Alea sibuk membersihkan kamar yang akan ia tempati sendirian saja, Tantri sedang sibuk memasak untuk makan siang di dapur, sedangkan Ardi tidak tahu pergi kemana.
"Tidak ada yang peduli padaku, aku harus membersihkan ini sendiri. Dan entah kemana orang yang sok peduli itu, malah ngilang pas di butuhin." Gerutu Alea.
"Aduhh, sakit." Kata Alea setelah menendang kursi karena kesal.
"Ada apa, Nak?" Tanya Tantri memeriksa Alea karena mendengar suara berisik.
"Tidak apa-apa, Bu. Hanya tersandung kursi." Jawab Alea sambil memegang kakinya.
"Istirahatlah dulu." Kata Tantri.
"Iya, Bu."
"Orang itu pergi kemana, Bu? Tidak terlihat sejak tadi." Tanya Alea.
"Orang itu, siapa?" Kata Tantri bertanya kembali.
"Siapa lagi jika bukan si menyebalkan itu." Jawab Alea.
"Maksudmu Ardi." Kata Tantri sambil terkekeh mendengar sebutan Alea kepada putranya.
"Assalamualaikum."
"Nah itu dia orangnya datang."
"Waalaikumsalam."
"Kamu dari mana, Ar? Di cariin Alea tuh." Tanya Tantri menggoda.
Ardi menoleh ke arah Alea yang duduk di sofa dengan mengalihkan pandangannya ke arah lain sambil melipat kedua tangannya.
"Pergi ke sekolah untuk mendaftarkan Alea, Bu." Jawab Ardi.
"Ini seragam sekolahmu, mulai besuk kamu sudah bisa sekolah." Kata Ardi meletakkan seragam sekolah di samping Alea.
"Terima kasih." Ucap Alea lirih.
"Apa? Aku tidak dengar?" Tanya Ardi.
"Terima kasih!" Jawab Alea sedikit berteriak karena kesal.
"Apa begitu caranya berterima kasih? Lakukan dengan benar!" Protes Ardi.
"Iya, terima kasih." Kata Alea dengan lembut namun tetap tidak mengubah posisinya.
"Puas." Kata Alea melihat Ardi sebentar.
"Hm." Ardi hanya menanggapinya dengan berdeham singkat.
"Hihihi, sudah-sudah di lanjut nanti saja. Kita makan dulu yuk!" Kata Tantri sambil tertawa kecil melihat tingkah pengantin baru itu.
.....
Alea sedang bersiap-siap pergi ke sekolah ia sudah memakai seragamnya dengan lengkap, kini hanya tinggal menata rambutnya saja. Ia biasa mengucir ekor kuda rambutnya, dengan sedikit poni sepanjang dagu yang menjuntai di kedua sisi telinganya.
"Alea, apa kamu sudah siap?" Tanya Tantri menghampiri Alea di kamar.
"Iya, Bu. Sudah." Jawab Alea menoleh ke arah Tantri.
"Wah cantik sekali putri Ibu." Kata Tantri sambil memegang kedua pipi Alea.
Sedangkan Alea sendiri hanya tersenyum menanggapinya.
"Ya sudah ayo kita sarapan dulu!" Ajak Tantri namun Alea hanya diam mematung di tempat dan tanpa ia sadari air matanya jatuh begitu saja tanpa ada yang menyuruhnya.
"Hei, kenapa masih berdiri di situ?" Tanya Tantri melihat Alea masih berdiri di tempatnya.
"Ee iya, Bu." Kata Alea segera menghapus air matanya dan menyusul Tantri.
"Ada apa, cerita sama ibu. Aku ini juga ibumu." Kata Tantri memegang dagu Alea.
"Tidak, Bu. Aku hanya terharu saja, aku tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu ketika akan berangkat sekolah." Kata Alea.
"Ya sudah, ayo sarapan dulu nanti telat!" Ajak Tantri sambil menggandeng tangan Alea.
"Nanti berangkat bareng siapa?" Tanya Tantri kepada Alea.
"Berangkat sendiri aja, Bu." Jawab Alea.
"Kenapa gak bareng Ardi aja, kaliankan satu sekolah." Kata Tantri.
"Hah, aku satu sekolah dengan dia. Yang benar saja." Kata Alea terkejut.
"Kenapa? Tidak usah protes, yang pentingkan kamu sekolah. Dengan begitu aku akan lebih mudah untuk mengawasimu." Jelas Ardi datar.
"Emangnya aku siapa, pake di awasi segala. Terserahlah, tapi aku akan berangkat ke sekolah sendiri." Protes Alea.
"Bagaimana kalau berangkat sama ayah." Kata Rama.
"Memangnya boleh?" Tanya Alea ragu.
"Tentu saja boleh, kamukan putri ayah juga." Jawab Rama.
"Benarkah?"
"Iya."
"Baiklah kalau begitu, aku berangkat sama ayah saja." Kata Alea penuh semangat.
.....
SMAN CEMPAKA 1
Alea telah sampai di sekolah barunya dengan penuh kebahagiaan karena mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya.
"Tunggu sebentar aku masuk kelas mana? Hah aku lupa bertanya kepada orang itu." Kata Alea bingung.
"Hah sudahlah aku jalan-jalan saja dulu." Kata Alea.
Akhirnya Alea pun memutuskan untuk berkeliling sekolah itu sambil mencari ruang bk dimana Ardi berada.
Sedang asik berkeliling tiba-tiba saja ada yang menabrak Alea dari belakang hingga terjatuh.
"Aduh."
"Woe! Berhenti! Kalau jalan lihat-lihat dong!" Teriak Alea kepada orang yang menabraknya tadi.
"Salah sendiri kenapa di situ." Kata orang tadi.
"Dih nyebelin banget sih tuh orang, bukannya minta maaf malah pergi gitu aja. Baru juga seneng udah dapat masalah lagi, merusak mood aja sih. Mana lagi tuh orang." Gerutu Alea.
"Nah itu dia."
"Hei aku masuk kelas mana nih?" Tanya Alea.
"Ho ha ho he, yang sopan kalau bicara, aku guru kamu di sini." Bentak Ardi.
"Iya, maaf." Ucap Alea.
"Ayo ikut aku dulu menemui kepala sekolah untuk mengisi beberapa data!" Ajak Ardi.
....
Ardi dan Alea memasuki ruang kelas yang akan di tempati Alea nantinya dan kebetulan Ardi juga yang mengajar di jam pertama dan sekalian ia wali kelas dari kelas tersebut.
"Selamat pagi semuanya." Ucap Ardi kepada para murid yang ada di kelas itu.
"Pagi, Pak." Sahut para murid di kelas itu.
"Hari ini kita kedatangan murid baru. Silahkan perkenalkan diri kamu!" Kata Ardi.
"Hai, namaku Alea Safitri biasa di panggil Alea." Kata Alea memperkenalkan diri.
"Baiklah, kamu bisa duduk sekarang." Kata Ardi.
Alea pun segera mencari tempat duduk yang kosong di sana.
Waktu begitu cepat berlalu, pelajaran pun telah usai dan kini waktunya untuk istirahat. Alea sedang memasukkan buku-bukunya ke dalam tas, kemudan ada dua orang siswi menghampirinya.
"Hai, Alea." Sapa salah satu siswi tersebut.
"Hai, juga." Balas Alea.
"Kenalin namaku Fani dan ini sahabatku Rita." Kata siswi tadi memperkenalkan diri dan juga temannya.
"Senang berkenalan dengan kalian." Kata Alea.
"Ke kantin yuk!" Ajak Fani.
"Ayo." Kata Alea setuju.
Mereka bertiga pun pergi ke kantin bersama-sama sambil mengobrol.
"Kamu pindahan dari mana?" Tanya Rita.
"Dari SMAN MELATI 1." Jawab Alea.
"Wah jauh juga ya." Kata Fani.
"Kenapa kamu pindah kesini?" Tanya Rita.
"Em orang tuaku pergi ke luar negri, tapi aku tidak mau ikut. Jadi aku pindah kesini dan tinggal bersama omku." Jawab Alea.
"Oh begitu."
"Iya."
"Kamu suka makan apa Alea?" Tanya Rita.
"Apa ajalah yang penting pedes." Jawab Alea.
"Kamu suka makanan pedas juga ternyata." Kata Fani.
"Wah kita sama." Kata Rita.
"Ya udah kita beli makanan yang sama, gimana." Kata Fani.
"Boleh juga tuh, tapi beli apa." Kata Alea.
"Gimana kalau mie ayam di mix sama bakso, trus di kasih pangsit." Usul Alea.
"Emangnya enak?" Tanya Rita.
"Aku juga belum nyoba sih, tapi kayaknya enak." Jawab Alea.
"Hm menarik juga sih, aku penasaran gimana rasanya." Kata Fani.
"Ya udah tunggu apa lagi. Ayo kita beli!" Ajak Alea.
Begitu bahagianya Alea hari ini selain mendapatkan kasih sayang dari mertuanya, ia juga mendapatkan teman-teman yang baik. Seakan dunianya yang kelabu kembali berwarna lagi.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments