Malam ini menjadi malam indah bagi Aaron dan Sweetie. Mereka berjalan berdua menikmati jalanan kota Manila dengan bergandengan tangan selayaknya sepasang kekasih.
Karena Aaron belum makan sepulang kerja tadi dan mungkin Sweetie jug belum makan malam , akhirnya mereka berhenti disebuah warung pinggir jalan langganan Sweetie ternyata.
"Eh, Neng Sweetie datang. Silahkan duduk dulu sama pasangannya" sapa pelayan warung yg sudah mengenal Sweetie langsung mempersilahkan untuk duduk di tempat yg kosong.
"Makasih bang" sahut Sweetie sambil tersenyum dan menarik tangan Aaron untuk mengikutinya.
"Mau pesen nasi goreng telur dadar kesukaan neng sama es teh ya?" kata pelayan ketika Sweetie dan Aaron sudah duduk.
"Iya dong bang, aku pesen itu. Kamu mau pesan apa Ron?" jawab Sweetie lalu menghadap Aaron dan menanyakan lelaki itu ingin makan apa.
"Hmm, ada mie goreng gak bang?" tanya Aaron ke abang pelayannya.
"Ada dong. Mau mie goreng ya? Mau pake telur dadar atau ceplok atau gak pake telur?" tanya pelayan.
"Aku telur ceplok aja bang, 2 ya" jawab Aaron untuk pesanannya.
"Minumnya?" tanya pelayan lagi.
"Es teh aja sama kyak Sweetie ya" balas Aaron yg sudah tidak kaku lagi berinteraksi ketika berdekatan dengan wanita malam yg ia cintai hanya dalam waktu semalam.
"Oke siap. 1 Nasi goreng telur dadar , 1 mie goreng telur ceplok dan 2 es teh ya" kata pelayan mengulangi lagi pesanan kedua tamu didepannya itu.
"Betul bang. Cepetan ya, aku sudah lapar nih" seru Sweetie.
"Siap" sahut pelayan sambil berjalan menuju dapur untuk memberikan pesanan Sweetie dan Aaron.
"Kamu suka makan disini?" sela Aaron sambil menatap Sweetie yg duduk didepannya.
"Iya. Kalau pulang kerja yg gak terlalu malam gitu atau waktu libur, aku memilih makan disini. Enak dan murah" jawab Sweetie dengan senyuman di bibirnya.
"Ah, kukira kamu gak mau makan dipinggiran begini, mengingat kamu cantik dan berkelas" sahut Aaron.
"Hahahhaa, aku cantik juga tetep wanita biasa kali, Aaron. Ini informasi ya, tidak ada wanita berkelas yg menjual dirinya" ucap Sweetie sambil mengedipkan mata menggoda.
Aaron pun terkikih dan menggaruk kepalanya yg tidak gatal.
"Bukan gitu maksudku, kamu tidak seperti wanita malam yg lainnya. Kamu cantik, tubuhmu bagus, kamu juga baik, kamu menghargaimu mahal karena memang kualitasmu yg membuatku merasa bahagia bertemu denganmu" ujar Aaron dengan tulus. Tatapan Aaron yg penuh cinta dan kelembutan membuat Sweetie merasa berharga dan dicintai.
"Aku adalah anak yatim piatu, tinggal sebatang kara sejak keluar dari panti ketika lulus sekolah. Aku tidak tau harus kemana kemudian bertemu dengan Nyonya bos yang menyelamatkanku dan membuatku merasa berharga dengan tubuh dan wajah yg kumiliki" ujar Sweetie mulai berani terbuka dan menceritakannya kisah hidupnya.
Aaron mendengar dengan seksama cerita Sweetie. Ia fikir dengan mengetahui cerita wanita itu , ia tau bagaimana perasaan seorang wanita malam yg berada didepannya.
"Aku sudah 3 tahun bekerja di Yard Club. Dari awal aku sudah menyerahkan tubuhku untuk para lelaki berduit agar aku keluar dari kemiskinan dan menemukan kebahagiaan" lanjut Sweetie mulai serius menceritakan kisahnya.
"Apakah saat ini kamu sudah menemukan kebahagiaan?" sela Aaron.
"Gimana ya. Dulu ketika awal terjun di dunia malam ini aku berfikir memiliki banyak uang dan tidak kesulitan mencari makan adalah kebahagiaan, tapi entah kenapa semakin kesini aku juga ingin hidup normal seperti wanita lain. Namun ketakutan untuk tidak memiliki uang ketika tidak bekerja menjadi wanita malam membuatku tidak bisa melepaskannya" jawab Sweetie dengan mata yg mulai berembun.
Aaron bisa merasakan ketakutan Sweetie dan menyadari bahwa wanita itu merasa kesulitan meskipun hanya bercerita padanya. Lelaki itu memilih untuk mengganti topik pembicaraan.
"Ya sudah, kamu jangan cerita lagi kisah yg buat kamu sedih Sweetie. Aku tidak mau kamu menangis didepanku" kata Aaron sambil mengangkat tangannya untuk menyentuh pipi Sweetie yg ada setets air mata yg lolos dari matanya. Sweetie pun merasa terharu akan perhatian dan sikap gentlement Aaron.
Suasana yg semula sedih dan penuh keharuan berubah jadi tenang lagi ketika makanan mereka sudah datang. Sweetie dan Aaron lahap menyantap makanannya.
Setelah menikmati makan malam, Aaron mengajak Sweetie menuju hotel yg ia sudah booking dari sisa uang tabungan kendi.
"Wah uangmu cukup banyak sampai bisa membawaku ke hotel" celetuk Sweetie ketika sudah berada di lobby hotel yg disewa oleh Aaron.
Aaron hanya tersenyum dan melanjutkan proses check-in.
Kunci kamar sudah didapat, Aaron dan Sweetie menuju kamar itu. Mereka berdua pun masuk dan melihat kamar cukup luas meskipun bukan superior room tapi kamar reguler di hotel ini sudah bagus jika untuk bermalam.
"Kamu benar benar menghabiskan uangmu untuk bermalam denganku ya, Ron" ejek Sweetie.
"Demi bermalam denganmu dan menikmati kencan ini aku siap menghabiskan uangku untukmu meskipun berapa lama lagi aku harus menabung hingga bertemu kamu lagi" jawab Aaron dengan bangga meskipun ia menghabiskan tabungan.
Sweetie merasa tersanjung dan mulai beraksi menggoda Aaron.
"Ayo kita bermain di kamar mandi dulu ya" kata Sweetie sambil menarik tangan Aaron menuju kamar mandi yg berisikan bathup bundar.
Aaron juga terkesima dengan kamar mandi di kamar hotel yg dia sewa. Tidak rugi juga ia menggunakan sisa tabungannya jika membayangkan betapa nikmatnya berdua bersama Sweetie di bathup itu.
Sweetie tanpa ba bi bu banyak omong lagi, membuka gaunnya dan membiarkan jatuh di lantai. Aaron yg menatap Sweetie dengan damba pun terkejut, melihat kedua bagian berharga wanita itu terpampang nyata didepannya dalam keadaan terang lagi tidak seperti malam pertama dengan Sweetie di bar yg redup.
Ternyata Sweetie tidak langsung polos ketika melepas gaunnya, karena kedua bagian itu masih tertutup kain. Aaron yg terpaku membuat Sweetie gemes sekali, biasanya lelaki yg melihat tubuhnya langsung menerkam dirinya tapi itu bukan Aaron.
"Ayo lepas bajumu! Atau aku yg melepaskannya? " seru Sweetie sambil menggoda Aaron.
Aaron pun langsung mengangkat kaos berkerahnya tanpa ingin Sweetie yg melepaskan baju itu, makin membara jadinya hasrat pada dirinya nanti.
Tubuh atas polos Aaron ternyata membuat Sweetie terkesima juga. Apakah seorang kurir wajar memiliki perut yg berotot, batin Sweetie.
Dalam keadaan kamar mandi yg terang, wanita malam itu benar benar melihat tubuh Aaron yg kokoh tak tertandingi jika dibandingkan dengan lelaki yg pernah ia layani.
Gantian sekarang, Sweetie yg mulai terbakar hasrat bercinta namun ia ingin menikmati malam ini dengan pelan dan lembut, maka dari itu ia berusaha menahan aliran panas pada tubuhnya.
"Biar aku bantu melepaskan celana jeansmu" ujar Sweetie yg sudah tidak sabar melihat tingkah Aaron yg masih malu2 didepannya.
Aaron hanya diam saja dan berusaha menahan hasrat lelakinya untuk tidak dikeluarkan secara mengebu - gebu hingga terkesan kasar. Ketika tangan Sweetie mulai menurunkan resleting celananya, Aaron merasakan tangan Sweetie menyentuh asetnya yg tidak lain adalah pusaka dibalik celana itu.
Swetiee pun hanya tersenyum saja ketika merasakan sesuatu yg sedikit keras dari balik celana yg akan dia lepaskan. Ia menarik berlahan celana jeans Aaron kebawah dan meninggalkan boxer lelaki itu.
"Ayo masuk ke bathup. Nanti airnya dinyalain ketika kita sudah didalam" ajak Sweetie sambil mendahuli masuk ke bath up dan mulai menyalakan kran air yg diatur hangat.
Aaron mengikuti Sweetie untuk masuk ke bathup dan duduk didalamnya, posisi berhadapan dan saling pandang.
"Bagaimana ? Airnya udah pas? Tidak kepanasan kan?" tanya Sweetie.
"Tubuhku panas bukan karena air tapi karena kamu Sweetie" batin Aaron.
"Pas kok. Aku suka" jawab Aaron sambil tetap menatap kecantikan Sweetie didepannya.
"Aaron" panggil Sweetie dengan tatapan yg tidak bisa diartikan.
"Iya?" sahut Aaron.
"Apakah kamu tidak malu bersama wanita malam seperti ku?" tanya Sweetie serius.
"Malu? Aku tidak malu karena sejak aku bertemu denganmu dan bersamamu, aku selalu memikirkanmu dan merasakan perasaan yg belum aku pernah rasakan sebelumnya kepada wanita, mungkin aku cinta kamu pada pandangan pertama" jawab Aaron.
"Cinta? Ahahhaahahhaa. Kamu ternyata naif seperti lelaki lain, Aaron. Lelaki yg puas akan pelayanan seorang wanita malam pasti semudah itu bilang cinta" tawa nyaring Sweetie ketika wanita itu mendengar kata Cinta, baginya hampir semua lelaki yg sudah bercinta dengan dia atau wanita malam dan merasakan puas, lelaki itu akan mengatakan cinta semudah itu.
Aaron heran apakah kata cintanya terdengar lucu bagi Sweetie.
"Ya, aku serius Sweetie. Aku dapat menjamin cintaku padamu itu tulus, bukan hanya tubuhmu, bukan hanya kecantikanmu, tapi entah kenapa aku sangat nyaman bersamamu. Ingin selalu dekat denganmu dan jika aku kaya raya, banyak uang mungkin aku akan membuatkanmu istana untuk kita tinggali" sahut Aaron mulai serius dan memegang kedua tangan Sweetie didalam air bath up yg sudah terisi setengah dari posisi duduk mereka. Sweetie pun mematikan kran airnya agar tidak terlalu penuh.
"Gombal! Lelaki memang seperti itu!" sahut Sweetie jengah omongan yg sering ia dengar dari banyak lelaki yg bermalam dengannya.
"Semua cowok sama aja!" batin Swetiee menganggap Aaron sama saja dengan lelaki lain mudah menyatakan cinta.
"Aku harus membuktikan apa Sweetie?" tanya Aaron menatap lekat kedua bola mata coklat milik wanita malam yg ia sewa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments