Pagi ini aku berencana membawa mereka mengarungi danau buatan yang ada di sekitar resort.
Ethan terlihat antusias menggandeng tangan Aurel yang terlihat manis dengan dandanan sederhananya.
Wajahnya berubah merona kala tatapan kami bersirobok.
Bukan karena apa, melainkan karena kenekatanku tadi malam yang tak kuasa menahan perasaan dan hasrat dengan mencumbunya hingga menindihnya. Menggesekkan milikku pada tubuhnya.
Dia sempat menangis karena berfikir aku adalah lelaki bejat yang tergambar dalam novel novel sebagai pria kaya yang semena mena terhadap karyawan kecil sepertinya.
Hasratku seketika mereda kala melihat air mata nya.
Aku meminta maaf dan berkata jika aku tengah merindukan istriku sebagai alasan.
Padahal aku dengan sadar melakukan hal itu.
Dan aku memang menyesal. Tak seharusnya aku memperlakukan dia serendah itu karena dia wanita berharga yang mulai menempati ruang di hatiku.
Aku harus bersabar dan terus berusaha untuk meraih hatinya.
"Dady, Ethan mau nyoba gowes" pinta Anakku saat kami baru naik ke perahu kayuh.
Aku membiarkan putraku mengayuh di sebelahku, sedangkan Aurel tengah menikmati pemandangan di kursi belakang.
Entah dari mana datangnya, tiba tiba suara seorang wanita membuyarkan momen bahagia kami.
"Nathan sayang, kita memang berjodoh" sapa Lily dengan semringah di sebelah perahu kami. Bisa bisanya pagi yang indah ini dikotori oleh pemandangan merusak mata oleh penampilan terlewat seksi namun menjijikan bagiku.
Seketika senyum pada bibirku surut. Mau apa lagi wanita ini? Apa dia membuntutiku? Pastinya begitu karena dia sendirian di perahu.
Sungguh usaha yang sia sia mengayuh sendiri sedangkan aku tak memperdulikannya dan mengayuh menjauh darinya.
"Dady, Ethan gak suka sama wewe gombel itu" ucap sendu anakku. Tampak kesedihan dalam mimiknya kala menyampaikan hal itu.
"Iya, sayang. Dady juga gak suka. Ayo terus kayuh" ucapku menghiburnya dan memilih mengabaikan Lily.
Aku sedikit menoleh pada Aurel. Dan.. yap.. dia pun tampak tak menyukainya, karena selain senyum yang surut, diapun memalingkan wajahnya.
byurr...
"Nat... toloong... kakiku... Nat..."
Aku menoleh pada asal suara dan menghentikan kayuhan.
Dasar bodoh.
Untuk apa wanita itu menceburkan diri?
Jika dia melakukannya untuk menarik perhatianku, maka dia benar benar bodoh karena aku memilih tak perduli.
Aku melanjutkan mengayuh. Mengabaikan teriakannya dan tatapan panik dari Ethan anakku.
"Nat... kakiku kram.. tolong..." lanjut wanita itu.
byurr
"Nanyyy...."
Aku terkejut kala Ethan meneriakkan panggilan Aurel.
"Gadis itu..." gumamku kesal sembari menggemeletukkan gigi. Bagaimana tidak, Aurel menceburkan diri dan berenang kearah wanita itu.
Kuharap dia menenggelamkannya alih alih menolongnya.
Aku memutuskan memutar balik perahu kayuh ini yang cukup sulit jika harus putar balik.
Harus manuver cukup jauh terlebih dahulu baru bisa balik lagi.
Ethan menghiasi momen menyebalkan ini dengan menangisi 'nany' nya yang mengorbankan diri demi menolong wewe gombel.
"Cepat naik" titahku pada gadisku yang tampak kedinginan. Aku merentangkan sebelah tangan agar dia bisa melompat pindah ke perahuku. Aku tak sudi memberikan tumpangan pada wanita jadi jadian itu.
"Nat, tolong bantu aku" pinta Lily kala Aurel sudah berpindah perahu. Dia merentangkan sebelah tangannya yang gemetar agar aku melakukan hal yang sama padanya.
"Kamu kembalikan perahunya" ujarku dengan ketus dan mata mendelik. Tak sudi aku dimodusin cara murahan seperti itu.
Aku segera mengayuh perahu menjauh darinya. Dan sesekali menoleh ke belakang.
Ethan dengan tubuh mungilnya mencoba memeluk 'nany' nya agar tak kedinginan. Namun kini bajunya yang basah.
Aurel terkekeh sambil memeluk tubuhnya sendiri melihat tingkah anak asuhnya.
Aku menghentikan perahu dan membuka seluruh kancing kemejaku.
"Kemarilah" ujarku menariknya dalam pelukanku lalu membungkus tubuh kami berdua agar terasa hangat.
"T.. tuan... bukankah lebih baik anda memberikan bajumu saja?" ucapnya terbata. Entah karena gugup atau kedinginan. Yang pasti warna wajahnya kini pucat bersemu merah.
Sangat lucu.
"Lalu kamu membiarkan tubuhku terekspose? ah.. kalau begitu, buka bajumu yang basah ini, lalu ganti dengan bajuku. Apa itu maksudmu?" jawabku mengerlingkan mata.
Aurel semakin salah tingkah. Mungkin karena aku mendudukkannya di pangkuanku sambil mengayuh perahu ke pinggiran.
Ahhh... indahnya dunia ini jika sedang jatuh cintaa....
Kalian tak tahu jika saat ini adalah prestasi terbesarku bersama Aurel.
Dia patuh dan diam dalam pelukan ku. Berharap berlanjut di resort nanti, semoga.
"Kenapa kamu melakukannya?" tanyaku seraya mengeringkan rambut panjangnya dengan handuk.
Kami sudah kembali ke resort agar Aurel bisa berganti pakaian.
"Lalu menurut anda, saya harus membiarkan anak anda melihat contoh 'ketidak pedulian' ayahnya terhadap orang yang sedang diambang kematian?" jawabannya membuat dadaku seketika bagai dihantam godam.
Dia benar benar....
Calon istri dan ibu yang baik untuk kami.
"Tapi kan airnya hanya sebatas dada orang dewasa" timpalku tak ingin mengalah.
"Apa Ethan mengetahuinya? tentu saja tidak. Lagi pula, jika saya ada di posisi dia, saya mungkin akan berharap ditolong oleh musuh sekalipun. Saya tak mau mati konyol" lagi lagi godam lain menghantam jantungku.
Tolonglah, jangan ada godam yang ke tiga.
Aku memilih diam dari pada kena skak mat. Lupa akan pepatah saat ini jika 'wanita selalu benar'.
tok tok tok
Suara ketukan di pintu membuyarkan kebersamaan kami.
"Biar saya bukakan pintunya, tuan. Saya tidak tahu jika tuang sedang menunggu seseorang" ucap Aurel sembari melangkahkan kaki kearah pintu.
"Tapi aku gak..."
"Nat, honey... aku gak percaya kamu tega sama aku..."
Aku tak percaya wanita itu menemukan tempat kami. Aku harus melayangkan protes keras pada manajemen resort.
"Maaf nyonya, anda tak bisa sembarangan masuk ke tempat orang" sergah Aurel mencekal lengan Lily agar tak masuk lebih dalam kala aku dengan malasnya bangkit dari sofa.
Gadis pintar.
"Minggir kamu anak ingusan. Saya gak ada urusan sama kamu" Lily menghempas kasar cekalan Aurel dan kembali melangkah kearahku yang enggan mendekat di ruang tengah.
Ethan yang tak suka dengannya berdiri didepanku dan bersiap menghalaunya.
"Eits, mau kemana kamu nenek tua" desis gadisku itu seraya menjambak rambut belakang Lily dengan tangan kanannya dan memiting tangan kiri Lily dengan tangan yang lain, mambuat wanita tak tahu malu itu menjerit kesakitan.
"AAAHH.... dasar ******, lepaskan aku..."
"Siapa yang kamu bilang ******, ******" tekan Aurel di telinga Lili, sambil mengetatkan pitingannya, membuat Lily semakin mengaduh.
"Asal kamu tahu, ya. Nathan itu kekasihku. Dia calon su-"
"Bagaimana bisa seorang wanita memiliki 2 suami, hah? hentikan trik kotormu"
Desis Aurel mengetatkan rahang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
mar
Lily pasti hapal dong sama Aurel🤔
ya kan thor?
2023-07-05
0