Episode 8: Rokok

“Aku bisa tahu. Karena aku yang meletakkan dompetku di tasnya. Agar semua teman yang ada di kelas, membencinya. Aku sangat benci dengannya, karena ia memiliki teman teman yang masih dekat dengannya. Maka sebab itu, aku mau menjatuhkannya deh, dengan menuduhnya, si pencuri.” Jawab Clara dengan bodohnya.

“Wah, kamu benar benar hebat Clara. Dengan begitu, tidak akan ada wanita gendut itu lagi deh. Hahahah, kamu memang teman yang keren Clara.” Puji Alina yang membuatnya jadi ingin muntah.

Clara tidak tahu, kalau sebelum ia masuk ke mobil. Alina sudah memasang perekam suara, agar bisa merekam semua perbuatan jahat Clara.

Sampai tiba di rumah, dan Clara langsung turun dari mobil, bersama Alina.

“Apa mau masuk dulu. Mari masuk dulu, sekalian aku pertemukan dengan orangtuaku.” Ajak Clara, dan Alina langsung masuk ke dalam, bersama Clara.

“Bagus juga rencanaku ini.” Ucap batin Alina tersenyum tipis.

“Boleh deh.” Jawab Alina langsung masuk ke dalam rumah, bersama Clara.

Di dalam rumah. “Rumah yang sudah menjadi neraka, karena kedatangan mereka ini. Sudah tidak ada lagi keindahan di rumah ini. Sungguh menjijikkan.” Ucap batin Alina menghela nafas panjang.

Ibu tirinya pun keluar dan menyambut Clara. “Sayang.” Ucap ibunya langsung memeluk dirinya.

“Ibu. Oh ya bu, kenalin ini teman baru aku, namanya Felisa.” Memperkenalkan Felisa.

“Salam tante, nama saya Felisa.” Tersenyum.

“Kamu cantik banget nak. Kelihatannya kamu baru terlihat deh. Kamu murid baru?.” Tanya Estiana.

“Iya bu, dia murid baru di sekolah kami bu. Dia memang cantik dan kaya tentunya. Hahahah.” Jawab Clara sambil tertawa.

“Hahahah, kau bisa saja deh Clara. Hanya sementara saja kok, hahahah.” Ucap Alina.

“Ouh, mari duduk dulu Felisa.” Ucap Clara tersenyum.

Alina pun langsung duduk dan menyilangkan kakinya.

“Sebentar ya, biar ibu buatkan jus untuk kalian.” Ucap Estiana langsung membuatkan jus.

“Besar juga ya rumah kamu Clara. Apa ada orang lain di rumah ini, selain kamu?.” Tanya Alina.

“Ada sih, tapi ini rahasia keluargaku. Maaf banget ya.” Jawab Clara.

Alina pun mengeluarkan uangnya, yang berisi uang 10 juta, dan menunjukkannya kepada Clara. “Mau uang?.” Tanya Alina sambil menaikkan alisnya.

Sontak Clara langsung melotot dan melihat ke

arah uang, yang diberikan oleh Alina.

“Untukku?.” Tanya Clara kembali, sambil menatap wajah Alina.

“Tentu saja. Tapi, dengan syarat kamu katakan, siapa saja yang tinggal di rumah ini. Aku dengar dengar, almarhum ayah kamu, dulu pernah mempunyai istri dua ya. Dan ibu kamu adalah istri ke dua. Benarkah.” Ucap Alina, kembali menaikkan alisnya.

“Kau tahu dari mana kabar itu?.” Tanya Clara kembali.

“Ouh, apakah memang benar. Tadi hanya bercanda saja. Benarkah.” Jawab Alina kembali tersenyum.

“Tidak apa apa, itu hanya apa saja lah. Simpan saja uang mu itu, Karena kita belum terlalu dekat. Lain waktu saja, dan yang kau katakan tadi itu tidak benar. Ayahku hanya memiliki satu istri, yaitu ibuku. Jadi jangan berbicara sembarangan.” Ucap Clara ikut tersenyum, dan sedikit kesal.

“Baiklah, maafkan aku soal perkataanku barusan.” Ucap Alina menyimpan kembali uang tersebut, di tasnya.

"Tidak apa apa," sahut Clara kembali tersenyum kepadanya.

Jus pun datang, dan ibunya langsung meletakkannya di atas meja. "Ini minuman untuk kalian berdua. Kalian pasti lelah kan, silahkan diminum." Tersenyum ibunya yang bernama Estiana, langsung duduk disamping Clara dengan elegan.

"Omong omong nak Felisa. Kamu pindahan dari mana?." Tanya Estiana terus menatapnya.

"Saya pindahan dari Dubai tante. Ayah ada pekerjaan di sini, jadinya saya harus ikut juga." Jawab Alina ikut tersenyum, agar dramanya lebih kuat.

"Wah, bukannya Dubai adalah negara yang paling terkaya. Kamu pasti sangat kaya bukan." Memuji harta Alina.

"Tidak seberapa kok tante. Lagian kita hidup untuk menjalani dunia ini, dan saat kita mati, harta juga tidak dibawa mati." Jawab Alina sambil meminum jus yang dibuat oleh Estiana.

"Omong omong, tante tinggal di rumah sebesar ini. Tante juga kaya ya." Memulai pembicaraan.

"Hahahah, ini memang rumah tante sendiri, dan ini hasil kerja keras tante dan suami tante. Maka sebab itu tante bisa menyekolahkan Clara di sekolah mahal." Jawab Estiana kembali tersenyum, dan menyombongkan dirinya.

"Rumahmu, jijik banget aku mendengarnya. Sebentar lagi rumah ini akan diganti nama pemiliknya. Maka sebab itu aku harus cepat meluluhkan hati mereka semua, dan dengan begitu, pemilik rumah ini, tidak diganti dengan nama si tua bangka Wilson itu." Ucap batin Alina menahan emosinya.

"Kalau begitu, kalian nikmati jus nya dulu. Tante mau ke pekerjaan tante dulu." Langsung kembali ke kamarnya dan tinggallah mereka berdua di ruang tamu.

"Ouh ya Clara. Karena sebentar lagi akan ada ujian akhir semester. Bisakah aku belajar bareng denganmu?." Tanya Alina memulai misinya.

"Tentu saja boleh. Malah aku sangat senang. Tapi jangan melakukan apapun di rumah ini. Kau paham kan." Jawab Clara sambil menatapnya.

"Aman, mana mungkin aku macam macam di rumah orang kaya ini. Hahahah." Tertawa tipis Alina, dan kembali meminum jus tersebut dengan nikmat dan tenang.

Setelah mengobrol bareng dan menghabiskan jus tersebut. Alina pun berpamitan pulang dengan Clara.

"Aku pulang dulu ya Clara. Sampai jumpa besok." Melambaikan tangannya.

"Kau hati hatilah," ikut melambaikan tangannya dan tersenyum.

"Jangan lupa, kirimkan salamku kepada ibu mu. Dah." Langsung masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari rumah tersebut.

Di perjalanan menuju kost nya. "Aku harus memikirkan cara lagi. Agar nama pemilik rumah itu tidak diganti. Karena pemilik rumah itu adalah ayah, dan tertera disurat tersebut, kalau pemiliknya ada ayah. Lalu diserahkan kepada ibu, dan digantikan dengan nama ibu. Tapi mereka mau menggantinya lagi. Aku harus cepat mencegah itu semua." Ucap Alina sambil mengerutkan keningnya.

Sampailah di kost, dan ia langsung turun dari mobil. Dan bos Gray sudah menunggunya di depan pintu. "Eh bos Gray. Kenapa di sini?." Tanya Alina langsung berdiri disampingnya.

"Bagaimana dengan hari ini. Apa semua sudah berjalan dengan baik?." Tanya balik bos Gray.

"Ada rokok gak bos Gray. Boleh minta satu, setelah itu baru aku katakan." Meminta rokok Alina, dan bos Gray langsung memberikannya.

Alina pun mematiknya, lalu menghisapnya. "Semua sudah berjalan dengan baik. Dan aku sudah mendapatkan hati ibunya itu. Sebentar lagi mereka akan berada dibawah kakiku. Tapi, sebelum itu, bos harus membantuku, untuk merencanakan satu rencana." Jawab Alina sambil menghembuskan asap rokok tersebut ke atas.

"Katakan saja, dan aku akan mengikuti semua rencanamu. karena aku akan selalu ada dipihakmu." Ucap bos Gray ikut merokok.

"Oh ya bos Gray, aku masih bingung. Kenapa suami si Estiana itu jarang pulang ke rumah. Apa dia selingkuh. Kalau benar benar selingkuh, itu suatu kabar baik untukku." Ucap Alina kembali mengisap rokoknya.

"Maksudmu?." Tanya bos Gray kurang paham

Episodes
1 Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2 Episode 2: Bercak Merah
3 Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4 Episode 4: Diusir Dari Rumah
5 Episode 5: Merubah Penampilan
6 Episode 6: Makan Bareng
7 Episode 7: Pulang Bareng
8 Episode 8: Rokok
9 Episode 9: Mengikuti
10 Episode 10: Geng Base Angel
11 Episode 11: Kamera Mini
12 Episode 12: Rencana Berhasil
13 Episode 13: Perasaan
14 Episode 14: Cinderella
15 Episode 15: Tipu Daya
16 Episode 16: Dihina Temannya
17 Episode 17: Menginap
18 Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19 Episode 19: Perpustakaan
20 Episode 20: Taruhan
21 Episode 21: Makan
22 Episode 22: Gratis
23 Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24 Episode 24: Belepotan
25 Episode 25: Rindu
26 Episode 26: Dibohongi
27 Episode 27: Si Culun
28 Episode 28: Tampan
29 Episode 29: Dijodohkan
30 Episode 30: Suapan
31 Episode 31: Berkas Penting
32 Episode 32: Shopping Bersama
33 Episode 33: Dimatikan Cepat
34 Episode 34: Pentas Seni
35 Episode 35: Kancing Baju
36 Episode 36: Tidak Menerima
37 Episode 37: Rumor
38 Episode 38: Air Merah
39 Episode 39: Toilet
40 Episode 40: Sudah Tahu
41 Episode 41: Gudang Gelap
42 Episode 42: Melepaskan Pakaian
43 Episode 43: Berita
44 Episode 44: Tugas Sekolah
45 Episode 45: Coklat
46 Episode 46: Meriset Data Pribadi
47 Episode 47: Mencari
48 Episode 48: Membersihkan Diri
49 Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50 Episode 50: Sakit Perut
51 Episode 51: Obat
52 Episode 52: Seember Air
53 Episode 53: Tikus
54 Episode 54: Buah dan Kue
55 Episode 55: Pistol
56 Episode 56: Pergi dari Neraka
57 Episode 57: Hal yang Ditunggu
58 Episode 58: Surat
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2
Episode 2: Bercak Merah
3
Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4
Episode 4: Diusir Dari Rumah
5
Episode 5: Merubah Penampilan
6
Episode 6: Makan Bareng
7
Episode 7: Pulang Bareng
8
Episode 8: Rokok
9
Episode 9: Mengikuti
10
Episode 10: Geng Base Angel
11
Episode 11: Kamera Mini
12
Episode 12: Rencana Berhasil
13
Episode 13: Perasaan
14
Episode 14: Cinderella
15
Episode 15: Tipu Daya
16
Episode 16: Dihina Temannya
17
Episode 17: Menginap
18
Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19
Episode 19: Perpustakaan
20
Episode 20: Taruhan
21
Episode 21: Makan
22
Episode 22: Gratis
23
Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24
Episode 24: Belepotan
25
Episode 25: Rindu
26
Episode 26: Dibohongi
27
Episode 27: Si Culun
28
Episode 28: Tampan
29
Episode 29: Dijodohkan
30
Episode 30: Suapan
31
Episode 31: Berkas Penting
32
Episode 32: Shopping Bersama
33
Episode 33: Dimatikan Cepat
34
Episode 34: Pentas Seni
35
Episode 35: Kancing Baju
36
Episode 36: Tidak Menerima
37
Episode 37: Rumor
38
Episode 38: Air Merah
39
Episode 39: Toilet
40
Episode 40: Sudah Tahu
41
Episode 41: Gudang Gelap
42
Episode 42: Melepaskan Pakaian
43
Episode 43: Berita
44
Episode 44: Tugas Sekolah
45
Episode 45: Coklat
46
Episode 46: Meriset Data Pribadi
47
Episode 47: Mencari
48
Episode 48: Membersihkan Diri
49
Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50
Episode 50: Sakit Perut
51
Episode 51: Obat
52
Episode 52: Seember Air
53
Episode 53: Tikus
54
Episode 54: Buah dan Kue
55
Episode 55: Pistol
56
Episode 56: Pergi dari Neraka
57
Episode 57: Hal yang Ditunggu
58
Episode 58: Surat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!