Dilabrak mertua

"Memangnya apa yang kamu lakukan sampai kamu minta aku harus memaafkanmu?" tanya Sita

"Bukan apa-apa, ini hanya ketakutanku sendiri saja bila harus kehilanganmu" ucap Hendra.

"Kamu tak perlu mencemaskanku, aku takkan pernah meninggalkanmu walau badai menghadang sekalipun, cuma satu yang tidak bisa aku maafkan darimu yaitu perselingkuhan"

"Glek" susah Payah Hendra menelan ludah mendengar apa yang dikatakan Sita.

"Kamu nggak usah bicara macam-macam, lebih baik segaralah mandi. Aku ada kabar baik tapi kamu mandi dulu, nanti aku kasih tau kamu" ucap Hendra.

"Kenapa nggak sekarang aja?"

"Nanti aja, udah sana mandi sana!" ucap Hendra seraya mendorong tubuh Sita.

Tak lama kemudian Sita, segara mandi dan berganti pakaian ia segera bergabung di meja makan bersama Hendra yang sudah menuggunya disana. Ia melihat sudah ada dua porsi nasi goreng lengkap dengan toping telur ceplok dan susu hangat sudah tersedia di meja makan.

"Wah, ada acara apa ini?, kamu bangun pagi-pagi dan nyiapin semua ini buat aku" tanya Sita.

"Mulai sekarang, aku yang akan menyiapkan sarapan buat kamu" ucap Hendra.

"Mana kejutanya?" tanya Sita

"Lihat M banking kamu, aku sudah transfer tiga puluh juta" ucap Hendra sambil tersenyum

"Alhamdulillah, setidaknya ini bisa buat bayar kuliah Doni"

"Maaf ya, belum bisa balikin uang Mama semuanya" ucap Hendra penuh penyesalan.

"Nggak apa-apa, nanti kita pikirkan jalan sama-sama"

"Berjanjilah Sita, kita akan selalu bersama-sama apapun yang terjadi"

"Iya, aku janji akan selalu mendampingimu dalam suka dan duka. Cuma, kamu jangan pernah berani-berani mencurangiku dengan selingkuh" ucap Sita

Keduanya berangkat bekerja bersama, walaupun pakai motor sendiri-sendiri keduanya berjalan beriringan.

Hari ini adalah tanggal gajian Hendra ia langsung mentransfer uang pada Sita.

"Ini nafkah pertamaku sayang, maafkan aku selama ini" tulis Hendra pada pesan yang dikirim pada Sita.

"Makasih mas, apa nanti tidak akan ada masalah dengan Ibu?" balas Sita.

"Tidak akan!, aku jamin itu"

"Makasih sayang, makin cinta deh"

"Segera pulang aku tunggu dirumah" balas Hendra lagi.

Sita sangat sumringah, suaminya kini sudah berubah ia mulai menafkahinya, sebenarnya ia tak mempermasalahkan tidak dinafkahi oleh suaminya.Cuma dia paling tidak suka dituduh yang macam-macam sama mertuanya.

Pulang kerja Sita langsung mampir di mini market untuk belanja bulanan seperti biasanya.Sedang asyik-asyiknya belanja tiba-tiba saja dia ditarik oleh mertuanya.

"Rupanya kamu disini, menantu Dajjal. Bisa-bisanya kamu pengaruhi suamimu untuk menagih utang yang tidak seberapa itu dan lebih parahnya lagi kau menghasut anakku untuk tidak memberiku uang sama sekali, hebat kamu ya"

"Apa maksud Ibu, uang yang Ibu gunakan untuk membelikan mobil Rini itu uang Mama saya. Dan Mama saya lagi membutuhkan uang itu, ya wajar kalau kami menagih"

"Plak" sebuah tamparan mendarat di pipi Sita

"Ibu, kenapa tampar Sita?"

"Kamu masih tanya mengapa Ibu tampar kamu?, kembalikan uang bulanan Ibu!" bentaknya.

Sita langsung mentransfer uang yang baru saja di transfer Hendra padanya.

"Kok cuma segini?"

"Lah, kan memang cuma segitu Mas Hendra kasih pada saya" ucap Sita

"Dasar menantu tidak tau diri!, lihat Ibu-ibu! ini menantu saya yang tidak tau diri itu selalu menguasai harta anak saya. Dia tidak pernah mengijinkan suaminya untuk berbakti pada saya" ucap Ibunya Hendra mendramatisir keadaan.

Spontan Ibu-ibu yang berbelanja langsung mencibir dan langsung menyerang Sita dengan kata-kata pedas.Doni yang kebetulan berbelanja di situ melihat kakaknya jadi obyek bullyan langsung mendekat dan memeluk kakaknya.

"Tenang Ibu-ibu!, jangan mudah terhasut omongan wanita tua ini. Dia kakak saya selama ini banting tulang sendirian untuk membiayai hidup, sedangkan suaminya itu PNS gajinya sepenuhnya diminta oleh Ibunya.Ibu tau berapa gaji PNS kan? Setiap bulan uangnya langsung ditransfer ke rekeningnya. Itupun dia masih merongrong kakak saya" terang Doni

"Hei anak kecil, jangan ikut campur!, Ibu-ibu jangan dengarkan dia, dia fitnah saya. Dia bohong, yang ada saya selalu didzolimi menantu saya ini" ucap Ibunya Hendra playing fictim

"Wah, siapa yang benar ini jadi bingung" ucap Salah satu Ibu-ibu.

Doni meminta ponsel Sita lalu ia memperlihatkan transaksi hari ini dimana Hendra mentransfer uang lalu uang itu ditransfer lagi ke rekening Ibunya Hendra.

"Lihat ini Ibu-ibu, baru beberapa menit yang lalu kakak saya transfer sejumlah uang. Padahal uang itu baru saja di transfer suaminya sebagai nafkah.Di sini kalian bisa simpulkan siapa yang bohong?" ucap Hendra.

Ibu-ibu kemudian berbalik menyerang Ibunya Hendra.

"Ayo mbak, kita pergi!" ucap Doni sambil menarik tangan Sita.

"Dasar mertua toxic, benalu!, kasian yang jadi menantunya. Pantesan mbaknya tadi kurus banget, punya mertua model kek gini kalau jadi aku udah aku sodakohkan untuk kurban" ujar salah seorang Ibu-Ibu

"Huuu...., hush...hush jauh-jauh sana!"

Ibunya Hendra pergi dengan muka merah padam, ia merasa dipermalukan oleh Doni dan Sita.Sepanjang perjalanan ia terus saja mengumpat, sumpah serapah ia ucapkan.

Sementara itu Sita yang masih shock dengan kejadian yang baru saja dialaminya kini tengah diajak ke suatu tempat oleh Doni.

"Kita mau kemana Don?" tanya Sita kebingungan

"Ketemu seseorang, sekalian refreshing sehabis ketemu srigala betina Mbak sita pasti lapar kan?"

"Don, kamu jangan hambur-hamburkan uang. Kita lagi kesusahan begini"

"Mbak jangan khawatir ini Kafe punya temanku. Aku sering kemari dia sering mengunakan jasaku untuk masalah IT. Dia seorang PNS juga. Keren ya seorang PNS bisa punya kafe sebagua ini, lalu apa kabar dengan suami mbak Sita yang selalu dibangga-banggakan orang tuanya itu" ucap Doni dengan nada mengejek

"Hush...kamu jangan berkata seperti itu, bagaimanapun juga dia suami Mbak" ucap Sita tidak terima.

"Iya, iya yang lagi bucin. makan pare aja dibilang manis" sindir Doni.

"Nggak boleh gitu, makanya kamu segera nikah biar tau gimana rasanya berumah tangga"

"Aku jadi takut nikah, gara-gara lihat kehidupan mbak yang kaya di neraka, ih amit-amit punya pasangan nggak tegas, punya mertua dan Ipar sama-sama toxic"

"Bisa diem nggak!, kalau enggak mbak pergi" ancam Sita.

"Iya, Iya" ucap Doni akhirnya.

Tak lama kemudian datang seorang waitres mengantarkan menu, Sita bingung mau pilih yang mana, karena harganya nggak ada yang ramah di kantongnya. Ia lagi mode hemat parah.

"Hai....Don, sudah lama" sapa seseorang pada Doni

"Barusan kak, oh ya kenalin ini Kakakku yang mau jual rumah itu" ucap Doni mengenalkan Sita pada temanya

"Sita?" ucap Rizal kaget

"Rizal?" Sita tak kalah kagetnya

"Kalian saling kenal?"

Tbc...

Jangan lupa like comment dan favorite ya men temen

Terpopuler

Comments

Ranny

Ranny

mungkin Rizal akan jadi dengan Sita itu lebih baik

2024-02-11

0

lihat semua
Episodes
1 Seatap dengan Mertua
2 Wacana pindah rumah
3 Pindah Rumah
4 Temen Curhat
5 Semakin nyaman
6 Sita sakit
7 Amel kecelakaan
8 Solusi sementara
9 Sita dilabrak
10 Lari dari masalah
11 Makin kacau
12 Skandal
13 Dilabrak mertua
14 Rizal
15 Makan malam bertiga
16 Huru hara
17 Makin terjerumus
18 Amel minta Dres
19 Tarno
20 Mulai curiga
21 Mulai menyelidiki Hendra
22 Waspada
23 Pengakuan
24 Dihadang Istri Erwin
25 Terbakar api cemburu
26 Rencana promil
27 Desy Hamil
28 Masalah baru
29 Kembali berulah
30 Tak dapat mengelak lagi
31 Memanas
32 Desy
33 Masih tentang Desy
34 Kena batunya
35 Pisah rumah
36 Rencana bercerai
37 Suami Desy pulang
38 Wali murid berdemo
39 Surat panggilan dari pengadilan agama
40 Sidang perdana
41 Sidang putusan
42 Sudah jatuh tertimpa tangga pula
43 Banting stir
44 Susah move on (Sumo)
45 Omset penjualan Warung Mama Sita naik pesat
46 Desy menikah dengan Hendra
47 Demo warga
48 Sita makin bersinar
49 Diambang batas
50 Terhalang restu
51 Masih belum dapat restu
52 Bertemu Alien
53 Lamaran untuk Amel
54 Keributan dipagi hari
55 Masih harus bersabar
56 Mamanya Sita kecelakaan
57 Kondisi Mamanya Sita membaik
58 Kejadian tak terduga
59 H-3
60 Sah
61 Sita Hamil
62 Dipermalukan
63 Ultimatum
64 Desy melahirkan
65 Fakta yang mengejutkan
66 Rendra putra kandung Yoga
67 Sudah jatuh tertimpa tangga pula
68 Cauvade sydrome
69 Tak terima
70 Diluar Nurul
71 Pelajaran berharga
72 Drama belum berakir
73 Terusir dari rumah
74 Nasib Hendra
75 Rini
76 Madu yang pahit
77 Kejutan ulang tahun
78 Masih tentang mantan
79 Wina mengamuk
80 Adu bogem mentah
81 Lupakan aku
82 Rini meminta maaf pada Sita
83 Semprawut
84 Pasrah
85 Marahan
86 Drama yang tak berujung
87 Aksi nekat Hendra
88 Tragis
89 Mulai menata diri
90 Situasi yang tidak kondusif
91 Memanas
92 Meminta untuk berpisah
93 Simalakama
94 Meminta waktu
95 Keputusan akhir
96 Aksi Wina
97 Adu domba
98 Rini di Demo
99 Hanya demi anak
100 Didatangi dept collector
101 Santet
102 Tidak puas
103 Pengobatan
104 Undangan pesta anggota DPR
105 Panik
106 Tragis
107 Boni di tahan
108 Rini kecelakaan
109 Cinta buta
110 Penangkapan Boni
111 Drama tak kunjung usai
112 Ending
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Seatap dengan Mertua
2
Wacana pindah rumah
3
Pindah Rumah
4
Temen Curhat
5
Semakin nyaman
6
Sita sakit
7
Amel kecelakaan
8
Solusi sementara
9
Sita dilabrak
10
Lari dari masalah
11
Makin kacau
12
Skandal
13
Dilabrak mertua
14
Rizal
15
Makan malam bertiga
16
Huru hara
17
Makin terjerumus
18
Amel minta Dres
19
Tarno
20
Mulai curiga
21
Mulai menyelidiki Hendra
22
Waspada
23
Pengakuan
24
Dihadang Istri Erwin
25
Terbakar api cemburu
26
Rencana promil
27
Desy Hamil
28
Masalah baru
29
Kembali berulah
30
Tak dapat mengelak lagi
31
Memanas
32
Desy
33
Masih tentang Desy
34
Kena batunya
35
Pisah rumah
36
Rencana bercerai
37
Suami Desy pulang
38
Wali murid berdemo
39
Surat panggilan dari pengadilan agama
40
Sidang perdana
41
Sidang putusan
42
Sudah jatuh tertimpa tangga pula
43
Banting stir
44
Susah move on (Sumo)
45
Omset penjualan Warung Mama Sita naik pesat
46
Desy menikah dengan Hendra
47
Demo warga
48
Sita makin bersinar
49
Diambang batas
50
Terhalang restu
51
Masih belum dapat restu
52
Bertemu Alien
53
Lamaran untuk Amel
54
Keributan dipagi hari
55
Masih harus bersabar
56
Mamanya Sita kecelakaan
57
Kondisi Mamanya Sita membaik
58
Kejadian tak terduga
59
H-3
60
Sah
61
Sita Hamil
62
Dipermalukan
63
Ultimatum
64
Desy melahirkan
65
Fakta yang mengejutkan
66
Rendra putra kandung Yoga
67
Sudah jatuh tertimpa tangga pula
68
Cauvade sydrome
69
Tak terima
70
Diluar Nurul
71
Pelajaran berharga
72
Drama belum berakir
73
Terusir dari rumah
74
Nasib Hendra
75
Rini
76
Madu yang pahit
77
Kejutan ulang tahun
78
Masih tentang mantan
79
Wina mengamuk
80
Adu bogem mentah
81
Lupakan aku
82
Rini meminta maaf pada Sita
83
Semprawut
84
Pasrah
85
Marahan
86
Drama yang tak berujung
87
Aksi nekat Hendra
88
Tragis
89
Mulai menata diri
90
Situasi yang tidak kondusif
91
Memanas
92
Meminta untuk berpisah
93
Simalakama
94
Meminta waktu
95
Keputusan akhir
96
Aksi Wina
97
Adu domba
98
Rini di Demo
99
Hanya demi anak
100
Didatangi dept collector
101
Santet
102
Tidak puas
103
Pengobatan
104
Undangan pesta anggota DPR
105
Panik
106
Tragis
107
Boni di tahan
108
Rini kecelakaan
109
Cinta buta
110
Penangkapan Boni
111
Drama tak kunjung usai
112
Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!