Habisin tabungan

Sebelum pagi menampakan dirinya, Sweetie membangunkan Aaron dari lelapnya pria itu tidur setelah bermain dengan wanita malam itu beberapa ronde.

"Hei, Aaron! Bangun! Sudah waktunya kamu pulang dari sini" seru Sweetie sambil mengoyang goyang kan tubuh Aaron.

Lelaki itu merasa tubuhnya bergerak pun bangun dan melihat wajah Sweetie yg masih terlihat cantik setelah pergulatan panas mereka.

"Iya aku bangun" jawab Aaron dengan suara serak khas bangun tidur.

"Kamu harus segera pulang dan ambil sisa uangnya. Sebelum nyonya bos datang dan menagih uangnya" kata Sweetie sambil beranjak dari ranjang lalu berjalan dengan tubuh polos menuju meja bir karena bajunya ia lepaskan di lantai sekitar meja itu. Lalu ia memakai bajunya lagi.

"Buruan, keburu pagi Aaron! Kamu nanti kena denda karena memakaiku sampai pagi terang!" seru Sweetie seperti dikejar kejar waktu dan memang benar jika dirinya keluar dengan lelaki ketika pagi sudah terlihat terang maka ada biaya denda yg harus dibayar. Sweetie takut Aaron makin keberatan membayar biayanya.

Melihat ekspresi Sweetie yg serius, Aaron buru buru mengambil pakaiannya yg berserakan di sebelah tempat tidur lalu langsung memakainya.

"Terima kasih, Sweetie. Tunggu aku nanti malam, aku akan membawa 3300 peso kekuranganku untuk bermalam denganmu" kata Aaron ketika berpisah dengan Sweetie di depan bar.

Aaron pun melangkahkan dirinya menuju rumah dengan keadaan masih gelap dan Sweetie kembali masuk bar untuk mengambil pakaiannya yg lebih tertutup. Ya masa jalan pulang sambil pake bikini doang.

.

Semenjak pulang dari Yard Club, Aaron tidak fokus dalam pekerjaannya. Otak dan hatinya saat ini terisi oleh Sweetie. Teman - temannya yg tau jika kemarin malam Aaron mencari wanita malam membuyarkan lamunan lelaki itu.

"Hey, bro. Gimana nih semalam? Sekarang udah gak perjaka lagi?" tanya seorang teman yg memang dia selalu menggoda Aaron.

Aaron tidak menjawab tapi dia menunjukkan foto yg ia ambil bersama Sweetie tentunya dengan izin wanita malam itu ketika saling berpelukan dengan tubuh atas terlihat polos.

"Wah keren lu, bro!!! Dapet wanita cantik di Yard Club!!" seru teman lainnya yg ikut melihat foto itu dan tau jika wanita itu adalah wanita malam yang cantik dan menjadi primadona di Yard Club.

Aaron cuma tersenyum penuh kemenangan dan bangga sudah bisa mendapatkan Sweetie sebagai wanita malam pertamanya.

Para teman kurir Aaron pun sudah tak bisa menghina atau mengolok - olok lelaki itu.

"Tapi kenapa lu ngelamun terus sih? Uang lu udah habis ya buat bayar perempuan itu?" tanya teman kurir Aaron, entah yg mana karena memang ada beberapa teman Aaron yg suka menggodanya secara bersamaan tapi lelaki itu udah biasa.

"Aku jatuh cinta sama dia" jawab singkat Aaron membuat para temannya melotot padanya.

"Yang bener aja lu, wanita malam gak bisa dicintai bro. Mereka jual diri ke semua pria yg membayarnya. Bisa bisa lu yg bangkrut!" seru teman Aaron.

Aaron hanya diem aja. Ia merasa omongan temennya kali ini bener, tapi hatinya sudah terlanjur jatuh cinta dan merasakan nirwana dunia dari Sweetie. Pikirannya seperti berhenti tadi malam, ingatan begitu indah untuknya.

Teman teman Aaron pun bergiliran ngasih wejangan bla bla bla tapi tetap saja bagi Aaron mencintai Sweetie adalah pilihannya.

.

Setelah bekerja, ia menyempatkan ke atm untuk mengambil uang. Ternyata, Aaron tidak hanya mengambil uang sebesar 3300 peso sisa bermalam dengan Sweetie, namun ia tambah mengambil 5300 peso untuk menikmati Sweetie lagi nanti malam.

"Aku merelakan uang ini untuk bisa mendapatkanmu malam ini, Sweetie" lirih Aaron sambil menarik uang dari ATM.

Setelah mengambil uang yg dia butuhkan, Aaron pulang dulu kerumahnya. Tadi pagi ketika dia pulang bermalam di Yard Club, dirumahnya sudah tidak ada orang , ibu dan adiknya sudah ke pasar karena mereka berjualan disana.

Sesampainya dirumah sudah sore menuju malam, Aaron langsung menemui ibunya yg sedang membuat kue dan makanan ringan lainnya untuk dijual besok.

"Ibu" panggil Aaron.

"Eh udah pulang, tadi malam kemana ajaa kok gak pulang sampek ibu gak ketemu pagi tadi?" tanya ibu Aaron.

"Hehehe iya bu, maaf. Kemarin aku main kerumah temen sampek ketiduran" boong Aaron tapi sebenarnya gak sepenuhnya boong kan karena tadi malam dia main sama Sweetie sampek ketiduran.

"Oalah, yaudah. Ibu takut kamu aneh - aneh di luar. Dari pada gitu kan mending cari mantu buat ibu" sahut Ibu Aaron.

"Ah ibu, mantu terus yg diminta. Nanti kalau aku udah nikah, uang gajiku diambil istri loh jadi gak ke ibu" celetuk Aaron.

"Gapapa deh, ibu juga masih jualan ada pendapatan. Yang penting ibu punya mantu dan cucu" jawab Ibu Aaron enteng.

Aaron diam saja dan tersenyum sama ibunya itu, memeluknya dari belakang.

"Doakan ajaaaa ya bu. Aaron juga pingin dapet cewek yg bisa jadi istri ku, tapi ibu juga harus sabar. Susah loh cari istri yg baik buatku dan buat ibu kan" ucap Aaron tenang.

"Iya iyaa. Ibu percaya, kamu pasti cari cewek yg terbaik buat kamu. Ibu cuma ingin kamu bahagia aja ya" ujar Ibu Aaron sambil mengelus kepala anaknya itu.

Aaron pun melepaskan pelukannya kemudian menuju kamarnya. Beberapa saat dia keluar lagi dengan pakaian yang lebih tampan dan rapi membuat ibunya heran.

"Loh, mau kemana lgi kan baru pulang?" tanya Ibu Aaron.

"Mau main lagi sama temen bu. Mumpung dia lagi free" jawab Aaron lalu menuju ibunya untuk mencium pipi dan langsung berlari keluar rumah.

.

"Ini dia sudah datang!" seru Nyonya Bos ketika melihat Aaron masuk Yard Club.

"Iya nyonya, ini saya bawa 3300 peso kekurangannya kemarin" kata Aaron sambil menyerahkan uang.

"Wah. Pria sejati ya kamu. Siapa namamu? biar bisa jadi langganan disini" ujar Nyonya Bos dengan sumringah.

"Aaron, Nyonya" jawab Aaron lugu.

"Oh ya, Aaron. Terima kasih ya udah nepatin janji. Silahkan dinikmati malam ini lagi, oh ya maaf untuk Sweetie malam ini sudah di booking lelaki bule dan dibayar tinggi karena diajak ke hotel" sahut Nyonya Bos.

Aaron tidak menjawab namun wajahnya yg tadi senang dan sudah membayangkan akan bermalam lagi dengan Sweetie, pupus sudah. Guratan kecewa nampak jelas di wajah Aaron.

"Jika kamu mau, besok malam kesinilah. Sweetie akan kupersiapkan untuk mu" kata Nyonya Bos untuk membuat Aaron bersemangat lagi, namun lelaki itu tetap berekspresi kecewa. Mungkin iya membayangkan dan menyadari realita bahwa Sweetie memang tidak untuknya.

"Tidak, terima kasih nyonya. Saya besok ada acara dan mungkin memang Sweetie lebih pantas dengan lelaki yang bisa membayarnya tinggi" sahut Chandra dengan nada sendu lalu beranjak keluar club.

"Ah dia lelaki polos" celetuk Nyonya Bos sebelum menyapa pelanggan lain.

Ketika sudah di luar club, Aaron melihat Sweetie berjalan menuju club bersama seorang lelaki bule. Aaron hanya bisa melihat wanita malam yg ia rasa cintai bersama dengan lelaki lain sambil berpelukan dan sangat mesra. Bule itu mencium bibir Sweetie didepan Aaron ketika sedang berpapasan. Sweetie pun melihat Aaron terpaku melihatnya. Namun, karena sudah tugasnya melayani pria yg sudah membayar tubuhnya, ia tidak menghiraukan Aaron.

"Kenapa hatiku gak tega melihat lelaki itu diam ketika melihatku bersama lelaki lain?" batin Sweetie tapi tetap melanjutkan tujuannya menuju club bersama pelanggan bulenya.

"Memang aku tidak pantas untukmu, Sweetie" lirih Aaron sambil melanjutkan jalannya untuk pulang.

Entah kenapa di sepanjang perjalanan, Aaron seperti tidak rela tubuh Sweetie sampai dinikmati lelaki lain. Hanya semalam saja dengan Sweetie, tapi jiwa raganya terasa sudah terikat dengan wanita malam itu.

"Aku tidak bisa begini! Aku harus memilikinya!" kata Aaron lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan berlawanan dari arah rumahnya yaitu kembali ke Yard Club.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!