Episode 12: Rencana Berhasil

Setelah itu, Alina pun langsung turun ke bawah, dan menghampiri bos Gray. "Apa sudah kau ambil?." Tanya bos Gray, sedang mengusap keringatnya.

"Aman bos Gray. Terima kasih banyak bos, dengan begini, aku bisa melalukan pembalasan dendamku dengan mudah." Jawab Alina bahagia.

"Kalau begitu, kembalilah melakukan hal biasanya. Untuk meningkatkan kekuatanmu lagi." Ucap bos Gray, langsung meminum air putih miliknya.

"Baik bos Gray. Aku mau menunggangi kuda dulu deh, lagi pengen. Dan sekalian sama menembak juga deh. Aku duluan bos Gray." Melambaikan tangannya, dan langsung ke belakang ruangan tersebut.

Malam pun tiba. Dimana Alina sudah berada di kosannya, dan sudah bersiap siap untuk menyiapkan barang barang nya. "Semua berjalan dengan bagus. Kalau begitu, sekarang kita berangkat ke lokasi hotel itu." Mengenakan topi, masker. Dan berangkat menuju hotel tersebut, dengan mobil milik bos Gray.

Di perjalanan. "Untung saja bos Gray masih mengizinkanku mengendarai mobil ini. Hehehehe. Lain kali aku akan memintanya deh. Hahahah." Tertawa tipis.

Tibalah Alina di Hotel Melati. Alina pun langsung menyandang tasnya, dan keluar dari mobil.

Alina pun melihat Wilson dengan selingkuhannya kembali, dan masuk ke dalam hotel tersebut. Alina pun mengikutinya dari belakang, dan ikut masuk ke dalam hotel tersebut.

Tunggu nona. Anda siapa, dan apa anda ada memesan hotel di sini?." Tanya salah satu karyawan kepadanya.

Alina pun menatap wajah karyawan tersebut. "Saya pembersih di sini mbak. Saya mau mengambil ponsel saya yang ketinggalan." Jawab Alina.

"Ouh, silahkan," langsung mempersilahkannya. Alina pun mengikuti Wilson kembali, dan mereka naik ke lift. Alina pun buru buru mengejar mereka, dan akhirnya mereka satu lift. bersama.

Wilson melirik penampilan Alina, karena Alina mengenakan masker dan topi serba hitam. Alina di belakang mereka berdua, sambil menyender. "Semoga saja mereka tidak curiga. Tidak mungkin mereka curiga juga, karena mereka tidak akan mengenaliku." Ucap batin Alina tersenyum.

Sesampainya, dan lift langsung terbuka. Wilson dan selingkuhannya keluar dari lift, dan Alina juga mengikutinya dari belakang. Dan masuklah Wilson bersama selingkuhannya ke sebuah kamar, dan Alina tidak bisa masuk ke dalam, karena hanya yang mempunyai kartu kamar tersebut yang bisa masuk ke dalam.

"Mereka sudah masuk ke dalam, dan bagaimana caranya agar aku juga masuk ke dalam hotel tersebut. Pikirkan caranya Alina, pikirkan." Mengerutkan keningnya, sambil memegang dagunya.

Tiba tiba saja lewat seorang wanita cleaning service, dan Alina melihatnya. "Ahah, aku punya ide bagus." Memiliki ide bagus, dan Alina menarik wanita tersebut, dengan barang barang pembersih tersebut.

Alina menutup mulut wanita tersebut ke tempat yang sepi, dan ia langsung membukanya kembali. "Ada apa ya kak, kenapa menutup mulut saya seperti itu. Anda siapa?." Tanya wanita tersebut, sedikit tegas.

"Saya boleh pinjam pakaian kamu, dan barang barang ini. Ada hal yang harus saya urus. Saya pinjam sebentar saja, dan kita bertukar pakaian. Bagaimana." Jawab Alina.

"Kenapa kakak harus meminjam pakaian saya. Ini hanya pakaian cleaning service, dan kotor. Kan masih banyak di luaran sana pakaian yang bagus?." Tanya wanita tersebut.

"Sebenarnya saya polisi, dan saya mau menangkap seorang pembunuh yang ada di hotel ini. Dia sedang ada di kamar sana." Jawab Alina sambil menunjukkannya.

Wanita itupun ikut melihatnya, dan ketakutan. "Baiklah, aku akan meminjamkan pakaian ini kepada mu. Tapi, tolong, cepat kamu tangkap dia. Karena aku takut mati." Jawab wanita tersebut langsung menerimanya.

"Terima kasih banyak, mari kita ganti pakaian di kamar mandi. Dan jangan keluar, sebelum aku datang."

Merekapun langsung ke kamar mandi, dan mulai menukar pakaian mereka. Setelah itu, Alina pun sudah mengenakan pakaian cleaning service, dan mengenakan topinya, juga maskernya. "Terima kasih banyak, aku duluan." Ucap Alina langsung mendorong barang barang untuk cleaning service tersebut.

Alina langsung berangkat menuju kamar Wilson dan selingkuhannya berada. Setelah ia sampai, Alina pun membunyikan bel.

Di dalam. "Ah, sayang. Itu ada orang di luar, kamu lihat dulu sana." Ucap Reyna langsung melepaskannya.

"Baiklah, aku akan mengeceknya. Mereka selalu saja mengganggu kebahagiaan kita." Ucap Wilson mengenakan celananya, dan begitu juga dengan Reyna, yang langsing mengenakan pakaiannya, dan ikut Wilson.

Wilson pun membukakan pintu tersebut, dan menatap cleaning service tersebut. "Ada apa?." Tanyanya langsung.

"Halo pak, buk. Maaf mengganggu kebahagiaan kalian. Di sini saya ditugaskan oleh atasan saya, untuk mengganti sprei dan memperbaiki selang air yang ada di kamar mandi. Apa saya boleh masuk." Jawab Alina.

"Silahkan, dan kerjakan secepatnya." Ucap Wilson tidak curiga sama sekali, dan memperbolehkannya masuk.

Alina pun masuk ke dalam. "Kalian pasangan ya pak?." Tanya Alina sambil tersenyum.

"Benar, kenapa memangnya," jawab Wilson sekaligus bertanya, dan langsung duduk di sofa bersama Reyna.

"Kalian pasangan yang sangat romantis. Saya doakan, agar kalian hidup bahagia. Saya ke kamar dulu, untuk mengganti sprei nya, biar bapak dan ibuk semakin semangat di atas kasurnya." Jawab Alina langsung masuk ke dalam kamar.

"Wanita itu saja mendoakan kita sayang, agar kita hidup bahagia. Maka sebab itu, kamu harus cepat cepat menceraikannnya, dan menikahkan aku. Kamu paham kan." Ujar Reyna manja kepada Wilson.

"Iya sayang, kamu tenang saja. Aku akan cepat menceraikannnya, setelah aku mendapatkan semua harta nya. Dengan begitu, kita akan terus hidup kaya sayang." Jawab Wilson menciumnya kembali, dan mereka bermesraan di ruang tamu.

Disisi lain. Di kamar, Alina langsung merapikan sprei tersebut, dan mengeluarkan kamera mini, yang sudah ia taruh di kantung celana tersebut. "Aku akan meletakkannya di belakang sini saja. Kan tidak akan terlihat oleh mereka berdua. Dengan begini, aku bisa melihat mereka berdua, dan mengawasinya." Ucap batin Alina, meletakkan kamera mini tersebut, dibelakang pot bunga, dan di dalam pot bunga tersebut.

"Beres semuanya. Kalau begitu, aku keluar dan meletakkan kamera ini, di kamar mandi juga." Dalam hatinya, langsung keluar dari kamar tersebut.

"Permisi pak dan buk, maaf mengganggu kalian. Sprei sudah saya rapikan, dan saya mau langsung memperbaiki selangnya ya pak dan buk." Ucap Alina membungkukkan badannya, dan menuju kamar mandi langsung.

"Baiklah, baiklah," jawab Wilson tidak terlalu peduli dengannya.

Setelah meletakkan kamera mininya, di kamar dan kamar mandi. Ia pun berpamitan untuk keluar. "Semua sudah saya perbaiki pak dan buk. Kalau begitu, saya permisi dulu." Menundukkan badannya kembali, dan mau keluar.

"Tunggu," menahan Reyna, dan menghampirinya.

Alina pun langsung membalikkan badannya," iya buk, ada apa ya?." Tanya Alina.

"Ini ada uang tip untuk kamu. Kamu terima saja, dan tidak ada penolakan. Kalau begitu, kamu bisa pergi sekarang." Jawab Reyna memberikannya uang tip 500 ribu.

"Terima kasih banyak buk, terima kasih banyak. Kalau begitu, saya permisi." Kembali membungkukkan badannya, dan keluar dari kamar tersebut.

Alina pun

Episodes
1 Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2 Episode 2: Bercak Merah
3 Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4 Episode 4: Diusir Dari Rumah
5 Episode 5: Merubah Penampilan
6 Episode 6: Makan Bareng
7 Episode 7: Pulang Bareng
8 Episode 8: Rokok
9 Episode 9: Mengikuti
10 Episode 10: Geng Base Angel
11 Episode 11: Kamera Mini
12 Episode 12: Rencana Berhasil
13 Episode 13: Perasaan
14 Episode 14: Cinderella
15 Episode 15: Tipu Daya
16 Episode 16: Dihina Temannya
17 Episode 17: Menginap
18 Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19 Episode 19: Perpustakaan
20 Episode 20: Taruhan
21 Episode 21: Makan
22 Episode 22: Gratis
23 Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24 Episode 24: Belepotan
25 Episode 25: Rindu
26 Episode 26: Dibohongi
27 Episode 27: Si Culun
28 Episode 28: Tampan
29 Episode 29: Dijodohkan
30 Episode 30: Suapan
31 Episode 31: Berkas Penting
32 Episode 32: Shopping Bersama
33 Episode 33: Dimatikan Cepat
34 Episode 34: Pentas Seni
35 Episode 35: Kancing Baju
36 Episode 36: Tidak Menerima
37 Episode 37: Rumor
38 Episode 38: Air Merah
39 Episode 39: Toilet
40 Episode 40: Sudah Tahu
41 Episode 41: Gudang Gelap
42 Episode 42: Melepaskan Pakaian
43 Episode 43: Berita
44 Episode 44: Tugas Sekolah
45 Episode 45: Coklat
46 Episode 46: Meriset Data Pribadi
47 Episode 47: Mencari
48 Episode 48: Membersihkan Diri
49 Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50 Episode 50: Sakit Perut
51 Episode 51: Obat
52 Episode 52: Seember Air
53 Episode 53: Tikus
54 Episode 54: Buah dan Kue
55 Episode 55: Pistol
56 Episode 56: Pergi dari Neraka
57 Episode 57: Hal yang Ditunggu
58 Episode 58: Surat
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2
Episode 2: Bercak Merah
3
Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4
Episode 4: Diusir Dari Rumah
5
Episode 5: Merubah Penampilan
6
Episode 6: Makan Bareng
7
Episode 7: Pulang Bareng
8
Episode 8: Rokok
9
Episode 9: Mengikuti
10
Episode 10: Geng Base Angel
11
Episode 11: Kamera Mini
12
Episode 12: Rencana Berhasil
13
Episode 13: Perasaan
14
Episode 14: Cinderella
15
Episode 15: Tipu Daya
16
Episode 16: Dihina Temannya
17
Episode 17: Menginap
18
Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19
Episode 19: Perpustakaan
20
Episode 20: Taruhan
21
Episode 21: Makan
22
Episode 22: Gratis
23
Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24
Episode 24: Belepotan
25
Episode 25: Rindu
26
Episode 26: Dibohongi
27
Episode 27: Si Culun
28
Episode 28: Tampan
29
Episode 29: Dijodohkan
30
Episode 30: Suapan
31
Episode 31: Berkas Penting
32
Episode 32: Shopping Bersama
33
Episode 33: Dimatikan Cepat
34
Episode 34: Pentas Seni
35
Episode 35: Kancing Baju
36
Episode 36: Tidak Menerima
37
Episode 37: Rumor
38
Episode 38: Air Merah
39
Episode 39: Toilet
40
Episode 40: Sudah Tahu
41
Episode 41: Gudang Gelap
42
Episode 42: Melepaskan Pakaian
43
Episode 43: Berita
44
Episode 44: Tugas Sekolah
45
Episode 45: Coklat
46
Episode 46: Meriset Data Pribadi
47
Episode 47: Mencari
48
Episode 48: Membersihkan Diri
49
Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50
Episode 50: Sakit Perut
51
Episode 51: Obat
52
Episode 52: Seember Air
53
Episode 53: Tikus
54
Episode 54: Buah dan Kue
55
Episode 55: Pistol
56
Episode 56: Pergi dari Neraka
57
Episode 57: Hal yang Ditunggu
58
Episode 58: Surat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!