Episode 16: Dihina Temannya

Gengnya pun datang menghampiri Alina. "Halo Felisa sayang. Kamu kemana saja sih?." Tanya Celine langsung memeluk Alina dan mereka berpelukan bersama.

"Oh ya, dimana Clara?." Tanya Agnes.

"Dia tertidur. Gara gara kebanyakan minum mungkin, jadinya mabuk deh. Dan kebetulan dia lagi ada di kamarnya. Aku hanya melihatnya saja, dan aku langsung ke mari deh." Jawab Alina sambil tersenyum.

"Sudahlah, mending kita nikmati malam yang meriah ini saja." Ucap Alina mengambil cemilan lainnya, dan mereka langsung menikmati malam tersebut dengan meriah.

Saat Alina sedang menikmati cemilannya. Tiba tiba saja ia melihat ibunya yang mengambil piring kotor dan langsung ke dapur kembali.

"Ibu, itu ibu. Ibu sudah keluar dari ruang bawah tanah. Tidak salah lagi, itu ibu." Ucap batin Alina langsung meletakkan piring cemilan tersebut, dan membersihkan mulutnya.

"Aku harus menghampiri ibu. Tapi, kalau aku menghampiri ibu. Bisa bisa identitasku ketahuan. Lebih baik aku diam dulu, dan memperhatikan ibu dari kejauhan. Syukurlah ibu sudah keluar dari ruang bawah tanah. Tapi perlakuan mereka terhadap ibu, masih sama saja. Tetap kejam dan tidak mengampuni ibu. Aku harus sabar, dan menunggu waktu yang tepat. Untuk membalaskan dendamnya.

"Aku harus tahan emosiku. Sebentar lagi rencanaku akan berhasil. Aku harus sabar." Ucap batin Alina menghela nafas panjang.

Keesokan paginya. Dimana rencana Alina berhasil. “Yes, akhirnya rencanaku berhasil juga. Tinggal upload aja deh. Hahahahah.” Tersenyum bahagia Alina.

Bos Gray menghampirinya. “Bagaimana, apa semua sudah berjalan dengan baik?.” Tanya bos Gray langsung duduk disampingnya.

“Aman dong. Terima kasih banyak bos Gray. Dengan begini, semua orang, akan mengira kalau Clara berselingkuh dari Kevin. Dan semua media, akan mengejeknya dan juga netizen dong. Terus, perusahaan tidak akan berjalan dengan baik deh. Hahahah.” Jawab Alina bahagia, langsung bertosan dengan bos Gray.

“Kau memang pintar sekali. Tidak sia sia ibumu mengajarimu.” Ujar bos Gray ikut bahagia.

“Ouh ya bos Gray, kemarin malam, aku bertemu dengan ibuku, yang sudah keluar dari ruang bawah tanah. Dan sedang membersihkan semua rumah itu. Aku Sangat kasihan kepadanya. Tapi aku harus bersabar, karena sebentar lagi, aku akan mengambil semua hak milikku, dan rumah itu juga.” Ucap Alina mengepalkan kedua tangannya, dan mengerutkan keningnya.

“Aku akan membantumu juga. Kau tenang saja. Banyak rencana yang sudah aku susun, untuk mengeluarkanmu, dari neraka mu itu.” Ujar bos Gray mengelus pundaknya.

Alina pun langsung mengupload video dan foto. Dimana video dan foto tersebut, menunjukkan. Kalau Clara sudah tidak mengenakan pakaiannya, dan disampingnya ada seorang pria. Seolah olah, telah terjadi sesuatu. Padahal tidak ada hal apapun, dan Alina juga menaruh pewarna merah, di atas tempat tidur.

Saat Clara terbangun, bos Gray dan Alina sudah pergi duluan, dari kamar tersebut.

Alina pun berangkat ke sekolah, dan seperti biasanya, di antar oleh bos Gray.

Sesampai sekolah. Baru masuk ke dalam sekolah. Semua sudah membicarakan Clara.

“Dia benar benar wanita murahan ya. Sudah mengambil pria yang disukai oleh Alina dulu. Tapi masih saja tidak cukup, dan malah bermain malam, dengan pria yang lebih tua. Sungguh wanita murahan.” Ucap semua murid yang ada.

Alina yang melipat kedua tangannya, sambil mengunyah permen karet. Dan tersenyum tipis,

“Kenapa berisik banget. Ada berita apa?.” Tanya Alina pura pura tidak tahu.

“Ini Felisa. Ada video Clara yang sedang bermain gelap dengan seorang pria yang lebih tua darinya. Sungguh menjijikkan. Padahal dia sudah merebut pria yang di sukai oleh kakaknya dulu. Tapi, tetap saja dia tidak cukup dengan satu pria. Sungguh memalukan ya.” Jawab cewek cewek tersebut.

“Astaga, katanya dia kan orang yang terpandang. Masa dia seperti itu sih. Benar benar ya. Lebih baik kalian jangan berteman dengannya, atau kalian akan kena batunya, karena dengan wanita seperti itu.” Memanasi Alina, dan langsung masuk ke dalam kelasnya.

Di dalam kelas, semua terus membicarakan Clara. Dan Alina dengan santainya, duduk dan menghembuskan permen karetnya.

Sampai di mana. Clara masuk ke dalam kelasnya, dan semua menatapnya dengan tatapan jijik. Clara yang belum tahu apa apa, hanya kebingungan dan menghampiri teman temannya.

Sontak semua menjauhinya, dan langsung menghinanya. “Kamu jangan dekat dekat kami. Kamu adalah seorang wanita murahan.” Hina teman temannya.

"Mulai sekarang, kau bukan bagian dari geng Base Angel lagi. Dasar wanita murahan." Hina semua temannya.

Sontak Clara kaget. “Apa yang kalian maksud sih. Aku gak mengerti?.” Tanya Clara yang belum ada melihat ponselnya.

Teman temannya pun langsung menunjukkan video tersebut. Dan betapa terkejutnya Clara, sampai ia gemetaran. “Siapa yang mengambil video ini. Kenapa dia bisa tahu soal ini. Aku juga tidak tahu siapa pria tua ini. Aku benar benar tidak tahu, karena kemarin malam aku terbawa minuman anggur itu."

"Jadinya aku tidak sadarkan diri.” Ucap batin Clara langsung menggigiti bibir bawahnya dan gemetaran.

“Ini tidak seperti yang kalian pikirkan. Aku juga tidak tahu soal ini, ini semua fitnah. Ada orang yang menjebakku.” Ucap Clara menjelaskannya.

“Huh, dasar wanita murahan, dasar wanita murahan. Jika dibandingkan dengan Alina, Clara lebih parah ya. Benar saja yang orang bilang, sama seperti ibunya. Yakan, hahahahah.” Menghina Clara habis habisan.

Disisi lain. “Ini kesempatanku. Aku harus berpura pura membela Clara, agar dia mau curhat denganku, dan membuka ungkapan semuanya kepada diriku. Kita lihat saja permainanku ini Clara.” Ucap batin Alina tersenyum tipis.

Alina pun menghampiri Clara dan membelakanginya langsung. “Kalian jangan menuduhnya seperti itu. Jika yang dikatakannya itu benar. Kita kan gak tahu. Kalian jangan membully nya seperti itu dong. Kita selesaikan baik baik.” Ucap Alina membela Clara, sesuai dengan rencananya.

“Felisa, kenapa membela dia. Jelas jelas dia wanita murahan. Kamu yang populer begini, malah mau berteman dengannya. Kalau aku jadi kamu, aku gak bakalan mau sih.” Ucap teman temannya.

“Sudahlah, kalian kembali ke meja kalian masing masing. Jangan membuat masalah, karena ini masih di sekolah. Bubar semuanya.” Tegur Alina, dan semuanya menurut, karena Alina adalah seorang yang paling cantik dan di kenal di sekolah tersebut.

Alina pun berbalik badan, dan langsung menatap wajah Clara. “Kau baik baik saja kan Clara?.” Tanya Alina sambil melipat kedua tangannya.

Clara yang menundukkan kepalanya, langsung memeluk Alina. “Terima kasih banyak Felisa. Kau memang teman yang sangat baik. Aku akan curhat kepadamu, dan sering sering bersamamu. Selama ini aku belum bisa mempercayaimu, sebagai temanku. Tapi kali ini, aku ingin kau menjadi temanku. Berteman.” Bahagia Clara, sambil menunjukkan jari kelingkingnya.

“Baik. Berpelukan.”Ucap Alina, dan mereka berpelukan.

Sejak hari itu, Alina benar benar dekat dengan Clara. Dan bahkan Clara menceritakan soal pria yang pernah ia ambil dari Alina.

Di kantin. “Oh ya Clara, aku mau bertanya soal wanita yang aku duduki bangkunya itu. Aku dengar dengar, kalau kau pernah mengambil pria yang ia sukai ya. Apa itu benar?.” Tanya Alina sambil mengangkat alisnya.

Episodes
1 Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2 Episode 2: Bercak Merah
3 Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4 Episode 4: Diusir Dari Rumah
5 Episode 5: Merubah Penampilan
6 Episode 6: Makan Bareng
7 Episode 7: Pulang Bareng
8 Episode 8: Rokok
9 Episode 9: Mengikuti
10 Episode 10: Geng Base Angel
11 Episode 11: Kamera Mini
12 Episode 12: Rencana Berhasil
13 Episode 13: Perasaan
14 Episode 14: Cinderella
15 Episode 15: Tipu Daya
16 Episode 16: Dihina Temannya
17 Episode 17: Menginap
18 Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19 Episode 19: Perpustakaan
20 Episode 20: Taruhan
21 Episode 21: Makan
22 Episode 22: Gratis
23 Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24 Episode 24: Belepotan
25 Episode 25: Rindu
26 Episode 26: Dibohongi
27 Episode 27: Si Culun
28 Episode 28: Tampan
29 Episode 29: Dijodohkan
30 Episode 30: Suapan
31 Episode 31: Berkas Penting
32 Episode 32: Shopping Bersama
33 Episode 33: Dimatikan Cepat
34 Episode 34: Pentas Seni
35 Episode 35: Kancing Baju
36 Episode 36: Tidak Menerima
37 Episode 37: Rumor
38 Episode 38: Air Merah
39 Episode 39: Toilet
40 Episode 40: Sudah Tahu
41 Episode 41: Gudang Gelap
42 Episode 42: Melepaskan Pakaian
43 Episode 43: Berita
44 Episode 44: Tugas Sekolah
45 Episode 45: Coklat
46 Episode 46: Meriset Data Pribadi
47 Episode 47: Mencari
48 Episode 48: Membersihkan Diri
49 Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50 Episode 50: Sakit Perut
51 Episode 51: Obat
52 Episode 52: Seember Air
53 Episode 53: Tikus
54 Episode 54: Buah dan Kue
55 Episode 55: Pistol
56 Episode 56: Pergi dari Neraka
57 Episode 57: Hal yang Ditunggu
58 Episode 58: Surat
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2
Episode 2: Bercak Merah
3
Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4
Episode 4: Diusir Dari Rumah
5
Episode 5: Merubah Penampilan
6
Episode 6: Makan Bareng
7
Episode 7: Pulang Bareng
8
Episode 8: Rokok
9
Episode 9: Mengikuti
10
Episode 10: Geng Base Angel
11
Episode 11: Kamera Mini
12
Episode 12: Rencana Berhasil
13
Episode 13: Perasaan
14
Episode 14: Cinderella
15
Episode 15: Tipu Daya
16
Episode 16: Dihina Temannya
17
Episode 17: Menginap
18
Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19
Episode 19: Perpustakaan
20
Episode 20: Taruhan
21
Episode 21: Makan
22
Episode 22: Gratis
23
Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24
Episode 24: Belepotan
25
Episode 25: Rindu
26
Episode 26: Dibohongi
27
Episode 27: Si Culun
28
Episode 28: Tampan
29
Episode 29: Dijodohkan
30
Episode 30: Suapan
31
Episode 31: Berkas Penting
32
Episode 32: Shopping Bersama
33
Episode 33: Dimatikan Cepat
34
Episode 34: Pentas Seni
35
Episode 35: Kancing Baju
36
Episode 36: Tidak Menerima
37
Episode 37: Rumor
38
Episode 38: Air Merah
39
Episode 39: Toilet
40
Episode 40: Sudah Tahu
41
Episode 41: Gudang Gelap
42
Episode 42: Melepaskan Pakaian
43
Episode 43: Berita
44
Episode 44: Tugas Sekolah
45
Episode 45: Coklat
46
Episode 46: Meriset Data Pribadi
47
Episode 47: Mencari
48
Episode 48: Membersihkan Diri
49
Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50
Episode 50: Sakit Perut
51
Episode 51: Obat
52
Episode 52: Seember Air
53
Episode 53: Tikus
54
Episode 54: Buah dan Kue
55
Episode 55: Pistol
56
Episode 56: Pergi dari Neraka
57
Episode 57: Hal yang Ditunggu
58
Episode 58: Surat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!