"Mas, kamu ini aneh banget tau nggak sih?. Tiba-tiba ngajak pulang, padahal aku masih betah disana" sewot Sita.
"Angin malam nggak baik untuk kesehatan makanya Mas ngajak pulang"
"Hallah, alibi kamu aja itu"
"Lagian kamu aneh banget!, niatnya mau ngedate berdua malah undang orang lain untuk gabung, jelas aku Be te lah" Kilah Hendra.
Sita hanya cengegesan mendengar ucapan Hendra suaminya, tak ada kecurigaan sama sekali padanya.
Setelah kejadian di angkringan itu Hendra benar-benar menjaga jarak dengan Desy. Ia tak ingin masalah rumah tangganya semakin runyam.Cukup sudah ia selingkuh dengan Desy.
"Mas, kok sekarang kamu nggak berangkat pagi-pagi lagi?. Apa sudah nggak ada kegiatan lagi disekolahan?" tanya Sita polos.
"Kayaknya mulai sekarang, udah ditiadakan acaranya" ucap Hendra mengibuli Sita.
"Ya, syukurlah kalau begitu. Kadang aku itu merasa kesepian kalau kamu berangkat pagi-pagi terus malamnya kamu pergi" ucap Sita
"Maafkan aku Sayang, aku janji akan selalu ada untukmu" ucap Hendra sambil memeluk Sita.
Tak lama setelah itu terdengar deru suara mobil di depan rumah mereka. Sita keluar untuk melihat siapa yang datang.Hatinya berdesir saat melihat siapa yang datang, Nampak wanita dengan penampilan menor tengah memasuki rumahnya.Dia adalah Rini adeknya Hendra.
"Bagaimana bisa ada orang setega ini, pakai uang orang lain untuk bersenang-senang tanpa memikirkan nasib Mama .Karena dia kami yang kelimpungan mencari uang, yang harusnya uang itu kami gunakan untuk operasi malah digunakan untuk senang-senang" batin Sita jengkel
"Selamat pagi, Kakak iparku yang tidak tau diri" ucap Rini ketika memasuki rumah Sita.
"Apa maksudmu ngomong kaya gitu, apa nggak kebalik. Kata-kata itu harusnya ditujukan untuk dirimu sendiri"
"Sombong sekali kamu, apa yang kamu sombongkan perempuan mandul. Sudah untung Mas Hendra mau menikahi perempuan mandul sepertimu, eh bukannya terima kasih malah bikin ulah"
"Tutup mulutmu Rin, jangan bikin kesabaranku habis" ucap Sita.
"Jangan salahkan keadaan jika suatu saat perempuan macam kamu diselingkuhi , masalahnya kamu memang pantas diselingkuhi"
"Rini!" teriak Hendra dari dalam rumah
"Oh, ini dia laki-laki plin plan. Sudah puas kamu melupakan Ibu, tega sekali kamu menghentikan uang bulanan Ibu hanya demi perempuan mandul seperti dia" ucap Rini sambil menunjuk Sita.
"Hentikan omong kosongmu, aku memang menghentikan uang bulanan Ihu, agar Ibu bisa introspeksi diri.Aku bukan sapi perah yang terus kalian perah.Aku juga punya kehidupan sendiri"
"Kehidupan yang mana?, mau aku kasih tau istrimu!" ancam Rini
"Apa maksud dia mas?" tanya Sita
"Jangan dengarkan dia!" ucap Hendra wajahnya tiba-tiba memucat.Sita menjadi khawatir melihat keadaan Hendra.
"Suamiku sampai pucat kek gitu, pasti dia sangat tertekan".batin Sita
"Rin!, dengar baik-baik ya. Mas Hendra memang menghentikan uang bulanan Ibu, tapi asal kamu tau sehari setelahnya Ibu langsung mengambil uang itu.Camkan itu dan aku istrinya mengalah demi kalian, belum puas juga kamu" ucap Sita emosi
"Jangan sok kamu mbak Sita, cepat atau lambat rumah tanggamu juga bakal hancur. Ingat itu!" ucap Rini tak kalah sengit.
"Rini, sebaiknya kau pergi dari sini sebelum" ucap Hendra
"Sebelum apa?, berani menentangku.Masih punya nyali kamu mas?"
Hendra benar-benar kehabisan cara untuk mengusir Rini.Jika dibiarkan ia akan terus menekan Sita, tapi jika di usir ia pasti akan mengancam membongkar perselingkuhanya dengan Desy.Saat ini Hendra seperti makan buah simalakama.
"Brugh" Hendra terjatuh
"Mas, Hendra!" teriak Sita panik.
"Semua ini gara-gara kamu, pergi! Sebelum mas Hendra sadar dan lihat kamu lagi" usir Sita.
Rini panik, ia langsung kabur begitu melihat Hendra pingsan.
"Mas, bangun mas. Hik...hiks...hiks" Sita menangis seraya mengoyang-goyangkan badan Hendra.
"Apa Rini sudah pergi?" ucap Hendra sambil membuka matanya.
"Mas, Hendra bikin panik aja. Aku kira pingsan betulan" ucap Sita
"Mas sudah kebahisan cara untuk mengusir Rini, hanya ini cara satu-satunya agar dia bisa pergi" ucap Hendra sambil tertawa karena ia berhasil mengerjai Rini.
"Ya sudah, ayo kita berangkat kerja" ucap Sita.
Keduanya memulai aktivitasnya bekerja kembali.Hendra sudah tiba disekolah Desy langsung menyambutnya ia membawa bekal dari rumah untuk Hendra.
"Sarapan dulu Pak," Ucap Desy. Bila disekolah ia memanggil Hendra dengan sebutan Pak.
"Makasih Bu Desy, tapi maaf saya sudah sarapan" tolak Hendra.
Desy sedikit tersinggung dengan penolakan Hendra. Tidak biasanya laki-laki itu menolak sarapan bersamanya. Bahkan ia juga merasa kalau Hendra menghindarinya. Sekarang Hendra tak pernah mampir kerumahnya apalagi sarapan bersama disana.
"Hen, aku merasa kamu menghindariku.Apa salahku?" ucap Sita sambil berbisik.
"Des, jaga sikab kamu ini dikantor. Jangan bikin kegaduhan" ucap Hendra lalu meninggalkan Desy menuju kelasnya untuk mengajar.Desy langsung mengejar Hendra.
"Oh, begitu rupanya kamu sekarang ya?, habis manis sepah dibuang, disaat kamu lagi ada masalah sama Istri dan Ibumu aku kau jadikan tong sampah semua masalahmu. Kini ketika masalah sudah usai kau mau membuangku begitu saja" ucap Desy pelan.
Hendra tidak menghiraukan ucapan Desy ia terus melangkah menuju kelas dimana ia mengajar. Desy sangat geram dengan perlakuan Hendra kepadanya, kehadiran Hendra sedikit banyak berpengaruh pada dirinya. Ia menjadi wanita yang tidak kesepian lagi, selama ini ia hanya bertemu suaminya setahun hanya bebetara kali saja saat suaminya singgah itupun di harus menyusul hanya untuk melepaskan rindunya, Saat suaminya libur waktunya juga tidak banyak, biasanya dihabiskan suaminya untuk berkunjung ke tempat saudara-saudaranya dan Mancing, praktis hal ini membuat Desy selalu kesepian.Disaat ada yang mengisi kekosongan hatinya, ia sangat senang tapi mendadak kini Hendra menjauhinya setelah rumah tangganya tidak ada masalah.
Pada saat jam mengajar Desy mengirim pesan pada Hendra.
"Malam ini kamu temui aku, atau aku bongkar perselingkuhan kita" ancam Desy melalui pesan singkatnya.
"Bongkar saja, yang rugi bukan hanya aku tapi kamu juga.Kariermu akan hancur dan suamimu akan menceraikanmu" Hendra mengirim pesan balik pada Desy.
"Sialan, bisa-bisanya dia mengancam balik, liat saja nanti jika aku tidak bisa membuatmu bertekut lutut di kakiku jangan sebut namaku Desy" batin Desy.
Ketika selesai mengajar Hendra memutuskan untuk pulang, sore harinya ia memutuskan untuk menjemput Sita.Dengan motor bebeknya dia membelah jalanan kota menuju tempat kerja Sita. Setibanya disana jam kantor sudah usai banyak para karyawan yang berjalan melaluinya, namun ia belum melihat Sita.Dari kejauhan ia melihat istrinya sedang berjalan beriringan dengan Erwin.Keduanya tampak sangat akrab tak jarang saling melempar candaan hal itu tidak lepas dari pengamatan Hendra.Dadanya berdesir hebat, cemburu membakar hatinya melihat istrinya berdekatan dengan laki-laki lain.
Tbc
Jangan lupa like, comment dan favorite ya men temen
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments