"Dasar murahaaan...." gumamku meringis merutuki tingkahku sendiri dengan menepuk kasar bibirku yang tak terkendali sembari melangkah cepat kearah antrian wahana favoritku.
Butuh waktu sekitar 30 menit barulah aku mendapatkan giliranku.
Dengan cepat aku menghambur lari kearah kursi kosong yang berada di depan barisanku, dimana kursi sebelahnya sudah terisi.
Buru buru aku masuk dan duduk lantas menurunkan pengunci tubuh agar aman saat kereta bergerak jungkir balik dan berputar secara spiral.
"Hai..."
Tiba tiba orang yang duduk di sebelahku menyapa.
Aku cukup terkejut kala menolehkan kepala melihatnya.
"Kamu.."
"Aku Dennis" ucapnya tersenyum memotong keterkejutanku seraya menyodorkan tangan kanannya.
Aku bahkan lupa kalau tadi dia sempat menanyakan namaku untuk berkenalan.
Akhirnya aku membalas uluran tangannya dan menyebutkan nama sebagai bentuk keramah tamahan yang diajarkan keluargaku.
Wahana ekstrim itu melesat cepat hingga tak terasa 1 rute sudah sampai lagi di tempat semula. Aku bahkan tak mengingat bagaimana kala kereta itu turun menukik tajam lalu berputar jungkir balik dan langsung berputar secara spiral lantas berhenti untuk berganti giliran dengan yang lain.
Sedikit kecewa karena merasa belum puas. Ingin kembali mengantri, namun kasihan Ethan pasti kelelahan.
"Suami kamu gak ikut naik?" tanya Dennis kala kami turun dari kereta itu bersamaan lantas Dennis menyamai langkahku menuruni tangga.
"Anakku kelelahan, jadi hanya aku yang naik" jawabku seraya menyilangkan jari di balik tubuhku.
Aku tahu arti tatapan dan senyumannya. Jadi aku terpaksa melanjutkan kepura puraan Nathan sebagai suamiku.
"Kamu gak takut naik wahana ini?" tanyanya yang tampak tak ingin menyudahi percakapan kami karena langkah kami mulai dekat dengan area Nathan dan Ethan menunggu.
"Aku lebih takut naik Carousel" jawabku seraya menertawakn kekonyolanku sendiri.
Aku langsung berlari mendekati Nathan yang berekspresi cemberut dengan Ethan yang sudah terkulai di gendongannya, meninggalkan Dennis yang bersiap membuka suaranya lagi.
"Dia tertidur? kasian" ucapku memberikan mimik prihatin pada Ethan yang sudah pulas. Kasihan anak itu, pasti kelelahan seharian bermain.
Aku menyelipkan tanganku pada ketiak Ethan dan bermaksud mengambil alih menggendongnya.
Namun Nathan dengan wajah cemberutnya langsung membalikkan tubuh dan melangkah kearah pintu keluar.
Aku mengedikkan bahuku tak perduli. Meski aku pengasuhnya, namun dia ayahnya. Setidaknya aku sudah mendapatkan keinginanku hari ini, yaitu menaiki roller coaster.
Dengan entengnya aku mengikuti langkah majikanku di belakangnya dengan kedua tanganku bertaut di belakang tubuhku.
brukk..
Tiba tiba langkahku terhenti karena menabrak punggung lebar majikanku yang berhenti secara mendadak.
Aku mendongak seraya mengernyitkan dahi karena bingung dengan langkahnya yang berhenti secara tiba tiba tanpa komando.
"Berjalanlah di sampingku" ucapnya dingin dengan sedikit menolehkan kepala kepadaku.
Tatapan matanya tampak mendominasi dan tak bisa dibantah.
Aku mengangguk dan mengikuti perintahnya. Berjalan berdampingan tanpa sepatah katapun hingga kami tiba di tempat mobil kami terparkir.
"Tolong ambilkan kunci" titahnya masih mempertahankan aura dinginnya.
Aku yang cuek lantas menatapnya untuk menanyakan benda yang dia maksud.
"Saku sebelah kiri ku" lanjutnya seraya memiringkan pinggul sebelah kirinya, menunjukkan letak saku yang berisi kunci mobil.
"Ah, disitu" ucapku lirih. Lantas menepuk perlahan bagian sakunya untuk memastikan keberadaan kunci mobil yang dia maksud.
Aku merogoh saku celananya dari arah belakang tubuhnya dan mendengarnya mendengus saat aku sedikit lama mendapatkan kunci itu.
Heran karena tiba tiba kunci itu bersembunyi dan tanganku terus mencari keberadaannya hingga dia menggeram kala kukira aku sudah mendapatkannya.
"Bukan yang itu" sentaknya menahan volume suara. Bisa kulihat dari belakang jika rahangnya mengetat.
Dahi ku mengernyit kala mendengarnya menahan emosi.
"Itu kunci surga dunia" lanjutnya diiringi ******* kala tangan nakalku memijat benda panjang nan keras namun kenyal yang melintang dan kupikir itu bukanlah kunci. Karena saat aku merabanya dari luar celana, kunci itu keras dan berbentuk kotak kecil.
Tapi ini...
"AAAAHH....."
Aku menjerit seraya menarik keluar tangan laknat ku. Menatapnya nanar seraya meringis.
"Tangan perawanku..." gumamku dengan sedih.
Sedih karena aku harus menyentuh barang milik orang lain dan sentuhanku sangatlah mahal.
Cam kan itu dalam otak mu Aurel.
Sudahlah mataku terkontaminasi, sekarang tanganku. Lalu apa yang tersisa untuk nanti?
Jeritku dalam hati.
Aku duduk menjatuhkan diri seraya menangis dan menggerak gerakkan kaki bak anak kecil yang tengah merajuk, sambil terus memegangi sebelah tanganku dengan tangan lainnya, dan menatapnya iba.
Majikan sablengku malah tertawa terpingkal melihat tingkah kekanakanku.
Bukannya ngerepehin, malah ngetawain.
Tangisku semakin menjadi kala Nathan terbahak semakin kencang.
Aku sesenggukan di jok belakang dengan Ethan yang tertidur pulas berbantalkan paha ku.
Tatapanku menerawang kearah luar jendela, malas untuk bertatapan dengannya.
Aku tahu kalau majikanku masih menyimpan tawa untuk kekonyolanku namun menahannya dan berkali kali mencuri pandang kearahku melalui kaca spion yang berada diatas kepalanya.
Menyebalkan.
Kenapa aku harus bertemu dengan orang menyebalkan sepertinya.
Bisa ambyar rencanaku nanti.
Tiba di resort, aku membiarkan majikan sablengku menggendong anaknya masuk tanpa mengalihkan pandanganku untuk menoleh padanya.
Tanpa sepatah kata pun dia mengangkat dan menutup kembali pintunya. Membuatku seketika menoleh.
"Serius dia gak nawarin aku masuk?" ketusku berbicara pada angin kosong. Aku mendengus kasar dengan gerutuan tak jelas dari mulutku sendiri. Lebih tepatnya merutuki sikapku sendiri yang berharap ditawari masuk ke dalam resort. Padahal aku sedang mati matian menjaga imej setelah habis rasa malu ku.
Dengan perasaan dongkol, aku keluar dari mobil mewah itu lantas menutupnya dan membanting pintunya dengan kencang.
Masa bodoh jika mobil itu rusak. Toh dia orang kaya.
Tapi bagaimana kalau dia minta ganti rugi?
"Mampus" gumamku merasa menyesal dan akan semakin menyesal jika harus mengeluarkan uang yang tak sedikit demi mereparasi pintu mobil mewah itu.
"Apa kamu butuh digendong juga?" tiba tiba suara baritone mengejutkanku dan membuat tubuhku berjenggit seraya berkata "Astaga..." lantas mengusap dadaku untuk meredakan debaran jantung yang hampir copot.
Aku melihat majikanku tengah menertawakan penderitaanku akan ulahnya.
"Gak sopan gangguin anak perawan" ucapku kesal sembari melayangkan tamparan pada lengan atasnya. Namun dia semakin tergelak dan berlari menjauh kearah resort.
Reflek aku mengejarnya, ingin memberikan pelajaran baginya.
Sampai masuk kedalam resort, dia tetap mempertahankan gelaknya sambil berlari mengelilingi ruang tengah.
Sedari tadi aku menahan diri ingin menghajarnya karena telah bersikap kurang ajar padaku.
Eee... sebenarnya aku yang kurang ajar sih...
Tapi kan tetep dia yang salah
Wanita selalu benar
Fix
No Debat
Kaki ku terus mengayun mengejarnya dan melemparinya bantal yang berada di kursi tengah.
Sialnya, dia bisa menghindari lemparanku yang biasanya tepat sasaran.
Aaaarrgghh..
Kemampuanku hilang seketika gara gara benda kenyal itu.
Aku terus menangis dan merutuki diriku sendiri dalam hati.
Hingga jaraknya hampir dekat, mungkin dia mulai lelah.
Dasar orang tua. Aku mempercepat langkahku untuk menangkapnya dan menghajarnya. Tak perduli dia akan marah dan... dan... tak mungkin memecatku.. haha...
Namun majikanku tiba tiba menghentikan langkahnya dan berbalik sambil merentangkan kedua tangannya.
Aku yang terkejut dengan pergerakan tiba tiba itu tak bisa menghentikan langkahku dan langsung menubruk telak tubuh tegap itu.
brukk
Kami berdua jatuh dengan aku yang berada diatas tubuhnya dengan kedua tangannya mendekapku erat.
"Setelah melihatku, lalu menyentuhku, sekarang kamu ingin merasaiku?"
AIOOO JAWAAAB😆😆
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Mastini M. Pd
Nathan menang banyak tuh /Facepalm/
2023-12-06
1
Hana Nisa Nisa
🤣🤣🤣😍😍
2023-10-30
0
Chauli Maulidiah
swiiittt. swiiiittt.. 😂😂😂
2023-07-04
0