Setelah Aaron membawa sepedanya hingga didepan Sweetie berdiri, lelaki itupun menyuruh wanita hamil itu untuk duduk di kursi penumpang yg ada disepedanya alias dibonceng.
"Maaf yaa, hari ini naik sepeda biasa ini dulu. Kamu udah kuat kan?" tanya Aaron memastikan Sweetie sudah memiliki tenaga untuk ia bonceng.
"Iya" jawab singkat Sweetie ketika sudah duduk menyamping di belakang Aaron.
"Pegangan ya, aku takut tiba tiba kamu pingsan lagi" kata Aaron menarik tangan Sweetie untuk berpegangan pada pinggangnya.
Sweetie hanya diam saja dan menuruti keinginan Aaron untuk berpegangan.
Akhirnya Aaron dan Sweetie pun menaiki sepeda berdua menuju warung langganan Sweetie untuk makan malam. Aaron berhati hati menjalankan sepedanya. Setiap ayunan kakinya ia atur agar tidak terlalu cepat tapi terkesan lambat.
"Kalau kamu ngayuhnya pelan begini, kapan mau sampek" gerutu Sweetie.
"Hehe , maaf. Aku takut kalau terlalu kencang kamu nanti makin tergoncang dan bahaya buat kandunganmu" sahut Aaron.
"Gapapa, kandunganku kuat kok. Agak kencangin dikit, aku udah lapar banget" ucap Sweetie seperti perintah untuk Aaron.
"Okedeh, pegangannya dieratin" kata Aaron lalu lebih kuat mengayunkan sepedanya.
Beberapa saat menaiki sepeda bersama, karena tidak jauh warung yg dituju dari posisi awal mereka, akhirnya sampai jumpa.
Sweetie dulu yg turun lalu diikuti Aaron dan memarkirkan sepedanya. Wanita itu menunggu Aaron selesai baru berjalan beriringan ke warung , ya pastilah tidak dengan bergandengan tangan.
Baru saja masuk, mereka sudah disambut oleh pelayan warung yg kenal dengan Sweetie.
"Hello Sweetie, selamat datang di warung tercinta. Silahkan duduk dulu yaaa" sapa pelayan warung.
"Hello, Dil" sahut Sweetie dengan memanggil nama pelayan itu yg bernama Andil.
Sweetie pun duduk di kursi yg kosong dan Aaron hanya mengikutinya saja.
"Silahkan, mau pesen apa. Kayak biasanya kah, Nasi goreng? Eh aku lupa, kemarin mas ini datang juga kesini beli nasi goreng kesukaanmu" ujar Andil yg baru ingat kalau Aaron kemarin habis dari warung ini juga.
Aaron tersipu malu, ketahuan Sweetie akhirnya jika kemarin ia mengirim makan malam nasi goreng dari warung favoritnya, meskipun tanpa bilang , Sweetie pun tau kalau nasi goreng yg dibawa oleh Aaron dari warung ini.
Sweetie hanya senyum saja menghargai informasi dari Andil.
"Iya, kemarin aku nggak enak badan terus dia bawakan nasi goreng masakanmu yg enaknya kebangetan" puji Sweetie. Andil pun tertawa dan membuat Sweetie pun tertawa. Aaron merasa senang melihat wanita yg ia cintainya tertawa lepas didepannya seperti itu.
"Oke okee jadi mau pesen apa kalian malam ini?" tanya Andil lagi.
"Hmm, aku lagi pingin pecel yaa sama ayam goreng, minta peyeknya yg banyak sama minumnya jeruk hangat manis" kata Sweetie.
"Oke dicatat. Untuk masnya , mau pesan apa?" kata Andil sekaligus bertanya pada Aaron.
"Aku mau soto ayam saja ya dan minumnya sama kayak Sweetie, jeruk hangat manis" jawab Aaron.
"Ih kalian tuh emang romantis banget sih, samaan maunya jeruk" celetuk Andil menggoda kedua tamunya ini.
Sweetie dan Aaron hanya bisa senyum senyum saja mendengar celetukan Andil.
Setelah mendapatkan pesanan Aaron dan Sweetie, Andil berjalan menuju dapur untuk memproses pesanan.
Aaron san Sweetie pun hanya berdua di meja yg sama dan saling berhadapan. Awalnya tidak ada percapakan, namun karena terlalu hening, Aaron pun mulai membuka obrolan.
"Hmmm, kamu sudah enakan? Masih pusing atau mual?" tanya Aaron dengan penuh perhatian.
"Udah nggak" jawab singkat Sweetie yg lagi lagi masih memberikan ujian pada Aaron dengan sikapnya yg cuek.
"Syukurlah. Aku takut banget kalau kamu kenapa napa. Preman tadi bisa aku pukulin sampek babak belur kalau sampai ada masalah padamu" ucap Aaron dengan tekanan dan menahan amarah.
"Ngapain kamu marah? Aku tidak perlu perlindunganmu" jawab sinis Sweetie, namun tangannya mengelus elus perutnya dan berkata pada hatinya "Nak, kita lihat papimu menganggap mamimu ini apa ya".
"Meskipun kamu tidak perlu perlindunganku, tapi aku akan melindungi sejak hari ini. Kalau tidak mau, kamu bisa pergi dari hadapanku sejauh mungkin sampai aku tidak bisa menemukanmu" kata Aaron mencoba menantang.
Sweetie pun mengangkat alisnya tanda tak percaya Aaron bisa memberikan tantangan seperti itu.
"Kamu menantangku?" tanya Sweetie.
"Tidak. Aku tidak menantangmu, Sweetie. Aku hanya akan memperjuangan cintaku selama cinta itu masih bisa diperjuangan dan kulihat keberadaannya. Tapi aku percaya kamu tidak akan menjadi wanita yang kabur dari cinta tulus seseorang" ucap Aaron percaya diri.
"Bisa percaya diri banget kamu. Setelah hari ini, mungkin kita tidak pernah ketemu lagi" kata Sweetie dengan senyuman smirk.
"Jika memang seperti itu, memang aku tidak bisa memaksamu untuk tinggal disini. Aku tidak akan memaksamu untuk mencintaiku atau membalas cintaku. Aku janji Sweetie, aku tidak akan menyakitimu" kata Aaron dengan wajah serius.
Sweetie pun terdiam, berfikir serangan apa lagi yg bisa ia gunakan untuk menguji keseriusan Aaron. Namun, pesanan mereka sudah datang.
"Selamat makan, Sweetie" kata Aaron mendahului untuk makan.
Tidak membalas ucapan Aaron, Sweetie juga langsung memakan pesanannya. Wanita hamil itu sangat lahap dan seketika 1 porsi pecel kurang , lalu ia memesan lagi pada Andil.
Aaron hanya tersenyum saja jika Sweetie sangat bersemangat untuk mengisi perutnya.
"Udah kenyang? Mau nambah lagi?" tanya Aaron lembut ketika melihat Sweetie sudah menghabiskan suapan terakhir di porsi keduanya.
"Udah" jawab singkat Sweetie.
"Tapi aku mau nambah minuman jeruk hangat manis lagi" lanjut Sweetie.
Aaron memberikan senyuman manis mendengar permintaan Sweetie, lalu ia memanggil Andil.
"Mas, aku mau pesan 2 jeruk hangat manis nya lagi ya" minta Aaron.
"oke" sahut Andil.
"Loh kok 2?" heran Sweetie karena ia sudah kekenyangan kalau harus habisin 2 gelas minuman lagi.
"Satunya buat aku. Aku juga lagi pingin yg agak asam asam manis gitu, gak tau kenapa beberapa hari ini aku juga suka mangga" kata Aaron dengan mengaruk kepalanya yg tidak gatal.
Giliran Sweetie yg tersenyum tipis mendengar jawaban Aaron. Sambil mengelus elus perutnya lagi ia berkata dalam hati "Papimu juga kena ngidam kayaknya"
"Kenapa kamu senyum senyum? Emang aneh ya kalau aku tiba tiba suka asem begitu?" tanya Aaron merasa ada yg aneh dari kebiasaan barunya ini sampai disenyumin Sweetie.
"Nggak aneh, namanya juga selera kan bisa berubah setiap waktu tergantung mood" jawab Sweetie berusaha memberikan alasan logis dan menutupi apa yg ia pikirkan sebenarnya.
"Iya sih, mood ku juga berubah beberapa hari ini pinginya dekat kamu terus" gombal Aaron mode lelaki genit tapi terdengar kaku karena lelaki ini tidak pernah gombal ke wanita sebelumnya.
Sweetie tidak bisa menahan tawanya. Ia tertawa mendengar gombalan Aaron dengan nada datar, tapi kenyataannya Sweetie tertawa karena menyadari ikatan bayinya dengan papinya sudah mulai terbentuk.
"Hahahhahahhaa, dasar lelaki lugu. Gombal aja kaku dan datar begitu" celetuk Sweetie dengan tertawa lepas mengolok olok Aaron.
Aaron tidak marah dibilang kaku dan datar , malah lelaki itu merasa bahagia karena pada akhirnya Sweetie bisa tertawa karenanya.
"Aku harap, aku selalu menjadi lelaki yang bisa membuatmu tertawa seperti ini, Sweetie" batin Aaron.
Suasana canggung berubah menjadi suasana penuh canda tawa, lalu datangnya 2 minuman tambahan untuk mereka, jeruk hangat. Mereka pun menikmati setiap seruputan jeruk hangat yg mereka minum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments