Setelah pulang kerumah, Aaron langsung membersihkan dirinya terlebih dahulu karena berkeringat setelah mengantarkan pesanan pelanggan ibunya dengan berjalan dan membantu ibu serta adiknya tadi berjualan sebentar.
Ibu Aaron dan adiknya juga melakukan aktifitas mereka masing-masing. Beres beres rumah lalu menyiapkan makan malam.
Aaron terlihat segar setelah mandi dan menghampiri ibunya yg sedang didapur untuk berpamitan keluar rumah. Tadi setelah mandi, handphone nya berbunyi dari asisten toko usaha miliknya untuk datang kesana karena ada banyak pesanan jadi, asisten tersebut kuwalahan.
"Bu, aku keluar dulu ke toko. Aris memanggilku katanya banyak pesanan, dia keteteran jadi aku harus bantu dia" pamit Aaron.
"Syukurlah, rejeki buat ibu nih" goda Ibu Aaron.
"hahaha , pasti dong. Doakan Aaron sukses ya bu" sahut Aaron sambil mencium tangan ibunya.
Aaron memang anak lelaki yg berbakti dan mengutamakan kebahagiaan ibunya serta adik perempuannya. Tidak ada yg bisa diandalkan di keluarga itu selain dirinya, jadi Aaron tumbuh menjadi anak kuat meskipun ya polos tidak tau kehidupan remaja pada umumnya hingga dewasa pun pikirannya kerja untuk keluarga namun menjadi sedikit berbeda sejak mengenal Sweetie beberapa hari lalu, hidupnya merasa berwarna meskipun saat ini khayalan untuk hidup bersama Sweetie musnah.
Aaron memakai sepeda ukliknya menuju toko yg ia sewa untuk usahanya yaitu jualan makanan ringan secara online. Makanan keripik singkong, makaroni, dan snack lainnya.
Tak jauh mungkin sekitar 1 km dari rumahnya, Aaron sudah sampai di toko kecil miliknya.
"Maafkan aku, ninggalin kamu sendiri dari pagi hehe" sapa Aaron merasa tidak enak meninggalkan Aris sendiri menjaga tokonya di hari libur seperti ini yg biasanya ia sejak pagi sudah datang namun karena bermalam dengan Sweetie maka ia tidak bisa datang ke toko lebih awal karena memang ia sebenarnya sudah minta izin libur ke Aris.
"Gapapa, santai aja. Maaf aku ganggu hari liburmu, ini tiba tiba ada pesenan 50 bungkus makroni yang diambil setengah jam lagi, jadi butuh bantuan mu" sahut Aris.
Aris adalah teman baiknya ketika sekolah. Lelaki ini sudah menikah dan memiliki 2 anak diusia yg sama dengan Aaron. Namun, Aris kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah mengalami kecelakaan dan membuat 1 kakinya tidak bisa digerakannya. Aaron yang saat itu merintis usaha pun mengajak Aris untuk membangun bisnis "SnackBox" bersama sama, meskipun seluruh modalnya dari Aaron namun Aris yg menjalankan operasional bisnisnya.
"Wow rejeki dong. Oke sini aku bantu! " seru Aaron bersemangat seolah olah melupakan bahwa dirinya sedang patah hati. Memang benar, kegiatan yg bikin lupa sakit hati adalah bekerja dengan keras.
Aaron langsung duduk didepan Aris dan mulai membungkus makroni pesanan.
Karena dikerjakan 2 orang, maka 50 bungkus makroni cepat selesai sebelum diambil oleh pemesanan nya.
"Syukur lah, beres di waktu yg tepat" kata Aris lega ketika pesanan itu diambil oleh pemesannya.
"Iya. Besok minggu giliran aku yg akan jaga dari pagi, kalau kamu mau libur silahkan" sahut Aaron.
"Besok, istriku dan anak2 ku akan berlibur dari sekolah. Pasti aku gak bisa ikut mereka dari pada merepotkan istriku dan membuat malu, mending aku kerja aja disini bareng kamu" ujar Aris.
"Kamu tuh gak boleh gitu. Kamu udah jadi ayah luar biasa buat Kia dan Kani. Jeni juga bangga punya suami kayak kamu bertanggung jawab. Udah deh, kamu harus percaya diri yaa. Kehilangan kekuatan 1 kaki masih ada banyak kekuatan mu lainnya broo, semangaat! " ucap Aaron memberi semangat pada partner kerjanya itu.
"Thank you ya broo. Eh kamu tadi malam kencan kan sampek mau libur hari ini? " goda Aris agar suasana jadi cair lagi.
Ekspresi Aaron berubah jadi sendu mengingat lagi sesuatu yg sudah hilang sesaat ketika dia sibuk kerja.
Aris memperhatikan ekspresi Aaron yg berubah, ia tau bahwa pertanyaannya salah.
"Eh maaf, jangan sedih dong" kata Aris dengan menyesal.
Aaron pun memaksakan senyumnya untuk menghilangkan rasa bersalah Aris.
"Eh tenang aja, aku gak sedih kok cuma patah hati aja hahahhaa" sahut Aaron dengan tertawa agar menyembunyikan rasa sakitnya.
Aris heran, Aaron sakit hati kok malah ketawa tawa. Emang kebanyakan orang menyembunyikan sedihnya dengan terlihat pura pura bahagia.
"Udah deh, kalau sedih , sedih ajaaa Ron. Aku paham kok patah hati hehe. Jeni dulu sempet ninggal aku kan waktu sekolah eh dia balik lagi mau balikan" ucap Aris mencoba menenangkan.
"iyaa sih. Patah hati cuma sementara kan, kalau dia jodohku, bakal balik kayak kamu sama Jeni" ujar Aaron.
"Kalau kamu mau dan menganggap ku sahabat, ceritain dong kisah kencanmu kok sampek bikin patah hati" ucap Aris ingin Aaron terbuka dengannya.
Aaron pun akhirnya bercerita tentang Sweetie dan hal hal yang telah ia lalui bersama wanita malam itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments