Episode 5: Merubah Penampilan

Tiba tiba saja ada sebuah kendaraan roda dua, yang langsung menabraknya. Sontak ia langsung terpelanting. “Apa ini akhir kehidupanku. Padahal aku baru saja mau diet dengan pria misterius itu. Tapi ajal sudah menjemputku. Mau bagaimana lagi. Selamat tinggal.” Ucap batin Alina langsung pingsan di tempat.

Dan sampai dimana ia sadar. Alina sudah berada di sebuah kamar. Dan ia langsung terbangun dan duduk. Siapa sangka yang ada di sampingnya, adalah pria yang mengajaknya untuk bekerja sama, dalam pembalasan dendam.

"Akhirnya kau bangun juga." Menghela nafas, si pria misterius.

"Di mana aku ini. Kenapa aku bisa di sini?." Tanya Alina.

"Kau ada di rumah saya. Tadi kau kan kecelakaan, dan kebetulan saya lewat sana. Jadi saya langsung membawamu kemari." Jawabnya.

"Kau jangan mudah menyerah. Kau kan sudah hampir menuju keberhasilan. Jangan membuat dirimu menjadi orang lemah. Tunjukkan dirimu yang sebenarnya. Kau bukanlah Alina yang lemah, tapi akan dikenal dengan Alina yang sangat pemberani dan jahat. Kau ingat lagi, tentang penderitaan yang kau alami selama ini. Kau ingat itu."

"Apa kau tidak ingin, membalaskan semua dendammu, dan dendam ibumu. Jika kau ingin mati, matilah saat kau sudah membalaskan semua dendammu. Maka dengan begitu, jasadmu akan tenang. Jangan jadi wanita yang bodoh. Dan balas semua kejahatan yang sudah dilakukan keluarga tirimu itu." Ucap pria misterius tersebut.

Alina pun menundukkan kepalanya, dan mengingat semua penderitaannya selama 3 tahun. Dan penderitaan ibunya. "Aku akan balas dendam, demi diriku dan ibu. Karena ibu sudah berpesan kepadaku, agar aku membalaskan perbuatan mereka." Ujar Alina mengerutkan keningnya, dan mengepalkan kedua tangannya.

"Itu baru Alina yang saya kenal." Tersenyum pria misterius tersebut.

Disitulah Alina mulai bangkit, dan mengingat semua perlakuan buruk keluarga tirinya, terhadap dirinya dan ibunya. Dari detik itulah, Alina mulai berubah. Dan Alina tinggal di rumah kost sementara, untuk melatih ketangkasannya.

1 minggu pun berlalu. Dimana Alina mulai berlatih memanah, menembak dan membela diri. Dengan di pasang, di sebuah target, dengan wajah keluarga tirinya. Agar Alina bisa mengingat masa masa ia disiksa. Dan disitulah, ia melampiaskan amarahnya. Sampai ia sudah menjadi orang yang berbeda.

"Bagus sekali. Kau benar benar hebat. Dalam sehari, kau bisa menghabiskan musuh dalam beberapa menit saja. Benar benar hebat." Memuji Alina, yang sedang berlatih memanah, sambil menaiki kuda.

Kembali ke sekarang. “Kali ini, aku tidak akan tenang, kalau kalian masih hidup. Aku akan membayar semua perbuatan, yang sudah kalian lakukan, kepada aku dan ibuku.” Ucapnya sudah berwajah mengerikan dan bahkan, ia sudah memiliki otot perut dan memiliki otot tubuh, yang sudah seperti pria.

Alina bisa berlatih selama 1 bulan. Karena kebetulan, sekolahnya di liburkan, karena akan ada ujian akhir semester. Maka sebab itu, Alina berusaha keras, untuk mengubah dirinya. Agar saat masuk sekolah nanti, ia benar benar sudah menjadi orang yang berbeda, dengan bantuan dari, pria misterius tersebut.

Pagi harinya pun tiba. Dimana libur masih ada dua hari lagi. Disitulah Alina kembali menyempatkan dirinya, dengan berlatih di ruang khusus pria misterius tersebut. Ia mulai berlatih mengangkat beban yang berat, sambil menatap foto ibunya

"Pagi Alina." Sapa pria misterius, langsung duduk disampingnya, yang sedang berlatih.

"Pagi." Ikut tersenyum Alina, dan sangat bahagia.

Ia sudah menjadi wanita yang gagah, kurus dan cantik. Hanya dalam 1 bulan saja.

Itu semua karena kerja kerasnya, dan ia benar benar ingin berubah dan menjadi kepribadian yang kuat, dan bukan lagi lemah.

“Lebih kuat lagi, kau sudah sangat berubah dari sebelumnya.” Perintah pria misterius tersebut.

“Oh ya tuan. Siapa sih sebenarnya nama anda, saya jadi sudah memanggil anda, dengan sebutan tuan terus. Saya kan juga mau berteman dengan anda?.” Tanya Alina sambil mengangkat beban.

“Panggil aku dengan sebutan bos Gray saja.” Ucap pria misterius tersebut.

“Baiklah bos Gray. Ya walaupun sedikit aneh sih, tapi masih mending. Daripada aku memanggil tuan terus. Sudah seperti di kerajaan saja. Hahahah.” Tertawa Alina

"Kalau begitu, mari kita langsung berlatih menembak." Perintah bos Gray, dan Alina mengikutinya.

Alina pun langsung menembak dengan sangat sigap dan tepat sasaran. Bos Gray menemaninya dari belakang, dan mengawasinya.

“Aku sudah menemukan anak ini. Aku hanya perlu menjaganya dengan sebaik mungkin. Usahaku selama ini, untuk mencarinya. Tidak sia sia.” Ucap pria misterius tersebut, tersenyum tipis.

“Setelah ini, saya akan membawamu untuk membeli pakaian. Dan membeli alat make up untuk mu, juga merias mu. Ya walaupun kau sudah cantik begini. Tapi kau harus benar benar membuat semua orang terpanah denganmu.” Ucap Gray.

“Aman deh bos. Aku juga sudah tahu. Tapi, kenapa anda begitu baik kepada saya. Apa anda menyukai saya?.” Tanyanya, sambil menaikkan alisnya.

“Ada suatu hal yang tidak boleh aku katakan kepadamu. Yang terpenting, kau aman di sini.” Jawab Gray, sambil melipat kedua tangannya.

“Baiklah bos.” Tersenyum Alina, dan kembali menembak.

Malam pun tiba. Dimana Alina dan pria misterius tersebut, sudah bersiap siap untuk ke mall.

Pintu kamar Alina pun di ketuk, dan Alina langsung membukakan pintu kamarnya.

“Wah, kau benar benar memang sudah berubah. Sangat cantik memang. Kan sudah aku katakan, kalau kau akan berubah, menjadi kepribadianmu yang sebenarnya. Kalau begitu, mari kita pergi sekarang. Dan kenakan masker dan topi ini. Agar tidak ada yang mengenalimu.” Ucap bos Gray langsung memberikannya topi hitam dan masker hitam.

“Aman bos. Tidak akan ada yang mengenaliku, karena aku bukan Alina yang dulu. Kini, aku akan membalaskan semua perbuatan mereka, sedikit demi sedikit.” Ujar Alina tersenyum miring.

Merekapun langsung berangkat menuju mall, dengan mobil Gray.

Sesampai mall, mereka berdua pun keluar dari mobil, dengan elegan. Dan mereka langsung masuk ke dalam mall. Saat masuk, semua menatap ke arah Alina dan bos Gray.

“Mereka benar benar menjijikkan. Apasih yang sedang mereka lihat. Kakiku yang putih ini. Dasar pria bodoh.” Ucap Alina, tidak mempedulikannya, dan fokus ke depan.

“Nah, gitu dong. Kau harus menjadi kepribadianmu yang sebenarnya. Jangan terlalu baik kepada siapapun. Ada kalanya kita harus menjadi jahat.” Ujar bos Gray tersenyum tipis.

Merekapun langsung masuk ke dalam sebuah toko pakaian wanita. Di dalam.

"Selamat datang tuan dan nona. Silahkan dipilih pakaiannya." Ucap karyawan yang ada, langsung membungkukkan badannya, untuk memberi salam kepada pelanggan.

“Pilihlah pakaian yang kamu inginkan. Soal harga, tidak perlu kau pikirkan. Karena aku yang akan membayar semuanya. Aku akan menunggu di sini.” Ucap bos Gray.

“Siap bos.” Langsung hormat Alina, dan mulai mencari pakaian yang cocok dengannya.

“Mau cari pakaian model apa kak?.” Tanya karyawan tersebut.

“Saya mau cari pakaian yang cukup seksi, tapi tidak kelihatannya seksi gitu. Dan pastikan warnanya yang cocok dengan kulit saya ini. Seperti warna hitam dan maroon gitu. Yang tidak terang deh.” Jawab Alina, sambil melipat kedua tangannya.

“Baik kak, mari kak, biar saya tunjukkan.” Ucap karyawan tersebut, langsung menunjukkan pakaian yang cocok untuk Alina.

“Ini pakaian yang kakak minta tadi. Sangat cocok untuk kakaknya. Silahkan di lihat dan di coba kak.” Ucap kembali karyawan tersebut, sambil tersenyum kepadanya.

“Bagus juga ini. Kalau begitu, aku mau semua warna ini.” Jawab Alina tanpa pikir panjang, langsung memilihnya.

Setelah itu, Alina pun langsung menghampiri bos Gray. “Bagaimana, apa semua sudah?.” Tanya bos Gray.

“Semua sudah beres bos. Pakaian di sini, lumayan bagus juga kok. Terima kasih banyak, karena bos sudah banyak membantu saya.” Jawab Alina kembali tersenyum dengan bahagia.

“Sama sama. Kalau begitu, kau tunggulah di sini nak. Biar saya membayar semuanya dulu.” Ucap bos Gray menuju kasir, untuk membayar semua pakaian yang di beli oleh Alina.

Setelah pembayaran. Mereka menuju toko make up, dan di dalam. Alina kembali membeli make up yang ia inginkan, dengan izin dari bos Gray terlebih dahulu.

Pada akhirnya. Semua sudah selesai, dan mereka menuju arah pulang. “Apa semua sudah sesuai, dengan yang kau inginkan?.” Tanya bos Gray, sambil menaikkan alisnya.

“Aman bos Gray. Aku suka semuanya, dan sekali lagi, terimakasih bos. Saya tidak bisa membalas semua ini.” Jawab Alina dengan bahagia.

“Kau hanya perlu merubah dirimu, menjadi yang lebih hebat. Dan dengan begitu, kau bisa aku jadikan sebagai agen rahasia. Karena aku membutuhkan seorang wanita.” Ucap bos Gray ikut tersenyum, melihat Alina bahagia.

Episodes
1 Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2 Episode 2: Bercak Merah
3 Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4 Episode 4: Diusir Dari Rumah
5 Episode 5: Merubah Penampilan
6 Episode 6: Makan Bareng
7 Episode 7: Pulang Bareng
8 Episode 8: Rokok
9 Episode 9: Mengikuti
10 Episode 10: Geng Base Angel
11 Episode 11: Kamera Mini
12 Episode 12: Rencana Berhasil
13 Episode 13: Perasaan
14 Episode 14: Cinderella
15 Episode 15: Tipu Daya
16 Episode 16: Dihina Temannya
17 Episode 17: Menginap
18 Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19 Episode 19: Perpustakaan
20 Episode 20: Taruhan
21 Episode 21: Makan
22 Episode 22: Gratis
23 Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24 Episode 24: Belepotan
25 Episode 25: Rindu
26 Episode 26: Dibohongi
27 Episode 27: Si Culun
28 Episode 28: Tampan
29 Episode 29: Dijodohkan
30 Episode 30: Suapan
31 Episode 31: Berkas Penting
32 Episode 32: Shopping Bersama
33 Episode 33: Dimatikan Cepat
34 Episode 34: Pentas Seni
35 Episode 35: Kancing Baju
36 Episode 36: Tidak Menerima
37 Episode 37: Rumor
38 Episode 38: Air Merah
39 Episode 39: Toilet
40 Episode 40: Sudah Tahu
41 Episode 41: Gudang Gelap
42 Episode 42: Melepaskan Pakaian
43 Episode 43: Berita
44 Episode 44: Tugas Sekolah
45 Episode 45: Coklat
46 Episode 46: Meriset Data Pribadi
47 Episode 47: Mencari
48 Episode 48: Membersihkan Diri
49 Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50 Episode 50: Sakit Perut
51 Episode 51: Obat
52 Episode 52: Seember Air
53 Episode 53: Tikus
54 Episode 54: Buah dan Kue
55 Episode 55: Pistol
56 Episode 56: Pergi dari Neraka
57 Episode 57: Hal yang Ditunggu
58 Episode 58: Surat
Episodes

Updated 58 Episodes

1
Episode 1: Awal Mula Kesedihan
2
Episode 2: Bercak Merah
3
Episode 3: Balas Dendam Dimulai
4
Episode 4: Diusir Dari Rumah
5
Episode 5: Merubah Penampilan
6
Episode 6: Makan Bareng
7
Episode 7: Pulang Bareng
8
Episode 8: Rokok
9
Episode 9: Mengikuti
10
Episode 10: Geng Base Angel
11
Episode 11: Kamera Mini
12
Episode 12: Rencana Berhasil
13
Episode 13: Perasaan
14
Episode 14: Cinderella
15
Episode 15: Tipu Daya
16
Episode 16: Dihina Temannya
17
Episode 17: Menginap
18
Episode 18: Bertemu Dengan Ibu
19
Episode 19: Perpustakaan
20
Episode 20: Taruhan
21
Episode 21: Makan
22
Episode 22: Gratis
23
Episode 23: Menjalankannya Dengan Baik
24
Episode 24: Belepotan
25
Episode 25: Rindu
26
Episode 26: Dibohongi
27
Episode 27: Si Culun
28
Episode 28: Tampan
29
Episode 29: Dijodohkan
30
Episode 30: Suapan
31
Episode 31: Berkas Penting
32
Episode 32: Shopping Bersama
33
Episode 33: Dimatikan Cepat
34
Episode 34: Pentas Seni
35
Episode 35: Kancing Baju
36
Episode 36: Tidak Menerima
37
Episode 37: Rumor
38
Episode 38: Air Merah
39
Episode 39: Toilet
40
Episode 40: Sudah Tahu
41
Episode 41: Gudang Gelap
42
Episode 42: Melepaskan Pakaian
43
Episode 43: Berita
44
Episode 44: Tugas Sekolah
45
Episode 45: Coklat
46
Episode 46: Meriset Data Pribadi
47
Episode 47: Mencari
48
Episode 48: Membersihkan Diri
49
Episode 49: Bubuk Sakit Perut
50
Episode 50: Sakit Perut
51
Episode 51: Obat
52
Episode 52: Seember Air
53
Episode 53: Tikus
54
Episode 54: Buah dan Kue
55
Episode 55: Pistol
56
Episode 56: Pergi dari Neraka
57
Episode 57: Hal yang Ditunggu
58
Episode 58: Surat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!