Sudah tidak perjaka

Setelah mengambil sebotol bir di bar, Sweetie membawa Aaron ke kamar mereka. Didalam kamar yg seperti tidak ada lampu terang karena hanya lampu redup warna semu pink dan kegelapan menjadikan ruangan cukup erotis.

Sweetie melepaskan tangannya dari tangan Aaron ketika berada di kamar menuju meja bir. Wanita malam itu menuangkan bir di 2 gelas yg sudah tersedia di meja kamar. Lalu ia membawa 2 gelas itu ke arah Aaron yg masih berdiri canggung.

"Ini minumlah, mengurangi kecanggungan mu, pria lugu" kata Sweetie sambil menyerahkan 1 gelas bir yg ia bawa. Aaron dengan ragu menerimanya.

"Jangan bilang kamu juga pertama kali minum bir? " tanya Sweetie dengan memicingkan mata.

"eeeh nggak! aku pernah minum ini" jawab gagap Aaron yg menyembunyikan kecupuannya lalu langsung menenggak minuman itu sekali habis.

"Eh jangan minum begitu, bisa langsung mabuk!" seru Sweetie sambil mengambil gelas yg sudah kosong dari tangan Aaron dan menaruhnya di meja kecil sebelah pintu.

"lihat kan aku bisa minum bir ini sekali minum!" bangga Aaron sambil mulai merasa tubuhya menghangat.

"hahahhahaa iya iya. Ayok deh kita mulai main di ranjang nya" sahut sweetie menarik tangan Aaron menuju ranjang dan meminum bir yang berlahan menggunakan tangan yg lain.

Sesampainya di depan ranjang, bir Sweetie juga sudah habis lalu mendorong tubuh Aaron ke ranjang. Ia membiarkan Aaron terbaring di ranjang terlebih dahulu. Lalu ia berjalan menuju meja bir yg tadi untuk menaruh gelas dan mulai membuka bikini sexynya hingga menampakkan tubuhnya yg polos.

Sweetie yg sudah terbiasa melayani pria, namun entah kenapa ia jadi sedikit merasa berbeda ketika akan melayani lelaki yg saat ini sudah berada didepannya.

"Sweetie" lirih Aaron yg terbaring di ranjang dan melihat wanita malam yg telah ia pilih berada di atas tubuhnya.

"Mari kita melepaskan perjakamu dengan indah" suara sexy Sweetie membuat Aaron semakin tergoda, namun ia sangat malu ketika merasakan wajah Sweetie mendekati wajahnya untuk memulai serangan. Sontak Aaron malah memundurkan tubuhnya menghindari kontak langsung dengan Sweetie.

"Maafkan aku, seperti nya aku belum siap Sweetie" kata Aaron membuat Sweetie terkejut, selama ini para pria yg telah menyewanya langsung menyentuh tubuhnya dan dengan hasrat yg mengebu-gebu.

"Pria ini benar benar berbeda dengan pria lainnya. Aku semakin menyukainya" batin Sweetie dengan senyuman smirk.

"Tenang.Rilex. Ya sudah, untuk menenangkan mu, coba kamu katakan siapa namamu dan apa profesimu, biar aku bisa mengikuti alasanmu datang kesini" sahut Sweetie mulai mendudukkan tubuhnya yg polos itu disebelah tubuh Aaron.

"ehmmm, namaku Aaron. Aku kerja jadi kurir dan ada usaha sampingan" jawab pelan Aaron tampan tak percaya diri.

Seketika tawa Sweetie terdengar diseluruh kamar kecil itu.

"Hahahahhahahahaaaa, seorang kurir. Pertama kalinya aku melayani seorang kurir" sahut Sweetie entah itu pujian atau hinaan yg dibalut dengan tawa.

Aaron tersipu malu dan merasa tidak pantas menyewa Sweetie sebagai wanita malas dengan profesinya sebagai kurir, menundukkan wajahnya.

Sweetie merasa bersalah juga karena mungkin tawa dan perkataan nya membuat Aaron merasa rendah.

"e e e, jangan malu gitu. Siapapun kamu karena kamu sudah bisa bayar sesuai tarifku, aku pasti melayani mu dengan baik. Lagipula kamu juga spesial loh buat aku Ron, karena kamu adalah lelaki pertama yg berani mencicilku untuk bermalam" lanjut Sweetie seperti memberikan kata kata baik untuk meningkatkan kepercayaan Aaron lagi.

Tangan Sweetie terangkat untuk menyentuh rahang Aaron untuk mengarah kan wajah lelaki itu menatapnya.

"Kita akan melakukan pelan - pelan. Entah alasanmu apa datang kesini, aku tetap akan memberikan mu kepuasan, kita mulai ya. Jangan menolak apa yg akan aku perbuat padamu" ujar Sweetie menatap lekat mata Aaron lalu mulai mencium bibir lelaki itu untuk pertama kali.

Aaron masih diam dan tidak membalas ciuman itu karena tubuhnya jadi kaku, dia bingung harus membalasnya bagaimana. Ini ciuman pertama baginya. Sweetie yg merasa ciumannya tidak terbalas, melepaskan bibirnya dari bibir Aaron.

"Ini pasti ciuman pertama mu. Bagaimana kamu suka? " tanya Sweetie.

Aaron hanya menganggukan kepala menanda kan ia suka.

"Lucu banget sih kamu , Aaron. Aku akan mulai mencium mu lagi tapi kamu harus pelan pelan membalas ciuman ku ya" ujar Sweetie memberikan intruksi.

Sweetie langsung menyatukan bibirnya lagi pada bibir Aaron, berlahan tapi pasti Aaron juga membalas ciuman itu dengan lembut. Ia tidak terburu buru karena ingin menikmati dengan hati meskipun si wanita malam hanya memikirkan soal tugasnya.

Ciuman itu berubah menjadi panas dan Sweetie menuntun tangan Aaron untuk memegang aset kembarnya. Aaron terkejut karena memegang sesuatu yg baru untuknya, terasa kenyal dan lembut. Lelaki itu menarik ciumannya juga tangannya dr apa yg dia pegang di bagian tubuh Sweetie.

"Kenapa? Apa ada yang salah Ron?" tanya Sweetie yg juga terkejut tingkah Aaron yg tiba tiba menyudahi ciuman mereka ketika wanita itu mengarahkan tangan Aaron memegang aset kembar yg digemari oleh pria.

"Aa... aaku tidak ingin menyakitimu. Apakah tidak sakit jika aku memegangnya?" bukannya Aaron menjawab namun membalas dengan pertanyaan yg membuat Sweetie tersenyum manis.

"Aaron, ini adalah salah satu aset yg aku jual untuk menyenangkan pria yg telah menyewaku. Aku tidak akan kesakitan jika kamu memegang dan merematnya pelan dengan penuh kelembutan" jawab Sweetie lagi lagi memberikan arah tangan Aaron untuk memegang aset kembarnya itu.

Aaron pun tak menolak, malah ia berani menyambar bibir Sweetie terlebih dahulu kali ini. Hanya beberapa kali diajari Sweetie, Aaron seperti sudah pro dalam berciuman atau memang naluri lelakinya keluar.

Sweetie yg merasa gelagar aneh pada tubuhnya mulai membuka kancing baju Aaron perlahan. Aaron tak menolak dan tetap melanjutkan ciumannya. Ciuman itu berhenti ketika Sweetie membantu Aaron melepas baju dan beralih melepas semua kain yg dipakai dibawah tubuh lelaki itu. Polos lah mereka berdua setelah melakukan ciuman dan menuntun untuk lebih.

Suara Sweetie semakin terdengar sexy di telinga Aaron ketika tangan lelaki itu sudah mulai mahir bermain di gundukan yg saat ini menjadi aktifitas yg ia sukai pada wanita itu setelah berciuman.

"Aaron, kamu berada diatas ya. Aku akan menuntunmu untuk memasuki ku dan menghilangkan keperjakaan mu" kata Sweetie dengan nafas yg tersenggal senggal. Aaron menuruti wanita itu untuk memutar tubuhnya berada diatas sedangkan Sweetie berada dibawahnya.

Hasrat lelaki itu sudah paham apa yg harus ia lakukan tanpa menunggu Sweetie arahkan lagi. Ia membuka paha Sweetie dan mengarahkan pusakanya untuk memasuki sebuah tempat dimana perjakanya akan hilang meskipun tidak bisa dibuktikan secara medis.

"Pelan-pelan" kata Sweetie sambil mengalungkan tangannya di leher Aaron.

Meskipun ini bukan pertama kalinya untuk Sweetie tapi entah kenapa lagi lagi, perasaan nya merasakan sesuatu yg aneh ketika pusaka Aaron telah memasukinya. Suara dari hasrat terdalamnya keluar begitu saja tidak seperti melayani pria lain yg dirinya selalu merekayasa ******* serta teriakan agar pria yg menyewanya puas.

"Rasanya berbeda. Ada apa denganku pada lelaki ini?" batin Sweetie sambil tetap menikmati gerakan Aaron diatasnya maju mundur.

Aaron pun bukan lelaki polos lagi semenjak ia berani menempatkan pusakanya ditempat yg tepat. Aaron juga mengeluarkan suara penuh gairah yang membuat Sweetie juga semakin menyukai permainan bersama lelaki itu.

Setelah lama menyatukan tubuh mereka, pada akhirnya ketika rasa puncak gairah sudah datang mereka sama sama mengeluarkannya.

"Aaaaaakhhhh!!!! " seru mereka bersama lalu Aaron merebahkan tubuhnya disebelah Sweetie.

"Terima kasih, Sweetie" kata Aaron sambil menolehkan wajahnya kesamping untuk menatap Sweetie disebelahnya dengan tatapan damba.

Sweetie yang merasa ditatap penuh damba dan ketulusan itu pun merasa kan hangatnya perlakuan Aaron padanya. Kebanyakan pria yg sudah memakainya tidak mengucapkan terima kasih malah langsung tidur atau mandi, meninggalkan Sweetie sendiri.

Tanpa Sweetie balas terlebih dahulu ucapan terima kasih Aaron, ia malah memeluk tubuh lelaki itu dengan erat dan hangat. Aaron pun merasakan gundukan kenyal yg telah ia nikmati itu menyentuh langsung tubuhnya dan membangunkan pusaka yang tadi sudah beraksi dengan wanita untuk pertama kalinya.

Sweetie yg merasakan ada benda keras yg menyentuh tubuhnya, tersenyum smirk dan berkata "Seperti nya kita akan melakukannya lagi karena itumu menginginkannya" ujar Sweetie dengan menggoda dan kali ini ia berada diatasnya.

Pergulatan mereka diranjang benar - benar membuat mereka lupa jika Sweetie adalah wanita malam yang telah disewa oleh seorang kurir. Mereka lebih terlihat sebagai sepasang pasangan yg sedang memadu kasih.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!