JMB 04. Apakah Boleh?

Kaluna duduk termenung di depan ruang rawat sang putra. Dengan sisa tabungannya ia membayar biaya administrasi awal untuk rawat inap Taraka. Kaluna memilih berpikir di luar, kebetulan Tara sedang tidur. Lagi pula putranya sungguh sangat sensitif setiap kali Kaluna tengah termangu sang putra akan bertanya.

" Haaah!"

Wanita itu membuang nafasnya kasar. Bagaimana ia akan mendapatkan biaya lebih untuk perawatan Tara di rumah sakit ini. RSMH bukanlah rumah sakit kecil dan tentu saja biaya nya sebanding dengan reputasinya. Kaluna memijit pangkal hidungnya. Ia kembali melihat jumlah saldo di rekeningnya.

" Apakah harus pulang?"

Banyak sekali pertimbangan yang ada dalam benak Kaluna. 6 tahun pergi dari rumah dan tidak pernah memberi kabar, akankah papa nya masih menganggapnya anak? Entahlah, tapi yang jelas Kaluna memang tidak pernah membalas pesan sang mama selama ia meninggalkan rumah.

" Kenapa Kal?"

" Bri, lo kok di sini. Gue lagi pusing. Soal biaya rumah sakit."

" Kok lo nggak bilang sih Kal, biar gue yang urus soal itu."

" Tapi Bri~"

Brisia yang sudah ingin pergi menuju bagian administrasi kembali lagi duduk. Ia menggenggam kedua tangan sang sahabat itu. Brisia tahu Kaluna pasti tidak enak hati saat ini. Tapi Brisia tulus ingin membantu Kaluna. Ia merasa ikut andil dengan

Kejadian yang menimpa sang sahabat.

" Kal, gue ikhlas bantuin lo. Semua demi Tara. Jujur gue ikut ngerasa bersalah dengan apa yang menimpa lo saat ini, andaikan waktu itu~"

" Bri, sudah jangan dibahas. Gue yang kelewat bodoh karena setuju dengan tawaran Clara. Tapi gue nggak nyesel. Tara adalah hal baik dalam hidup gue."

Brisia memeluk Kaluna. Ia kemudian berdiri menuju bagian administrasi dan membayar kekurangan biaya administrasi milik Kaluna. Kaluna sepertinya tidak tahu jika di RSMH ada progam untuk pasien tidak mampu.

🍀🍀🍀

Sore menjelang, suasana halaman rumah milik keluarga Dwilaga dan Rayadinata tampak begitu ramai. Ya Radi dan Hasna terlihat menyambut beberapa sanak saudara yang akan ikut menuju ke rumah calon istri Yasa.

Tampak semua adiknya datang beserta anak dan cucu mereka. Meskipun baru Dika sih yang punya cucu, tapi percayalah itu pun sudah sangat ramai.

" Sayang jangan berlari nak." Suara Naisha rupanya kalah dengan keramaian yang ada di sana. Dua bocah berusia 7 tahun dan 5 tahun itu terus berkejaran hingga satu diantaranya terjatuh tepat di depan Yasa.

" Hati-hati sayang."

" Terimakasih paman. Paman kok ngelamun sih awas nanti ayam tetangga mati lho."

Yasa sontak tertawa mendengar celetukan Nayaka, anak dari adik sepupunya tersebut. Tampaknya gen sang ayah melekat kuat di tubuh bocah 5 tahun itu.

" Nay, jangan ganggu pamanmu."

Suara lantang Nataya membuat bocah tersebut hanya tersenyum kecil sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Nataya menggeleng kecil lalu menggendong putranya tersebut.

" Haish, jangan usil."

" Seperti dirimu Nat."

Tawa kedua nya lepas. Yasa selalu terhibur jika berbicara dengan adik sepupunya itu. Sebenarnya Yasa punya adik perempuan namanya Yara. Yara seorang gadis berusia 22 tahun. Terpaut jauh memang, tapi Yara benar-benar tengah sibuk berkuliah di luar negri. Bahkan acara pertunangan sang kakak saja dia tidak bisa pulang.

" Nayaka sama ibu dulu ya, ayah mau bicara sama paman."

Nataya memberikan sang putra kepada istrinya. Naisha tentu tahu kalau suami dan kakak iparnya itu sedang ingin membicarakan sesuatu yang serius.

" Gimana kak, apakah sudah punya keputusan pasti untuk malam ini."

" Sepertinya begitu. Aku benar-benar tidak tahu apa yang aku lupakan. Tapi pertunangan ini memang harus terjadi bukan. Tidak mungkin aku membatalkan pertunangan hanya karena hati ku dan pikiranku tidak tenang. Ayo, sudah magrib. Mari menjalankan kewajiban bersama. Semua pasti sudah siap di mushola."

Nataya mengangguk, ia sebenarnya masih merasa tidak puas dengan jawaban Yasa. Akan tetapi tentu Nataya hanya bisa menghormati keputusan kaka sepupunya itu. Mungkin ini yang dinamakan godaan sebelum menikah.

**

**

Rombongan keluarga Yasa pun mulia memarkirkan satu persatu di depan rumah Ciara. Seseorang menyambut mereka di depan rumah lalu mengantarkan rombongan keluarga calon besan itu untuk menuju halaman belakang rumah yang di sulap untuk acara pertunangan.

Tampak binar kebahagiaan di wajah Ciara. Gadis cantik itu semakin cantik dengan kebaya berwarna baby pink yang menempel di tubuhnya. Dekorasi latar belakang yang akan digunaan untuk bertukar cincin juga sangat cantik menambah keindahan acara malam tersebut.

Namun ada satu hal lain yang ditangkap Ciara terhadap Yasa. Calon suaminya itu tidak terlihat bahagia malam itu. Tidak seperti dirinya yang sangat tidak sabar menantikan acara ini, tampaknya Yasa malah seperti terbebani.

" Kak Yasa kenapa, ko wajahnya begitu muram. Apa dia belum siap untuk serius berhubungan dengan ku?"

Ciara bergumam dalam hati. Jalinan kisah mereka memang belumlah lama. Baru sekitar 6 bulan mereka bersama, dan yang meminta hubungan ini segera diresmikan memanglah orang tua Yasa. Radi yang sangat prihatin dengan banyaknya kasus hamil di luar nikah yang terjadi di luaran sana menjadi sedikit parno.

Salahkan Radi? tentu tidak, jika Yasa menolak maka Radi pun tidak akan memaksa. Namun, rupanya Yasa tidak menolak usulan sang ayah tersebut.

" Kak, ada apa. kok gitu wajahnya. Senyum dong."

Satu kalimat disampaikan sang ibu yang duduk di sebelah kiri Yasa. Hasna sedari tadi menangkap kegelisahan di wajah putra sulung nya itu. Beberapa hari menuju acara pertunangan ini bukannya antusias Yasa malah semakin murung.

Yasa menoleh ke arah sang ibu, mencoba mencari ketenangan dengan menggenggam tangan Hasna. Hasna pun mengusap lembut punggung tangan sang putra sambil tersenyum.

" Ibu tahu kamu pasti gugup. Ini belum seberapa lho. Kamu akan lebih gugup lagi saat menjabat tangan ayah Ciara di meja akad nanti. Semua orang mengalami itu. Ibu dan ayah pun sama waktu kami menikah dulu."

Hasna tersenyum kecil saat mengingat bagaimana perjalanan cinta nya dengan sang suami. Menikahi dosen pembimbing skripsinya, itulah kisah Hasna yang tidak akan pernah dilupakan oleh wanita berusia 52 tahun itu. ( Eh Has, kok udah tua aja sih hahaha, author mode ngledek.)

Yasa mengangguk paham. Benar yang dikatakan sang ibu, mungkin ini adalah kecemasan menjelang acara berlangsung. Tapi saat ia mencoba merenungi apa yang ia pikirkan tetapi satu sudut hatinya mengatakan bahwa semua ini tidak benar. Semua yang ada di depannya ini salah. Tidak cintakah ia terhadap Ciara? entah, Yasa sendiri tidak tahu. Melihat gadis itu seperti mebuatnya teringat akan seseorang, tapi sekeras apapun ia berusaha tetap tidak bisa mengingatnya.

" Bu, apakah aku boleh menggagalkan pertunangan ini?"

" Apa!"

Yasa Naratama Dwilaga

Pict. By pint

TBC

Terpopuler

Comments

nokdenok

nokdenok

saran aja thor,,nanti kalau bikin cerita lagi,,nama karakternya yg lbh bagus lagi laahh,,ini cerita bagua yapi nama2nua yh bikin ha sreek

2025-03-26

0

Tyaz Wahyu

Tyaz Wahyu

miles wei

2024-12-28

0

Fani Indriyani

Fani Indriyani

maaf thor clara ma ciara orang yg berbeda ta sama,soalnya wktu kejadian kaluna kan clara sdngkan calon tunangan yasa ciara,kalo memang sama berarti dia nih biang keroknya

2024-11-08

1

lihat semua
Episodes
1 JMB 01. Apa Aku Bisa Sembuh?
2 JMB 02. Selamat Datang Putraku
3 JMB 03. Pilihan Sulit
4 JMB 04. Apakah Boleh?
5 JMB 05. Bukan Salah, Hanya Kurang Tepat
6 JMB 06. Opa Nangis?
7 JMB 07. Masa Lalu #1
8 JMB 08. Masa Lalu #2
9 JMB 09. Ayo Kita Cari
10 JMB 10. Cucu Kita?
11 JMB 11. Jalan Pake Kaki Om, Bukan Mata
12 JMB 12. Mari Buktikan
13 JMB 13. Kondisinya Memburuk
14 JMB 14. Jangan Menangis Bunda
15 JMB 15. Semoga Berhasil
16 JMB 16. Keterkejutan Yasa
17 JMB 17. Kamu Kenapa Nak?
18 JMB 18. Mimpi Yang Terwujud
19 JMB 19. Calon Tunangan Sepupumu
20 JMB 20. Tidak Bisa Bersama, Maaf
21 JMB 21. Gagal Healing
22 JMB 22. Kenapa Jahat
23 JMB 23. Seharusnya Begitu
24 JMB 24. Ayo Menikah!
25 JMB 25. Cinta Tak Harus Memiliki
26 JMB 26. Tidak Ingin Kehilangan Ayahku
27 JMB 27. Hasil Dari Sikap Legowo
28 JMB 28. Muncul Saingan
29 JMB 29. Titik Balik
30 JMB 30. Kerisauan Dua Pikiran
31 JMB 31. Kandidat Calon Mantu
32 JMB 32. Identitas Lain
33 JMB 33. Rahasia Apa Lagi?
34 JMB 34. Keputusan Besar
35 JMB 35. Takut Kehilangan
36 JMB 36. Mencari Ridho Nya Bersama
37 JMB 37. Konspirasi?
38 JMB 38. Mau Dibawa Kemana?
39 JMB 39. Kemana Harus Mencari
40 JMB 40. Pergerakan Surya aka Zion
41 JMB 41. Kerusakan Terjadi
42 JMB 42. Menuju Halal
43 JMB 43. SAH!!!
44 JMB 44. Yang Tersembunyi
45 JMB 45. Kaluna Canggung, Ciara Kesal
46 JMB 46. Bantuan Tara
47 JMB 47. Pertanyaan Tara
48 JMB 48. Grebek
49 JMB 49. Belum Tepat
50 JMB 50. Jangan-Jangan
51 JMB 51. Jadi Berita Besar
52 JMB 52. Banyak Yang Menargetkan
53 JMB 53. Dendam Salah Alamat
54 JMB 54. Malam Kedua Yang Malam Pertama
55 JMB 55. Akankah Masih Bertahan?
56 JMB 56. Bukan Selebritis
57 JMB 57. Cinderela Jadi Upik Abu
58 JMB 58. Apakah Harus Keluar?
59 JMB 59. Pingsan
60 JMB 60. Diluar Nalar
61 JMB 61. Ide Gila
62 JMB 62. Maafkan Aku
63 JMB 63. Pembelaan Kaluna
64 JMB 64. Siapa Dalangnya
65 JMB 65. Cantik Tidak Perlu Buka-Bukaan
66 JMB 66. Bantuan Apa?
67 JMB 67. Bagaimana Bisa Terjerat Ulet Bulu
68 JMB 68.
69 JMB 69. Alah Paling Gimik!
70 JMB 70. Aksi Zion
71 JMB 71. Masa Lalu Yang Belum Selesai
72 JMB 72. Aku Mencintaimu, Istriku
73 JMB 73. Kita Hanya Teman
74 JMB 74.
75 JMB 75. Ada Sesuatu
76 JMB 76. Legowo
77 JMB 77. Ini Apa?
78 JMB 78. Maling Teriak Maling
79 JMB 79. Oleng
80 JMB 80. Tolong!
81 JMB 81. Maafkan Kami
82 JMB 82. Ditolong Malah Nodong
83 JMB 83. Meringkus
84 JMB 84. Mulai Curiga
85 JMB 85. Gagal Maning
86 JMB 86. Belum Menyerah
87 JMB 87. Ngidam?
88 JMB 88. Identitas Lain
89 JMB 89. Penjelasan Tara
90 JMB 90. Niat Baik
91 JMB 91. Menemukan Yang Siap
92 JMB 92.
93 JMB 93. Saya Menerima
94 JMB 94. Apa yang Disembunyikan
95 JMB 95. Mari Lakukan
96 JMB 96. Kekhawatiran Benoit
97 JMB 97. Tamu Datang
98 JMB 98. Tempat Seharusnya
99 JMB 99. Takdir Indah
Episodes

Updated 99 Episodes

1
JMB 01. Apa Aku Bisa Sembuh?
2
JMB 02. Selamat Datang Putraku
3
JMB 03. Pilihan Sulit
4
JMB 04. Apakah Boleh?
5
JMB 05. Bukan Salah, Hanya Kurang Tepat
6
JMB 06. Opa Nangis?
7
JMB 07. Masa Lalu #1
8
JMB 08. Masa Lalu #2
9
JMB 09. Ayo Kita Cari
10
JMB 10. Cucu Kita?
11
JMB 11. Jalan Pake Kaki Om, Bukan Mata
12
JMB 12. Mari Buktikan
13
JMB 13. Kondisinya Memburuk
14
JMB 14. Jangan Menangis Bunda
15
JMB 15. Semoga Berhasil
16
JMB 16. Keterkejutan Yasa
17
JMB 17. Kamu Kenapa Nak?
18
JMB 18. Mimpi Yang Terwujud
19
JMB 19. Calon Tunangan Sepupumu
20
JMB 20. Tidak Bisa Bersama, Maaf
21
JMB 21. Gagal Healing
22
JMB 22. Kenapa Jahat
23
JMB 23. Seharusnya Begitu
24
JMB 24. Ayo Menikah!
25
JMB 25. Cinta Tak Harus Memiliki
26
JMB 26. Tidak Ingin Kehilangan Ayahku
27
JMB 27. Hasil Dari Sikap Legowo
28
JMB 28. Muncul Saingan
29
JMB 29. Titik Balik
30
JMB 30. Kerisauan Dua Pikiran
31
JMB 31. Kandidat Calon Mantu
32
JMB 32. Identitas Lain
33
JMB 33. Rahasia Apa Lagi?
34
JMB 34. Keputusan Besar
35
JMB 35. Takut Kehilangan
36
JMB 36. Mencari Ridho Nya Bersama
37
JMB 37. Konspirasi?
38
JMB 38. Mau Dibawa Kemana?
39
JMB 39. Kemana Harus Mencari
40
JMB 40. Pergerakan Surya aka Zion
41
JMB 41. Kerusakan Terjadi
42
JMB 42. Menuju Halal
43
JMB 43. SAH!!!
44
JMB 44. Yang Tersembunyi
45
JMB 45. Kaluna Canggung, Ciara Kesal
46
JMB 46. Bantuan Tara
47
JMB 47. Pertanyaan Tara
48
JMB 48. Grebek
49
JMB 49. Belum Tepat
50
JMB 50. Jangan-Jangan
51
JMB 51. Jadi Berita Besar
52
JMB 52. Banyak Yang Menargetkan
53
JMB 53. Dendam Salah Alamat
54
JMB 54. Malam Kedua Yang Malam Pertama
55
JMB 55. Akankah Masih Bertahan?
56
JMB 56. Bukan Selebritis
57
JMB 57. Cinderela Jadi Upik Abu
58
JMB 58. Apakah Harus Keluar?
59
JMB 59. Pingsan
60
JMB 60. Diluar Nalar
61
JMB 61. Ide Gila
62
JMB 62. Maafkan Aku
63
JMB 63. Pembelaan Kaluna
64
JMB 64. Siapa Dalangnya
65
JMB 65. Cantik Tidak Perlu Buka-Bukaan
66
JMB 66. Bantuan Apa?
67
JMB 67. Bagaimana Bisa Terjerat Ulet Bulu
68
JMB 68.
69
JMB 69. Alah Paling Gimik!
70
JMB 70. Aksi Zion
71
JMB 71. Masa Lalu Yang Belum Selesai
72
JMB 72. Aku Mencintaimu, Istriku
73
JMB 73. Kita Hanya Teman
74
JMB 74.
75
JMB 75. Ada Sesuatu
76
JMB 76. Legowo
77
JMB 77. Ini Apa?
78
JMB 78. Maling Teriak Maling
79
JMB 79. Oleng
80
JMB 80. Tolong!
81
JMB 81. Maafkan Kami
82
JMB 82. Ditolong Malah Nodong
83
JMB 83. Meringkus
84
JMB 84. Mulai Curiga
85
JMB 85. Gagal Maning
86
JMB 86. Belum Menyerah
87
JMB 87. Ngidam?
88
JMB 88. Identitas Lain
89
JMB 89. Penjelasan Tara
90
JMB 90. Niat Baik
91
JMB 91. Menemukan Yang Siap
92
JMB 92.
93
JMB 93. Saya Menerima
94
JMB 94. Apa yang Disembunyikan
95
JMB 95. Mari Lakukan
96
JMB 96. Kekhawatiran Benoit
97
JMB 97. Tamu Datang
98
JMB 98. Tempat Seharusnya
99
JMB 99. Takdir Indah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!