"Berhenti!!" Teriak Ardi dengan nada tinggi di ang pintu dengan tatapan mata yang tajam.
Seketika itu semua orang diam tidak ada yang berani bergerak atau bicara.
"Kalian berdua, ikut keruangan saya!" Kata Ardi sambil menunjuk Alea dan Toni.
"Apa-apaan kalian ini, pagi-pagi sudah ribut saja." Kata Ardi memarahi Alea dan Toni di ruang bk.
"Kalian datang kemari untuk belajar atau bergulat." Lanjut Ardi.
"Dia yang mulai duluan." Kata Alea.
"Enak aja nyalahin aku, kamu yang ngajak ribut duluan." Kata Toni.
"Kamu tuh yang selalu ngajak ribut." Kata Alea lagi.
"Enak aja, kamu tuh." Kata Toni lagi.
"Diam!" Bentak Ardi.
"Kalian ini sudah kelas XII bukan anak kecil lagi." Kata Ardi.
"Dan kau, kau itu perempuan. Bertingkahlah selayaknya perempuan." Kata Ardi sambil menunjuk Alea.
"Saya tidak mau hal seperti ini terulang lagi." Kata Ardi.
"Kali ini saya tidak akan menghukum kalian, hanya poin negatif saja. Tapi jika terulang lagi, saya tidak akan segan-segan menghukum kalian." Lanjut Ardi.
"Ya sudah, kembalilah ke kelas!" Kata Ardi menyuruh Alea dan Toni kembali ke kelas.
"Berapa lama dia masuk sekolah, sudah berbuat ulah." Kata Ardi.
Alea dan toni masih saja bersiteru di sepanjang perjalanan mereka menuju kelas.
"Dengar ya, urusan kita belum selesai. Aku pasti akan membalasmu." Kata Toni.
"Coba saja kalau bisa, kamu belum tahu siapa aku." Kata Alea.
"Sombong, lihat saja nanti aku pasti akan mengalahkanmu." Kata Toni.
"Ya akan aku lihat seberapa hebatnya dirimu." Kata Alea.
"Kenapa Alea tidak di hukum?" Tanya Natasya melihat Alea kembali ke kelas.
"Kamu lupa ya, Alea itu keponakannya pak Ardi." Jawab Cantika.
"Tapi pak Ardi itu adil, Can." Kata Natasya.
"Iya sih. Mungkin baru peringatan, jika mereka berkelahi lagi mungkin akan di hukum. Biasanyakan seperti itu." Jelas Cantika.
"Hmm kalau begitu, aku harus membuat mereka berkelahi lagi." Kata Natasya.
"Alea, apa yang terjadi?" Tanya Fani.
"Seperti biasa, di marahi." Jawab Alea.
"Alea, apa kamu terluka?" Tanya Mico kembali duduk di samping Alea.
"Tidak." Jawab Alea.
"Lain kali jangan terbawa emosi, kamu bisa terluka." Kata Mico.
"Hah itu sudah biasa." Alea.
"Maksudnya, kamu dulu juga sering berkelahi?" Tanya Mico.
"Iya." Jawab Alea.
"Em, selain jago main basket dan bela diri kamu bisa apa lagi?" Tanya Mico.
"Bermain futsal." Jawab Alea.
"Wah keren." Kata Mico memuji Alea sambil mengacungkan dua jempol.
Sedangkan Alea hanya tersenyum menanggapinya.
Ya Alea memang tomboy, ceria dan sedikit jahil. Meski terlihat seperti anak yang nakal namun sebenarnya Alea memiliki hati yang baik.
"Aku tidak mengerti dengan Mico, sudah jelas cewek itu preman masih saja mau mendekatinya." Kata Natasya kesal
"Gak tahu tuh, pinter banget dia merayu Mico. Padahal lebih cantik kamu." Kata Cantika.
"Aku akan membuatnya sadar dan akan aku singkirkan cewek itu." Kata Natasya.
.....
Pelajaran telah usai kini waktunya untuk istirahat, Alea dan Mico pergi ke kantin bersama-sama. Semakin hari mereka semakin akrap saja, di sepanjang perjalanan menuju kantin mereka asik mengobrol sambil bercanda tertawa. Di saat itu juga Ardi tidak sengaja melihatnya.
"Mereka semakin akrab saja, apa benar aku tidak di anggap oleh Alea. Menyebalkan sekali." Batin Ardi kesal sambil melihat Alea dan Mico dari jauh.
"Kenapa, Pak Ardi? Alea terlihat akrab dengan Mico ya." Tanya Indah sambil melihat ke arah pandangan Ardi.
"Saya hawatir Mico akan membawa pengaruh buruk pada Alea." Jawab Ardi.
"Tapi setahu saya Mico itu anak yang baik." Kata Indah.
"Ya di lingkungan sekolah memang baik, tapi di luar kita tidak tahukan." Kata Ardi.
"Ya memang, tapi saya yakin Mico bukan anak yang nakal." Kata Indah.
"Bu Indah tahu dari mana?" Tanya Ardi.
"Dari sikap, cara bicara dan tingkah lakunya selama ini. Pak Ardi pasti tahu itu jugakan." Jawab Indah.
"Tapi tetap saja saya tidak bisa membiarkan Alea berinteraksi dengan laki-laki begitu saja." Kata Ardi.
"Pak Ardi terlalu protekfif." Kata Indah.
"Bagaimana tidak dia itu istriku, meski aku tidak mencintainya." Batin Ardi kesal sendiri.
"Pak Ardi begitu menyayangi Alea ya." Kata indah lagi.
"Tidak." Kata Ardi.
"Sayang dari mana coba, cuma kamu yang aku sayang tapi sayangnya." Batin Ardi.
"Coba lihat itu, pak Ardi semakin akrab saja dengan bu Indah." Kata seorang guru wanita bernama Mira.
"Bagaimana bisa bu Indah melehkan es batu itu?" Tanya guru wanita lainnya.
"Jangan-jangan di guna-guna lagi. Padahalkan lebih cantik aku dari dia." Kata Anik.
"Hus jangan ngomong sembarangan, bu Indah itu memang baik orangnya, buktinya pak Andi dan pak Robi juga naksir sama bu Indah." Kata Mira.
"Kalau gitu pasti pakai penglaris lagi." Kata Anik.
"Bu Anik, jangan ngomong sembarangan. Mereka berdua memang saling menyukai sejak lama." Kata Evi tiba-tiba muncul.
"Tahu dari mana bu?" Tanya Anik.
"Saya pernah melihat mereka berdua makan bersama di resto." Jawab Evi.
Ya Ardi dan Indah memang saling menyukai namun mereka belum tahu isi hati masing-masing, jadi mereka saling mencintai dalam diam.
.....
Natasya pergi menghampiri Toni yang sedang makan di kantin sendirian.
"Toni!"
"Hmm."
"Lihat itu Alea terlihat bahagia, setelah mempermalukanmu. Apa kamu akan diam saja." Kata Natasya sambil menunjuk Alea.
"Bukan urusanmu." Kata Toni fokus pada makanannya.
"Bagaimana jika kita bekerja sama." Tawar Natasya.
"Untuk apa?" Tanya Toni.
"Membalas Alea." Jawab Natasya.
"Aku bisa melakukannya sendiri." Kata Toni masih fokus dengan makanannya.
"Kamu tidak tahu Alea itu seperti apa, meski dia perempuan tapi bukan lawan yang mudah." Kata Natasya mencoba memprofokasi Toni.
"Kamu meremehkan aku." Kata Toni.
"Bukan begitu, aku hanya mengingatkanmu. Jadi mari kita bekerja sama." Kata Natasya.
"Jangan ikut campur urusanku." Kata Toni.
"Halah takut bilang aja." Kata Natasya mancing emosi Toni.
"Aku tidak takut dengan cewek ingusan seperti dia." Kata Toni kesal karena di remehkan oleh Natasya.
"Mana buktikan, jangan hanya bicara saja." Kata Natasya.
"Kamu meremehkan aku, lihat ini dengan baik." Kata Toni pergi menghampiri Alea.
Sedangkan Natasya tesenyum dengan penuh kemenangan karena berhasil memprofokasi Toni.
Toni menuangkan satu botol saus ke mangkok bakso Alea.
"Apa-apaan kamu." Kata Alea.
"Hanya membantumu, kamu suka makanan pedaskan." Kata Toni.
"Sabar, Al." Kata Toni sambil memengang pundak Alea.
"Hei Toni, berhenti mengganggu Alea." Kata Mico.
"Mengganggu, dia yang sudah mengusik ketenanganku." Kata Toni.
"Itu karena kamu sudah mencelakai temannya dan Alea hanya membelanya." Jelas Mico.
"Sudahlah Mic, dia tidak akan mengerti. Diakan tidak punya teman." Kata Alea.
"Aku tidak butuh teman sama sekali apa lagi untuk menghadapi cewek ingusan kaya kamu." Kata Toni.
"Toni, masa kamu mau melawan cewek, malu-maluin kamu jadi cowok." Kata Mico.
"Bukan urusanmu." Kata Toni.
Byurr
Toni menuangkan minuman ke atas kepala Alea.
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Berarti Ardi juga suka sama Indah,Tapi cinta terpendam,Dan sayangnya Ardi sekarang udah nikah,Makanya kalo suka itu mending ungkapin,jangan sok gengsi sok jual mahal dan mendam sendiri..
2024-10-27
0