Sinar matahari mulai redup. Sweetie masih nyaman dalam tidurnya. Namun tiba tiba perutnya bergejolak minta dikeluarkan isinya. Ia membekap mulutnya lalu bangun dari tidur dan berjalan cepat menuju kamar mandi dan memuntahkan di westafel.
2 porsi SnackBox yang Sweetie makan tadi seketika seperti tak bersisa di perutnya. Merasa lemas dan pusing, ia rasakan membuat ia tak bertenaga lgi ketika keluar kamar mandi dan duduk di ranjang.
"Hey baby, jangan buat mami muntah dong" kata Sweetie sambil mengelus perutnya lembut.
Ia ingin berkomunikasi dengan bayinya sesering mungkin karena saat ini , hanya bayi yg ia kandung yg ia miliki.
"Oh ya jam berapa sekarang?" tanya Sweetie lalu mengambil handphonenya yg berada nakas samping ranjang.
Ia melihat jam di layar hp , saat ini sudah pukul 6 sore.
"Udah sore ya. Aku harus makan biar bayiku juga dapat makan" ucap Sweetie lalu berusaha kuat untuk berdiri dan mengambil jaket. Ia berniat membeli makan di warung depan kos karena kalau sore begini pasti sudah banyak orang jual.
"Ayo kita jalan jalan sayang, biar kamu juga makin kuat didalam sini ya" kata Sweetie lagi lagi berkomunikasi dengan bayinya.
Setelah merapikan jaket dan celana panjang yg ia pakai , Sweetie pun berjalan menuju pintu kos.
Ketika membuka pintu kamarnya, sudah berdiri seorang lelaki tampan dan terlihat lugu siapa lagi kalau bukan Aaron.
"Ngapain kamu kesini lagi?" tanya Sweetie sinis dan kaget karena melihat lelaki yg ia yakini sudah membuatnya hamil.
Aaron hanya diam, namun ia menyodorkan kresek berisi makanan yg ia beli untuk Sweetie.
"Apa ini? Aku bisa beli makan sendiri" ucap Sweetie dengan raut wajah tidak suka, padahal aslinya dia pun sedikit merasa senang Aaron berusaha mendekatinya. Tapi gengsi Sweetie sangat besar, ia tidak suka dikasihani ketika ia menjadi wanita biasa bernama Hana Joice bukan wanita malam. Harga diri sebagai Hana tetap ia pegang, mangkanya nama wanita malam yg ia gunakan tidak menggunakan nama aslinya.
"Ambilah, aku tau kamu sedang lapar" jawab Aaron yang masih menyodorkan kresek makanan itu menunggu Sweetie ambil.
"Maaf, aku tidak perlu kamu kasihani. Aku bisa beli makan di warung depan" sahut Sweetie.
"Terima lah, aku tidak merasa mengasianimu karena memberi makanan ini. Mulai hari ini aku akan berjuang dengan keadaanku yg memang belum kaya dan banyak uang, namun aku akan bekerja keras untuk bisa mendapatkan hatimu hingga kamu mau hidup bersamaku" ucap Aaron dengan serius.
"Gimana aku bisa melupakan dia kalau selalu muncul dihadapanku seperti ini?" batin Sweetie.
Sweetie jadi melamun karena omongan Aaron. Ia memegang perutnya dan berkata pada bayinya dalam hati "Papimu datang, apakah kamu senang sayang? Tapi, mami takut ditinggalkan lagi ketika papimu sudah bosan dengan mami atau menemukan wanita yg lebih cantik dan baik dari mami"
Aaron melihat Sweetie melamun , dengan cepat mengambil tangan wanita yg berada didepannya dan memberikan plastik kresek yg ia pegang lalu berlari menjauh dari hadapan Sweetie.
Sebelum makin jauh, Aaron berteriak "Kalau kamu mau buang , buang aja. Pokoknya kamu jangan bosen2 ketemu aku ya Sweetie atau Hana Joice. Aku akan mengejarmu" , lalu lelaki itu lanjut berlari menuju sepedanya yg ia letakkan di luar rumah kos.
Sweetie menatap kresek plastik yg ia pegang saat ini. Dari wajah yang kesal, marah berubah menjadi senyuman.
"Aku akan melihat seberapa perjuanganmu untuk mendapatkan kita. Ayo baby, kita lihat usaha papimu ya" kata Sweetie lalu kembali masuk kamar dan melepas jaket yg ia pakai.
Ia meletakkan kresek itu di meja makan mini yg ia miliki. Lalu duduk dilantai dan membuka isi kresek yg diberikan oleh Aaron.
"Wah, dia ingat seleraku" kata Sweetie sumringah karena Aaron memberikan nya makanan yg memang ia sukai yaitu nasi goreng dengan telur ceplok.
Sweetie pun menyantap nasi goreng dihadapannya dengan lahap.
.
Setelah Aaron memberikan makanan kepada Sweetie, ia pun memilih untuk pulang. Tidak mungkin ia dibilang penguntit jika selalu muncul dihadapan Sweetie. Ia akan membagi waktu kapan harus menghampiri wanita yg ia cintai dan membiarkan wanita itu tidak terkekang.
Ketika Aaron perjalanan pulang, ia melewati toko yang menjual lotre sekitar 3 minggu yang lalu. Ia baru ingat jika dirinya memiliki 2 lotre, karena terlalu sibuk sejak terakhir kali ke toko ini, Aaron lupa kapan undiannya diadakan.
Aaron pun berhenti di toko itu dan masuk menemui bapak penjual.
"Selamat malam, Pak" sapa Aaron ketika melihat bapak penjual toko sedang merapikan barang dagangannya.
"Selamat malam, Anak Muda. Oh kamu yaa, yang waktu itu beli 2 lotre terakhir?" sahut bapak penjual.
"Benar, Pak. Saya kesini mau tanya nih, karena saya lupa kapan ya undian lotre itu diadakan?" tanya Aaron.
"Coba dicek di lotrenya, Nak. Seingatku sih sebulan sejak kamu membelinya jadi beberapa hari lagi dan bertepatan dengan hari libur nasional" jawab bapak penjual.
"Sebentar - sebentar, maaf saya sampai lupa belum cek lotrenya. Saya lihat dulu" sahut Aaron sambil mengambil dompet disakunya dan melihat lotre di dalamnya.
Aaron buka lotre itu dan muncul tanggal undiannya yaitu tanggal 31 Maret 2022 yang berarti kurang 3 hari karena hari ini tanggal 28 Maret 2022.
"Ah syukurlah belum terlewat. Saya tadi waktu lewat toko bapak baru ingat hehe jadi mampir sekalian" ujar Aaron malu malu kucing.
"hahaha, iya gapapa anak muda. Semogaaa rejeki yaaa" sahut bapak penjual.
"Oh ya, semisal kalau terlewat pun sebenarnya tetap aman tidak ada masa hangus jika tidak langsung diambil selama lotrenya aman" lanjut bapak penjual memberikan informasi.
"Wah , makasih infonya ya pak. Saya kadang pelupa memang apalagi kalau sedang sibuk, jadi lupa kalau saya beli lotre hihi" sahut Aaron dengan terkekeh kecil.
"Iya biasa anak muda memang sibuk menata hidup ya" ujar bapak penjual dengan senyuman.
Aaron pun pamit dan melanjutkan perjalanannya menuju rumah.
Sesampainya dirumah, Aaron melihat ibu dan adik perempuannya sedang sibuk di dapur menyiapkan makanan yg mereka jual besok di pasar.
"Halo ibu dan adik ku tersayang. Kalian tumben kok jam segini udah sibuk bikin kue?" sapa Aaron sambil berjalan menuju kedua wanita di rumahnya.
"Iya kak. Kita dapet pesenan 300 kue buat besok, jadi kalau gak dicicil dari sekarang , besok keteteran" jawab Gabi, adik Aaron.
"Wah banyak banget. Ada yg bisa aku bantu kah?" tanya Aaron merasa ingi membantu.
"Bisa dong, tolong bantu buat bungkusin kuenya pake plastik yg udah ibu siapkan disitu ya" jawab ibunya Aaron.
"Siap bos" sahut Aaron lalu menuju plastik yg dimaksud ibunya dan mulai membantu membungkus kue kue yg sudah matang.
Mereka bertiga pun saling membantu untuk menyiapkan 300 kue pesanan besok. Keluarga yang hangat ya ☺
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments