Hendra melajukan terus melajukan motornya kerumah Ibunya.Tak lama kemudian sampai juga dia dirumah Ibunya. Dilihatnya Ibunya sedang menyapu di teras rumahnya.Ini adalah hal tidak pernah Ibunya lakukan ketika mereka tinggal serumah dengan Sita.Hendra menjadi semakin merasa bersalah pada Istrinya.
"Assalamualaikum Ibu" Sapa Hendra pada Ibunya
"Waalaikum salam, Masuk Hend" ucap Ibunya. Ia melihat keadaan putranya sangat kacau.
"Ada apa Hend, kelihatanya kau sangat pusing. Ibu bikinkan teh anget dulu" ucap Ibunya. Tak berapa lama kemudian Ibunya kembali dari dapur dengan membawa secangkir teh anget untuk Hendra.
"Diminum dulu, kelihatanya kamu lelah sekali"
Hendra mengehembuskan nafasnya kasar. Lalu duduk dekat dengan Ibunya.
"Ada yang ingin aku bicarakan bu"
"Ada apa Hend, katakan"
"Sebenarnya, selama ini Hendra itu menumpang hidup pada Sita bu. Semua gaji Hendra sudah hendra kasih ke Ibu"
"Kenapa kamu berbicara begini, apa perempuan laknat itu yang memaksa kamu, keterlaluan sekali dia!, harusnya ia bisa menjaga marwah suaminya bukan menelanjangi suaminya didepan saudara dan Ibunya.Dasar perempuan Dajjal!"
"Ibu, tolong jangan berkata seperti itu. Sekarang aku minta tolong sama Ibu, bujuk Rini untuk mengembalikan uang itu. Mama lagi butuh uang itu untuk menganti biaya operasi Amel" ucap Hendra sambil terisak.
"Kamu sampai segininya, perempuan itu begitu dahsyat menekan kamu"
"Ibu tidak terima!, Ibu akan labrak perempuan laknat itu" ucap Ibunya Hendra mengebu.
"Jangan bu, aku mohon! Kasian Sita dia sudah cukup menderita"
"Tidak, Ibu tetap akan melabrak dia"
"Kalau Ibu, tetap mau melabrak Sita, jangan salahkan Hendra kalau bulanan Ibu Hendra hentikan" ucap Hendra.
"Hentikan saja kalau berani, kau mau jadi anak durhaka? Bener-bener perempual Dajjal itu sudah mencuci otakmu" ucap Ibunya dengan penuh emosi.
Hendra semakin kesal pada Ibunya ia kesini bukanya mendapat solusi tapi malah semakin dipojokkan Ibunya.
"Asal Ibu tau, Hendra cape dijadikan sapi perah oleh Ibu. Hendra juga punya kehidupan sendiri, Hendra cape harus selalu menuruti semua keiginan Ibu, tapi apakah Ibu pernah sekalipun bertanya apakah Hendra bahagia?"
"Kamu bentak Ibu?,pergi dari rumah Ibu! Kamu bukan anakku lagi, kamu anak durhaka. Ibu sumpahin rumah tanggamu bersama Sita akan hancur berkeping-keping, seperti hati Ibu yang kau hancurkan saat ini" ucap Ibunya sambil berteriak.
Hendra meninggalkan rumah Ibunya, ia tak tau kemana harus pergi. Kalau pulang ia tak sanggup melihat Sita yang kepayahan cari uang kesana kemari sementara ia tak dapat membantu sama sekali.
"Apa aku pinjam uang sama Desy aja, Iya benar aku pinjam uang Desy aja. Barangkali ia mau pinjamkan meskipun nggak banyak tapi paling tidak ini bisa meringankan beban Sita" guman Hendra.
Perlahan motornya melaju menuju perumahan Desy. Dengan sedkit keraguan ia kerumah Desy untuk meminjam uang.
"Tok...tok..tok" Des
"Iya sebentar" ucap Desy.
"Ceklek" pintu dibuka
"Mas Hendra, kenapa malam-malam begini kemari ada apa?"
"Boleh aku masuk?" tanyanya.
"Oh ya, silahkan masuk!"
Kemudian Hendra masuk kerumah Desy, Sementara itu Desy kebelakang untuk membuatkan minuman pada Henda, dan mempersilahkan Hendra untuk minum.
"Begini Des, em....itu...anu, gimana ya ngomomgnya?" ucap Hendra agak ragu-ragu.
"Ada apa Mas?, kok kaya ragu gitu ngomongnya?" tanya Desy
"Aku mau pinjam uang lagi"
"Loh Mas, bukanya kemarin aku sudah pinjami kamu uanga seratus juta?"
"Itu dia masalahnya, Mama mau minta uang itu kembali, karena Doni sudah nunggak uang semesteranya juga untuk biaya terapi Iparku yang bungsu juga belum ada"
"Gimana ya Mas, bukannya apa-apa tapi uanh seratus juta itu banyak loh mas, masak kamu mau pinjam lagi"
"Tolonglah Des, aku bener-bener bingung harus dapat uang dari mana lagi, pinjami aku uang lima puluh juta lagi apapun akan aku lakukan kalau kau mau meminjami uang padaku" ucap Hendra memelas.
"Aku kalau lima puluh juta keberatan Mas, bagaimana kalau dua puluh juta aja. Tapi mas janji akan lakukan apapun yang aku minta kalau aku pinjami uang dua puluh juta" tanya Desy.
"Iya, dua puluh juta nggak apa-apa, aku benar-benar pusing. Paling tidak uang itu bisa aku berikan pada Mama besuk pagi" ucap Hendra.
"Bener kamu mau lakukan apapun untuk dapatkan uang itu?" tanya Desy sekali lagi menyakinkan Hendra
"Iya,"
"Bagaimana kalau kau tidur malam ini dirumah ini?" tanya Desy
"Jangan gila kamu Des, kita bisa di grebek warga" ucap Hendra.
"Ya maksudku, kita ke Hotel temani aku malam ini saja. Sebagai wanita dewasa aku juga butuh belaian laki-laki yang jarang aku dapatkan dari suamiku" ucap Desy.
Hendra menelan ludah Kasar, ia tak ingin menghianati Sita, tentu saja ia akan menolak keiginan Desy meskipun jujur ia juga tertarik dengan Desy tapi ia masih punya akal sehat. Bahwa ini tidak benar.
"Maaf Des, Sepertinya aku harus pulang" ucap Hendra.
"Kalau kau berubah pikiran kau bisa menghubungiku, kamu tau dimana harus menghubungiku" ucap Desy.
Ia langsung meringsek mendekati Hendra dan mengigit telinga Hendra.dan membisikan sesuatu.
"Aku tau, kau juga punya perasaan denganku" bisiknya dengan nada sensual.
Tangan Desy langsung meraba dada Hendra, Hendra lepas kendali ia langsung meraup Bibir sexy Desy. Permainan semakin lama semakin panas, akhirnya terjadilah malam yang terkutuk itu.
"Makasih Hen, kamu luar biasa"
Ada penyesalan dalam diri Hendra, kenapa ia bisa lepas kendali dan Khilaf namun ia akui, Desy sangat pintar dalam permainan ranjang. Ia mendapatkan suasana baru dalam permainan Desy.
"Des, aku harus segera pulang" ucap Hendra.
"Aku sudah transfer uang tiga puluh juta kerekeningmu" ucap Desy.
"Terima kasih" ucap Hendra.
Sepanjang perjalanan Hendra merasa dilema, disatu sisi ia sangat merasa bersalah pada Sita karena telah menghianatinya di satu sisi ia juga puas dengan permainan ranjang Desy. Beban dikepalanya sedikit berkurang.Ia segera pulang kerumah sampai dirumah sudah pukul sepuluh malam.Sita sudah tertidur pulas.Dilihatnya istrinya tidur sangat damai dilihatnya istri cantiknya ini sangat kurus.
"Maafkan aku Sita, aku sangat mencintaimu jangan pernah tinggalkan aku. Aku lakukan semua ini demi kamu" batin Hendra sembari menatap istrinya.Matanya basah karena menangis.
Pagi harinya ketika Sita bangun, Hendra sudah bangun terlebih dahulu. Sita mencari keberadaan Hendra. Rupanya suaminya sedang memasak didapur.
"Sudah bangun sayang?" ucap Hendra mendekati istrinya lalu mengecup kening istrinya.
"Mas, aku masih bau!" ucap Sita
"Kamu tetep wangi dan cantik mau bagaimanapun" ucap Hendra.
"Sekarang kamu pintar sekali ngegombal" ucap Sita.
"Aku sudah masak nasi goreng, kita sarapan dulu. Sekarang kamu mandi lalu ganti baju dan sarapan bersama" ucap Hendra.
"Kamu sweet banget mas,"
"Ya harus dong, Sita aku takut banget kehilangan kamu. Suatu saat nanti bila aku berbuat salah jangan pernah tinggalkan aku ya" ucap Hendra sembari memeluk Sita dengan Erat
tbc
Jangan lupa like comment dan favorite ya men teman
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Endahyunaryanti
enak banget tuh hendra bilang begitu..
kasih dia kapok thor hendranya 😀
2023-10-14
0