Kurir online foodnya sudah mulai kesal karena hampir 15 menit menunggu di depan kamar kos Sweetie belum juga dibukakan. Bisa aja pesanan ini, ia taruh di depan pintu tapi masalahnya belum dibayar.
"Hmmm, apa jangan jangan wanita itu kenapa napa didalam ya?" rasa kesal kurir itu berubah jadi khawatir mengingat banyak kasus bundir di kamar kos.
Kurir itu pun mencoba mengetuk lebih keras lagi tapi kali ini tidak sepenuhnya kesal namun khawatir. Setelah dirasa sudah keras mengetuk berkali kali tapi belum ada suara dari dalam kamar kos, kurir itu berniat mendobrak pintu kos. Rasa khawatir nya sudah membuat dia panik, padahal tidak ada hubungan sama sekali dengan pemesannya.
"satu... dua... ti.... " batin kurir itu menghitung sebelum mulai mendobrak namun sebelum selesai hitungan ketiga, pintu kos kamar nomor 5 itu terbuka pelan dan menampakkan seorang wanita memakai kaos putih, celana pendek, rambut diikat keatas, wajah seperti tidak bertenaga dan pucat.
Kurir itu sontak terkejut siapa wanita yg muncul di hadapan nya.
"Swe....swetie" lirih kurir dengan membawa 1 kresek makanan dan didalamnya ada kresek kecil pesanan tambahan selain makanan.
Pandangan Sweetie sedikit kabur karena benar benar sudah tak kuat dan seperti akan pingsan. Namun, ia mencoba menajamkan pandangan nya kearah kurir itu dan seketika itu ia pikir sedang berhalusinasi.
"Kok aku selalu melihat kamu terus sih, Aaron?" lirih Sweetie sebelum ia benar benar pingsan di depan pintu kamar kosnya namun dengan sigap kurir yang membawa pesanan Sweetie yang tidak lain adalah Aaron segera menangkap tubuh wanita didepannya sebelum benar benar terjatuh di lantai.
Dengan sigap, Aaron menggendong Sweetie untuk masuk ke kamar kos setelah meletakkan kresek yg ia bawa di lantai depan pintu tadi. Sweetie ia letakkan di atas ranjang, lalu ia kembali ke depan pintu kamar kos untuk mengambil kresek berisi makanan dan testpack pesanan wanita yg pingsan ini, pintu tetap Aaron biarkan terbuka agar udaranya fresh.
Aaron pun kembali berada disamping Sweetie dan mencari minyak kayu putih atau minyak aromatik lainnya untuk menyadarkan Sweetie. Lelaki itu refleks membuka laci di sebelah ranjang Sweetie dan menemukan apa yg ia cari. Aaron oleskan minyak kayu putih itu di telapak tangannya dan didekatkannya kearah hidup Sweetie.
"Bangun, Sweetie" panggil Aaron sambil menggoyang kan tubuh Sweetie berlahan.
Tangan Aaron satunya terangkat dan membelai kening Sweetie dengan lembut. Setelah beberapa saat upaya Aaron untuk membangunkan Sweetie membuahkan hasil. Mata Sweetie mulai terbuka berlahan dan melihat sekeliling.
Ketika ia menatap sisi dimana ia melihat lelaki yg selalu berada dipikirannya, ia kira itu hanya halusinasi lagi karena sudah terlalu sering ia memikirkan Aaron sejak terakhir bertemu dengan lelaki ini.
"Kamu benar benar membuatku gila karena selalu memikirkan mu setiap hari sampai aku bermimpi kamu ada disampingku" kata Sweetie dengan kekehan kecil menertawakan halusinasinya.
Aaron pun bingung, apa maksud perkataan Sweetie ketika baru sadar.
"Sweetie, kamu baik baik saja?" tanya Aaron.
Sweetie masih terpaku menatap Aaron duduk di samping nya. Ia masih menganggap lelaki yg dihadapannya ini hanyalah halusinasi.
"Sweetie, kamu baik baik saja? Apa ada yg sakit?" suara Aaron mengulangi pertanyaan nya karena belum ada sahutan dari Sweetie yg sibuk menatapnya.
Sweetie berusaha mendudukkan tubuhnya dan Aaron pun membantunya, lalu wanita itu baru sadar jika ini bukan halusinasi.
"Kamu beneran Aaron?" tanya Sweetie tak percaya.
Aaron pun mengangkat satu alisnya, masih bingung dengan sikap wanita didepannya ini.
"Yah menurutmu, apakah aku makhluk halus?" jawab Aaron dengan sedikit bercanda.
Sweetie terdiam, ia meruntuki kebodohan nya yg mengira Aaron hanya halusinasi dan berbicara ngelantur.
Ekspresi Sweetie berubah jadi serius dan dia menepis tangan Aaron dipundaknya.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Sweetie dengan nada sinis.
"Apakah kalau dia lagi gak kerja sebagai wanita malam, memang jadi wanita galak ya? Tapi aku makin suka kalau dia apa adanya seperti ini" batin Aaron dengan senyuman di bibirnya.
Sweetie heran, kenapa Aaron tersenyum mendengar pertanyaannya itu.
"Aku kesini karena mengantar pesananmu di online food" jawab Aaron yg belum menceritakan asal mula gimana ia bisa jadi kurir makanan untuk pesanan Sweetie.
"Bentar, aku tadi dapat driver atas nama Aris bukan kamu. Kok bisa jadi kamu?" lagi lagi pertanyaan Sweetie disampaikan dengan sinis.
Aaron pun lagi lagi hanya tersenyum mendapatkan pertanyaan dengan sinis dari Sweetie.
"Iya benar. Aris yg dapat orderanmu tapi dia sedang sibuk melayani pesanan SnackBox yg lain lalu aku membantu dia karena aku bekerja di kedainya. Lagipula aku juga tidak tau kalau ini adalah pesananmu, kamu memakai nama Hana Joice" jawab Aaron.
Sweetie pun menghembuskan nafas kasar, karena merasa semakin pusing dan perutnya meronta ronta minta diisi.
"Jadi dimana makananku?" tanya Sweetie dengan nada yg lebih lembut karena tenaganya sudah benar-benar habis untuk berdebat.
Aaron tidak menjawab tapi ia mengambil kresek disampingnya lalu diberikan ke Sweetie.
"Ini pesananmu. Tidak usah bayar, biar aku aja yg bayar" kata Aaron sambil berdiri dari posisi duduknya di tepi ranjang Sweetie.
Namun dengan cepat, Sweetie menahan tangan Aaron untuk tidak pergi dulu dari hadapan nya.
"Jangan pergi dulu sebelum aku membayar nya. Aku tidak mau berhutang budi padamu" ucap Sweetie lalu melepaskan pegangan nya pada tangan Aaron.
Aaron pun mengerutkan keningnya, tidak menyangka Sweetie tetap memandang dirinya rendah hingga tak mau memiliki hutang budi atau apapun istilahnya yg membuat mereka berkaitan. Padahal, tanpa mereka ketahui, didalam diri Sweetie ternyata sudah tumbuh ikatan dengan Aaron yg belum mereka terdeteksi.
"Kamu tidak perlu merasa hutang budi. Anggap saja makanan ini sebagai ucapan selamat atas kehamilanmu, entah siapapun ayahnya aku harap kamu menjaganya dengan baik" sahut Aaron dengan senyuman smirk tanda harga dirinya telah diuji jika bersama Sweetie, lalu ia berjalan menuju keluar kamar kos.
Sweetie pun mengepalkan tangannya di sprei ranjangnya, merasa kesal dengan jawaban Aaron yg mengungkit soal kehamilan yg belum dipastikan dan melihat punggung Aaron menjauh dari hadapan nya.
Aaron pun menyempatkan menoleh kebelakang untuk melihat Sweetie sebelum pergi dan berkata "Namamu indah, Hana Joice. Aku harap kamu hidup bahagia. Aku tidak akan melupakan mu karena sampai saat ini aku masih mencintai mu , siapapun kamu dan bagaimana kamu" kata Aaron dengan tulus lalu pergi dari kamar Sweetie dan tidak lupa menutup pintu kamar kos tersebut.
Sweetie tanpa sadar menetes kan air mata entah karena apa perasaannya saat ini campur aduk. Ya lapar, ya sedih, ya lemas, ya bingung, ya capek, ya nyesel, pokoknya entahlah apa yg Sweetie rasakan. Apa jangan jangan memang ia benar benar hamil dan membuatnya jadi sensitif?
Daripada berlarut larut dalam pikiran yg amburadul, Sweetie memakan sarapan nya terlebih dahulu untuk mengisi perutnya. Tidak lama 2 porsi makanan SnackBox yg ia pesan, ludes tak bersisa tinggal kemasannya.
"Enak banget. Memang laper bikin badmood tadi, apalagi gak ngira lelaki itu yg nganter makananya jadi makin badmood" lirih Sweetie sambil mengemasi kemasan makanan yg sudah kosong.
Lalu, tatapannya beralih pada testpack yg berada disampingnya.
"Aku harus segera memastikan ini!" seru Sweetie lalu beranjak dari kasurnya dengan membawa barang kecil yg akan menguji urine nya ke kamar mandi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments