"Aku dengar, tuan akan segera menikah dengan nona Dira. Aku kira dia tidak tertarik pada wanita, nyatanya dia mendapatkan wanita terbaik di Jakarta. Aku sangat iri pada wanita itu." Salah seorang karyawan wanita mulai membuka suara, rekan-rekannya yang tadinya biasa saja kini mulai tertarik dengan kisah yang wanita itu bawa. Mereka bergosip, dan buruknya mereka tidak menyadari Hasan berdiri tak jauh darinya.
Amarah yang Hasan bawa dari kampus Alkea masih memenuhi rongga dadanya, dan sekarang ia mendengar omong-kosong yang berhasil membuat darahnya mendidih. Tak pernah ia merasakan kekesalan ini sebelumnya, dan saat ini otak cerdasnya sedang merancang hukuman apa yang harus ia berikan pada tukang gosip tak berguna.
"Dan aku dengar juga, nona Alkea sangat mencintai tuan Hasan. Malangnya nasib gadis itu, tuan Hasan bahkan tidak ingin menatapnya. Jika aku jadi tuan Hasan, aku pun akan memilih nona Dira." Timpal wanita lainnya. Gelak tawa mulai memenuhi indra pendengaran Hasan Dinata, membuat dada Hasan semakin bergemuruh karenanya.
Menikah? Hasan bahkan tidak berpikir begitu, dari mana sekumpulan orang bodoh itu mendengar gosip murahan. Mata Hasan terlihat memerah, asisten Hasan yang berdiri di belakang Hasan tampak ketakutan. Ia tahu tuannya itu sangat pemarah, jika di lihat dari raut wajah memerahnya, pria itu sepertinya ingin menelan lawannya hidup-hidup.
"Aku tahu nona Alkea itu sepupu tuan Hasan, namun tetap saja ia tidak layak mendapat pria sesempurna tuan Hasan. Tuan terlalu berharga untuknya yang hanya mahasiswi tingkat akhir." Celetuk yang lainnya.
Sungguh, Hasan seperti terbakar, dan tanpa berpikir panjang ia berjalan mendekati sekumpulan karyawan wanita yang berkumpul di dekat meja kerjanya. Kantor Hasan terletak di lantai dua puluh lima, biasanya ia jarang mengunjungi karyawannya namun kali ini ia tidak akan sekedar berkunjung.
"Apa kalian sudah selesai?"
"Apa aku juga perlu bergosip dan mendengar pembicaraan tidak berguna ini?"
"Katakan padaku, dimana aku harus duduk?" Sentak Hasan dengan amarah membuncah. Semua orang yang ada di lantai lima terkejut melihat reaksi Hasan.
Pria rupawan itu membuang nafas kasar, berusaha menahan amarahnya agar tidak melayangkan tinju pada sosok yang sudah menghabiskan banyak waktu di bawah kendalinya
"Apa kalian tahu, rasanya aku ingin melayangkan tinjuku di wajah kalian. Namun naluri kelelakianku mencegahku melakukan tindakan hina itu.
Aku membayar hasil kerja keras kalian, dan semua orang tahu aku tidak pernah mentolerir kesalahan." Hasan melempar berkas yang ada di tangannya. Semua mata yang menatapnya tampak ketakutan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Genius Group, CEO-nya mengamuk laksana singa. Dulu Abbi Shawn pun seorang pemarah sebelum bertemu dengan Ummi Raina, namun ia tidak pernah membentak karyawan wanita.
"Kalian di pecat." Sentak Hasan dengan mata setajam elang, sekujur tubuhnya bergetar. Ia berusaha keras menahan amarahnya namun sayangnya ia gagal total. Mendengar orang lain membicarakan Alkea membuat darahnya mendidih, tak ada yang boleh membicarakan wanita itu di belakang punggungnya. Hasan tidak memberikan hak itu pada siapapun karena hanya dia yang berhak.
Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir wanita penggosip yang berlabel karyawan itu. Mereka saling menatap dengan tatapan kesedihan, keputusan tuannya telah mengguncang jiwa hingga ia tak bertenaga walau untuk membela diri.
Setelah memuntahkan semua amarahnya, Hasan kembali ke kantornya. Pagi harinya hancur berantakan lantaran melihat Alkea bersama pria lain, amarahnya mulai meledak setelah mendengar nama Alkea di bawa-bawa oleh karyawan wanitanya. Hasan sangat membenci gosip, lebih-lebih jika Alkea yang sedang di bicarakan.
"Kurang ajar." Hasan menendang meja yang ada di dalam kantornya, ia masih di penuhi amarah.
Bayu, asisten Hasan tak berani membuka suara. Pria muda itu hanya bisa berdiri di depan pintu sembari menyusun rencana, rencana untuk memperbaiki suasana hati tuannya.
Tuan, aku tahu kau sangat cerdas. Maafkan aku, tapi aku jauh lebih cerdas jika di bandingkan denganmu. Hatimu menginginkan lain dan
Tindakanmu melakukan sebaliknya. Lihat saja nanti, lihat bagaimana aku akan menjernihkan masalah ini. Batin Bayu sembari meraih hand-phone di sakunya.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Rita Riau
Hasan songong,,, arogan,,,
bilang ga mau sama Alkea,,,pas alke sama cowok lain kebakaran jenggot
2023-12-22
4