Firasat buruk

Gabi mewakili ibunya untuk berbicara kepada polisi yang bertugas dalam kecelakaan kakaknya. Ibu Aaron memilih untuk duduk agar bisa menahan kepanikan dan memanjatkan doa untuk putranya.

"Bagaimana kecelakaan kakak saya bisa terjadi, Pak?" tanya Gabi.

"Kakak anda disrempet oleh mobil yg dikendarai oleh pria mabuk. Kita masih mencari keberadaannya dari CCTV. Diharapkan keluarga sabar menunggu kabar berikutnya" jawab Polisi.

"Saya mau , pria itu dihukum setimpal dan sesuai aturan. Kakak saya didalam berjuang sendiri dan dia masih bebas. Tolong, tangkap pria tidak bertanggunh jawab itu" ucap Gabi tanpa bisa menahan air matanya lagi.

"Baik, Nona. Kami akan menjalankan tugas sebaik mungkin" ujar Polisi.

Gabi pun melanjutkan percakapan dengan sang polisi yg bertugas hingga tak terasa lampu operasi telah padam yang menandakan sudah selesai.

Ibu Aaron berdiri dari duduknya , tidak sabar melihat kondisi anaknya. Sama halnya Gabi dan polisi yang bertugas, mereka sama sama menunggu informasi dari dokter terkait kondisi Aaron.

Beberapa saat setelah lampu padam, dokter yang mengoperasi Aaron keluar dan menjelaskan kondisi pasiennya.

"Syukurlah, operasi penjahitan kepala pasien Aaron berjalan lancar. Saat ini, dia masih kritis karena kehilangan banyak darah. Saya informasikan juga untuk efek samping dari benturan keras dikepalanya meskipun sudah kami rawat, namun benturan keras itu mengenai sarafnya. Jadi, persiapkan diri jika pasien Aaron mengalami gangguan saraf seperti penglihatan, pendengaran, penciuman, atau sampai amnesia. Kita akan periksa kembali ketika dia sudah sadar. Mohon ditunggu 1 jam lagi, pasien Aaron akan kami bawa ke ruang inap. Sekarang masih tahap pemulihan dari bius" terang dokter secara jelas.

Gabi pun langsung memeluk ibunya yg sudah berurai air mata.

"Kakak akan baik baik saja, Bu" kata Gabi mencoba menenangkan ibunya.

Para polisi pun membuat laporan akan progres keadaan Aaron kepada kantornya.

Setelah 1 jam menunggu, Aaron pun keluar dari ruang operasi dengan kondisi masih tidak sadar dan kepala dibalut perban tebal. Ibu Aaron dan Gabu mengikuti brankar Aaron yg dibawa oleh perawat menuju kamar pasien.

Sesampainya di kamar, perawat menghimbau agar membiarkan pasien istirahat terlebih dahulu dan maksimal 2 orang yang berada di kamar. Polisi pun merasa tidak berkepentingan lagi, memilih untuk keluar dan menunggu di depan kamar untuk perkembangan kesehatan Aaron.

"Kamu kuat. Anak ibu pasti kuat" kata Ibu Aaron sambil duduk di kursi sebelah brankar dan memegang tangan anaknya. Gabi pun duduk di kursi kosong yg ada disebalah ibunya.

"Iya kak. Kami pasti menunggu kakak sadaaar" kata Gabi ikut menguatkan Aaron.

Kamar inap yang didapatkan Aaron hanya sebesar 3x3 meter , kamar standart umum isi 1 orang seperti ruangan kecil tapi lebih tenang daripada harus berbanyak pasien pada 1 ruangan. Ruangan ini memang khusus untuk pasien setelah operasi besar dengan asuransi kecelakaan.

.

Entah kenapa hati Sweetie tidak tenang setelah berpisah dengan Aaron. Ia tidak bisa tidur padahal sudah pukul 2 pagi.

"Kenapa dengan perasaanku ini?" gumam Sweetie yg mendudukan tubuhnya karena seperti kena serangan panik mendadak. Jantungnya berdebar kencanh tak karuan.

"Apa aku salah makan atau minum ya? Perasaan tadi aku makan pecelnya juga gak kepedesan. Jeruknya juga gak kecut ? Kenapa ngerasa gak enak aja ini dadaku?" keluh Sweetie sambil mengelus elus perutnya.

Sweetie berdiri dari ranjang dan mengambil minum air putih di meja makan kecilnya. Tanpa disengaja setelah menuangkan air putih di gelas yg ia bawa, gelas itu jatuh dan pecah di lantai sehingga pecahannya mengenai kaki Sweetie.

"Aaakh!" seru Sweetie merasakan sakit ketika pecahan kaca melukai kakinya.

Ia lalu berjongkok dan mengambil pecahan kaca lalu berdiri lagi mengambil sapu dan kain pel.

"Ini benar benar merasa makin tidak enak" batin Sweetie sambil memegang dadanya.

Meskipun perasaan tidak enak melanda hatinya, ia memilih membersihkan lantai dulu dari serpihan kaca agar tidak semakin berceceran dan akan melukai kakinya lagi. Setelah dirasa bersih, Sweetie mengambil obat P3K di lacinya untuk mengobati kakinya yg terluka.

Wanita hamil itu tidak membayangkan sama sekali jika perasaan ini berhubungan dengan Aaron. Sweetie hanya merasa gundah gulana tanpa tau penyebab jelasnya, malah wanita ini mengira bawaan bayi.

"Tenang ya sayaang, kita akan berjuang bersama. Papimu juga tadi sudah bilang akan mengunjungi kita lagi kan, jadi ayo kita istirahat. Besok temani mami cari kerja juga ya" lirih Sweetie dengan menatap dan mengelus perutnya yg masih datar itu.

Sweetie pun berusaha menidurkan dirinya diranjang , meskipun dengan susah payah akhirnya ia terlelap juga.

Di pagi harinya, Sweetie bangun dalam keadaan mual di pagi hari. Morning sickness yg ia alami pagi ini lebih parah dari kemarin, tapi Sweetie berusaha mulai menerima gejala ini karena bagaimana pun ini adalah proses kehamilan yg harus ia jalani.

Jam sudah pukul 8 pagi, tapi Aaron yang sudah janji tadi malam akan mengirim sarapan untuk Sweetie tidak kunjung hadir.

"Kemana sih lelaki itu? Katanya mau bawain aku sarapan lagi" gerutu Sweetie yg merasa lemas setelah memuntahkan isi perutnya.

Sweetie harus makan dulu sebelum minum obat pereda morning sickness dan vitamin ibu hamil yang telah diberikan dokter kandungan dan dokter di klinik kemarin.

"Apakah papimu mengingkari janjinya ya?" gumam Sweetie berbicara pada bayi yg ia kandung.

"Memang semua lelaki samaa sajaaa! Pembohong! Tak bisa dipercaya! Aku kira Aaron akan berbeda, ya buktinya hanya memberikan harapan palsu saja!" omel Sweetie yg mulai tidak sabar menunggu Aaron untuk membawakan makanan untuk dirinya karena perutnya sudah terasa lapar serta mengingat ia harus minum obat.

Sweetie pun membuka aplikasi online food dan langsung teringat jika Aaron juga bekerja di SnackBox. Wanita itu sengaja memesan makanan di SnackBox lagi agar bisa bertemu dengan lelaki yang diduga ayah dari bayi yang ia kandung.

"Semoga aja kamu yg mengantar lagi. Aku berikan kamu kesempatan ya Aaron, jika kamu tidak bisa memberikan aku alasan kenapa mengingkari janji pagi ini, maka aku akan benar benar pergi dari kehidupanmu" ancam Sweetie ketika melihat layar handphone nya sudah memesan sarapan SnackBox.

.

Di kedai SnackBox, Aris baru saja membuka tokonya dan mempersiapkan segala macam bahan makanan yg ia jual. Tiba tiba handphonenya berbunyi.

"Tumben ada panggilan dari Tante Christin?" kata Aris ketika melihat layar handphonenya memperlihatkan panggilan dari ibu Aaron.

Aris pun mengangkat panggilan itu.

"Selamat pagi, Tante. Ada yang bisa saya bantu kah?" sapa Aris.

"Selamat pagi, Aris. Tante mau ngabarin aja, Aaron kecelakaan kemarin malam. Kondisinya saat ini masih belum sadar, kalau semisal ada urusan bisnis dengannya kamu handle dulu ya" kata Ibu Aaron langsung menjelaskan situasi putranya saat ini tapi dengan suara yg normal dan tidak panik lagi.

"Apaa??? Tante serius? Apa saya perlu kesana tante?" tanya Aris dengan panik.

"Tidak usah. Disini sudah ada Gabi juga nemenin tante. Lagipula kata dokter hari ini kemungkinan sudah sadar, namun nanti memang ada efek dari benturan keras dikepalanya. Tapi kamu gak usah khawatir dulu, buka SnackBox aja dulu nanti kalau sudah tutup izin istrimu terus kamu bisa datang kesini ya" ucap Ibu Aaron dengan lembut.

Aris mencoba menuruti apa yang diperintahkan oleh ibu sahabatnya itu.

"Baik tante, saya akan buka SnackBox dulu baru nanti sore atau agak malam saya ke rumah sakit" sahut Aris dengan nada pasrah.

Panggilan pun diakhiri. Aris jadi overthinking dengan keadaan rekan kerjanya itu, namun teralihkan dengan pesanan online food yang ia terima dan tertuliskan pesanan dari "Hana Joice".

"Kok bisa pas banget, wanita itu pesen makanan disini diwaktu Aaron dirumah sakit? Apa dia sudah tau kalau Aaron kecelakaan ya atau dia tidak peduli?" tanya Aris pada dirinya sendiri.

"Coba nanti aku antar makanannya sambil mengerti bagaimana perasaan dia pada Aaron yang sudah berjuang untuk dirinya" kata Aris lalu menyiapkan pesanan pertama untuk SnackBox yang ternyata dari wanita yg dicintai pemilik kedai ini.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!