Sampai dimana. Tibalah Alina masuk sekolah. Di situlah, Alina mulai merias wajahnya dengan make up yang sudah ia beli.
Dan ia mengenakan eyeshadow yang lumayan gelap, dan sangat berbeda dari dirinya yang sebelumnya. “Aku akan menggunakan nama samaran, dan berpura pura menjadi murid baru. Dengan begitu, rencanaku untuk balas dendam, bisa berjalan dengan lancar.” Tersenyum misterius dan mulai merapikan rambutnya.
Pintu pun kembali di ketuk. “Apa kau sudah selesai Alina?.” Tanya bos Gray.
“Ini sudah selesai kok bos Gray. Bagaimana penampilanku hari ini.” Jawabnya sekaligus bertanya.
“Wow, kau benar benar cantik dan berbeda. Bagaimana rencanamu kali ini.” Jawab bos Gray, kembali bertanya.
“Aku ingin merencanakan sesuatu. Aku akan berpura pura, sebagai anak baru di sana. Dengan penampilanku yang berbeda ini. Dengan begitu, aku lebih gampang, untuk membalaskan dendamku.” Jawab Alina kembali tersenyum, dan mengambil permen karet, yang ada di tasnya.
“Kalau begitu, biar aku antar, menggunakan mobil lamborgini terbaruku. Dengan begitu, tidak akan ada yang curiga, kalau kamu adalah Alina yang dulunya gemuk itu. Bagaimana.” Ucap bos Gray, sambil menaikkan alisnya.
“Benar juga itu bos. Aku akan menamai nama samaranku, dengan nama Felisa.”
“Nama yang cocok bukan. Kalau begitu, mari kita pergi sekarang bos.” Ucap Alina, langsung mengunyah permen karetnya, dan menghembuskannya.
Mereka berdua langsung naik ke dalam mobil lamborgini. Sesampai sekolah, semua murid melihat ke arah mobil tersebut.
“Gila, itu mobil siapa sih. Keren banget. Dia pasti orang kaya bukan.” Ucap murid murid tersebut.
“Benar itu, dia pasti dari keluarga kaya. Sungguh keren. Aku ingin berteman dengannya deh. Mungkin saja dia murid baru di sini, karena belum ada siswa yang mengendarai mobil seperti itu.” Ucap kembali pria pria dan para wanita.
Mobil pun berhenti di depan gedung sekolah. Dan kaki mulai keluar dari mobil, lalu keluarlah wanita yang begitu cantik. Dan ia adalah Alina, yang menyamar menjadi Felisa.
Alina pun menghembuskan kembali permen karetnya, dan kembali mengunyahnya.
“Terima kasih banyak bos Gray. Kalau begitu, sampai jumpa nanti.” Tersenyum Alina, sambil melambaikan tangannya.
Body Alina yang begitu indah, dengan menyandang sebelah tasnya. Sambil mengunyah permen karet, membuat semua murid melihatnya jadi terpanah.
Alina pun langsung masuk ke dalam gedung sekolah, dan semua menatapnya dengan tersenyum. Alina hanya cuek, dan mengabaikan mereka semua.
Tiba tiba, datanglah Kevin, pria yang pernah ia sukai. "Halo cantik, kamu murid baru di sini?." Tanyanya sambil tersenyum.
Alina berhenti, lalu menatapnya. "Iya, ada apa ya. Oh ya, apa kamu menunjukkan, di mana ruang kepala sekolah. Soalnya saya mau menemui kepala sekolah." Jawab Alina.
"Wah, boleh banget tuh. Mari, biar aku tunjukkan di mana ruang kepala sekolah nya." Ucap Kevin semangat, dan langsung menunjukkan ruang kepala sekolah.
Di perjalanan. "Kamu pindahan dari mana, dan kenalin, nama aku Kevin?." Tanyanya sekaligus memperkenalkan dirinya.
"Aku pindahan dari Dubai, dan ayahku lagi ada pekerjaan di kota ini. Maka sebab itu, aku ikut ke mari. Dan namaku adalah Felisa. Salam kenal." Jawab Alina.
Sampailah di ruangan kepala sekolah. "Ini adalah ruang kepala sekolah nya. Sampai jumpa." Ucap Kevin melambaikan tangannya, dan Alina tidak membalas lambaiannya, dan langsung masuk ke dalam ruang kepala sekolah.
"Dia benar benar cantik. Lebih cantik dari Clara." Dalam hati Kevin, sambil tersenyum tipis, dan pergi dari ruang kepala sekolah tersebut.
Setelah mengurus semuanya. Felisa pun resmi menjadi murid di sekolah tersebut. Dan tibalah dimana jam pelajaran masuk.
Felisa pun langsung masuk ke dalam kelas, bersama guru di jam pelajaran tersebut. "Pagi anak anak." Sapa guru tersebut.
"Pagi pak," jawab semua murid yang ada, termasuk Clara.
Alina melirik Clara," aku benar benar muak melihat wajahnya itu. Ingin aku muntah melihatnya." Ucap batin Alina.
"Jadi begini semuanya. Kita kedatangan murid baru, dan dia pindahan dari Dubai. Silahkan perkenalkan diri kamu." Kata pak guru tersebut.
"Halo semuanya, nama saya Felisa, saya pindahan dari Dubai. Ayah saya ada pekerjaan di sini, maka sebab itu, saya ikut ke mari." Memperkenalkan dirinya.
"Dia sangat cantik, dan dia pindahan dari Dubai. Dia pasti kaya," ucap semua teman sekelasnya.
"Kalau begitu, kamu bisa duduk di kursi yang kamu inginkan." Ujar pak guru tersebut.
"Di sini saja Felisa, ada kursi kosong. Di sini Alina, karena bangkunya sangat bagus dan bersih. Silahkan nona." Ucap semua pria yang ada di kelas tersebut.
Alina hanya cuek, dan duduk di kursi tempat ia duduk dulu. Yaitu kursi Alina, ketika ia gendut. Semua murid menatapnya ke belakang. "Kenapa kamu duduk di sini, kan ini mejanya jelek. Dan cukup gelap lagi?." Tanya teman yang ada di depannya.
"Tidak apa apa, aku suka duduk paling belakang. Balikkan kepala mu ke depan lagi, atau bisa bisa kepalamu patah lagi." Jawab Alina sambil tersenyum akting.
"Heheheheh, iya. Makasih Felisa. Oh ya, kenalin, nama aku Niko. Salam kenal." Memperkenalkan dirinya.
"Okey, aku Felisa. Salam kenal." Ucap Alina juga memperkenalkan dirinya.
Alina tepat duduk di samping Clara, dan Alina menatap Clara dari samping. Tiba tiba saja Clara ikut melihat ke samping, dan mereka saling bertatapan. "Hai, aku Clara. Salam kenal." Memperkenalkan dirinya juga.
"Salam kenal juga," tersenyum Alina.
"Aku Niko," ucap Niko, adalah teman pria yang sangat dekat dengan Alina dulu.
"Aku Felisa, salam kenal," ikut tersenyum Alina, dan kembali fokus ke depan.
Setelah Alina berkenalan dengan semua teman yang ada di kelasnya. Tibalah jam pelajaran. "Hm, sungguh membosankan. Aku harus akting pura pura tersenyum, agar semua mau berteman denganku, dan aku bisa memanfaatkan mereka semua. Seperti mereka memanfaatkanku dulu." Dalam hati Alina, sambil memainkan pulpennya, dan melihat mejanya yang penuh dengan hinaan dirinya.
Setelah beberapa jam. Tibalah jam istirahat, dan Clara menghampirinya. "Mau makan bareng?." Tanya Clara sambil menaikkan alisnya.
Alina menatapnya. "Boleh juga. Yuk," jawab Alina langsung menyetujuinya, dan mereka berdua keluar dari kelas, lalu ke kantin bersama.
Lagi lagi, semua pria menatap Alina dan menghampirinya. "Halo, salam kenal. Aku Alex, pria yang paling tampan di sekolah ini. Atau disebut, raja sekolah ini." Memperkenalkan dirinya, didepan Alina.
"Minggirlah kau, jangan mengganggu Felisa. Awas kau." Ucap Clara langsung mendorong Alex dan mereka kembali berjalan ke depan.
"Panggil aku jika kau butuh sesuatu sayang," teriak Alex kepada Alina, dan Alina menatap ke belakang, sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Astaga, dia benar benar cantik. Membuatku gila." Ucap Alex berbunga bunga, dan mengikutinya dari belakang.
"Dia pria yang sangat playboy. Kau jangan sampai jatuh cinta dengannya." Bisik Clara kepada Alina.
"Ck, bilang saja kau iri, karena aku sudah merebut pria yang pernah menyukaimu." Ucap batin Alina tersenyum tipis.
Sesampai kantin. Alina dan Clara langsung duduk ke kursi, dan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments