"Sit, itu sepertinya suamimu. Aku duluan ya, takutnya di salah faham kan repot" ucap Erwin sambil tertawa.
"Iya, Makasih ya Pak" ujar Sita keduanya berpisah. Sita menuju motor Hendra sedangkan Erwin menuju parkiran mobilnya.
Hendra menatap Sita dengan tatapan sulit diartikan.Sita berusaha berusaha tersenyum melihat Hendra yang mukanya ditekuk.
"Mas, kok nggak bilang kalau mau jemput?"
"Kenapa ada yang salah?, jemput istri sendiri"
"Ya, nggak gitu juga Mas. Masalahnya nggak biasanya Mas Hendra jemput aku, wajar dong aku nanya"
"Kenapa harus ngomong dulu kalau mau jemput kamu.Oh jangan-jangan kamu mau dianter boss kamu itu" tuduh Hendra yang sudah diliputi cemburu
"Kamu ini apaan sih mas, curigaan melulu. Memangnya aku kelihatan murahan gitu ya di depan kamu" Sita langsung sewot.
Hendra langsung terdiam. Ia sadar istrinya tak seperti itu, tetapi ia tak mau Sita merasa nyaman dengan orang lain, lalu melakukan hal yang sama denganya.
"Maafka aku Sayang, aku hanya takut kehilangan kamu"
"Kamu ini, belakangan ini aneh banget tau nggak sih mas?"
"Ya, karena aku terlalu cinta sama kamu.Aku nggak mau kamu sama orang lain terlalu dekat nanti lama-lama kamu nyaman denganya" ucap Hendra tanpa sadar.
"Kenapa kamu bisa ngomong kaya gitu? Kaya pengalaman banget sama hal kek gitu" sembur Sita.
Muka Hendra langsung pucat pasi.Bak sebuah tembakan tepat disasaran.Hendra menjadi salah tingkah salah ucap sedikit saja bisa berabe. Ia langsung memeluk Sita.
"Maafkan aku, aku hanya takut kehilangan kamu. Gitu aja!" ucapnya
"Mas, lepasin ini didepan kantor banyak orang, malu dong" ucap Sita sambil mendoromg tubun Hendra.
"Iya, maaf" ucap Hendra sambil melepaskan pelukanya.
"Cie...Sita, romantis bener kek pengantin baru aja" celetuk temen Sita.
"Posessif amat bang, makanya kalau punya istri nggak usah cantik-cantik, nanti banyak yang naksir repot jadinya" ucap Salah seorang teman Sita.
"Tuh kan Mas, jadi bahan ledekan kita. Kamu sih" ucap Sita
"Ya udah kita langsung pulang aja, kita lanjutin dirumah"
"Ih...maunya" ucap Sita.
Sepulang dari menjemput Sita dari kantornya, Hendra semakin posesif terhadap Sita.Bayangan kehilangan Sita semakin nyata saat malam hari. Malam itu Sita tengah tertidur pulas, Hendra mendapat pesan dari Desy.Awalnya Hendra mengabaikan pesan itu namun semakin lama Desy semakin menjadi.
"Jika kamu terus menghindariku, ok Fine aku tidak masalah tapi tolong kembalikan uang seratus tiga puluh juta yang kamu pinjam. Itu uang suamiku" ucap Desy diseberang telepone.
"Des, aku tidak bermaksud menghindarimu. Kamu tau apa yang sudah kita lakukan adalah hal yang salah, mari kita lupakan sesuatu yang sudah terjadi diantara kita" ucap Hendra.
"Enak saja kamu bicara seperti itu, dimana otak kamu? Pada saat kamu butuh kamu datang padaku, dan disaat kamu sudah tidak butuh kamu mau tinggalkan aku begitu saja?"
"Bukan begitu Des, tolong mengertilah kita sudahi saja semuanya.Kamu punya suami dan aku juga punya istri.Kita fokus saja pada keluarga kita masing-masing" ucap Hendra.
"Ok, kita fokus saja pada keluarga masing-masing, tapi kembalikan uang itu"
"Iya, aku janji akan kembalikan! Tapi bukan saat ini, kamu tau dengan baik bagaimana kondisiku saat ini" ucap Hendra.
"Aku tidak peduli!, cepat kembalikan uang itu" ucap Desy.
Kepala Hendra berdenyut nyeri.Ia terus berpikir dari mana dapat uang seratus tiga puluh juta, menangih Rini sama saja bunuh diri.Ia memijit pelipisnya kemudian duduk sambil menghisap rokoknya.
"Mas, kok belum tidur?.Ada apa? Kelihatanya pusing banget mau aku pijit?" ucap Sita menawarkan diri. Hendra menganguk.Sita lalu mendekat dan memijit kepala Hendra.
"Maafkan aku Sit, aku banyak dosa sama kamu" batin Hendra
Karena kecapean akhirnya Hendra terlelap juga, dengan penuh kasih sayang Sita.Karena tidak tega membangunkan untuk pindah kamar Sita membiarkan suaminya tidur di sofa.
"Apasih Mas, yang kamu pikirkan kamu kelihatanya stres banget.Padahal soal uang mama sudah beres. Aku udah jual rumah ini" batin Sita.
Keesokan Paginya Hendra berangkat lebih awal dia beralasan ada senam disekolahnya.faktanya ia kerumah Desy untuk meminta tengang waktu, namun Desy tidak memberi toleransi sama sekali.
"Ya nggak bisa gitu dong mas, enak aja mau ningalin aku. Setelah semua masalah kamu beres" ucap Desy nggak terima
"Terus kamu maunya bagaimana?, mau suamimu atau istriku tau lalu kita sama-sama hancur begitu, Des pikirkan baik-baik kalau kita bersama bukan hanya rumah tangga kita aja yang jadi taruhan karir kita juga akan jadi taruhan."
"Mas, kita masih bisa jalani hubungan ini tanpa sepengetahuan pasangan kita masing-masing.istilahnya backstreet"
"Des, sepandai-pandainya kita menyimpan bangkai lambat laun pasti akan tercium juga.Orang-orang sekitar rumah kamu juga akan curiga kalau aku terus-terusan kesini."
"Itumah gampang, aku sudah bilang kalau kamu itu sepupu jauhku. Atau kalau kita kangen dan melepaskan rindu kita melipir dihotel melati bentar juga nggak apa-apa.Aku tau kamu mulai menyukaikukan mas, terutama pelayananku"
"Ya, jujur aku memang nyaman sama kamu.Tapi aku tau ini salah Des" ucap Hendra mencoba meyakinkan Desy untuk mengakiri semua.Namun tak semudah itu Desy melepas Hendra, ia bak wanita yang haus belaian, selama ada Hendra ia bisa menuntaskan hasratnya meskipun berjauhan dengan suaminya.
"Pokoknya kalau mas mau kabur silahkan!, tapi balikin uang itu secepatnya" ancam Desy
"Itu lagi, itulagi" ucap Hendra kesal.
"Aku nggak ada tawar menawar lagi Mas, terserah kamu!"
"Ok, Ok!, kita tetap jalan tapi kita batasi pertemuan, seminggu sekali kamu nggak keberatankan?"
"Ok deal seminggu sekali, tapi kamu harus janji sehari itu hanya untuk aku"
"Ya, nggak bisa begitu dong!, aku punya istri dia pasti akan curiga"
"Gini aja, kita nggak usah tentuin berapa kali seminggu yang penting quality time, kalau aku butuh kamu maka kamu harus ada"
Hendra memijit pepilisnya, rasanya ingin meledak kepalanya andai dia dulu tidak gehabah menjamah Desy. Mungkin Desy tidak akan ketagihan seperti ini.tapi Nasi sudah menjadi bubur.Ia mengiyakan saja permintaan Desy.Setelah bernegosiasi cukup alot dengan Desy.Hendra dan Desy memutuskan untuk membolos mengajar dengan alasan mereka masing-masing, faktanya Desy mengajak Hendra menhabiskan waktu dihotel.Bak kerbau dicucuk hidungnya Hendra menurut saja selain tidak punya pilihan ia juga sangat menikmati permainan Desy.Hingga siang hari saat jam pulang sekolah mereka memutuskan untuk kembali kerumah masing-masing.Sesampainya dirumah Sita belum pulang seperti biasanya.
Tbc
Bagaimana guys? Bisakan Hendra dan Desy sembunyi selamanya. Jangan lupa like, comment dan favorite ygy
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments