Alea sedang mengendap-endap ingin keluar rumah agar tidak ketahuan oleh Ardi. Karena Alea sejak tinggal bersama Ardi, ia tidak di izinkan untuk pergi keluar rumah.
"Mau kemana?" Tanya Ardi melihat Alea ingin membuka pintu.
"Hehe." Ucap Alea tertawa nyengir menoleh ke arah Ardi.
"Aku ingin pergi keluar, bosan di rumah terus." Jawab Alea.
"Mau ngapain? Belajar sana, nilai rapormu banyak yang jelek." Kata Ardi.
"Belajar belajar belajar, capek tahu. Aku butuh udara segar. Tadi aku juga udah belajar, pr ku juga sudah ku kerjakan." Kata Alea.
"Kalau butuh udara segar, pergi ke depan kipas angin sana." Kata Ardi.
"Masuk angin." Kata Alea sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Ya anginnya jangan di makan." Kata Ardi.
"Nyebelin banget sih kamu itu, suntuk di rumah terus. Aku itu manusia bukan burung yang harus di kurung di sangkar terus-terusan." Protes Alea.
"Pagi sampai siang pergi ke sekolah, jadi sudah keluar dari rumahkan." Kata Ardi.
"Gak tahulah, capek ngomong sama kamu." Kata Alea sudah kehabisan kata-kata.
"Ibu!" Seru Alea memanggil ibu mertuanya.
"Iya, Nak. Ada apa?" Tanya Tantri menghampiri Alea dengan memakai pakaian rapi.
"Ibu mau kemana?" Tanya Alea.
"Pergi arisan." Jawab Tantri.
"Boleh aku ikut?" Tanya Alea antusias.
"Kamu mau ngapain ikut acara ibu-ibu arisan?" Tanya Ardi.
"Ardi, kalau gak boleh pergi sendiri. Ya temanilah, ajak dia jalan-jalan. Alea pasti jenuh di rumah terus." Kata Tantri.
"Iya ibu, aku seperti di kurung." Kata Alea sambil manyun memasang ekspresi sedih.
"Tuh dengar sendirikan, membahagiakan istri itu juga tanggung jawab suami." Kata Tantri.
"Iya, Bu." Kata Ardi.
"Ya sudah berangkat sana, ibu mau arisan dulu jangan lupa kunci pintunya. Assalamualaikum." Kata Tantri.
"Waalaikumsalam." Ucap Ardi dan Alea bersama.
"Ya sudah. Ayo berangkat!" Kata Ardi malas.
"Kemana?" Tanya Alea.
"Keliling komplek." Kata Ardi sambil berjalan keluar rumah.
"Ya masa keliling komplek. Ke resto kek, ke mall, apa ke taman gitu." Protes Alea.
"Yang penting keluar rumahkan." Kata Ardi sambil berdiri dengan bersandar di pintu sambil melipat kedua tangannya dengan pandangan lurus ke luar.
"Terserahlah. Sebentar aku ambil ponsel dulu." Kata Alea pasrah.
Di sepanjang perjalanan tidak ada percakapan di antara mereka, hingga mereka melewati lapangan kecil yang di sana terdapat anak-anak sedang bermain bola, mereka pun berhenti untuk melihatnya.
"Hm jadi teringat masa kecil dulu." Kata Alea.
"Memangnya kamu bermain bola juga waktu kecil?" Tanya Ardi.
"Iya tentu saja, kadang sampai lupa pulang." Jawab Alea.
Di saat mulai ada perbincangan di antara mereka, tiba-tiba saja tak sengaja bolanya terlempar ke arah mereka, Alea pun mengambil bola itu.
"Kakak, tolong lempar bolanya!" Teriak salah satu anak.
"Apa kakak boleh ikut bermain?" Tanya sambil menghampiri anak-anak itu.
Anak-anak itu pun heran dan saling pandang.
"Tapi, Kak. Kurang satu pemain." Jawab salah satu anak yang ada di sana.
"Itu, ada satu lagi." Kata Alea sambil menunjuk Ardi.
"Om, sini ikut main!" Teriak Alea.
"Dasar Alea, aku mau di ajak main bola sama anak kecil." Gerutu Ardi.
"Ayo cepat sini! Kasihan anak-anaknya pada nungguin!" Teriak Alea.
"Iya." Kata Ardi pasrah.
Mereka bermain bola dengan suka ria, anak-anak pun terlihat senang bahkan Ardi yang biasanya terlihat dingin juga menjadi terlihat ceria.
"Sini oper bolanya, Dek!" Teriak Alea kepada seorang anak yang sedang menggiring bola.
"Yeeeee... goooll!" Teriak dari tim Alea karena berhasil mencetak gol.
"Kita menang." Kata anak-anak di tim Alea.
"Yaaah kita kalah." Kata anak-anak dari tim Ardi.
"Kakak cantik hebat." Kata salah satu anak memuji Alea sambil mengacungkan dua jempol.
"Kalian juga hebat." Kata Alea sambil mengacungkan dua jempol juga.
"Tos dulu dong." Kata Alea tos kepada anak-anak di timnya.
"Om gimana sih, masa kalah sama cewek." Protes salah satu anak dari tim Ardi. Sedangkan Ardi sendiri hanya tersenyum menanggapinya.
"Udah-udah gak usah sedih. Kalian pasti hauskan." Kata Alea.
"Iya, Kak." Kata anak-anak serentak.
"Kalau gitu kita beli es krim, om itu yang traktir." Kata Alea sambil menunjuk Ardi.
"Wah, es krim!" Kata anak-anak serentak merasa senang.
"Apa?" Ucap Ardi terkejut.
"Jangan pelit jadi orang, mereka cuma 10 anak, itung-itung sedekah." Kata Alea.
"Hah, iya." Kata Ardi pasrah.
"Yeeeee...!" Teriak anak-anak dengan begitu senangnya.
"Tunggu apa lagi, ayo kita berangkat!" Kata Alea.
"Yaaa.." teriak anak-anak serentak.
Merekapun segera pergi ke toko yang menjual es krim, anak-anak itu pun langsung menyerbu es krim yang mereka sukai.
"Jangan berebut, semua kebagian. Abil satu-satu." Kata Alea.
"Apa semuanya sudah dapat?" Tanya Alea.
"Sudah, Kak." Jawab anak-anak serentak.
"Oke, terima kasih sama omnya dan doain supaya rezekinya lancar." Kata Alea.
"Terima kasih, Om. Semoga rezekinya lancar." Ucap semua anak-anak itu secara bersama.
"Amiin, iya sama-sama." Ucap Ardi sambil tersenyum ramah.
"Satu lagi, semoga langgeng ya, Kak." Ucap salah satu anak yang paling besar sambil tersenyum mengejek.
Alea dan Ardi hanya saling memandang heran menanggapi perkataan anak itu.
"Ya udah, kita pamit pulang ya, Kak." Kata salah satu anak.
"Iya." Kata Alea.
"Daaa, Kak. Daaa, Om." Kata anak-anak sambil melambaikan tangan.
"Daaaa, sampai jumpa lagi. Hati-hati yaa, lain kali kita main lagi." Kata Alea sambil melambaikan tangan.
"Kenapa anak tadi bicara seperti itu?" Tanya Alea heran, seakan tahu mereka punya hubungan.
"Kamu mau menginap di sini atau pulang?" Tanya Ardi sambil berjalan lebih dulu.
"Pulanglah, masa menginap di sini. Hei tunggu!" Jawab Alea kemudian berlari mengejar Ardi.
"Emm, Om." Kata Alea memanggil Ardi.
"Ya." Jawab Ardi tanpa menoleh.
"Terima kasih." Ucap Alea.
"Untuk apa?" Tanya Ardi tetap fokus pada jalanan.
"Untuk hari ini. Aku senang sekali." Jawab Alea sambil memaka es krim.
"Hmm." Tanggapan Ardi tetap fokus pada jalanan.
"Ternyata dia anak yang manis." Batin Ardi.
"Eh, Mas Ardi. Dari mana, Mas?" Tanya seorang wanita berpakaian seksi dengan nada centil tiba-tiba muncul.
"Habis jalan-jalan." Jawab Ardi dingin sambil mengalihkan pandangannya.
"Oh, tumben. La ini siapa, Mas?" Tanya wanita itu.
"Keponakan saya." Jawab Ardi tetap pada posisi yang sama.
"Oh keponakannya." Kata wanita itu.
"Halo, adek cantik. Siapa nama kamu?" Tanya wanita itu kepada Alea.
"Alea." Jawab Alea singkat masih asik dengan es krimnya.
"Cuek banget." Batin wanita itu.
"Oo Alea, nama yang cantik seperti yang punya." Kata wanita itu
"Dih centil banget ni cewek, kepd-an lagi. Tepe pelakor nih." Batin Alea masih asik dengan es krimnya.
"Mampir dulu atuh, Mas. Di ajak keponakannya." Kata wanita itu.
"Tidak terima kasih. Sudah sore, saya permisi dulu." Kata Ardi kemudian pergi begitu saja dan di susul Alea.
"Mas Ardi masih dingin aja sama aku, tapi lihat aja nanti. Kamu pasti jadi milikku mas." Kata wanita itu.
"Siapa wanita tadi?" Tanya Alea penasaran.
"Orang gila." Jawab Ardi.
"Hahaha, sepertinya dia menyukaimu." Kata Alea.
"Aku sudah punya kamu." Kata Ardi pelan.
"Apa?" Tanya Alea heran.
"Benarkan." Kata Ardi kemudian berjalan lebih dulu.
"Iya sih bener. Eh tunggu dulu, apa maksudnya ini?" Tanya Alea.
"Hei, tunggu!" Teriak Alea sambil mengejar Ardi.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments