JMB 02. Selamat Datang Putraku

Sebuah pesta pertunangan siap akan digelar. Hanya tinggal 2 hari lagi dan semua orang sudah mendapatkan undangannya. Namun seorang pemuda tampan dengan tinggi 178 cm itu malah terlihat termenung. Tampak sebuah beban berat yang ia rasakan.

" Laaah, orang mau otw married kok malah asem bener sih mukanya kak."

Pria berusia 30 tahun itu sedikit terkejut saat seseorang menepuk punggungnya pelan.

" Ah Nat, sejak kapan kesini?"

" Tadi dari rumah sakit langsung ke sini. Oh iya Naisha sama bocil besok kesininya. Kenapa sih kak, kok kayaknya kusut gitu. Ada yang dipikirin?"

Meskipun usia Nataya lebih tua beberapa bulan dari Yasa, ia tetap memanggil kakak pada anak pamannya tersebut. Dokter muda yang kini sudah menjadi dokter spesialis bedah anak itu sedari tadi melihat keanehan dari diri sang kakak sepupu. Jika biasanya orang yang akan menikah akan terlihat rona kebahagiaan ini tidak terlihat sama sekali di wajah Yasa.

" Ada apa kak, coba beritahu. Kakak sepertinya sangat tertekan."

" Entah Nat, aku merasa seperti sedang berada di tepi jurang saat ini. Aku tidak tahu apakah keputusanku menikahi Ciara benar atau tidak. Aku merasa ada sesuatu yang salah dalam diriku tapi aku sama sekali tidak bisa menemukan apa itu."

Nataya mengerutkan keningnya. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan Yasa. Tapi Nataya tetap berusaha mendengarkan setiap cerita Yasa tersebut. Ada satu hal yang membuat Nataya merasa sedikit aneh dengan raut wajah yang Yasa tampilkan.

" Apa ada sesuatu yang menganggu mu kak?"

" Entahlah Nat. Aku merasa ada sesuatu yang terlewat."

" Istikharah lah kak, minta petunjuk sama Yang Maha Kuasa. Meminta lah dengan sungguh-sungguh. "

Yasa mengangguk, upacara pertunangannya akan digelar besok dan sebulan kemudian ia akan menikah dengan Ciara, gadis yang beberapa bulan ini dekat dengannya. Tidak ada yang salah dengan Ciara, gadis tersebut adalah gadis yang baik. saat pertama kali melihat Ciara, Yasa sepeti sudah mengenalnya. Siapa sangka ternyata Ciara adalah mantan mahasiswa nya dulu.

Yasa dan Ciara bertemu saat mereka tengah berada di sebuah toko buku. Bukan untuk membeli buku sebenarnya tapi Yasa sedang membeli alat lukis. Pria itu gemar sekali melukis, sehingga beberapa waktu sekali ia akan datang untuk mencari kanvas.

Singkat cerita mereka berhubungan dengan baik karena Ciara mengatakan memiliki hobi yang sama dengan Yasa. Lambat laun Ciara mulai menaruh hati kepada Yasa. Awalnya Yasa tidak merasakan hal yang sama hingga Ciara meminta Yasa untuk menjadi kekasihnya.

Entah apa yang dipikirkan Yasa, pria itu menyanggupi keinginan Ciara. Yasa membawa Ciara kehadapan ayah dan ibu nya dan sang ayah meminta mereka untuk serius dalam berhubungan. Radi, ayah Yasa tidak ingin Yasa terlalu lama berpacaran. Pria paruh baya tersebut tentu khawatir pergaulan anak sekarang yang diluar batas, meski ia yakin putra nya tidak akan melakukan hal-hal seperti itu. Dan pada akhirnya terjadilah pertunangan ini yang akan digelar besok.

Sepulangnya Nataya, Yasa masuk ke kamar dan kembali termenung. Ia akhirnya menuju ke kamar mandi, mengambil wudhu lalu membentangkan sajadahnya. Berharap menemukan jawaban dari kegundahan hatinya selama ini.

" Ya Raab, apa sebenarnya yang terjadi pada diriku. Mengapa aku merasa rencana pertunangan dan pernikahan ini adalah sebuah kesalahan. Lalu apa yang terjadi sebenarnya dengan masa lalu ku. Aku sama sekali tidak mengingat akan hal itu. Apa yang sudah aku lewatkan. tolong beri aku jawaban. Tolong berikan hamba-Mu ini sebuah petunjuk. Amiin."

*

*

*

Di dalam sebuah bus terlihat ibu dan anak duduk bersebelahan. Sang ibu memangku kepala sang anak agar bisa tidur sedikit lebih nyaman meskipun juga tidak nyaman. Tapi ibu itu berusaha membuat sang putra lebih nyaman.

" Halo Kal, lo serius mau balik."

" Iya Bri, gue bakalan balik. Apa lo bisa bantu gue buat nyari tempat tinggal."

" Lo tenang aja, gue ada rumah kok di kota J. Nanti kalau udah mau sampai terminal lo kabarin gue ya. Gue jemput."

Kaluna, wanita itu menutup panggilannya terhadap sang teman. Ya, ia memutuskan membawa Tara kembali ke ibu kota. Bukan untuk menemui ayah biologis Taraka, tapi untuk menemui dokter yang direkomendasikan oleh dokter di rumah sakit sebelumnya di kota S. Dokter tersebut mengatakan untuk Kaluna berkonsultasi dengan dokter yang ada di kota J mengenai keadaan sang putra.

" Apakah aku akan pulang? Tidak sepertinya aku tidak akan pulang. Mereka pasti tidak akan menerimaku. Bukan salah mereka. Semua adalah salah ku.

" Apa yang kau sembunyikan Kal, mengapa kau begitu melindungi pria itu. Apa yang sebenarnya terjadi. Papa nggak habis pikir. Kamu tidak mau mengatakan siapa ayah dari bayimu itu. Terus kamu mau apa sekarang hah. Ya Allaah, apa ini karma ku. Sebaiknya kau interopeksi diri Kal. Setelah kamu siap, kembalilah ke rumah dan katakan siapa pria itu."

" Pa sudah, jangan begitu. Kaluna memang salah tapi sebagai orang tua seharusnya kita mengayomi nya pa. mari kita cari tahu dulu."

Kaluna memejamkan matanya saat mengingat betapa marahnya sang papa saat itu dan betapa pias nya wajah sang mama. Ya, semuanya adalah salah nya. Hanya karena sebuah taruhan dia melakukan hal yang tidak pantas.

Tapi semuanya kini bagai karma untuknya. Putra nya sakit, hatinya hancur mengetahui hal tersebut. Seakan ini adalah balasan Tuhan atas semua perbuatannya. Kaluna memilih pergi dan kukuh tidak mengatakan siapa pria yang telah membuatnya berbadan dua. Berkali-kali Kaluna menangis jika melihat wajah putranya. Anak sekecil itu harus menanggung sakit yang luar biasa.

Sekitar 9 jam perjalanan dari kota S ke kota J. Sekarang tentu jauh lebih cepat karena adanya jalan bebas hambatan. Kaluna menggendong Tara yang masih tertidur untuk kemudian turun dari bus saat sudah sampai di terminal. Wanita itu meminta tolong kepada kernet bus untuk menurunkan barang-barangnya yang ada di bagasi bus.

Kaluna menatap langit yang masih gelap itu. Mengambil nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Matanya sesaat terpejam merasakan hawa kota kelahirannya yang sudah 6 tahun ia tinggalkan.

" Haaaah, akhirnya aku pulang. Selamat datang putra ku, ini adalah rumah bunda yang sebenarnya. Bunda harap kamu bisa lebih sehat dan lebih baik lagi berada di sini. Semoga ada harapan untuk sembuh meski tidak dengan mendapatkan donor sumsum tulang belakang dari ayah kandung mu."

Kaluna menaruh harapan besar di kota kelahirannya itu. Harapan untuk putranya untuk bisa sembuh dan mewujudkan keinginan sang putra untuk bisa bersekolah seperti anak-anak seusianya.

TBC

Terpopuler

Comments

Fani Indriyani

Fani Indriyani

oh apa yasa setelah kejadian dikasih pil penghilang ingatan ma bri ya,soalnya dikisah tara jg sama,tara sempet dikasih,pil ma musuhnya tp untung ada bri jd dkasih,penawarnya,makin penasaran ada apa ma yasa dan luna,mengapa luna bilang gr2 taruhan dia sampai melakukannya🤔🤔

2024-11-08

1

Sandisalbiah

Sandisalbiah

wajar sih kalau Kaluna memilih bungkam iti krn emang kesalahannya yg membuat taruhan konyol dgn mempertaruhkan masa depannyan juga tanpa memikirkan perasaan orang tua nya.. hah.. Kaluna..

2024-10-21

0

DozkyCrazy

DozkyCrazy

wooow wooow

2024-05-22

0

lihat semua
Episodes
1 JMB 01. Apa Aku Bisa Sembuh?
2 JMB 02. Selamat Datang Putraku
3 JMB 03. Pilihan Sulit
4 JMB 04. Apakah Boleh?
5 JMB 05. Bukan Salah, Hanya Kurang Tepat
6 JMB 06. Opa Nangis?
7 JMB 07. Masa Lalu #1
8 JMB 08. Masa Lalu #2
9 JMB 09. Ayo Kita Cari
10 JMB 10. Cucu Kita?
11 JMB 11. Jalan Pake Kaki Om, Bukan Mata
12 JMB 12. Mari Buktikan
13 JMB 13. Kondisinya Memburuk
14 JMB 14. Jangan Menangis Bunda
15 JMB 15. Semoga Berhasil
16 JMB 16. Keterkejutan Yasa
17 JMB 17. Kamu Kenapa Nak?
18 JMB 18. Mimpi Yang Terwujud
19 JMB 19. Calon Tunangan Sepupumu
20 JMB 20. Tidak Bisa Bersama, Maaf
21 JMB 21. Gagal Healing
22 JMB 22. Kenapa Jahat
23 JMB 23. Seharusnya Begitu
24 JMB 24. Ayo Menikah!
25 JMB 25. Cinta Tak Harus Memiliki
26 JMB 26. Tidak Ingin Kehilangan Ayahku
27 JMB 27. Hasil Dari Sikap Legowo
28 JMB 28. Muncul Saingan
29 JMB 29. Titik Balik
30 JMB 30. Kerisauan Dua Pikiran
31 JMB 31. Kandidat Calon Mantu
32 JMB 32. Identitas Lain
33 JMB 33. Rahasia Apa Lagi?
34 JMB 34. Keputusan Besar
35 JMB 35. Takut Kehilangan
36 JMB 36. Mencari Ridho Nya Bersama
37 JMB 37. Konspirasi?
38 JMB 38. Mau Dibawa Kemana?
39 JMB 39. Kemana Harus Mencari
40 JMB 40. Pergerakan Surya aka Zion
41 JMB 41. Kerusakan Terjadi
42 JMB 42. Menuju Halal
43 JMB 43. SAH!!!
44 JMB 44. Yang Tersembunyi
45 JMB 45. Kaluna Canggung, Ciara Kesal
46 JMB 46. Bantuan Tara
47 JMB 47. Pertanyaan Tara
48 JMB 48. Grebek
49 JMB 49. Belum Tepat
50 JMB 50. Jangan-Jangan
51 JMB 51. Jadi Berita Besar
52 JMB 52. Banyak Yang Menargetkan
53 JMB 53. Dendam Salah Alamat
54 JMB 54. Malam Kedua Yang Malam Pertama
55 JMB 55. Akankah Masih Bertahan?
56 JMB 56. Bukan Selebritis
57 JMB 57. Cinderela Jadi Upik Abu
58 JMB 58. Apakah Harus Keluar?
59 JMB 59. Pingsan
60 JMB 60. Diluar Nalar
61 JMB 61. Ide Gila
62 JMB 62. Maafkan Aku
63 JMB 63. Pembelaan Kaluna
64 JMB 64. Siapa Dalangnya
65 JMB 65. Cantik Tidak Perlu Buka-Bukaan
66 JMB 66. Bantuan Apa?
67 JMB 67. Bagaimana Bisa Terjerat Ulet Bulu
68 JMB 68.
69 JMB 69. Alah Paling Gimik!
70 JMB 70. Aksi Zion
71 JMB 71. Masa Lalu Yang Belum Selesai
72 JMB 72. Aku Mencintaimu, Istriku
73 JMB 73. Kita Hanya Teman
74 JMB 74.
75 JMB 75. Ada Sesuatu
76 JMB 76. Legowo
77 JMB 77. Ini Apa?
78 JMB 78. Maling Teriak Maling
79 JMB 79. Oleng
80 JMB 80. Tolong!
81 JMB 81. Maafkan Kami
82 JMB 82. Ditolong Malah Nodong
83 JMB 83. Meringkus
84 JMB 84. Mulai Curiga
85 JMB 85. Gagal Maning
86 JMB 86. Belum Menyerah
87 JMB 87. Ngidam?
88 JMB 88. Identitas Lain
89 JMB 89. Penjelasan Tara
90 JMB 90. Niat Baik
91 JMB 91. Menemukan Yang Siap
92 JMB 92.
93 JMB 93. Saya Menerima
94 JMB 94. Apa yang Disembunyikan
95 JMB 95. Mari Lakukan
96 JMB 96. Kekhawatiran Benoit
97 JMB 97. Tamu Datang
98 JMB 98. Tempat Seharusnya
99 JMB 99. Takdir Indah
Episodes

Updated 99 Episodes

1
JMB 01. Apa Aku Bisa Sembuh?
2
JMB 02. Selamat Datang Putraku
3
JMB 03. Pilihan Sulit
4
JMB 04. Apakah Boleh?
5
JMB 05. Bukan Salah, Hanya Kurang Tepat
6
JMB 06. Opa Nangis?
7
JMB 07. Masa Lalu #1
8
JMB 08. Masa Lalu #2
9
JMB 09. Ayo Kita Cari
10
JMB 10. Cucu Kita?
11
JMB 11. Jalan Pake Kaki Om, Bukan Mata
12
JMB 12. Mari Buktikan
13
JMB 13. Kondisinya Memburuk
14
JMB 14. Jangan Menangis Bunda
15
JMB 15. Semoga Berhasil
16
JMB 16. Keterkejutan Yasa
17
JMB 17. Kamu Kenapa Nak?
18
JMB 18. Mimpi Yang Terwujud
19
JMB 19. Calon Tunangan Sepupumu
20
JMB 20. Tidak Bisa Bersama, Maaf
21
JMB 21. Gagal Healing
22
JMB 22. Kenapa Jahat
23
JMB 23. Seharusnya Begitu
24
JMB 24. Ayo Menikah!
25
JMB 25. Cinta Tak Harus Memiliki
26
JMB 26. Tidak Ingin Kehilangan Ayahku
27
JMB 27. Hasil Dari Sikap Legowo
28
JMB 28. Muncul Saingan
29
JMB 29. Titik Balik
30
JMB 30. Kerisauan Dua Pikiran
31
JMB 31. Kandidat Calon Mantu
32
JMB 32. Identitas Lain
33
JMB 33. Rahasia Apa Lagi?
34
JMB 34. Keputusan Besar
35
JMB 35. Takut Kehilangan
36
JMB 36. Mencari Ridho Nya Bersama
37
JMB 37. Konspirasi?
38
JMB 38. Mau Dibawa Kemana?
39
JMB 39. Kemana Harus Mencari
40
JMB 40. Pergerakan Surya aka Zion
41
JMB 41. Kerusakan Terjadi
42
JMB 42. Menuju Halal
43
JMB 43. SAH!!!
44
JMB 44. Yang Tersembunyi
45
JMB 45. Kaluna Canggung, Ciara Kesal
46
JMB 46. Bantuan Tara
47
JMB 47. Pertanyaan Tara
48
JMB 48. Grebek
49
JMB 49. Belum Tepat
50
JMB 50. Jangan-Jangan
51
JMB 51. Jadi Berita Besar
52
JMB 52. Banyak Yang Menargetkan
53
JMB 53. Dendam Salah Alamat
54
JMB 54. Malam Kedua Yang Malam Pertama
55
JMB 55. Akankah Masih Bertahan?
56
JMB 56. Bukan Selebritis
57
JMB 57. Cinderela Jadi Upik Abu
58
JMB 58. Apakah Harus Keluar?
59
JMB 59. Pingsan
60
JMB 60. Diluar Nalar
61
JMB 61. Ide Gila
62
JMB 62. Maafkan Aku
63
JMB 63. Pembelaan Kaluna
64
JMB 64. Siapa Dalangnya
65
JMB 65. Cantik Tidak Perlu Buka-Bukaan
66
JMB 66. Bantuan Apa?
67
JMB 67. Bagaimana Bisa Terjerat Ulet Bulu
68
JMB 68.
69
JMB 69. Alah Paling Gimik!
70
JMB 70. Aksi Zion
71
JMB 71. Masa Lalu Yang Belum Selesai
72
JMB 72. Aku Mencintaimu, Istriku
73
JMB 73. Kita Hanya Teman
74
JMB 74.
75
JMB 75. Ada Sesuatu
76
JMB 76. Legowo
77
JMB 77. Ini Apa?
78
JMB 78. Maling Teriak Maling
79
JMB 79. Oleng
80
JMB 80. Tolong!
81
JMB 81. Maafkan Kami
82
JMB 82. Ditolong Malah Nodong
83
JMB 83. Meringkus
84
JMB 84. Mulai Curiga
85
JMB 85. Gagal Maning
86
JMB 86. Belum Menyerah
87
JMB 87. Ngidam?
88
JMB 88. Identitas Lain
89
JMB 89. Penjelasan Tara
90
JMB 90. Niat Baik
91
JMB 91. Menemukan Yang Siap
92
JMB 92.
93
JMB 93. Saya Menerima
94
JMB 94. Apa yang Disembunyikan
95
JMB 95. Mari Lakukan
96
JMB 96. Kekhawatiran Benoit
97
JMB 97. Tamu Datang
98
JMB 98. Tempat Seharusnya
99
JMB 99. Takdir Indah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!