Aris sebagai teman Aaron sangat menyayangkan perasaan tulus temannya itu jatuh ke wanita penghibur seperti Sweetie. Mendengar cerita Aaron, Aris merasa ikut kesal dan marah karena Aaron seperti lelaki yang dicampakkan. Ya seharusnya tidak merasa seperti itu karena sejak awal sudah tau jika Sweetie adalah wanita malam, jadi ya itu memang pekerjaannya.
Aris hanya bisa memberikan dukungan untuk Aaron secara mental dan memberi pemahaman jika lelaki itu akan mendapatkan wanita yang terbaik dari Sweetie. Aaron berhak mendapatkan wanita seperti itu.
Aris yang sudah mendengar seluruh cerita Aaron sebagai sahabat, dia juga merasa kasihan juga dengan Aaron karena pertama mencinta sudah mengalami penolakan yg menurunkan harga diri lelaki.
"Enjoy your life bro! Umur 27 , kita masih muda tau. Sebenarnya kalau Jeni gak mau kuajak nikah dulu ya aku gak bakal maksa dia dan nikmatin masa mudaku kayak kamu. Tapi kebahagiaan menikah dan masih single itu berbeda. 2 tahap hidup ini sama sama indah tapi dengan rasa yang berbeda. Nikmatin dulu deh masa single mu, aku akan mendungkungmu untuk jadi kaya raya sampek perempuan malam itu nyesel karena nolak kamu gara gara uang" kata kata semangat dari Aris untuk memberikan motivasi pada Aaron yg sedang patah hati.
"Thank you brooo. Aku tau. Saat ini aku akan konsentrasi ngembangin bisnis ini bersama kamu. Ayo berjuang!" sahut Aaron jadi semangat lagi.
Setelah menyelesaikan pesanan hari minggu ini, Aaron mengantar Aris untuk pulang kerumah sekalian main sebentar dengan anak anak Aris. Aaron sangat dekat dengan kedua anak Aris karena memang Aaron suka anak anak. Ia memiliki keinginan untuk mempunyai banyak anak minimal 3 lah.
Akhirnya mereka menutup toko SnackBox jam 7 malam lalu pulang. Namun Aaron seperti niat awal mengantar Aris terlebih dahulu sekalian ingin bermain bersama Kia dan Kani, kedua anak perempuan Aris.
"Hello Om Aaron!" sapa Kia yang melihat Aaron masuk kerumah Aris sambil berlari memeluk lelaki yg ia sapa. Sejenak ayahnya pun dicuekin oleh Kia padahal berada disamping Aaron.
"Hai anak manis Kia" balas sapaan Aaron sambil menerima pelukan anak kecil yg tingginya masih sepinggul Aaron.
"Oh gitu, ayah dilupain ya sama Kia" gerutu Aris yang merasa cemburu karena anak sendiri lebih excited bertemu dengan temannya.
Kia yg sadar telah mengabaikan ayahnya untuk menyapa Aaron terlebih dahulu pun langsung melepaskan pelukannya dari Aaron lalu beralih memeluk Aris.
"Maaf ayah, Kia kangen sama om Aaron karena udah lama gak kesini kan" bela Kia untuk dirinya sendiri.
Aris pun tertawa dan membalas pelukan putri pertamanya itu. Yah, Kia adalah putri pertama Aris dengan Jeni dan saat ini sudah berusia 6 tahun. Sedangkan Kani, putri kedua Aris dengan Jeni masih berusia 3 tahun.
"Hahaha iya sayaaang. Ayah mana ada cemburu sama om Aaron, karena ayah percaya Kia sayang ayah kan?" ucap Aris sambil mengelus ngelus rambut Kia.
"Iya dong, Kia sayang ayah banyaak banget" sahut Kia sambil mengeratkan pelukannya pada perut Aris karena ayahnya tidak setinggi Aaron.
Aaron yang melihat hubungan anak perempuan dan ayahnya pun membayangkan dirinya ketika memiliki anak perempuan juga, bakal sebahagia apa. Tiba tiba teringat wajah Sweetie lagi ketika memikirkan masa depan. Aaron tidak pernah membayangkan wanita seperti apa yang akan menemani dia untuk berkeluarga, namun Sweetie benar2 sudah menjadi wanita pertama yg ia bayangkan untuk hidup bersama.
"Heh ayo masuk, mau dipintu teruus!" seru Aris yang melihat Aaron termenung.
Aaron pun sadar dari lamunannya ketika Kia mulai menarik tangannya untuk masuk kerumah.
"Hello, Aaron. Apa kabar ? Duduk dulu aku bikinin kopi" sapa Jeni yang baru keluar kamar karena menidurkan Kani.
"Hei, Jen. Makasih yaaaa , kangen kopi buatanmu nih" sahut Aaron lalu duduk di kursi tamu dan memangku Kia.
Aris pun tidak mau kalah dari Aaron karena dibikinkan kopi istrinya. Sebelum ia ikut duduk di kursi tamu yg kosong, Aris menyahuti sapaan Jeni kepada Aaron.
"Sayang aku juga mau kopi yang manisnya kayak kamu ya" seru Aris dengan tatapan menggoda.
Jeni pun tersenyum melihat tingkah suaminya yg pura2 cemburu pada Aaron padahal interaksi mereka bertiga memang sudah seperti saudara dalam satu keluarga, saling canda tanpa ada niat saling menyakiti.
Jeni pun jalan kedapur untuk membuat kopi 2 lelaki di ruang tamu.
"Kayaknya Kani sedang tidur ya Kai?" tanya Aaron pada anak kecil yang dipangkunya.
"Iya, om. Tadi dia habis jatuh hehe terus nangis" jawab Kai.
"Jatuh dimana? Tapi adikmu gapapa kan Kai?" sela Aris yang jadi khawatir.
"Gapapa kok , Yah. Jatuhnya tadi lucu dia kepleset di lantai tapi badannya jatuh di kasur lipat didepan TV. Dia cuma kaget aja terus ya nangis. Ibu gendong dia ke kamar terus tidur deh" jawab Kai dengan lucunya.
"Syukurlah. Bentar ya Ron, aku mau lihat Kani dulu. Kamu disini sama Kai. Ajak om main ya Kai" ujar Aris lalu berdiri dan berjalan menuju kamarnya yg juga menjadi kamar anak2nya.
Aaron dan Kai pun bercanda bersama selayaknya kerabat dekat sambil menunggu Jeni dan Aris untuk bercengkrama diruang tamu.
.
Disisi lain, seperti biasa dikeramaian Yard Club tampaklah seorang wanita cantik nan anggun dengan busana bikini yang menampakan hampir seluruh tubuh. Siapa lagi jika bukan primadona Yard Club , Sweetie si nomor 5.
"Hey Sweetie, mau nemenin aku bermalam?" kata seorang pria berpenampilan seperti preman dalam keadaan mabuk.
"Eh ada bang Jarot. Boleh dong tapi bayar 5000 peso dulu ke nyonya bos ya" sahut Sweetie dengan nada menggoda.
"Ish mahal banget sih, cuma berapa menit juga mainnya. Ayolah 2000 peso buat 30 menit deh" tawar Jarot dengan keadaan gontai karena sudah mulai hilang kesadaran. Jarot dikenal sebagai pemimpin preman di daerah club dan memang suka mabuk mabukan hampir tiap minggu sekali di Yard Club dan bermalam dengan hampir semua wanita malam di club ini.
"Maaf ya bang, hargaku tetap sama. Abang kan tau serviceku gimana ya sayang banget aku merawat diri biar muasin pelanggan eh cuma dibayar 2000 peso" elak Sweetie dengan mulai acuh.
"Hmmmm, kamu berani nolak aku?" sulut Jarot yg mulai hilang kendali dengan nada lumayan keras hingga Nyonya Bos pun menoleh ke sumber suara. Melihat Jarot mulai tak terkendali , Nyonya Bos menghampiri lelaki itu dengan membawa 2 bodyguard.
Sweetie berusaha tenang karena hal seperti ini sudah biasa ia tanggapi apalagi memang beberapa kali Jarot memaksa bermalam dengannya namun gak bisa bayar full, akhirnya Sweetie dan Nyonya Boss sepakat akan tegas kepada Jarot.
"He he he, ada Jarot disini. Mau bermalam sama Sweetie? Seperti biasa harganya 5000 peso, bisa bayar?" suara Nyonya Bos terdengar di samping Jarot.
Jarot pun menoleh dihadapan wanita pemilik club. Meskipun Jarot ketua preman wilayah itu, namun kekuasaan Jarot tidak ada apa apanya jika dibandingkan Nyonya Bos yg hampir menguasai daerah Yard Club berada. Kekayaan Nyonya Bos bisa membeli preman preman disekitar apalagi anak buah Jarot, gampang banget ia kuasai.
"Maaf Nyonya, saya lagi mabuk ingin bermalam dengan Sweetie tapi dia gak mau karena cuma saya bayar 2000 peso untuk 30 menit" sahut Jarot dengan suara memelas.
Tawa Nyonya Bos pun pecah.
"Hahahahaa , berani beraninya kamu nawar Sweetie 2000 peso , Jarot. Dia tidak semurah itu tau. Kamu juga pernah bermalam sama dia tanpa kamu bayar full, kurang baik apa coba dia gak nagih ke kamu" ucap Nyonya Bos.
"Ampun Nyonya. Ya sudah , kasih aku wanita yg bisa aku bayar 2000 peso tapi untuk semalaman" kata Jarot pasrah.
"Kalau itu gampang. Wanita disini selain Sweetie , seperti yg kamu tau , mereka juga bisa memberikan pelayanan yg memuaskanmu kan. Oke aku kasih kamu nomer 8 aja ya. Sini kasih aku 2000 peso dulu baru aku panggilkan dia" ujar Nyonya Bos.
Jarot pun mengambil uang disakunya dan memang ia hanya membawa uang tunai 2000 peso. Semua uang yang dibawa, ia berikan ke Nyonya Bos untuk bisa bermalam dengan wanita Yard Club.
"Ini Nyonya" kata Jarot sambil menyerahkan uang pada Nyonya Bos.
"Gini dong. Gak rewel buat bayar. Oke kamu pergi ke kamar kosong nanti nomor 8 aku suruh ke kamarmu" ujar Nyonya Bos sambil menyuruh 1 bodyguardnya mengarahkan Jarot untuk masuk ke kamar kosong dan menunggu kehadiran wanita malam yg telah disewa.
Jarot pun mengikuti bodyguard itu.
Sweetie menghembuskan nafas lega karena terbebas dari Jarot. Setiap kali melihat ketua preman itu, Sweetie merasa ngilu karena ketika melayani Jarot, permainan di ranjangnya begitu kasar dan menyakitinya.
Namun, sebagai wanita malam profesional , Sweetie tetap menahan rasa sakit itu dan melayani dengan baik. Mangkanya ketika Jarot tidak membayar servicenya full, ia merasa begitu rugi.
"Syukurlah, Nyonya. Terima kasih banyak sudah menyelamatkanku dari lelaki breng*ek itu" kata Sweetie dengan senyuman dibibirnya.
"Sama sama Sweetie. Dia pernah bermalam denganmu sekali belum bayar, itu sudah cukup untuk bonus dia. Selama dia gak bayar dulu, jangan pernah layani dia ya" kata Nyonya Bos menenangkan.
Sweetie pun hanya menggangguk setuju dengan saran Nyonya Bos.
"Oh ya Sweetie, gimana nih kencan kemarin sama Aaron? Lancar?" lanjut Nyonya Bos yg baru mengingat Sweetie tadi malam bersama lelaki yg ia anggap baik jika memang akan bersama wanita malam miliknya ini.
"Hmmm, nyonya bos kok tanya itu sih, aku lagi males bahas dia" jawab Sweetie dengan raut wajah cuek.
"Loh loh loh, aku kira kamu seneng keluar sama Aaron" sahut Nyonya Bos merasa heran melihat Sweetie yg terlihat tidak senang dengan Aaron padahal kemarin sebelum dijemput lelaki itu, Sweetie terlihat fresh dan senang akan melayani Aaron.
"Senang cuma sementara, terus dia hancurin rasa itu karena dia bilang cinta ke aku" jawab Sweetie apa adanya.
Nyonya Bos kembali tertawa ketika mendengar jawaban Sweetie yang menyangkut pautkan soal cinta.
"Yakan , apa aku bilang. Dia kayaknya udah jatuh hati sama kamu , Sweetie. Udah sana terima aja, beneran aku rela kamu keluar dari pekerjaan malam ini jika dibawa olehnya. Aku melihatnya sebagai lelaki tulus dan penuh cinta" ucap Nyonya Bos dengan senyuman.
"Cinta gak bikin kaya dan kenyang, Nyonya. Anda tau sendiri cita2 ku adalah jadi wanita kaya. Hidup sama Aaron mungkin aku akan tetap miskin" lagi lagi jawaban Sweetie membuat Nyonya Bos tertawa.
"Hahahaha yaampun Sweetie. Otak mu memang benar benar isinya duit mulu, kayak aku sih hahaha" sahut Nyonya Bos dengan tawa yg awalnya keras kemudian menjadi tawa kecil dan berubah jadi serius.
"Aku bilang sama kamu ya Sweetie. Meskipun aku Nyonya Bos di sebuah club ini dan memiliki kekayaan yg mungkin bisa aku gunakan untuk beli apapun yg aku inginkan, tapi aku tidak bisa mengembalikan cintaku yg pergi dariku selamanya. Kamu tidak bisa membeli perasaan dengan tulus, sayang. Jika memang kamu ingin menjadi kaya, coba pikirkan lagi kayak seperti apa yg kamu inginkan. Hidup menjadi wanita malam selamanya, menjajahkan tubuhmu kesemua lelaki yg membayarmu atau hidup kaya dengan ketenangan dan kebersamaan bersama orang yg kamu cintai dan mencintaimu. Coba renungkan apa yg benar benar kamu inginkan" kata Nyonya Bos memberikan pengalaman hidupnya dan saran untuk Sweetie agar memahami apa yg diinginkannya.
"Oh ya , satu lagi. Lupakan dia jika memang kamu tidak memiliki perasaan padanya. Dia juga pasti akan melupakanmu, jika dia tidak benar benar mencintaimu dan hanya nafsu sesaat. Tapi aku yakin dia akan datang kepadamu lagi dan kuharap kamu bisa memberikan keputusan yg lebih baik daripada saat ini" lanjut Nyonya Bos memberikan petuah kepada Sweetie lalu diakhiri dengan senyuman tipis dan berjalan menjauh dari Sweetie sebelum Sweetie membalas perkataan Nyonya Bos.
Sweetie termenung dengan kata kata Nyonya Bos. Ia menyadari bahwa sebenarnya keinginan kaya yg ia inginkan hanya sebagai bentuk balas dendam akan masa kecil hingga remaja yg hidup dalam ketidakberdayaan. Namun, sesungguhnya hatinya ingin merasakan perlindungan dan kenyamanan.
"Apa aku akan menyesal karena membuat dia pergi seperti itu? Ah biarlah, aku akan lupakan dia. Lagian cuma 2 kali bermalam dengannya, cinta tak secepat itu untuk datang" gerutu Sweetie dengan ketika sadar dari lamunanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments