Episode 10: Geng Base Angel

Keesokan paginya. Dimana Alina sudah bersiap siap untuk ke sekolah, dan sudah mengenakan pakaian yang lebih bagus dan menarik perhatian. Setelah itu, Alina mengambil permennya, dan langsung memakannya.

Ia pun keluar dari kosannya dan langsung masuk ke dalam mobil tersebut. Lalu berangkat menuju sekolahnya.

Saat di perjalanan. Tiba tiba saja Alina melihat ada sepasang jambret yang mau melakukan aksinya kepada ibu hamil.

Alina yang melihatnya pun, langsung menepikan mobilnya dan turun dari mobilnya. Dan saat turun dari mobil, jambret tersebut langsung beraksi dan menarik tas ibu hamil tersebut.

"Jambret, jambret tolong, tolong." Teriaknya.

Alina pun dengan sigap, langsung berdiri dihadapan jambret tersebut. "Hei kau, kembalikan tas itu." Ucap Alina sambil melipat kedua tangannya.

"Hei gadis kecil, kau minggirlah. Kau kan masih anak sekolahan, atau kau akan mati ditangan kami nanti. Gadis kecil cocoknya belajar di kelas, dan belajarlah dengan pintar." Mengejek para jambret tersebut.

"Jangan panggil aku gadis kecil pak," ucap Alina langsung berkelahi dengan jambret tersebut, dan dengan sigap. Alina memukul bagian sensitif para pria. Dan saat mereka kesakitan. Alina pun langsung memukul bagian wajah dan perut.

Merekapun akhirnya kalah juga, dan terjatuh dibawah kaki Alina. "Bagaimana, enak gak pukulanku. Mau lagi?." Tanya Alina sambil berjongkok dan menarik rambut mereka berdua.

"Ampun, ampuni aku. Kau bisa panggilkan polisi, karena aku tidak ingin dipukuli kau lagi. Ampun." Jawab jambret tersebut, sangat ketakutan hingga gemetaran.

Polisi pun akhirnya datang, karena wanita hamil tersebut yang memanggilnya. Polisi pun langsung menangkap dua jambret tersebut, dan memborgolnya.

"Terima kasih banyak nak, karena sudah menangkap dua jambret ini. Sekali lagi kami pihak kepolisian berterima kasih." Ucap para polisi tersebut kepadanya.

"Sama sama pak. Ini sudah jadi bagian kita, untuk saling tolong menolong. Dan ini tas anda buk. Lain kali jagalah dengan baik." Mengembalikan tas tersebut kepada si pemilik.

"Terima kasih banyak dek. Kalau begitu, ini ada uang untuk tanda terima kasih saya kepada kamu." Mengeluarkan uangnya dan memberikan uang kepada Alina.

"Tidak perlu. Lebih baik disimpan, dan gunakan untuk lahiran anaknya saja buk. Kalau begitu, saya permisi dulu." Tersenyum Alina, dan langsung pergi dari tempat tersebut, dengan mobilnya.

Sesampai sekolah. Alina pun langsung memarkirkan mobil di halaman sekolah. Dan ia turun dari mobil, dan masuk ke dalam sekolah.

Lagi lagi ia disambut oleh banyak murid pria, dengan membawa banyak hadiah untuknya. "Terimalah lamaranku Felisa. Aku benar benar mencintaimu." Ucap semua pria.

Alina mengambil satu coklat yang dibawa oleh murid pria tersebut. Dan ia langsung memakannya. "Terima kasih banyak atas coklatnya. Aku suka." Ucap Alina sambil mengunyah coklat tersebut.

"Yeah, Felisa menerima coklatku. Akhirnya dia mau menerima hadiahku." Bahagia pria yang diterima coklatnya oleh Alina.

"Wah, beruntung banget dia. Besok aku juga akan membawakan coklat yang banyak deh untuk Felisa. Pasti dia akan suka." Bisik semua murid pria yang ada.

Alina pun langsung masuk ke dalam kelasnya, dan duduk di kursi biasanya.

Semua wanita, menghampirinya. "Pagi Felisa. Kamu cantik banget hari ini." Puji mereka, sambil berdiri disekitarnya.

"Terima kasih banyak. Oh ya, omong omong dimana Clara?." Tanya Alina yang melihat Clara tidak ada di kelas.

"Katanya dia ada urusan di ruang guru. Dia kan murid yang paling disayang guru. Kenapa emangnya Alina." Jawab mereka sekaligus bertanya.

"Tidak ada sih. Oh ya, bisakah nanti sore kita makan bersama. Sekalian menikmati masa masa akhir kita. Bagaimana." Jawab Alina sambil menaikkan alisnya.

"Wah, itu ide bagus Felisa. Aku mau dong tentunya." Ucap Gista, teman dekat Alina dulu.

"Baiklah, kami juga mau deh. Asalkan ada kau Felisa. Hahahahah, karena kau sudah sangat terkenal di sekolah ini. Oh ya, bagaimana kalau kita buat geng aja. Biar lebih banyak yang kenal kita. Ya walaupun Felisa sudah terkenal. Tapi kan kami juga pengen terkenal juga. Bagaimana." Memiliki ide.

"Bagus juga ide kamu itu Gista. Aku mau deh." Ucap Agnes.

"Aku tentunya ikut dong, karena aku terkenal sebagai musisi di sini. Hahahah, mana mungkin aku tidak masuk di gengnya. Aku ikut." Ujar Celine juga.

"Baiklah, kalian bisa masuk jadi geng aku tentunya. Karena kebetulan wanita di kelas kita ini sedikit, jadikan pas untuk dijadikan geng. Kan ditambahkan dengan Clara juga, jadinya pas. Tapi, nama apa yang cocok untuk geng ini?." Tanya Alina sambil melipat kedua tangannya, dan menaikkan alisnya kembali.

"Sebentar, kami akan berpikir dulu," ucap merek semua, langsung berpikir.

"Bagaimana kalau geng girls." Jawab Gista dengan semangat.

"Terlalu kuno. Nanti murid di kelas lainnya, mengira kalau kita ini geng kuno dan tidak tahu soal trend." Ucap Celine sambil memiringkan bibirnya.

"Bagaimana kalau Iris Girls." Jawab Clara yang tiba tiba datang.

Semua langsung menatap wajah Clara," Clara, kau mengejutkan kami saja." Ucap Agnes.

"Maafkan aku. Aku dengar tadi, kalian sedang berunding soal nama geng ya. Apa kalian mau membuat geng wanita?." Tanya Clara langsung duduk di atas meja.

"Ya nih, mereka yang mau membuat geng. Aku ikut saja sih." Jawab Alina dengan datarnya.

"Yang ku katakan tadi itu cocok. Kan kita girls dan tambahin iris nya. Jadi iris Girls. Bagaimana?." Tanyanya.

"Bagaimana kalau Base Angel. Kan bagus kan, kalau Iris Girls terlalu kuno. Kita kan gak mau yang begitu. Bagaimana." Ucap Alina memiliki ide, dan mau menjatuhkan Clara.

"Wah, ide bagus itu Felisa. Aku ikut kau saja deh Felisa." Jawab Gista menyetujuinya.

"Tentunya aku berada dipihakmu Felisa." Jawab Agnes juga.

"Kenapa mereka mengabaikanku. Dan malah mengikuti apa yang dikatakan Felisa. Yaudah deh, aku harus mengikutinya. Daripada aku tidak punya teman." Ucap batin Clara.

"Kalau begitu, aku ikut Felisa saja deh. Jadi deal nih, nama gengnya adalah Base Angel?." Memastikan Clara.

"Tentu saja. Geng Base Angel, bersatu." Jawab Clara memanjangkan tangannya, dan semua menyatukan tangannya di atas tangan Felisa. Dan mereka pun bersatu.

"Bersatu, yeah. Hahahahah." Bahagia mereka semua.

"Kalau begitu, jangan lupa untuk nanti sore kita makan bersama. Jangan lupa tahu, untuk bawa uang sendiri. Karena tidak akan ada yang mau membayari kalian makan. Hahahaha." Tertawa Alina, sambil mengayunkan kakinya.

"Tentu saja. Kami ini tidak suka dibayari. Hanya orang miskin yang seperti itu. Hahahaha." Ikut tertawa semuanya, termasuk Clara.

"Kau lihat saja Clara. Aku akan membuat semua orang yang ada di kelas ini membencimu, persis seperti kau merendahkanku dulu. Kau tidak akan Tenang Clara." Ucap batin Alina tersenyum miring.

Sore pun tiba. Dimana tiba jam pulang, dan Alina

Episodes
1 Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2 Episode 2: Bercak Merah
3 Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4 Episode 4: Diusir Dari Rumah
5 Episode 5: Merubah Penampilan
6 Episode 6: Makan Bareng
7 Episode 7: Pulang Bareng
8 Episode 8: Rokok
9 Episode 9: Mengikuti
10 Episode 10: Geng Base Angel
11 Episode 11: Kamera Mini
12 Episode 12: Rencana Berhasil
13 Episode 13: Perasaan
14 Episode 14: Cinderella
15 Episode 15: Tipu Daya
16 Episode 16: Dihina Temannya
17 Episode 17: Menginap
18 Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19 Episode 19: Perpustakaan
20 Episode 20: Taruhan
21 Episode 21: Makan
22 Episode 22: Gratis
23 Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24 Episode 24: Belepotan
25 Episode 25: Rindu
26 Episode 26: Dibohongi
27 Episode 27: Si Culun
28 Episode 28: Tampan
29 Episode 29: Dijodohkan
30 Episode 30: Suapan
31 Episode 31: Berkas Penting
32 Episode 32: Shopping Bersama
33 Episode 33: Dimatikan Cepat
34 Episode 34: Pentas Seni
35 Episode 35: Kancing Baju
36 Episode 36: Tidak Menerima
37 Episode 37: Rumor
38 Episode 38: Air Merah
39 Episode 39: Toilet
40 Episode 40: Sudah Tahu
41 Episode 41: Gudang Gelap
42 Episode 42: Melepaskan Pakaian
43 Episode 43: Berita
44 Episode 44: Tugas Sekolah
45 Episode 45: Coklat
46 Episode 46: Meriset Data Pribadi
47 Episode 47: Mencari
48 Episode 48: Membersihkan Diri
49 Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50 Episode 50: Sakit Perut
51 Episode 51: Obat
52 Episode 52: Seember Air
53 Episode 53: Tikus
54 Episode 54: Buah dan Kue
55 Episode 55: Pistol
56 Episode 56: Pergi dari Neraka
57 Episode 57: Hal yang Ditunggu
58 Episode 58: Surat
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2
Episode 2: Bercak Merah
3
Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4
Episode 4: Diusir Dari Rumah
5
Episode 5: Merubah Penampilan
6
Episode 6: Makan Bareng
7
Episode 7: Pulang Bareng
8
Episode 8: Rokok
9
Episode 9: Mengikuti
10
Episode 10: Geng Base Angel
11
Episode 11: Kamera Mini
12
Episode 12: Rencana Berhasil
13
Episode 13: Perasaan
14
Episode 14: Cinderella
15
Episode 15: Tipu Daya
16
Episode 16: Dihina Temannya
17
Episode 17: Menginap
18
Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19
Episode 19: Perpustakaan
20
Episode 20: Taruhan
21
Episode 21: Makan
22
Episode 22: Gratis
23
Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24
Episode 24: Belepotan
25
Episode 25: Rindu
26
Episode 26: Dibohongi
27
Episode 27: Si Culun
28
Episode 28: Tampan
29
Episode 29: Dijodohkan
30
Episode 30: Suapan
31
Episode 31: Berkas Penting
32
Episode 32: Shopping Bersama
33
Episode 33: Dimatikan Cepat
34
Episode 34: Pentas Seni
35
Episode 35: Kancing Baju
36
Episode 36: Tidak Menerima
37
Episode 37: Rumor
38
Episode 38: Air Merah
39
Episode 39: Toilet
40
Episode 40: Sudah Tahu
41
Episode 41: Gudang Gelap
42
Episode 42: Melepaskan Pakaian
43
Episode 43: Berita
44
Episode 44: Tugas Sekolah
45
Episode 45: Coklat
46
Episode 46: Meriset Data Pribadi
47
Episode 47: Mencari
48
Episode 48: Membersihkan Diri
49
Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50
Episode 50: Sakit Perut
51
Episode 51: Obat
52
Episode 52: Seember Air
53
Episode 53: Tikus
54
Episode 54: Buah dan Kue
55
Episode 55: Pistol
56
Episode 56: Pergi dari Neraka
57
Episode 57: Hal yang Ditunggu
58
Episode 58: Surat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!