Ibu Clara pun menghampiri mereka berdua. “Halo tante, selamat ulang tahun. Ini hadiah untuk tante.” Ucap Alina memeluk Estiana, dan langsung memberikan hadiah tersebut.
“Terima kasih banyak nak, kamu jadi repot repot begini. Mari makan dan minum minuman yang sudah disediakan.” Ujar Estiana bahagia.
"Omong omong, dimana ayah kamu?." Tanya Estiana sambil tersenyum.
"Jadi begini tante. Ayah saya tidak bisa datang, karena ada urusan mendadak. Tapi ayah saya menitipkan hadiah untuk anda juga. Di dalam situ juga hadiahnya tante." Jawab Alina kembali tersenyum.
" Ouh, tidak apa apa kok. Kalau begitu, kalian nikmatilah pesta malam ini. Tante mau menjamu yang lainnya." Ucap Estiana menghampiri tamu lain.
Tiba tiba ada yang datang, dan ia adalah Niko. Niko pun menghampiri Alina dan Clara. "Halo Felisa dan Clara." Sapanya sambil tersenyum dengan bahagia.
"Malam Niko," sapa Clara dan Alina hanya cuek dan mengambil makanan ringan untuk ia makan.
"Lagi lagi Felisa mencueki aku. Apa dia benar benar tidak punya perasaan untukku." Ucap batin Niko.
"Mari kita nikmati pesta malam ini. Ouh ya Alina, Niko, mari kita makan bersama." Ajak Clara dan mereka langsung ke meja lainnya.
"Halo Clara sayang," sapa Kevin yang baru datang, dan merangkul pinggang Clara.
"Eh, akhirnya kamu datang juga sayang. Kenapa kamu lama banget?." Tanya Clara sambil tersenyum.
"Tadi macet di jalan sayang. Jadinya lama banget. Ouh ya Felisa, kau sangat cantik malam ini." Jawabnya sekaligus memuji Felisa.
"Terima kasih banyak," tersenyum Alina sambil mengemil cemilan yang ada.
Kebetulan mereka membelakangi meja makan, dan saat itu Alina mengeluarkan obat tidur. "Dengan begini, semua rencanaku akan berjalan dengan bagus." Ucap batin Alina memasukkan obat tidur tersebut, kedalam minuman anggur yang ada di belakangnya.
"Setelah ia minum, dan ini akan bekerja selama 15 menit. Okey deh," ucapnya kembali dan sudah memasukkan obat tidur tersebut.
"Ouh ya Clara. Bisakah kau menemaniku ke kamar mandi. Aku mau kau menemaniku. Yuk." Ajak Alina dan langsung membawa Clara ke kamar mandi, sambil membawa anggur yang sudah ia masukkan obat tidur tersebut.
Sesampai kamar mandi. Alina pun memberikan minuman anggur tersebut kepada Clara. "Pegangkan minuman ini dulu ya Clara. Kalau kau haus, kau boleh meminumnya. Tetaplah di sini." Ucap Alina langsung masuk ke dalam kamar mandi, dan Clara memegangkan anggur tersebut.
"Kelihatannya anggur ini enak juga. Cicip sedikit deh," ujar Clara langsung meminum anggur tersebut dan tidak sangka ia minum setengahnya.
"Astaga, aku minum setengah lagi. Pasti Felisa marah nih. Sudahlah." Tersenyum Clara.
Dan Alina pun keluar dari kamar mandi, dan berakting merapikan pakaiannya. "Maaf membuatmu menunggu lama. Eh, kenapa minumannya jadi segini. Kau minum juga ya?." Tanya Alina langsung mengambil anggur tersebut.
"Heheheh, maafkan aku Felisa. Kelihatannya anggur mu lebih enak, jadinya aku minum deh. Maaf ya." Meminta maaf Clara.
"Tidak apa apa. Kita kan satu geng. Oh ya, dimana yang lainnya?." Tanya Alina kembali.
"Mereka lagi di jalan, dan sebentar lagi akan datang. Oh ya Alina, ponselku ketinggalan. Mari temani aku mengambilnya di kamar." Jawab Clara dan mengajak Alina.
"Baiklah, yuk," langsung menerimanya dan mereka menuju kamar Clara.
Dan sesampainya. "Kau tunggulah di sini ya Felisa. Aku ambil ponselku dulu." Ucap Clara langsung masuk ke dalam kamarnya, dan Alina menunggu di luar.
Setelah beberapa menit. Clara tidak keluar, dan Alina tersenyum. Alina pun langsung masuk ke dalam kamar Clara, dan melihat kalau Clara sudah tertidur di lantai.
"Yes, misi berhasil. Aku tinggal meletakannya di atas tempat tidur, dan membuka semua pakaiannya, lalu menutupi selimut dulu. Dan aku sudah membawa pewarna merah ini, untuk membuat darah di tempat tidur ini. Seolah olah kalau Clara dan bos Gray sudah melakukan hal itu. Hahahahah." Bahagia Alina, langsung mengangkat Clara ke tempat tidur, dan mulai membuka pakaiannya, lalu melemparkannya ke bawah, agar lebih menarik.
Setelah Alina membuka semua pakaian Clara. Alina pun langsung menghubungi bos Gray.
Tersambung. "Halo bos Gray. Ini sudah waktunya. Bos Gray bisa masuk dari pintu belakang, aku akan menyusul ke belakang. Cepatlah datang bos Gray." Ucap Alina memberitahukannya.
"Baiklah Alina. Aku akan masuk sekarang," jawab bos Gray langsung mematikan ponselnya.
Alina langsung keluar dari kamar Clara dan menguncinya terlebih dahulu, agar tidak ada yang masuk. Alina pun merapikan pakaiannya, dan rambutnya. Agar tidak ada yang curiga dengannya.
Alina pun menuju pintu belakang rumah, dan ia langsung membukakan pintu tersebut. Masuklah bos Gray yang mengenakan topi dan masker.
"Cepatlah bos Gray. Nanti kita ketahuan." Ucap Alina langsung menarik tangan bos Gray, dan mereka buru buru ke kamar Clara.
Tiba tiba saja ada yang datang," hei nam Felisa. Kamu kenapa di sini?." Tanya Estiana menghampiri mereka berdua.
Sontak Alina dan bos Gray terkejut, dan langsung menatapnya. "Eh, ini tante. Pembersih ini tidak membersihkan meja meja yang kotor. Malah enak enakan duduk. Jadi saya mau menunjukkannya. Saya duluan tante." Jawab Alina tersenyum, dan langsung menarik tangan bos Gray.
"Kenapa mereka sangat aneh ya. Sudahlah, lagian itu tidak penting. Lebih baik aku menjamu tamu yang lainnya." Ujar batin Estiana kembali menjamu tamu tamu yang ada.
Alina dan bos Gray pun berhasil masuk ke dalam kamar Clara. Dan Alina mengunci dari dalam, agar tidak ada yang masuk.
"Clara sudah aku buka pakaiannya, dan bos Gray hanya perlu membuka pakaian bos Gray dan tertidur tengkurap. Dengan begini, seolah bos Gray dan Clara melakukan hal itu. Hahahah, bagaimana. Bagus bukan?." Tanya Alina sambil melipat kedua tangannya.
"Bagus banget Alina. Kalau begitu, aku akan membuka pakaian ini, dan cepat ambil fotonya. Dengan begitu, rencanamu akan berjalan dengan baik." Ucap bos Gray langsung membuka pakaiannya dan tertidur tengkurap, seperti yang diminta oleh Alina.
Setelah itu. Alina pun mengambil ponselnya, dan mengambil beberapa foto. Setelah mengambil banyak foto. Alina pun kembali menyimpan ponselnya.
"Sudah bos Gray. Sekarang pakai lagi pakaiannya, dan kita langsung keluar dari kamar ini. Clara akan terbangun sampai besok pagi. Dan ia akan mengira, kalau ia sudah melakukan hal macam itu, karena minuman itu. Yuk." Bahagia Alina dan bos Gray langsung mengenakan pakaian kembali.
Dan mereka langsung keluar dari kamar Clara dengan diam diam kembali. Dan pada akhirnya, Alina berhasil menjalankan rencananya. Dan Alina kembali ke ruang tamu, dengan elegan. Seperti tidak terjadi apa apa.
Gengnya pun datang menghampiri Alina. "Halo Felisa sayang. Kamu kemana saja sih?." Tanya Celine langsung memeluk Alina dan mereka berpelukan bersama.
"Oh ya, dimana Clara?." Tanya Agnes.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments