karyawan kepadanya.
Alina pun menatap wajah karyawan tersebut. "Saya pembersih di sini mbak. Saya mau mengambil ponsel saya yang ketinggalan." Jawab Alina.
"Ouh, silahkan," langsung mempersilahkannya. Alina pun mengikuti Wilson kembali, dan mereka naik ke lift. Alina pun buru buru mengejar mereka, dan akhirnya mereka satu lift. bersama.
Wilson melirik penampilan Alina, karena Alina mengenakan masker dan topi serba hitam. Alina di belakang mereka berdua, sambil menyender. "Semoga saja mereka tidak curiga. Tidak mungkin mereka curiga juga, karena mereka tidak akan mengenaliku." Ucap batin Alina tersenyum.
Sesampainya, dan lift langsung terbuka. Wilson dan selingkuhannya keluar dari lift, dan Alina juga mengikutinya dari belakang. Dan masuklah Wilson bersama selingkuhannya ke sebuah kamar, dan Alina tidak bisa masuk ke dalam, karena hanya yang mempunyai kartu kamar tersebut yang bisa masuk ke dalam.
"Mereka sudah masuk ke dalam, dan bagaimana caranya agar aku juga masuk ke dalam hotel tersebut. Pikirkan caranya Alina, pikirkan." Mengerutkan keningnya, sambil memegang dagunya.
Tiba tiba saja lewat seorang wanita cleaning service, dan Alina melihatnya. "Ahah, aku punya ide bagus." Memiliki ide bagus, dan Alina menarik wanita tersebut, dengan barang barang pembersih tersebut.
Alina menutup mulut wanita tersebut ke tempat yang sepi, dan ia langsung membukanya kembali. "Ada apa ya kak, kenapa menutup mulut saya seperti itu. Anda siapa?." Tanya wanita tersebut, sedikit tegas.
"Saya boleh pinjam pakaian kamu, dan barang barang ini. Ada hal yang harus saya urus. Saya pinjam sebentar saja, dan kita bertukar pakaian. Bagaimana." Jawab Alina.
"Kenapa kakak harus meminjam pakaian saya. Ini hanya pakaian cleaning service, dan kotor. Kan masih banyak di luaran sana pakaian yang bagus?." Tanya wanita tersebut.
"Sebenarnya saya polisi, dan saya mau menangkap seorang pembunuh yang ada di hotel ini. Dia sedang ada di kamar sana." Jawab Alina sambil menunjukkannya.
Wanita itupun ikut melihatnya, dan ketakutan. "Baiklah, aku akan meminjamkan pakaian ini kepada mu. Tapi, tolong, cepat kamu tangkap dia. Karena aku takut mati." Jawab wanita tersebut langsung menerimanya.
"Terima kasih banyak, mari kita ganti pakaian di kamar mandi. Dan jangan keluar, sebelum aku datang."
Merekapun langsung ke kamar mandi, dan mulai menukar pakaian mereka. Setelah itu, Alina pun sudah mengenakan pakaian cleaning service, dan mengenakan topinya, juga maskernya. "Terima kasih banyak, aku duluan." Ucap Alina langsung mendorong barang barang untuk cleaning service tersebut.
Alina langsung berangkat menuju kamar Wilson dan selingkuhannya berada. Setelah ia sampai, Alina pun membunyikan bel.
Di dalam. "Ah, sayang. Itu ada orang di luar, kamu lihat dulu sana." Ucap Reyna langsung melepaskannya.
"Baiklah, aku akan mengeceknya. Mereka selalu saja mengganggu kebahagiaan kita." Ucap Wilson mengenakan celananya, dan begitu juga dengan Reyna, yang langsing mengenakan pakaiannya, dan ikut Wilson.
Wilson pun membukakan pintu tersebut, dan menatap cleaning service tersebut. "Ada apa?." Tanyanya langsung.
"Halo pak, buk. Maaf mengganggu kebahagiaan kalian. Di sini saya ditugaskan oleh atasan saya, untuk mengganti sprei dan memperbaiki selang air yang ada di kamar mandi. Apa saya boleh masuk." Jawab Alina.
"Silahkan, dan kerjakan secepatnya." Ucap Wilson tidak curiga sama sekali, dan memperbolehkannya masuk.
Alina pun masuk ke dalam. "Kalian pasangan ya pak?." Tanya Alina sambil tersenyum.
"Benar, kenapa memangnya," jawab Wilson sekaligus bertanya, dan langsung duduk di sofa bersama Reyna.
"Kalian pasangan yang sangat romantis. Saya doakan, agar kalian hidup bahagia. Saya ke kamar dulu, untuk mengganti sprei nya, biar bapak dan ibuk semakin semangat di atas kasurnya." Jawab Alina langsung masuk ke dalam kamar.
"Wanita itu saja mendoakan kita sayang, agar kita hidup bahagia. Maka sebab itu, kamu harus cepat cepat menceraikannnya, dan menikahkan aku. Kamu paham kan." Ujar Reyna manja kepada Wilson.
"Iya sayang, kamu tenang saja. Aku akan cepat menceraikannnya, setelah aku mendapatkan semua harta nya. Dengan begitu, kita akan terus hidup kaya sayang." Jawab Wilson menciumnya kembali, dan mereka bermesraan di ruang tamu.
Disisi lain. Di kamar, Alina langsung merapikan sprei tersebut, dan mengeluarkan kamera mini, yang sudah ia taruh di kantung celana tersebut. "Aku akan meletakkannya di belakang sini saja. Kan tidak akan terlihat oleh mereka berdua. Dengan begini, aku bisa melihat mereka berdua, dan mengawasinya." Ucap batin Alina, meletakkan kamera mini tersebut, dibelakang pot bunga, dan di dalam pot bunga tersebut.
"Beres semuanya. Kalau begitu, aku keluar dan meletakkan kamera ini, di kamar mandi juga." Dalam hatinya, langsung keluar dari kamar tersebut.
"Permisi pak dan buk, maaf mengganggu kalian. Sprei sudah saya rapikan, dan saya mau langsung memperbaiki selangnya ya pak dan buk." Ucap Alina membungkukkan badannya, dan menuju kamar mandi langsung.
"Baiklah, baiklah," jawab Wilson tidak terlalu peduli dengannya.
Setelah meletakkan kamera mininya, di kamar dan kamar mandi. Ia pun berpamitan untuk keluar. "Semua sudah saya perbaiki pak dan buk. Kalau begitu, saya permisi dulu." Menundukkan badannya kembali, dan mau keluar.
"Tunggu," menahan Reyna, dan menghampirinya.
Alina pun langsung membalikkan badannya," iya buk, ada apa ya?." Tanya Alina.
"Ini ada uang tip untuk kamu. Kamu terima saja, dan tidak ada penolakan. Kalau begitu, kamu bisa pergi sekarang." Jawab Reyna memberikannya uang tip 500 ribu.
"Terima kasih banyak buk, terima kasih banyak. Kalau begitu, saya permisi." Kembali membungkukkan badannya, dan keluar dari kamar tersebut.
Alina pun
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments