1 bulan pun berlalu, di mana Alina sudah sangat berbeda dari sebelumnya, dan ia sudah menjadi orang yang berbeda. Pria misterius tersebut mengajarinya cara menembak, bela diri, dan cara melawan perkataan orang orang yang menghinanya.
"Tembak lebih keras." Perintah pria misterius tersebut.
"Keluarkan semua amarahmu, terhadap orang orang yang telah menyakitimu." Keras pria misterius, untuk meningkatkan kekejaman Alina lagi.
Tanpa basa basi, Alina langsung menembak ke sasaran yang ada di depannya, tanpa berhenti sedikitpun. Sampai sasaran didepannya, mengeluarkan asap bakar. "Cukup, kau sangat hebat." Langsung bertepuk tangan.
"Terima kasih banyak tuan." Mengambil handuk kecil, untuk mengusap keringatnya.
Sebelum ia berubah menjadi wanita yang kurus dan cantik. Ia sudah di usir oleh keluarga tirinya dan tidak diperbolehkan untuk tinggal di rumah tersebut.
“Ini adalah hari ke 10, di mana aku meninggalkan rumah ini. Dan meninggalkan ibu. Bagaimana keadaan ibu sekarang ya.” Ucap Alina yang sedang ada di kamarnya.
Alina tinggal di rumah kontrakan, yang di beli oleh pria misterius tersebut.
Mengulang 1 bulan yang lalu. Dimana saat Alina sedang membersihkan dapur. Clara mengintip nya, dan memiliki rencana jahat.
“Aku sangat muak, kalau kamu terus berada di sini Alina. Aku akan membuatmu di usir dari rumah ini. Dan akan di maki dan dipukuli habis habisan, oleh kedua orangtuaku.” Ucap batin Clara tersenyum jahat.
Clara pun menuju kamar ibunya dan mengambil sebuah harta emas milik ibunya. Dan saat itu juga, Clara masuk ke kamar Alina. Dan memasukkan emas yang ia ambil dari kamar ibunya, lalu di masukkan ke dalam tas milik Alina.
“Beres, dengan begini, ibu akan memarahimu, dan akan mengusirmu dari rumah ini. Rasakan kamu gendut.” Tersenyum bahagia Clara dan langsung keluar dari kamar Alina.
Saat itu juga, Clara kembali duduk di ruang tamu, dan menonton televisi. Seolah olah tidak terjadi apapun. Saat itu juga ibunya yang sedang duduk di taman belakang, langsung masuk ke dalam.
“Alina.” Teriak ibunya memanggil, dan duduk disamping Clara yang sedang menonton televisi.
Alina pun langsung datang menghampiri ibu tirinya. “Iya bu, ada apa bu?.” Tanya Alina sambil menundukkan kepalanya.
“Apa semua sudah selesai. Coba kamu bereskan pakaian yang ada di kamar saya. Sepertinya di kamar saya, banyak pakaian kotor. Cepat.” Jawab ibu tirinya dengan mata tajam.
“Baik bu, Alina akan mengambilnya sekarang kok.” Ucap Alina langsung berlari masuk ke kamar ibu tirinya, untuk mengambil pakaian yang kotor.
Malam pun tiba. Dimana Alina sudah menyiapkan semua pekerjaannya. Dan ibu tirinya yang belum ada melihat rak lemarinya, belum mengetahui, kalau barangnya hilang.
Saat dimana akhirnya, ibu tirinya yang mau mengambil bedak malam. Sontak mengetahui, kalau barangnya hilang. Ia pun langsung berteriak.
“Emasku kemana, emasku kemana. Ini pasti hilang. Dan yang terakhir masuk, adalah Alina. Pasti dia pencurinya.” Marah Estiana, dan langsung turun ke ruang bawah tanah.
“Sayang, Clara, Alina. Keluar kalian.” Perintah Estiana dengan wajah sangat marah.
Semuanya pun langsung keluar, dan berdiri dihadapan Estiana.
“Ada apa bu, apa yang terjadi?.” Tanya Clara berpura pura tidak tahu apa apa.
“Iya, kamu kenapa sayang. Apa yang terjadi, sampai kamu teriak teriak begitu?.” Tanya suaminya juga.
“Emas aku hilang. Siapa yang mengambilnya. Kalian jujur, siapa diantara kalian, yang mengambil hartaku?.” Tanya balik Estiana sambil berteriak.
“Aku kan baru pulang sayang, mana mungkin aku mengambil emas kamu. Lagian, untuk apa aku mengambilnya, orang uang aku juga udah banyak untuk kamu.” Jawab suaminya.
“Benar itu bu, aku juga daritadi kan sama ibu saja, dari siang tadi. Mana mungkin aku sempat sempatnya, mencuri emas ibu. Pasti Alina.” Ucap Clara, menyalahkan Alina langsung.
“Kenapa aku, aku kan gak tahu apa apa. Bahkan aku baru tahu, kalau emas ibu hilang.” Wajah yang sangat polos dari Alina, yang benar benar tidak tahu apa apa.
“Halah, jangan bohong kamu deh. Kan kamu yang terakhir di kamar ibu, dan sudah pasti kamu pencurinya. Mending periksa kamarnya aja bu. Biar terbukti semuanya, siapa pencurinya.” Mengkompori.
“Benar itu sayang. Si Alina gak tahu diri ini kan, sudah pernah mencuri dompet anak kita. Mungkin saja dia mengambil emas kamu juga, agar dia bisa menjualnya.” Kompor suaminya juga.
"Kalau begitu, mari kita periksa kamarnya." Ucap Estiana, dan mereka semua pun, langsung memeriksa kamar Alina. Dan membongkar semua kamarnya. Sampai di mana, saat ibu tirinya memeriksa tasnya, ternyata di dalamnya, ada dompet dan emas miliknya.
“Ini kan dompet dan emasku. Jadi memang kamu pencurinya. Dasar gak tahu diri kamu.” Marah ibu tirinya, dan langsung menampar pipi Alina hingga berdarah.
“Dasar kamu pencuri. Apa kamu tidak cukup, karena sudah mencuri dompet adikmu ini. Hah.” Marah ayah tirinya juga, langsung menamparnya juga.
Tanpa basa basi, ibu tirinya mengemasi pakaian Alina ke dalam tasnya. Dan Alina kebingungan, kenapa pakaiannya, di masukkan ke dalam tasnya.
Ibu tirinya langsung menyeretnya ke luar rumah, dan mendorongnya ke depan rumah. Lalu dilemparkan tas yang berisikan pakaian Alina, di hadapannya.
“Mulai sekarang, kamu tidak boleh tinggal di rumah ini lagi. Dasar bocah payah. Pergi kau dari sini dasar gendut bodoh.” Tendang ibu tirinya, tepat di kepalanya.
Dan Alina kembali jatuh, dan hidungnya sudah mengeluarkan darah banyak.
“Tapi ini kan rumahku dan ibu. Kenapa kalian mengusirku, dari rumahku sendiri?.” Tanya Alina mencoba melawan mereka bertiga.
Ayah tirinya pun berjongkok, lalu menjambak rambutnya. “Apa kamu bilang, rumah kamu. Jangan harap rumah ini menjadi milik kamu. Karena 3 bulan lagi, saya akan mengganti nama pemilik rumah ini. Menjadi nama keluarga kami. Dan nikmatilah tidur di jalanannya.” Ucap ayah tirinya tersenyum tipis.
Keluarga tirinya pun langsung masuk ke dalam, dan menutup pintu rumah tersebut.
Alina mencoba mengetuk-ngetuk beberapa kali. Tapi tidak ada yang mau membukakan pintu untuknya. Dan ia terus meneteskan air matanya, sampai mengeluarkan air mata berdarah. Begitu banyak kesengsaraan, yang sudah ia alami, selama 3 tahun ini.
Alina pun tidak bisa berbuat apa apa, dan hanya bisa mengepalkan kedua tangannya, dan tidak melawan. Alina pun langsung menggandeng tasnya, dan berjalan ke arah, tanpa tujuan.
Sampai di mana ia sudah putus asa, dan memilih pasrah. Saat Alina hendak menyebrang, ia tidak melihat kanan dan kiri.
Karena ia sudah sangat menderita, sampai tidak ingin melihat apapun yang ada di depannya.
Tiba tiba saja ada sebuah kendaraan roda dua, yang langsung menabraknya. Sontak ia langsung terpelanting. “Apa ini akhir kehidupanku. Padahal aku baru saja mau diet dengan pria misterius itu. Tapi ajal sudah menjemputku. Mau bagaimana lagi. Selamat tinggal.” Ucap batin Alina langsung pingsan di tempat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments