"Dia pria yang sangat playboy. Kau jangan sampai jatuh cinta dengannya." Bisik Clara kepada Alina.
"Ck, bilang saja kau iri, karena aku sudah merebut pria yang pernah menyukaimu." Ucap batin Alina tersenyum tipis.
Sesampai kantin. Alina dan Clara langsung duduk ke kursi, dan semua pria menghampiri Alina, lalu berdudukan di kursi yang tersedia.
"Halo, kamu murid baru di sini kan. Nama kamu Felisa kan, benar kan." Tanya murid pria tersebut.
"Benar, dan ada apa kalian kemari?." Jawab Alina sekaligus bertanya.
"Tidak ada. Oh ya, kalau kamu mau pesan makanan dan minuman di sini, pesan saja. Biar aku yang membayarnya." Ucap pria tersebut, sambil tersenyum bahagia.
"Jangan, biar aku saja yang membayarnya. Karena aku duluan yang sampai di meja ini." Ujar yang lainnya sedikit tegas.
"Hei kalian, kenapa kalian terus ribut sih. Kan masih ada aku yang cantik ini. Kenapa kalian malah mencari yang lainnya." Sombong Clara, sambil merapikan rambutnya.
Alina meliriknya. "Tau tuh kalian, kan ada Clara yang lebih cantik dariku. Kenapa kalian malah mengejarku yang hanya biasa-biasa saja." Tanya Alina sambil menaikkan alisnya.
"Kau lebih cantik Felisa. Aku sampai terpanah melihatnya. Seolah olah, ada bidadari jatuh dari langit." Jawab semua pria yang ada di meja tersebut.
"Kalau begitu, tolong pesankan aku makanan yang paling enak di kantin ini, dan jangan lupa untuk minumannya." Perintah Luciana, dan memanfaatkan hal tersebut.
"Baik tuan putri," ucap pria tersebut, langsung berbondong bondong menuju penjual kantin, untuk memesankan makanan dan minuman khusus Felisa.
Alina dan Clara kembali bertatapan, dan Alina menaikkan alisnya. "Bagaimana, mau ikut pesan juga?." Tanyanya.
"Nanti aku pesan deh. Oh ya Felisa, kan kamu adalah murid baru di sini, dan ada beberapa hal yang tidak boleh kamu langgar di sekolah ini." Jawab Clara memberitahukan kepada Alina.
"Hal apa itu. Aku jadi penasaran nih?," tanya Alina sambil menyilangkan kakinya, dan melipat kedua tangannya.
"Di sini tidak diperbolehkan mengenakan pakaian yang terlalu terbuka, seperti yang kamu kenakan ini. Karena itu akan mengganggu prioritas sekolah. Dan yang kedua itu, kamu jangan terlalu menanggapi beberapa pria yang ada di sini, karena mereka semua buaya darat di sini." Jawab Clara kembali, dan memberikan informasi bohong kepada Alina.
Tiba tiba ada yang datang ke meja mereka berdua, dan langsung duduk disamping Clara. Sontak mereka melihatnya bersama. "Eh, sayang. Tumben banget kamu jam segini keluar." Bahagia Clara langsung menggandeng tangan Kevin.
Alina tersenyum kepada Kevin, dan Kevin melepaskan gandengan tangan Clara. Sontak Clara menatapnya dan kebingungan. "Halo Felisa. Mau makan juga?." Tanya Kevin ikut tersenyum, dan terus menatap wajah Alina.
"Iya nih, ini lagi nunggu pesanan. Kamu mau beli di kantin ini juga," jawab Alina sekaligus bertanya.
"Lagi jalan jalan saja, dan kebetulan aku melihatmu. Jadinya mampir deh," jawab Kevin.
"Omong omong, kamu dan Clara pacaran ya?," tanya Alina sambil menaikkan alisnya.
"Iya, dan kami adalah pasangan yang sangat diinginkan semua murid yang ada di sini," sahut Clara kembali tersenyum, dan menatap wajah Kevin.
"Ya begitulah, kami berpacaran baru beberapa hari saja. Dan bisa saja kami putus secepatnya." Ucap Kevin sambil melipat kedua tangannya juga.
"Ups, jangan mengatakan hal seperti itu Kevin. Karena kalian kan pasangan yang sangat serasi. Bukan begitu Clara." Ujar Alina tersenyum miring.
"Benar yang dikatakan Felisa itu sayang. Kamu jangan mengatakan hal tidak masuk akal itu. Karena kita akan abadi bersama." Jawab Clara terus tersenyum kepada Kevin.
"Sudahlah, kalian jangan bertengkar begitu. Karena aku tidak suka dengan keributan." Ucap Alina.
Dan pria pria yang diperintah oleh Alina kembali datang, sambil membawa makanan dan minuman yang diinginkan Alina. "Makanan dan minuman sudah datang cantik." Ucap mereka semua, dan meletakkannya di atas meja.
"Terima kasih banyak. Omong omong, nama kalian siapa. Aku tidak sempat berkenalan dengan kalian?." Tanya Alina, sambil mengambil minuman yang dipesankan oleh murid pria tersebut.
"Aku Nevan," ucap salah satu pria tersebut.
"Aku Sam"
"Aku Zayyan"
Satu persatu langsung disebutkan oleh mereka semua. "Nama yang bagus, persis seperti wajahnya. Kalau begitu, kalian bisa pergi sekarang, dan jangan mengganggu jam makanku. Atau kalian tidak akan bisa bertemu denganku lagi." Mengancam Alina.
"Baik tuan putri. Kalau begitu kami pergi dulu, mari." Ujar semua pria tersebut langsung pergi dari meja mereka bertiga.
"Mari makan, karena ini banyak banget. Gak mungkin aku bisa menghabiskannya. Mari." Tersenyum Alina, memberikan makanan dan minuman tersebut kepada Clara dan Kevin.
"Terima kasih banyak Felisa. Kamu benar benar wanita yang baik." Ikut tersenyum Kevin, dan mengambil bagiannya, dan mulai memakannya.
"Sama sama. Jangan segan, karena kita ini teman." Merekapun langsung menikmati makanan dan minuman bersama.
Sore pun tiba. Dimana sudah jam pulang, dan Alina langsung keluar dari kelasnya. Lagi lagi semua pria mengikuti Alina dari belakang.
"Sampai kapan kalian terus mengikutiku?." Tanya Alina membalikkan badannya, dan melipat kedua tangannya.
"Heheheh, kami juga mau pulang bersama kamu Felisa." Jawab mereka semua, dan terus tersenyum kepadanya.
Tiba tiba Clara datang menghampirinya. "Halo Felisa. Mau pulang?." Tanya Clara sok akrab dengannya.
"Iya nih. Kau mau pulang juga," jawabnya sekaligus bertanya.
"Iya. Oh ya, omong omong di mana rumahmu. Mana tahu kita bisa bertemu lagi, dan bisa bareng bareng." Tanya Clara kembali kepadanya.
"Kita belum terlalu dekat. Jadi aku belum bisa memberitahukan alamatku. Kalau begitu, aku duluan Clara dan sampai jumpa yang lainnya." Jawab Alina sambil tersenyum, dan langsung pergi meninggalkan mereka semua, sambil melambaikan tangannya.
"Dah Felisa cantik," ucap semua pria pria tersebut, yang jatuh hati dengan kecantikan Alina.
Di luar gedung sekolah. Bos Gray sudah menunggunya, dan sedang menyender di pintu mobil. Alina yang melihatnya pun, langsung menghampirinya. "Annyeong bos. Yuk kita pergi." Ucap Alina bahagia.
"Kelihatannya kau sangat bahagia di sini. Bagaimana, apa semua berjalan dengan baik?." Tanya bos Gray, sambil melipat kedua tangannya.
Alina mengedipkan sebelah matanya," aman terkendali. Yuk kita pergi." Jawab Alina, dan mereka langsung masuk ke dalam mobil bersamaan. Dan lagi lagi, semua terpanah dengan mobil dan kecantikan Alina.
Beberapa hari pun berlalu. Dimana Alina sudah menjadi cewek terpopuler di sekolahnya, dan bahkan ia dijuluki oleh si cewek cantik dan pintar di sekolahnya. Alina tetap duduk di mejanya.
Dan bahkan Alina harus berteman dengan Clara, dan berakting, menjadi Felisa. Agar rencananya bisa berjalan dengan baik.
Pagi harinya pun tiba. Dimana Alina mengendarai mobil sendiri, tentunya dengan ajaran dari bos Gray.
"Terima banyak bos sudah mengizinkanku membawa mobil sendiri, dan sudah mengajariku belajar mobil. Walau harus mengeluarkan emosi banyak. Hahahahah." Bahagia Alina, sambil memegang kunci mobil bos Gray.
"Sama sama. Kau tidak perlu berterima kasih, dan pergilah dengan cepat. Nanti kau terlambat." Ikut tersenyum bos Gray, dan Alina melambaikan tangannya, lalu pergi berangkat ke sekolahnya.
Sesampai sekolah. Ia sudah disambut oleh banyak pria, dengan hadiah yang sudah disiapkan oleh semua pria. Alina yang mengabaikannya, dan tidak memperdulikannya. Ia lebih mementingkan mengunyah permen karetnya, hingga habis.
"Alina, terima bunga dan hadiahku ini. Ini khusus Kubuat untukmu." Ucap beberapa pria.
"Terima punyaku saja Alina. Aku ingin agar kau menjadi pacarku, dan aku akan memberikan semua yang aku punya untukmu." Ujar yang lainnya.
Alina hanya mengabaikannya dan terus berjalan menuju kelasnya.
Di dalam kelas. "Annyeong semuanya," sapa Alina dan semua tersenyum kepadanya. Dan Alina langsung langsung duduk di tempatnya.
Pelajaran pun tiba. Dan semua terus tersenyum kepada Alina, karena Alina semakin cantik. Hari demi hari.
Sampai tiba dimana, saat jam pulang. Alina mengajak Clara untuk pulang bersama, menggunakan mobil yang di bawa oleh Alina. Tentu aja Clara langsung menerimanya, tanpa curiga sedikitpun.
Di perjalanan. “Kamu benar benar baik deh Felisa. Pantas saja banyak yang menyukaimu, orang kamu saja sebaik ini.” Puji Clara, tidak sesuai dengan isi hatinya.
“Terima kasih banyak Clara. Kamu juga orang yang baik kok.” Ucap Alina memasang wajah palsunya.
“Ouh ya Clara. Aku mau tanya, soal gadis gendut itu. Dimana dia sekarang?.” Tanya Alina memulai obrolan.
“Ouh, kenapa kamu mencari gadis jelek itu. Dia benar benar menyusahkan kami di kelas, dan bahkan dia sudah mencuri dompetku.” Jawab Clara, sambil melipat kedua tangannya.
“Kau tahu dari mana, kalau benar benar dia yang mencuri dompetmu?.” Tanya Alina mengeluarkan trik kecilnya.
Clara tidak tahu, kalau sebelum ia masuk ke mobil. Alina sudah memasang perekam suara, agar bisa merekam semua perbuatan jahat Clara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments