Bab 7

Namun pandangannya terpaku pada jendela kaca yang menampilkan sosok Aurel dan sang anak yang tengah bergelantungan.

Nathan bahkan berjenggit kaget kala melihat tatapan Aurel yang menatap tajam dan sinis kearahnya.

"Gawat" gumam Nathan dalam hati.

Dia segera mendorong kasar pundak Lily hingga terjerembab ke kolong meja kerja.

Lily memekik terkejut karena reaksi tiba tiba dari Nathan yang diluar ekspektasinya.

Nathan segera menaikkan sleting celananya lalu bangkit.

"Sekuriti.. ke ruanganku" titah Nathan dengan suara tegas pada saluran interkom yang terhubung dengan pihak keamanan.

Nathan lantas merogoh saku jas nya dan mengeluarkan sebuah anak kunci.

Dia tahu suatu saat hal seperti ini akan terjadi.

tok tok

Salah satu sekuriti mengetuk pintu dan langsung dibuka oleh Nathan.

"Seret dia keluar, dan pastikan tidak bisa masuk lagi ke area gedung ini" titahnya tegas dan langsung diangguki kedua sekuriti.

"Nathan.. tunggu.. kamu gak bisa perlakukan aku seperti ini Nat... NATHAAAAN..." pekik Lily panik sekaligus marah karena benar benar diseret karena memberontak.

BRAKK..

Nathan membanting pintu dengan kesal. Membuat sekertarisnya terkesiap karena suara debuman pintu yang tak pernah dilakukan sang bos sebelumnya.

"Sialan... " sentak Nathan menggebrak meja kerjanya dengan amarah yang memuncak.

"Bisa bisanya aku terlena oleh wanita sundal itu" desis Nathan mengetatkan rahang. Urat urat di leher dan pelipisnya menegang karena amarah yang tak tersalurkan.

Bertahun tahun dia menahan diri agar tak terpancing dan terjebak oleh rayuan wanita iblis seperti Lily, namun hari ini dia merasa kalah.

"Hahaha... nany... tinggi banget... huhu..." samar samar terdengar suara kikikan Ethan mengalihkan perhatian Nathan.

Kepalan tangannya melonggar kala menatap jendela dimana sang anak dan pengasuhnya masih bergelantungan membelakangi jendela.

Nathan berjalan kearah jendela untuk melihat Ethan yang tampak bahagia.

"Ethan..." lirih Nathan. Tatapannya beralih pada Aurel, dan seketika bayangan tragedi di kamar mandi tempo hari menghampiri.

"Shitt... aku gak bisa diginiin..." gumamnya lantas segera mengambil langkah lebar kearah kamar mandi kala miliknya kembali bangkit.

Sudah saatnya dia bermain solo demi kesehatan.

Dan mungkin itu lebih baik ketimbang terkena penyakit menular. Pikir Nathan.

"Dadyy.... " seru Ethan antusias seraya berlari membentangkan kedua tangan nya kala memasuki ruang kantor Nathan.

Ethan meminta Aurel menemaninya ke kantor sang dady kala pekerjaan Aurel telah selesai.

Awalnya Aurel ragu, dia tak ingin bertemu wanita sundal itu karena bisa membongkar penyamarannya.

Namun dia merasa lega kala melihat Lily diseret paksa oleh sekuriti. Meski memberontak dan mengeluarkan umpatan umpatan tak bermoral, para sekutiti itu tak gentar menjalankan perintah atasannya.

"Halo jagoan dady... cup... apa sudah selesai bersenang senangnya?" Nathan menyambut Ethan dan memeluknya. Memberikan kecupan lembut di pucuk kepala sang anak, merasa beruntung diselamatkan oleh penampakkannya kala tadi.

Nathan lantas menoleh pada Aurel yang tampak lain dari biasanya.

Senyum itu menghilang.

Senyum manis yang selalu ditampilkan si gadis tarzan pada anak semata wayang nya.

"Apa dia tadi bisa melihatku?" ucap Nathan membatin. Entah mengapa ada rasa takut ketahuan, bagai seorang suami yang berselingkuh di kantor.

Suami?

Heh..

Nathan menertawakan pikirannya sendiri.

Entahlah, apakah dia akan menjadi suami seseorang lagi, batinnya.

"Ethan, nany tinggal dulu ya" pamit Aurel pada Ethan.

Namun dari ekspresi dan suaranya menyiratkan aura dingin dan mencekam.

Tanpa pamit pada Nathan, Aurel pun melangkah keluar dari ruangan. Biarlah Ethan bersama ayahnya untuk sementara.

Dia ingin mendinginkan kepala terlebih dahulu ke kamar mandi.

Melihat kedatangan Lily tadi membuat mood nya sedikit ambyar.

"Kalian tadi liat cewek itu gak?" tanya seorang pegawai wanita pada rekannya di luar bilik toilet.

Aurel tengah membuang sisa cairan tubuh yang mengendap di kandung kemihnya.

"Cewek apa? ah.. iya cewek gatel itu ya... udah lama gak keliatan kirain kelaut, eh nongol lagi" timpal rekan sesama penggosip nya.

Awalnya Aurel hanya kebetulan mendengarkan, namun kini, dia berniat mendengarkan. Merasa penasaran juga dengan tanggapan para karyawan tentang tingkah mahluk jadi jadian itu.

"Aneh deh sama bos kita, udah tau tukang sosor, masiiih aja diladenin"

"Tapi wajar sih, secara bos kita tuh udah lama gak dibelai. Tapi.. kalo aku nyoba gimana? secara aku juga gak kalah cakep dari cewek tadi" timpal yang lain dengan suara yang dibuat centil.

"Wuuuu.... kalo mau juga gue dulu yang deket" timpal seorang lagi mentoyor kepala temannya.

"Kalo emang niat mo deketin si bos, mikir yang pinter. Kemaren kemaren si bos butuh pengasuh anaknya, kalian kemana aja hah. Anak itu kuncinya. Gayanya pengen naklukin si bos. Kalah tuh sama tukang kaca" cebik yang satunya lagi dengan rambut panjang diikat ekor kuda seraya mencuci tangannya.

klek

Aurel memilih keluar dari dalam bilik.

Terlalu lama di toilet pastilah membuat Ethan kalang kabut mencarinya.

"Ekhem.. permisi.." ucap Aurel seraya melancarkan tenggorokan.

Keempat wanita itu serempak menutup mulut dengan sebelah tangannya kala menyadari siapa yang baru keluar dari bilik.

Aurel mencuci tangan tanpa sabun lantas menyapukan tangan basahnya pada kepala, sedikit menyisirnya dengan jari agar kepalanya yang mengepul karena kedatangan Lily, sedikitnya mendingin.

"Maaf keduluan mbak-mbak" pamit Aurel ambigu seraya menyunggingkan senyum yang menyiratkan sebuah ejekan.

Keempat wanita single itu lantas mengangakan mulut mereka karena kalimat pamit Aurel yang diartikan jika niat mereka mendapat perhatian Nathan terdahului olehnya.

"Songong tu orang" cebik salah satu dari mereka yang kesal, dan hal itu terdengar oleh Aurel saat sudah melangkah keluar toilet namun pintunya belum sepenuhnya tertutup.

SENENG AMAT SUUZONIN OTHOR😙

SENDAL MANA SENDAAAL😆

EH MANGAP

JEMPOOL😙😙😙

Terpopuler

Comments

Mom Dee🥰🥰

Mom Dee🥰🥰

aku dukung aurell balas dendam, Ethan sdh dpt tinggal bapaknya dibikin klepek² 😂😂

2023-06-30

1

mar

mar

kebiasaan deh bikin salham😤
tp gpp, yg penting aman😌

2023-06-30

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!