Bab 18

POV AUREL

"Apa maksudmu dengan bersuami?" tanya majikanku tertegun tak jauh dari kami.

Heh... dasar sok jual mahal. Pura pura menghindari padahal menikmati.

Dasar laki laki.

"Jadi anda benar benar tidak mengenal kekasih anda ini ya?" ucapku tenang namun penuh makna.

" Dia bukan kekasihku" sanggah Nathan dengan tegas.

"Dia bukan apa apa ku, dari segi manapun, atau di kehidupan manapun, dia bukan siapa siapa bagiku. Hanya parasit yang perlu dibasmi" imbuhnya dengan mata nyalang kearah Lily.

"Kamu akan menyesal, Nat" balas Lily mendesis. Aku semakin mengetatkan kuncian tanganku pada lengannya. Namun kini dia tak mengaduh, hanya menahan nafas.

"Kamu yang akan menyesal jika macam macam kembali" ancamku di telinganya.

Aku mendorongnya keluar dari pintu resort. Saat hendak menutup pintu, tanganku tertahan oleh ucapannya.

"Suatu saat kamu akan memohon padaku demi ayahmu" ucapnya datar dengan senyum miring dan tatapan iblis mengarah padaku.

Ya, dia mengenaliku.

Tapi apa lagi yang dia rencanakan kali ini. Setelah dia mengambil semua yang aku miliki, dia memiliki rencana lain.

"Apa kamu mengenalnya?" tanya Nathan padaku saat penyihir itu telah pergi.

"Hn.. dia perebut suami sekaligus ayah temanku" jawabku enteng sembari melangkahkan kaki ke kamar mandi.

Aku menangis lagi kala teringat bagaimana shocknya mama kala ayah membawa wanita itu ke rumah dan mengakui status mereka.

Tak kan kubiarkan dia mengambil apa yang menjadi milik mama.

Ingin rasanya aku melampiaskan amarahku pada cermin yang tengah ku tatap dengan nyalang.

Seandainya bisa berteriak dengan sekencang kencangnya, mungkin aku bisa membuat geger kawasan resort ini.

Sesak dan sakit terasa di dada ini.

Hampir saja aku jatuh dalam pesona dan sentuhan Nathan tadi malam.

Kepolosanku tampaknya sudah membuatnya terpesona. Meski dia beralasan merindukan mantan istrinya, namun aku tahu kalau itu hanya alasannya saja agar aku tak membencinya.

Laki laki, jika sudah dikuasai nafsu, mereka tak akan melihat siapa yang menjadi korban pemuas nafsu mereka, tanpa memperdulikan siapa yang mereka sakiti .

Dan itulah yang terjadi pada ayah.

POV AUTHOR

3 bulan berlalu.

"Bu Minah, Aurel mana bu?" tanya Nathan sepulang dari kantor.

Biasanya saat pulang dari kantor dia selalu mendapati sang anak tengah bermain di depan tv atau di taman bersama Aurel. Namun sore ini dia tak menemukan keberadaan keduanya.

"Non Aurel lagi ke kampus, tuan. Katanya ada revisi tugas. Kalo den Ethan lagi bobo" jawab Aminah menerangkan.

Aminah bisa melihat ada kegundahan dalam ekspresi sang majikan. Dia pun mengetahui jika majikan super dinginnya ini menaruh hati pada pengasuh sang anak.

Hingga malam, Aurel belum juga kembali. Membuat ayah dan anak itu sama sama gelisah.

"Dady udah telpon nany belum?" tanya Ethan sesenggukan yang baru berhasil Nathan tenangkan setelah menangis sedari bangun tidur yang langsung mencari Aurel.

"Sudah, sayang. Tapi telfonnya gak aktif. Mungkin dosennya...." ucapannya menggantung.

"Dosennya pasti cowok kan?" gumam Nathan gelisah. Dia tak rela jika Aurel terpikat pesona dosen muda, tinggi dan berkaca mata.

Aminah menenangkan Ethan dengan membawanya ke dapur. Ethan suka jika Aminah membuat kue, dia akan mengacak acak tepung sebagai mainan.

tring tring

Suara notifikasi telpon bergambar berbunyi. Dan itu berasal dari nomor Aurel.

Nathan segera menekan tombol hijau karena cemas.

"Rel.. kamu dim..." sapaan Nathan terpotong karena melihat penampakkan Aurel yang tengah bersimbah air kotor di sekujur tubuhnya.

Aurel tengah diikat di salah satu wahana dengan tubuh yang lemas.

Nathan menduga jika Aurel lemas karena muntah muntah, dan air kotor yang membasahi tubuhnya adalah muntahannya sendiri.

Nathan mengepalkan tangan seraya mengetatkan rahang karena amarah.

Dia lantas berjalan kearah taman agar pembicaraannya tak terdengar oleh sang anak.

"Siapa kalian, apa yang kalian inginkan?" tanya Nathan dengan suara rendah nan dingin kala dia sudah menjauh dari rumah.

Dia bertanya pada orang yang tengah memegangi ponsel Aurel namun tak menampakkan wajahnya.

"Hahahaha.... ternyata mainanmu ini tak sekuat yang ku kira, Nat" suara tawa seorang wanita disusul ucapannya membuat Nathan seketika murka, karena dia mengenali suara itu.

"Sialan kamu Lily. Lepaskan dia" sentak Nathan dengan murka.

Ingin rasanya dia meremukkan wanita parasit yang terus mengganggu kehidupannya ini.

"Aku akan melepaskannya" ucap Lily menjeda.

"Setelah kamu memberikan keinginanku" lanjutnya dengan suara mendesah.

"Berikan aku tubuhmu... puaskan aku... lalu aku akan melepaskan gadis kecilmu ini...." imbuh Lily membuat Nathan merasa jijik mendengar penuturannya.

"Dimana kamu" desis Nathan menahan amarahnya. Dia bersumpah akan membunuhnya jika berani menyakiti Aurel.

"Datanglah ke resort kemarin, dan ingat, sendirian. Kalau kamu macam macam, maka kekasihmu ini yang akan menanggungnya" Lily langsung mematikan sambungan telpon. Membuat Nathan emosi namun tak bisa ia lampiaskan.

"Tuan Alfred, aku mengirimkan video kejahatan terhadap calon istriku. Tolong di proses" ucap datar Nathan pada ponselnya.

Untungnya Nathan segera merekam video call tadi setelah melihat keadaan Aurel yang tengah terancam. Dia lantas mengirimkannya pada Alfred sang pengacara.

Dia tak akan melepaskan wanita parasit itu sampai musnah.

"Kumohon hentikan... tolonglah..." pinta Aurel dengan lemah. Tenaganya terkuras habis karena terus menerus muntah kala Dennis memutar carousel itu dengan tangannya.

Dennis terkekeh lantas menghentikan putaran yang tak terlalu kencang itu.

"Seandainya kamu tak berebut cinta dengan Lily, mungkin aku akan menjadikanmu kekasihku" ungkap Dennis tersenyum manis padanya.

Aurel tak menyangka jika pernyataan sekilas nya pada lelaki yang hanya dikenal selewat bisa membuatnya menderita seperti ini.

Yap. Dennis adalah lelaki yang mengajak Aurel berkenalan saat di taman hiburan tempo hari.

Dia terpesona pada pandangan pertama oleh penampilan Aurel yang tampak seperti seorang peri.

Begitu polos dan suci.

Dennis terkejut kala Lily memerintahkannya untuk menculik Aurel yang sedang berada di kampus.

Namun karena Lily telah membayarnya untuk melakukan pekerjaan apapun selain membunuh, dia terpaksa mematuhinya.

"Apa mau kalian?" lanjut Aurel bertanya dengan lemah.

Dennis berjalan jalan perlahan bulak balik sembari memutari tiap patung kuda lalu menjawab "Tepatnya Lily mau majikanmu menyerahkan diri padanya. Sedangkan aku...." dia menjeda ucapannya lantas mendekat dan berjongkok disebelah Aurel sembari menahan bau anyir yang menguar dari tubuh Aurel karena muntahannya.

"Aku mau kamu"

Terpopuler

Comments

Mom Dee🥰🥰

Mom Dee🥰🥰

apa tuh corousel thor

2023-07-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!