JMB 17. Kamu Kenapa Nak?

Semua nampak lega, Nataya menjelaskan bahwa Tara berhasil melewati masa buruknya tadi. Akan tetapi tetap saja itu bukan berita baik. Tara harus segera menjalani operasi.

" Kapan, bisa dilaksanakan Nat!"

" Secepatnya, pendonor harus melakukan serangkaian tes dulu. Jika memang cocok maka bisa langsung melakukan operasi transplantasi nya."

Yasa paham, ia langsung meminta Nataya untuk melakukan tes agar segera bisa melakukan operasi secepatnya. Sungguh hatinya terasa begitu sakit saat melihat Tara yang sakit. Entah itu benar putranya atau bukan, tapi yang jelas ia akan melakukannya jika memang cocok.

Bukannya tidak percaya dengan cerita Kaluna dan Brisia, namun semuanya terlalu tiba-tiba. Dan terang saja itu tidak masuk dalam akal sehatnya.

" Apa kami bisa masuk Nat?"

" Bisa Kak."

sejenak Kaluna merasa heran, mengapa Yasa dan Dokter Nataya terlihat akrab. Dan panggilan kak tadi, apakah Yasa adalah saudara Nataya?

" Apa Anda tidak tahu kalau kami sepupuan?"

Nataya seakan paham dengan arti tatapan Kaluna. Dokter itu hanya terkekeh geli, rupanya selama ini Kaluna benar-benar tidak tahu identitasnya.

Tara terlihat tidur, Kaluna duduk di kursi tepat sebelah brankar. Yasa bisa melihat betapa hancur hati Kaluna saat ini melihat Tara. Ibu mana yang tidak sakit melihat putranya terbaring dalam keadaan yang sungguh tidak baik meskipun kata Nataya bocah itu sudah stabil.

" Terimakasih Anda sudah mau mendonorkannya pak. Saya berjanji tidak akan mengganggu hidup Anda."

Yasa mengerutkan keningnya. Apa maksud sebenarnya yang dikatakan Kaluna sungguh pria itu belum memahami sepenuhnya. Sedari tadi di apartemen Kaluna selalu mengatakan hal tersebut.

" Sebenarnya maksudmu apa Kal, saya tidak mengerti. Setelah semuainya ini kamu akan pergi begitu. Dan jika benar Tara adalah putraku , kamu juga akan membawanya pergi menjauh dari ku?"

Kaluna memutar tubuhnya dan menghadap ke arah Yasa. Dilihatnya lekat pria yang tengah berdiri dibelakangnya itu. Tara memang putra mereka berdua, tapi baik Kaluna maupun Yasa tidak ada hubungan apapun sebelumnya.

" Pak, saya yakin Anda punya kehidupan sendiri, begitu juga saya. Saya tentu tidak akan mengikat anda dengan adanya Tara. Saya tidak akan masuk dalam hidup Anda. Saya mencari Anda sungguh semata-mata untuk meminta tolong agar Anda mau menyelamatkan putra saya."

" Tapi jika benar dia putraku, lantas kamu akan membawanya pergi dariku setelah dia sembuh begitu?"

Oh Astaga kenapa semuanya jadi kacau, bukan ini yang diinginkan Kaluna. Ia mencari Yasa hanya untuk kesembuhan Taraka dan bukan untuk yang lainya. Lebih-lebih untuk hidup bersama sebagai pasangan, tentu tidak. Kaluna tidak menginginkan itu.

Yasa memijit pangkal hidungnya yang kembali berdenyut. Kali ini ia benar-benar tidak bisa berpikir jernih.

" Kita bicarakan ini nanti, yang terpenting adalah kesembuhan Tara. Aku akan melakukan tes terlebih dahulu. Boy, kamu akan segera sembuh nak."

Setelah mengatakan hal tersebut kepada Kaluna, Yasa mendekatkan dirinya ke arah Tara mencium kening bocah kecil itu. Sudah sayang kah Yasa kepada Tara? Bisa jadi. Tapi yang pasti saat ini sungguh Yasa ingin Tara segera sembuh. Ia ingin bisa melihat senyum bocah kecil itu

Jika Yasa menuju ke ruangan Nataya untuk meminta dilakukan tes sesegera mungkin, maka Raffan dan Vanka menemui Kaluna yang duduk di depan ruang ICU. Ia sejenak keluar untuk menetralkan hatinya. Begitu banyak pertanyaan yang hadir di sana. Soal Dokter Nataya yang rupanya adalah sepupu Yasa dan pertanyaan Yasa mengenai apa yang akan ia lakukan setelah semua ini terjadi.

" Nataya Giandra Lagford, Yasa Naratama Dwilaga. Apa aku melewatkan sesuatu. Bagiamana aku bisa tidak tahu mereka adalah saudara. Aah iya nama belakang mereka berbeda."

Kaluna lalu membuka ponselnya dan mencari artikel mengenai dokter dari putranya tersebut. Mata Kaluna membulat sempurna saat tahu bahwa ayah Nataya dan ayah Yasa adalah kakak beradik. Hanya saja nama belakang Nataya merupakan gabungan dari nama keluarga ayah dan ibunya, Dwilaga dan Linford.

" Ada apa sayang? apakah kamu berhasil membawa ayah dari Tara? Apakah dia mau mendonorkan sumsum tulang belakangnya?"

Rentetan pertanyaan Vanka dijawab anggukan kepala oleh Kaluna. Tapi baik Raffan maupun Vanka tidak bertanya lebih mengenai siapa pria tersebut. Bagi keduanya pria itu sudah mau menolong Tara itu sudah lebih cukup.

" Kal, papa dan mama pulang dulu untuk mengambil baju mu dan mengambil makanan. Kamu belum juga berganti baju bukan. Apa itu baju seragam tempat mu bekerja."

" Iya Ma. tapi tidak usah ma, nanti Kaluna ambil sendiri saja."

" Sayang, sebaiknya kamu di sini saja. Takutnya Tara mencari mu. Masuklah ke dalam dan temani putramu. Biar mama dan papa yang mengambil baju untuk mu."

Kaluna akhirnya pasrah dengan pengaturan sang papa. Apa yang dikatakan papa nya tentu benar adanya. Ia harus selalu ada di sebelah sang putra. Takutnya Tara terbangun dan mencari.

Raffan dan Vanka keluar dari rumah sakit berbarengan dengan Hasna dan Radi yang masuk ke dalam gedung Rumah Sakit Mitra Harapan. Pasangan suami istri itu sedikit berlari. Ya mereka datang ke rumah sakit karena mendapat kabar dari Nataya kalau Tara drop. Keduanya yang baru saja menghadiri gala diner dengan kolega Hasna pun langsung pamit undur diri dan bergegas menuju ke rumah sakit.

" Semoga bukan sesuatu yang ku takutkan kak."

" Berdoa saja sayang, semoga semuanya baik-baik saja."

Keduanya langsung menuju ke ruang ICU karena sebelumnya Nataya juga sudah mengatakan bahwa Tara ada di sana. Akan tetapi sampai di depan ruang tersebut baik Hasna maupun Radi tidak bisa masuk. Di dalam sudah ada wanita yang menunggui Tara. Radi yakin bahwa itu adalah ibu dari Taraka.

" Sayang, sebenarnya wajah Kaluna itu aku sangat familiar. Kemarin saat aku membawa kembali Tara dia memanggilku prof."

" Kak, apa mungkin di salah satu mahasiswa mu dulu yang mungkin juga mahasiswa Yasa. Dan mereka~"

Hasna sungguh tidak bisa melanjutkan ucapannya. Hasna terlalu takut untuk mengakui perbuatan putranya yang menurutnya sangat tidak baik itu.

Akhirnya baik Hasna maupun Radi memutuskan pergi dari depan ruang ICU dan mencari Nataya. Tampaknya keponakannya itu masih berjaga hingga malam. Terlihat Nataya baru saja keluar dari salah satu bangsal, mungkin ia baru selesai melakukan visit pada pasien-pasienya.

" Nat, apakah banyak anak-anak seperti tara. Maksud paman~"

Nataya mengangguk, dokter muda nan berprestasi itu terlihat membuang nafasnya kasar. Ia juga seorang ayah dari dua orang anak. Setiap kali melihat ada pasien anak-anak yang berdatangan membuat dirinya sedih. Nataya memang dokter spesialis anak dan dokter spesialis bedah anak tapi sungguh jika boleh meminta dia tidak ingin ada pasien yang ia tangani.

" Kita tidak bisa memilih penyakit apa yang hadir dalah tubuh kita paman. Sebagai orang tua, tidak akan ada yang ingin anak-anak mereka sakit. Tapi terkadang Allaah memberikan kita ujiannya melalui anak-anak. Mungkin jika boleh memilih, maka dengan senang hati para ornag tua inging menggantikan rasa sakit buah hatinya. Tapi takdir Allaah berkata lain."

Ketiganya tampak terdiam sesat. Radi mungkin tidak pernah merasakan bagaimana sakitnya hati melihat putra putri mereka sakit seperti pasien-pasien Nataya, karena baik Yasa maupun Yara sehat sampai usia mereka dewasa. Tapi ketika melihat Tara sakit begitu membuat hati Radi hancur. Benar kata Nataya, jika bisa ia ingin sekali menggantikan tempat Tara.

" Haaah, terus bagaimana rencana selanjutnya untuk Tara, Nat?"

" Operasi transplantasi paman. Donor sudah ready, kami tadi melakukan tes dan semuanya cocok, sesuai."

Hasna dan Radi saling pandang, jika apa yang dikatakan Nataya benar maka Yasa sudha tahu keberadaan Tara. Melihat wajah penuh praduga dari paman dan bibinya, Nataya hanya tersenyum dan mengangguk.

Mereka kemudian menuju ke ruangan Yasa, satu bangsal yang disiapkan Nataya agar yasa beristirahat dan bersiap untuk operasi besok. Ketiga orang tersebut seketika terkejut saat melihat Yasa mencengkeram rambut nya denagn kedua tangannya.

" Argggghh!!"

" Yas, kamu kenapa nak?"

TBC

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

ingatan Yasa mulai kembali... berasa seperti amnesia akibat benturan itu kepala Yasa...

2024-10-21

0

Danny Muliawati

Danny Muliawati

itu pasti proses penyembuhan daya ingat Yasa setelah di ksh obat SM Bri

2024-09-14

0

Berdo'a saja

Berdo'a saja

kenapa lagi Yasa

2024-01-30

0

lihat semua
Episodes
1 JMB 01. Apa Aku Bisa Sembuh?
2 JMB 02. Selamat Datang Putraku
3 JMB 03. Pilihan Sulit
4 JMB 04. Apakah Boleh?
5 JMB 05. Bukan Salah, Hanya Kurang Tepat
6 JMB 06. Opa Nangis?
7 JMB 07. Masa Lalu #1
8 JMB 08. Masa Lalu #2
9 JMB 09. Ayo Kita Cari
10 JMB 10. Cucu Kita?
11 JMB 11. Jalan Pake Kaki Om, Bukan Mata
12 JMB 12. Mari Buktikan
13 JMB 13. Kondisinya Memburuk
14 JMB 14. Jangan Menangis Bunda
15 JMB 15. Semoga Berhasil
16 JMB 16. Keterkejutan Yasa
17 JMB 17. Kamu Kenapa Nak?
18 JMB 18. Mimpi Yang Terwujud
19 JMB 19. Calon Tunangan Sepupumu
20 JMB 20. Tidak Bisa Bersama, Maaf
21 JMB 21. Gagal Healing
22 JMB 22. Kenapa Jahat
23 JMB 23. Seharusnya Begitu
24 JMB 24. Ayo Menikah!
25 JMB 25. Cinta Tak Harus Memiliki
26 JMB 26. Tidak Ingin Kehilangan Ayahku
27 JMB 27. Hasil Dari Sikap Legowo
28 JMB 28. Muncul Saingan
29 JMB 29. Titik Balik
30 JMB 30. Kerisauan Dua Pikiran
31 JMB 31. Kandidat Calon Mantu
32 JMB 32. Identitas Lain
33 JMB 33. Rahasia Apa Lagi?
34 JMB 34. Keputusan Besar
35 JMB 35. Takut Kehilangan
36 JMB 36. Mencari Ridho Nya Bersama
37 JMB 37. Konspirasi?
38 JMB 38. Mau Dibawa Kemana?
39 JMB 39. Kemana Harus Mencari
40 JMB 40. Pergerakan Surya aka Zion
41 JMB 41. Kerusakan Terjadi
42 JMB 42. Menuju Halal
43 JMB 43. SAH!!!
44 JMB 44. Yang Tersembunyi
45 JMB 45. Kaluna Canggung, Ciara Kesal
46 JMB 46. Bantuan Tara
47 JMB 47. Pertanyaan Tara
48 JMB 48. Grebek
49 JMB 49. Belum Tepat
50 JMB 50. Jangan-Jangan
51 JMB 51. Jadi Berita Besar
52 JMB 52. Banyak Yang Menargetkan
53 JMB 53. Dendam Salah Alamat
54 JMB 54. Malam Kedua Yang Malam Pertama
55 JMB 55. Akankah Masih Bertahan?
56 JMB 56. Bukan Selebritis
57 JMB 57. Cinderela Jadi Upik Abu
58 JMB 58. Apakah Harus Keluar?
59 JMB 59. Pingsan
60 JMB 60. Diluar Nalar
61 JMB 61. Ide Gila
62 JMB 62. Maafkan Aku
63 JMB 63. Pembelaan Kaluna
64 JMB 64. Siapa Dalangnya
65 JMB 65. Cantik Tidak Perlu Buka-Bukaan
66 JMB 66. Bantuan Apa?
67 JMB 67. Bagaimana Bisa Terjerat Ulet Bulu
68 JMB 68.
69 JMB 69. Alah Paling Gimik!
70 JMB 70. Aksi Zion
71 JMB 71. Masa Lalu Yang Belum Selesai
72 JMB 72. Aku Mencintaimu, Istriku
73 JMB 73. Kita Hanya Teman
74 JMB 74.
75 JMB 75. Ada Sesuatu
76 JMB 76. Legowo
77 JMB 77. Ini Apa?
78 JMB 78. Maling Teriak Maling
79 JMB 79. Oleng
80 JMB 80. Tolong!
81 JMB 81. Maafkan Kami
82 JMB 82. Ditolong Malah Nodong
83 JMB 83. Meringkus
84 JMB 84. Mulai Curiga
85 JMB 85. Gagal Maning
86 JMB 86. Belum Menyerah
87 JMB 87. Ngidam?
88 JMB 88. Identitas Lain
89 JMB 89. Penjelasan Tara
90 JMB 90. Niat Baik
91 JMB 91. Menemukan Yang Siap
92 JMB 92.
93 JMB 93. Saya Menerima
94 JMB 94. Apa yang Disembunyikan
95 JMB 95. Mari Lakukan
96 JMB 96. Kekhawatiran Benoit
97 JMB 97. Tamu Datang
98 JMB 98. Tempat Seharusnya
99 JMB 99. Takdir Indah
Episodes

Updated 99 Episodes

1
JMB 01. Apa Aku Bisa Sembuh?
2
JMB 02. Selamat Datang Putraku
3
JMB 03. Pilihan Sulit
4
JMB 04. Apakah Boleh?
5
JMB 05. Bukan Salah, Hanya Kurang Tepat
6
JMB 06. Opa Nangis?
7
JMB 07. Masa Lalu #1
8
JMB 08. Masa Lalu #2
9
JMB 09. Ayo Kita Cari
10
JMB 10. Cucu Kita?
11
JMB 11. Jalan Pake Kaki Om, Bukan Mata
12
JMB 12. Mari Buktikan
13
JMB 13. Kondisinya Memburuk
14
JMB 14. Jangan Menangis Bunda
15
JMB 15. Semoga Berhasil
16
JMB 16. Keterkejutan Yasa
17
JMB 17. Kamu Kenapa Nak?
18
JMB 18. Mimpi Yang Terwujud
19
JMB 19. Calon Tunangan Sepupumu
20
JMB 20. Tidak Bisa Bersama, Maaf
21
JMB 21. Gagal Healing
22
JMB 22. Kenapa Jahat
23
JMB 23. Seharusnya Begitu
24
JMB 24. Ayo Menikah!
25
JMB 25. Cinta Tak Harus Memiliki
26
JMB 26. Tidak Ingin Kehilangan Ayahku
27
JMB 27. Hasil Dari Sikap Legowo
28
JMB 28. Muncul Saingan
29
JMB 29. Titik Balik
30
JMB 30. Kerisauan Dua Pikiran
31
JMB 31. Kandidat Calon Mantu
32
JMB 32. Identitas Lain
33
JMB 33. Rahasia Apa Lagi?
34
JMB 34. Keputusan Besar
35
JMB 35. Takut Kehilangan
36
JMB 36. Mencari Ridho Nya Bersama
37
JMB 37. Konspirasi?
38
JMB 38. Mau Dibawa Kemana?
39
JMB 39. Kemana Harus Mencari
40
JMB 40. Pergerakan Surya aka Zion
41
JMB 41. Kerusakan Terjadi
42
JMB 42. Menuju Halal
43
JMB 43. SAH!!!
44
JMB 44. Yang Tersembunyi
45
JMB 45. Kaluna Canggung, Ciara Kesal
46
JMB 46. Bantuan Tara
47
JMB 47. Pertanyaan Tara
48
JMB 48. Grebek
49
JMB 49. Belum Tepat
50
JMB 50. Jangan-Jangan
51
JMB 51. Jadi Berita Besar
52
JMB 52. Banyak Yang Menargetkan
53
JMB 53. Dendam Salah Alamat
54
JMB 54. Malam Kedua Yang Malam Pertama
55
JMB 55. Akankah Masih Bertahan?
56
JMB 56. Bukan Selebritis
57
JMB 57. Cinderela Jadi Upik Abu
58
JMB 58. Apakah Harus Keluar?
59
JMB 59. Pingsan
60
JMB 60. Diluar Nalar
61
JMB 61. Ide Gila
62
JMB 62. Maafkan Aku
63
JMB 63. Pembelaan Kaluna
64
JMB 64. Siapa Dalangnya
65
JMB 65. Cantik Tidak Perlu Buka-Bukaan
66
JMB 66. Bantuan Apa?
67
JMB 67. Bagaimana Bisa Terjerat Ulet Bulu
68
JMB 68.
69
JMB 69. Alah Paling Gimik!
70
JMB 70. Aksi Zion
71
JMB 71. Masa Lalu Yang Belum Selesai
72
JMB 72. Aku Mencintaimu, Istriku
73
JMB 73. Kita Hanya Teman
74
JMB 74.
75
JMB 75. Ada Sesuatu
76
JMB 76. Legowo
77
JMB 77. Ini Apa?
78
JMB 78. Maling Teriak Maling
79
JMB 79. Oleng
80
JMB 80. Tolong!
81
JMB 81. Maafkan Kami
82
JMB 82. Ditolong Malah Nodong
83
JMB 83. Meringkus
84
JMB 84. Mulai Curiga
85
JMB 85. Gagal Maning
86
JMB 86. Belum Menyerah
87
JMB 87. Ngidam?
88
JMB 88. Identitas Lain
89
JMB 89. Penjelasan Tara
90
JMB 90. Niat Baik
91
JMB 91. Menemukan Yang Siap
92
JMB 92.
93
JMB 93. Saya Menerima
94
JMB 94. Apa yang Disembunyikan
95
JMB 95. Mari Lakukan
96
JMB 96. Kekhawatiran Benoit
97
JMB 97. Tamu Datang
98
JMB 98. Tempat Seharusnya
99
JMB 99. Takdir Indah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!