Episode 18: Bertemu Dengan Ibu

"Karena ini sudah malam, jadinya mari kita tidur bersama. Gara gara mengerjakan tugas sekolah itu, kita jadi begadang kan. Mari tidur." Ucap Clara yang sudah mandi dari tadi, saat Alina belum datang.

Dan Clara pun langsung berbaring disebelah kiri, dan Alina berbaring disebelah kanannya. "Ouh ya Clara. Setelah kita lulus, kau mau menyambung ke mana?." Tanya Alina sambil menatap langit langit rumah.

"Ehm, aku ingin kuliah di tempat yang mahal dan elit tentunya. Karena aku tidak ingin malu di sana nanti. Karena di sekolah ini aku sudah malu, dan aku sangat benci dengan orang yang menyebarkan video itu. Padahal itu tidak benar kau tahu." Jawab Clara sedikit tegas.

Alina kembali duduk dan memegang kedua tangan Clara. "Aku tahu kalau kau tidak melakukan hal semacam itu. Aku mempercayaimu Clara." Menenangkan Clara, sesuai aktingnya.

Clara pun kembali duduk juga, dan langsung memeluk Alina. "Terima kasih banyak Felisa. Kaulah sahabat terbaikku." Bahagia Clara, sampai mengeluarkan air matanya.

"Sudahlah, jangan menangis. Kalau begitu, mending kita tidur sekarang. Karena ini sudah malam, yuk." Merekapun berbaring kembali, dan menyelimuti dirinya masing masing.

"Selamat tidur Felisa," ucap Clara.

"Selamat tidur juga Clara cantik," ucap Alina juga, langsung berpura pura menutup kedua matanya, dan membelakangi Clara.

Tengah malam pun tiba. Dimana Alina bangun, dan dari tadi ia benar benar tidur pura pura. Alina pun duduk dengan hati hati, dan menatap wajah Clara.

Alina mengayunkan tangannya diwajah Clara, dan Clara benar benar tidur. "Dia sudah tidur lelap. Ini saatnya aku beraksi." Ucap batin Alina turun dari tempat tidur dengan sangat hati hati, agar Clara tidak bangun.

Alina pun berhasil turun dari tempat tidur, dan tiba tiba saja

"Ehm," ucap Clara terlentang, dan Alina langsung jongkok, dan menutupi mulutnya, agar tidak mengeluarkan suara.

Alina pun kembali mengintip, dan Clara masih tidur. "Fyuh, ternyata dia hanya mengigo saja. Aku harus cepat keluar dari kamar ini, dan mengambil hak warisan rumah ini, yang ada di kamar pribadi Estiana dan Wilson." Ucap batinnya kembali, langsung keluar dari kamar Clara dengan mengendap endap.

Dan saat Alina keluar. Ia melihat sekitarnya, dan ternyata semua aman dan sepi. Alina yang sudah tahu di mana letak kamar pribadi Wilson dan Estiana. Langsung bergegas menuju kamar mereka berdua.

Sesampainya, ia menguping di dalam, untuk mengecek situasi. Apa memang benar benar sudah tidur, atau masih mengobrol. Dan tidak ada suara apapun. Alina pun membuka pintu kamar tersebut, dengan sangat hati hati, dan ia kembali mengecek situasi di dalam.

Dan ternyata mereka sudah tidur. Alina pun langsung masuk ke dalam, dengan mengendap endap kembali, dan menghampiri mereka berdua. Alina mengecek mereka berdua, apa memang sudah tidur, atau baru tidur. Dan mereka sudah benar benar tidur, dan bahkan Wilson dan Estiana sampai mendengkur.

Alina pun tersenyum, dan langsung membuka lemari pakaian tersebut. Alina mencari keberadaan hak rumah tersebut, disela sela pakaian dan di beberapa tempat.

Sampai pada akhirnya, Alina menemukannya di bagian kotak hitam, dan Alina membuka kotak misterius tersebut. Benar saja, didalam ada hak rumah tersebut.

Alina pun langsung mengambilnya, dan ia mengeluarkan kertas palsu yang sudah ia siapkan untuk berjaga jaga. Alina pun meletakkan kertas kosong tersebut, ke dalam kotak hitam tersebut.

Setelah itu, Alina memegang surat hak rumah aslinya. Dan ia kembali meletakkan kotak tersebut ke tempat semulanya. Dan Alina menutup lemarinya, dan kembali ke luar, dengan mengendap endap.

Dan saat di luar kamar. Alina sangat bahagia, dan tiba tiba saja ada yang menariknya ke sisi lainnya. Dan menutupi mulutnya.

Sontak Alina kaget dan langsung menatap wajah seseorang tersebut. Ia adalah ibunya sendiri.

Ibunya memperagakan tangan, yang memperagakan," siapa kamu, dan kenapa keluar dari kamar mereka." Bahasa isyarat ibunya.

Alina pun menahan air matanya," ini aku bu, Alina yang dulunya gendut. Sekarang aku sudah menjadi wanita yang kurus. Kan sudah aku katakan bu, kalau Alina akan berubah, dan akan balas dendam demi kita bu." Jawab Alina langsung memeluk ibunya.

Dan ibunya langsung melepaskan pelukan tersebut, dan meraba wajah Alina. "Ini memang benar benar aku bu. Aku masuk ke kamar mereka tadi, karena aku mau mengambil ini bu." Menunjukkannya kepada Ibunya.

Ibunya pun melihat apa yang ditunjukkan oleh Alina. Dan ibunya kembali memberi tangan isyarat," kamu benar benar anak yang sangat menyayangi ibu. Kalau begitu, kamu cepatlah masuk ke kamar. Dan jangan sampai ada yang melihat kita. Cepat sana," ucap ibunya.

Alina mengangguk dan meneteskan air matanya. "Aku akan mengeluarkan mereka semua dari rumah kita ini bu. Dan aku akan mengembalikan suara ibu kembali. Ibu tenang saja." Menangis Alina dan langsung kembali ke kamar Clara dengan mengendap endap.

Alina pun berdiri di depan kamar Clara, untuk mengusap air matanya. Setelah itu, Alina pun langsung masuk ke dalam kamar Clara dan ia memasukkan surat hak rumah tersebut, ke dalam tasnya dan kembali berbaring, dan tidur.

Keesokan paginya. Dimana mereka semua sedang sarapan bersama. "Tumben banget kamu mau tidur di rumah Clara nak. Maaf kalau rumahnya tidak sebesar rumah kamu, karena kamu kan anak orang kaya, dari Dubai. Sudah pasti rumahnya lebih besar dari ini kan." Ucap Estiana sambil mengunyah makanannya.

"Hahahah, tidak seperti itu kok tante. Malah saya sangat bahagia, karena bisa tidur bersama dengan sahabat saya. Dan saya sangat tidur dengan nyenyak di rumah ini." Tertawa tipis Alina, sambil mengunyah makanannya juga.

"Dulu aku tidak pernah merasakan duduk dikursi ini. Baru kali ini aku merasakan duduk bersama iblis berkedok manusia ini." Ucap batin Alina sambil melirik mereka semua.

Selesai makan. Alina langsung berpamitan untuk pergi ke sekolah, bersama Clara. "Kami pergi dulu ayah dan ibu." Berpamitan Clara sambil melambaikan tangannya.

"Aku juga pergi dulu ya tante dan paman." Ikut melambaikan tangannya, dan Clara masuk ke dalam mobil Alina.

Merekapun langsung berangkat menuju sekolah. Sesampainya, Alina dan Clara langsung keluar dari mobil. Dan pada saat Alina dan Clara belum masuk ke dalam sekolah. Clara sudah dibully habis habisan oleh teman temannya. Dan Clara hanya bisa mengadu dengan Alina.

Jam istirahat pun tiba. Dimana seperti biasanya, Clara dan Alina makan bersama.

“Oh ya Clara. Aku mau tanya, siapa wanita yang di rumah mu itu. Yang pembantu itu. Tidak pernah kelihatan soalnya?.” Tanya Alina, sambil mengunyah makanannya.

“Ouh, wanita itu. Dia adalah ibu dari kakakku yang gendut itu dong. Aku dan keluarga tiriku menyiksanya habis habisan. Oh ya, jangan katakan hal ini kepada siapapun ya.” Jawab Clara.

“Aman, aku bukan wanita yang Jabir. Kan aku juga sahabatmu sekarang. Mana mungkin aku menceritakannya ke lain orang.” Ucap Alina sambil tersenyum.

Alina sudah merekam perekam suara. Agar ia bisa mengetahui jawaban dari Clara, dan ia bisa menyimpan suara yang dikatakan oleh Clara tersebut.

Clara pun mulai menceritakan kalau ia menyiksa ibu Alina, karena mereka sangat membencinya, dan ingin mengambil semua hak milik keluarganya.

“Bagus banget kamu. Keluarkan semua cerita itu.” Ucap batin Alina tersenyum tipis.

Tiba tiba saja, datanglah gengnya. "Annyeong Felisa sayang." Sapa mereka semua langsung duduk didekat Felisa, dan menjauhi Clara.

"Eh, kalian. Kenapa lama banget?." Tanya Alina langsung memeluk mereka satu per satu.

Episodes
1 Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2 Episode 2: Bercak Merah
3 Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4 Episode 4: Diusir Dari Rumah
5 Episode 5: Merubah Penampilan
6 Episode 6: Makan Bareng
7 Episode 7: Pulang Bareng
8 Episode 8: Rokok
9 Episode 9: Mengikuti
10 Episode 10: Geng Base Angel
11 Episode 11: Kamera Mini
12 Episode 12: Rencana Berhasil
13 Episode 13: Perasaan
14 Episode 14: Cinderella
15 Episode 15: Tipu Daya
16 Episode 16: Dihina Temannya
17 Episode 17: Menginap
18 Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19 Episode 19: Perpustakaan
20 Episode 20: Taruhan
21 Episode 21: Makan
22 Episode 22: Gratis
23 Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24 Episode 24: Belepotan
25 Episode 25: Rindu
26 Episode 26: Dibohongi
27 Episode 27: Si Culun
28 Episode 28: Tampan
29 Episode 29: Dijodohkan
30 Episode 30: Suapan
31 Episode 31: Berkas Penting
32 Episode 32: Shopping Bersama
33 Episode 33: Dimatikan Cepat
34 Episode 34: Pentas Seni
35 Episode 35: Kancing Baju
36 Episode 36: Tidak Menerima
37 Episode 37: Rumor
38 Episode 38: Air Merah
39 Episode 39: Toilet
40 Episode 40: Sudah Tahu
41 Episode 41: Gudang Gelap
42 Episode 42: Melepaskan Pakaian
43 Episode 43: Berita
44 Episode 44: Tugas Sekolah
45 Episode 45: Coklat
46 Episode 46: Meriset Data Pribadi
47 Episode 47: Mencari
48 Episode 48: Membersihkan Diri
49 Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50 Episode 50: Sakit Perut
51 Episode 51: Obat
52 Episode 52: Seember Air
53 Episode 53: Tikus
54 Episode 54: Buah dan Kue
55 Episode 55: Pistol
56 Episode 56: Pergi dari Neraka
57 Episode 57: Hal yang Ditunggu
58 Episode 58: Surat
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2
Episode 2: Bercak Merah
3
Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4
Episode 4: Diusir Dari Rumah
5
Episode 5: Merubah Penampilan
6
Episode 6: Makan Bareng
7
Episode 7: Pulang Bareng
8
Episode 8: Rokok
9
Episode 9: Mengikuti
10
Episode 10: Geng Base Angel
11
Episode 11: Kamera Mini
12
Episode 12: Rencana Berhasil
13
Episode 13: Perasaan
14
Episode 14: Cinderella
15
Episode 15: Tipu Daya
16
Episode 16: Dihina Temannya
17
Episode 17: Menginap
18
Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19
Episode 19: Perpustakaan
20
Episode 20: Taruhan
21
Episode 21: Makan
22
Episode 22: Gratis
23
Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24
Episode 24: Belepotan
25
Episode 25: Rindu
26
Episode 26: Dibohongi
27
Episode 27: Si Culun
28
Episode 28: Tampan
29
Episode 29: Dijodohkan
30
Episode 30: Suapan
31
Episode 31: Berkas Penting
32
Episode 32: Shopping Bersama
33
Episode 33: Dimatikan Cepat
34
Episode 34: Pentas Seni
35
Episode 35: Kancing Baju
36
Episode 36: Tidak Menerima
37
Episode 37: Rumor
38
Episode 38: Air Merah
39
Episode 39: Toilet
40
Episode 40: Sudah Tahu
41
Episode 41: Gudang Gelap
42
Episode 42: Melepaskan Pakaian
43
Episode 43: Berita
44
Episode 44: Tugas Sekolah
45
Episode 45: Coklat
46
Episode 46: Meriset Data Pribadi
47
Episode 47: Mencari
48
Episode 48: Membersihkan Diri
49
Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50
Episode 50: Sakit Perut
51
Episode 51: Obat
52
Episode 52: Seember Air
53
Episode 53: Tikus
54
Episode 54: Buah dan Kue
55
Episode 55: Pistol
56
Episode 56: Pergi dari Neraka
57
Episode 57: Hal yang Ditunggu
58
Episode 58: Surat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!