Namanya Denan Anggara. Dalam hidupku, tak pernah ku temui orang lain sebaik dirinya selain Papa dan Mama ku. Dia bagai cahaya dalam kegelapan, dia juga bagai mentari yang menghangatkan di musim dingin.
Senyumnya secerah mentari, tutur katanya selembut sutra, perangainya sangat menakjubkan. Dia tampan, dia baik, dia lembut, semua kualitas yang di butuhkan seorang wanita ada dalam dirinya.
Demi nyawaku yang ada dalam genggaman Tuhan ku. Sungguh, aku tidak berbohong. Kau akan bahagia jika bersamanya, dia sosok sempurna untuk Fatimah Az-zahra Alkea Nisa De Lucca.
Percaya padaku, sebagai mantan pengagummu, aku mendukungmu seratus persen untuk menjalani hidup bahagia bersamanya. Bukan seratus, tapi seribu persen.
Dan satu lagi, dia om ku satu-satunya, kau tidak akan menyesal jika memilihnya. Jika di bandingkan dengan si payah Hasan Dinata, ketampanannya sebelas dua belaslah. Sekali lagi ku katakan, kau tidak akan kecewa.
Tapi, hanya satu masalahnya. Senyuman Om Denan tersembunyi di balik awan kelam masa lalunya, ada seorang wanita yang membuatnya patah hati sampai ia tidak bisa bangkit lagi. Dan sejak itu pula ia tidak pernah tersenyum lagi, ia bagai robot yang di setting hanya untuk bekerja. Dan aku yakin jika kau, Alkea bersamanya, om Denan akan kembali bersinar seperti matahari yang tak takut pada awan hitam.
Hmm!
Alkea menghela nafas kasar, mengingat ucapan Dimas beberapa waktu lalu membuatnya ingin menjitak kepala pria itu. Bagaimana mungkin Dimas berpikir Alkea akan mendengar ucapannya saat hatinya sendiri tidak ingin mendengarkannya.
"Dasar, Dimas bodoh." Celetuk Alkea sembari menatap ke arah bunga mawar yang berhasil membuat fokusnya tertahan.
"Dimas tidak bodoh, akulah yang bodoh karena selalu memintamu berusaha untuk kak Hasan. Dimas juga tidak bodoh karena memintamu bersama mas Denan." Celoteh Chila begitu ia berdiri di belakang Alkea.
Saat ini, ketiga gadis cantik itu sedang duduk di taman, tepatnya di taman dekat kampus yang jarang di kunjungi orang kecuali di akhir pekan. Alkea duduk di sana sejak dua jam yang lalu hanya untuk menjernihkan pikirannya. Di saat seperti ini ia hanya membutuhkan satu hal, yakni pelukan Umma Yuna dan Baba Zain untuk menenangkan dirinya. Sayang sekali, lagi-lagi jarak menjadi penghalangnya.
"Apa kau tidak ingin mencobanya?" Lala menatap dalam ke dalam netra teduh Alkea.
"Maksudku dengan mas Denan, siapa tahu kali ini berhasil." Sambung Lala lagi, tak ada tanggapan dari Alkea. Ia menatap dua sahabat konyolnya secara bergantian, keningnya berkerut sempurna, menandakan ketidak setujuannya.
"Coba bayangkan Dimas. Emm, maksudku anak itu menyukaimu sejak kita masih semester satu." Ucap Chila cepat, ia tidak ingin Alkea salah paham.
"Iya, itu benar. Dimas menyukaimu sejak kita masih di semester satu. Ia menyerah walau tidak ingin, dan sekarang ia ingin kau dekat dengan Om-nya yang jauh lebih baik darinya. Bukankah itu artinya Dimas ingin kau bahagia?
Dan bukan hanya Dimas, kami juga ingin kau bahagia. Bukan begitu, La?" Chila mencubit paha Lala agar gadis itu mengiyakan pendapatnya.
Berpikir! Hanya itu yang bisa Alkea lakukan, namun tetap saja akhir yang ia dapatkan tidak mengijinkan hatinya untuk berpindah ke lain hati. Alkea yang bodoh, entah cara apa yang akan ia lakukan untuk menata hatinya kembali.
Disaat Alkea akan menjawab Lala dan Chila, di saat bersamaan pula sebuah pesan masuk ke dalam hand-phone yang ia genggam erat di tangannya.
Nona dimana? Nona harus segera ke kantor, ini sangat darurat. Tuan sangat kesakitan!
Tanpa berpikir panjang Alkea langsung berdiri dari tempat duduknya, ia meninggalkan Chila dan Lala yang menantikan jawabannya. Wajah Alkea mengisahkan seolah dunianya telah runtuh sepenuhnya, ia berharap segala rasa sakit yang ada di semesta menjadi miliknya saja dari pada rasa sakit itu menyapa orang terkasihnya.
Aku ingin kau tahu, diam-diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan. Aku ingin hari depanku selalu bersamamu. Batin Alkea sembari mempercepat langkah kakinya.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Mbing
Alkea benar benar cinta Hasan
2024-06-19
2
Rita Riau
itu mah pak bos lagi cemburu,,,
mang enak di abaikan 🤭🤔🥰
2023-12-22
1