Keesokan paginya. Dimana Alina sudah bersiap siap untuk ke sekolah, dan sudah mengenakan pakaian yang lebih bagus dan menarik perhatian. Setelah itu, Alina mengambil permennya, dan langsung memakannya.
Ia pun keluar dari kosannya dan langsung masuk ke dalam mobil tersebut. Lalu berangkat menuju sekolahnya.
Saat di perjalanan. Tiba tiba saja Alina melihat ada sepasang jambret yang mau melakukan aksinya kepada ibu hamil.
Alina yang melihatnya pun, langsung menepikan mobilnya dan turun dari mobilnya. Dan saat turun dari mobil, jambret tersebut langsung beraksi dan menarik tas ibu hamil tersebut.
"Jambret, jambret tolong, tolong." Teriaknya.
Alina pun dengan sigap, langsung berdiri dihadapan jambret tersebut. "Hei kau, kembalikan tas itu." Ucap Alina sambil melipat kedua tangannya.
"Hei gadis kecil, kau minggirlah. Kau kan masih anak sekolahan, atau kau akan mati ditangan kami nanti. Gadis kecil cocoknya belajar di kelas, dan belajarlah dengan pintar." Mengejek para jambret tersebut.
"Jangan panggil aku gadis kecil pak," ucap Alina langsung berkelahi dengan jambret tersebut, dan dengan sigap. Alina memukul bagian sensitif para pria. Dan saat mereka kesakitan. Alina pun langsung memukul bagian wajah dan perut.
Merekapun akhirnya kalah juga, dan terjatuh dibawah kaki Alina. "Bagaimana, enak gak pukulanku. Mau lagi?." Tanya Alina sambil berjongkok dan menarik rambut mereka berdua.
"Ampun, ampuni aku. Kau bisa panggilkan polisi, karena aku tidak ingin dipukuli kau lagi. Ampun." Jawab jambret tersebut, sangat ketakutan hingga gemetaran.
Polisi pun akhirnya datang, karena wanita hamil tersebut yang memanggilnya. Polisi pun langsung menangkap dua jambret tersebut, dan memborgolnya.
"Terima kasih banyak nak, karena sudah menangkap dua jambret ini. Sekali lagi kami pihak kepolisian berterima kasih." Ucap para polisi tersebut kepadanya.
"Sama sama pak. Ini sudah jadi bagian kita, untuk saling tolong menolong. Dan ini tas anda buk. Lain kali jagalah dengan baik." Mengembalikan tas tersebut kepada si pemilik.
"Terima kasih banyak dek. Kalau begitu, ini ada uang untuk tanda terima kasih saya kepada kamu." Mengeluarkan uangnya dan memberikan uang kepada Alina.
"Tidak perlu. Lebih baik disimpan, dan gunakan untuk lahiran anaknya saja buk. Kalau begitu, saya permisi dulu." Tersenyum Alina, dan langsung pergi dari tempat tersebut, dengan mobilnya.
Sesampai sekolah. Alina pun langsung memarkirkan mobil di halaman sekolah. Dan ia turun dari mobil, dan masuk ke dalam sekolah.
Lagi lagi ia disambut oleh banyak murid pria, dengan membawa banyak hadiah untuknya. "Terimalah lamaranku Felisa. Aku benar benar mencintaimu." Ucap semua pria.
Alina mengambil satu coklat yang dibawa oleh murid pria tersebut. Dan ia langsung memakannya. "Terima kasih banyak atas coklatnya. Aku suka." Ucap Alina sambil mengunyah coklat tersebut.
"Yeah, Felisa menerima coklatku. Akhirnya dia mau menerima hadiahku." Bahagia pria yang diterima coklatnya oleh Alina.
"Wah, beruntung banget dia. Besok aku juga akan membawakan coklat yang banyak deh untuk Felisa. Pasti dia akan suka." Bisik semua murid pria yang ada.
Alina pun langsung masuk ke dalam kelasnya, dan duduk di kursi biasanya.
Semua wanita, menghampirinya. "Pagi Felisa. Kamu cantik banget hari ini." Puji mereka, sambil berdiri disekitarnya.
"Terima kasih banyak. Oh ya, omong omong dimana Clara?." Tanya Alina yang melihat Clara tidak ada di kelas.
"Katanya dia ada urusan di ruang guru. Dia kan murid yang paling disayang guru. Kenapa emangnya Alina." Jawab mereka sekaligus bertanya.
"Tidak ada sih. Oh ya, bisakah nanti sore kita makan bersama. Sekalian menikmati masa masa akhir kita. Bagaimana." Jawab Alina sambil menaikkan alisnya.
"Wah, itu ide bagus Felisa. Aku mau dong tentunya." Ucap Gista, teman dekat Alina dulu.
"Baiklah, kami juga mau deh. Asalkan ada kau Felisa. Hahahahah, karena kau sudah sangat terkenal di sekolah ini. Oh ya, bagaimana kalau kita buat geng aja. Biar lebih banyak yang kenal kita. Ya walaupun Felisa sudah terkenal. Tapi kan kami juga pengen terkenal juga. Bagaimana." Memiliki ide.
"Bagus juga ide kamu itu Gista. Aku mau deh." Ucap Agnes.
"Aku tentunya ikut dong, karena aku terkenal sebagai musisi di sini. Hahahah, mana mungkin aku tidak masuk di gengnya. Aku ikut." Ujar Celine juga.
"Baiklah, kalian bisa masuk jadi geng aku tentunya. Karena kebetulan wanita di kelas kita ini sedikit, jadikan pas untuk dijadikan geng. Kan ditambahkan dengan Clara juga, jadinya pas. Tapi, nama apa yang cocok untuk geng ini?." Tanya Alina sambil melipat kedua tangannya, dan menaikkan alisnya kembali.
"Sebentar, kami akan berpikir dulu," ucap merek semua, langsung berpikir.
"Bagaimana kalau geng girls." Jawab Gista dengan semangat.
"Terlalu kuno. Nanti murid di kelas lainnya, mengira kalau kita ini geng kuno dan tidak tahu soal trend." Ucap Celine sambil memiringkan bibirnya.
"Bagaimana kalau Iris Girls." Jawab Clara yang tiba tiba datang.
Semua langsung menatap wajah Clara," Clara, kau mengejutkan kami saja." Ucap Agnes.
"Maafkan aku. Aku dengar tadi, kalian sedang berunding soal nama geng ya. Apa kalian mau membuat geng wanita?." Tanya Clara langsung duduk di atas meja.
"Ya nih, mereka yang mau membuat geng. Aku ikut saja sih." Jawab Alina dengan datarnya.
"Yang ku katakan tadi itu cocok. Kan kita girls dan tambahin iris nya. Jadi iris Girls. Bagaimana?." Tanyanya.
"Bagaimana kalau Base Angel. Kan bagus kan, kalau Iris Girls terlalu kuno. Kita kan gak mau yang begitu. Bagaimana." Ucap Alina memiliki ide, dan mau menjatuhkan Clara.
"Wah, ide bagus itu Felisa. Aku ikut kau saja deh Felisa." Jawab Gista menyetujuinya.
"Tentunya aku berada dipihakmu Felisa." Jawab Agnes juga.
"Kenapa mereka mengabaikanku. Dan malah mengikuti apa yang dikatakan Felisa. Yaudah deh, aku harus mengikutinya. Daripada aku tidak punya teman." Ucap batin Clara.
"Kalau begitu, aku ikut Felisa saja deh. Jadi deal nih, nama gengnya adalah Base Angel?." Memastikan Clara.
"Tentu saja. Geng Base Angel, bersatu." Jawab Clara memanjangkan tangannya, dan semua menyatukan tangannya di atas tangan Felisa. Dan mereka pun bersatu.
"Bersatu, yeah. Hahahahah." Bahagia mereka semua.
"Kalau begitu, jangan lupa untuk nanti sore kita makan bersama. Jangan lupa tahu, untuk bawa uang sendiri. Karena tidak akan ada yang mau membayari kalian makan. Hahahaha." Tertawa Alina, sambil mengayunkan kakinya.
"Tentu saja. Kami ini tidak suka dibayari. Hanya orang miskin yang seperti itu. Hahahaha." Ikut tertawa semuanya, termasuk Clara.
"Kau lihat saja Clara. Aku akan membuat semua orang yang ada di kelas ini membencimu, persis seperti kau merendahkanku dulu. Kau tidak akan Tenang Clara." Ucap batin Alina tersenyum miring.
Sore pun tiba. Dimana tiba jam pulang, dan Alina
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments