Belum saja matahari menampakan dirinya, Ibu Christin dan Gabi sibuk untuk menyiapkan dagangan kue mereka dan pesanan untuk dibawa kepasar.
Aaron pun juga ikut membantu membawa semua dagangan dengan sepedanya.
"Biar aku bawa dagangannya bu, kalian jalan aja dulu ya. Maaf, belum bisa beliin kalian motor atau mobil" kata Aaron ketika diluar rumah.
"Gapapaa sayang, ibu dan adikmu udah biasa jalan kaki. Lagian kalau kamu bantu bawa dagangan sebanyak itu, kita enak aja jalan tanpa bawa apa apa" sahut Christin, memberi semangat pada putranya.
"Pokoknya bu, aku akan belikan kalian motor atau mobil untuk bisa dipake kemana mana, tunggu ya" ucap Aaron memberikan motivasi pada dirinya sendiri.
"Siap kak, aku tunggu hehe" sahut Gabi.
Aaron pun mulai menjalankan sepedanya hati hati karena banyak membawa dagangan ke pasar, lalu Christin dan Gabi berjalan kaki karena tidak ada kendaraan umum yg beroperasi sepagi ini.
Sekitar 15 menit kemudian, Aaron sudah sampai di pasar tempat ibunya buka lapak. Ia langsung menurunkan dagangan dan menata tempat jualan agar ketika ibu dan adiknya datang, lapak sudah siap.
Beberapa saat kemudian, ibu dan adik Aaron sampai ketika lapak baru tertata rapi. Aaron pun pamit untuk pulang karena siap siap juga akan berangkat bekerja menjadi kurir di hari Senin ini.
.
Disisi lain terdengan suara huek huek dari wanita yang baru mengetahui jika dirinya hamil. Yap, lagi lagi Sweetie terbangun dari tidurnya karena merasa mual dan memuntahkan isi perutnya di pagi hari.
"Astaga baby, kamu membuat mami muntah lagi. Apa mami periksa ke dokter aja ya sekalian lihat kamu?" tanya Sweetie pada bayinya ketika sudah duduk diatas ranjang selepas muntah di kamar mandi.
Wanita hamil muda itu pun berencana untuk pergi ke dokter kandungan di rumah sakit umum kota Manila setelah matahari menampakan dirinya terang.
Sweetie memilih untuk mandi dan menyegarkan tubuhnya. Sebelum itu, ia meminum 1 kotak susu hamil yang disisipkan Aaron di kresek yg lelaki itu bawa ketika memberikan makan malam untuk Sweetie.
Setelah mandi dan bersiap bersiap untuk berangkat ke rumah sakit, pintu kamar Sweetie pun terdengar ada yg mengetuk.
"Siapa pagi pagi datang? Jangan bilang lelaki itu?" lirih Sweetie mencoba menerka nerka siapa yg datang ke kosannya.
Ia pun berjalan menuju pintu kamarnya dengan pakaian dress selutut yg ia kenakan dan rambut yang ia ikat ekor kuda. Leher putih dan bersihnya terpampang nyata.
Sweetie membuka pintu kamar kosnya dan benar, Aaron muncul lagi dengan membawakan tas kain berisikan tempat makan.
"Kamu lagi. Kapan sih kamu gak ganggu aku? Makin mual aku kalau lihat kurir kayak kamu" omel Sweetie dengan kebohongan yg terdengan seperti hinaan untuk Aaron. Namun lelaki itu sudah kokoh tak tertandingi untuk memperjuangkan cinta wanita didepannya.
"Ini sarapan untuk kamu. Makan dulu sebelum keluar pagi ini" kata Aaron sambil menyodorkan tas jinjing yg ia bawa.
"Aku bilang, tidak perlu kamu membawa seperti ini untukku. Aku masih bisa beli makan, kamu ya jangan bikin aku benci kamu" ancam Sweetie.
Aaron hanya tersenyum smirk aja, wanita ini benar benar menguji kesabarannya, namun tak mengurangi niat untuk mendekati Sweetie.
"Gapapa kamu benci aku sekarang, aku yakin bencimu akan berubah jadi cinta untukku" sahut Aaron percaya diri.
"Ogah! Aku kan udah pernah bilang, aku tidak akan bersama kurir seperti mu. Aku ingin jadi wanita kaya, yang banyak duit dan tidak hidup dalam kemiskinan. Kamu tidak bisa membuatku bebas dari menderitanya gak punya apa apa, Aaron. Tolong jangan buat hidupku makin rumit" kata Sweetie mulai menggunakan mode wanita yang memelas.
Aaron pun diam, ia memikirkan setiap ucapan Sweetie barusan. Lelaki ini sadar jika Sweetie menginginkan lelaki kaya untuk bersamanya. Aaron tau kondisinya saat ini hidup masih pas pasan dan merintis usaha yg juga butuh modal. Ia tau saat ini dia tidak bisa menjadi seperti yg Sweetie inginkan.
"Kenapa kamu diam? Emang aku salah kalau berharap mendapatkan lelaki yang kaya?" tanya Sweetie ketika melihat Aaron diam menatapnya.
"Tidak. Kamu tidak salah. Aku yang tidak tau diri ingin bersamamu, menjagamu, dan memberikankanmu kebahagiaan. Tapi, aku mohon berikan aku kesempatan untuk mendekat kepadamu, aku bisa jadi kaya kalau kamu mendukung setiap usahaku. Meskipun saat ini aku belum bisa memberikanmu banyak uang tapi aku tidak akan membiarkan mu kekurangan" sahut Aaron serius.
Giliran Sweetie yg terdiam. Ia mencerna kata kata Aaron dengan baik dan tangannya refleks menyentuh perutnya.
"Papi mu terlihat benar benar tampan kalau serius begini" batin Sweetie yg membuat dia tersenyum tipis. Senyuman tipis yg sempat dilihat Aaron.
"Kamu makin manis kalau senyum gini" puji Aaron setelah melihat senyuman segaris dari Sweetie. Wanita hamil muda itu jadi malu karena terpergok senyum didepan Aaron. Ekspresi nya pun berubah datar dan terlihat kesal lagi.
"Aku senyum karena omonganmu itu seperti omongan lelaki hidung belang yg ada di club. Semua lelaki memang bilang manis didepan, jadi pahit di akhir" ucap Sweetie dengan sinis.
"Kamu belum coba memberikanku kesempatan membuktikan apa yg aku janjiin ke kamu. Beri aku kesempatan itu, lalu kamu bisa menyimpulkan apakah aku seperti kebanyakan lelaki hidung belang itu atau berbeda" ujar Aaron.
Mungkin karena lelah menyodorkan tas jinjing berisi masakan yg tidak segera Sweetie terima, Aaron menarik tangan Sweetie yg berada di perut wanita itu dengan cepat tp tidak menyakiti untuk menerima tas jinjing itu.
"Udah makin panas, aku harus berangkat kerja. Seperti kemarin, kalau kamu mau makan ya makanlah kalau tidak buanglah" pamit Aaron yg tiba tiba menjauh dari hadapan Sweetie karena memang hari semakin panas menandakan jam kerjanya akan dimulai.
Sweetie terpaku melihat Aaron menjauh darinya dan bibirnya merekah memberikan senyuman.
"Entahlah, dari awal aku bertemu denganmu sepertinya memang hatiku ini sudah terisi olehmu Aaron" lirih Sweetie ketika melihat pria yang ia sebutkan dalam hatinya mulai menghilang dari hadapannya.
Sweetie pun masuk kamar kos dan membuka tas jinjing yg diberikan Aaron. Tas itu berisi makanan sehat, sayuran dan ikan serta tidak lupa 1 kotak susu hamil.
Wanita hamil itu hanya bisa tersenyum bahagia diawal kehamilannya ini, ia tidak berjuang sendiri. Apalagi yg berjuang adalah lelaki yg ia duga 90% adalah ayah dari bayi yang ia kandung. 10% nya adalah kemungkinan terburuk jika yg menghamilinya adalah benih lelaki lain selama hampir sebulan ini masih bekerja sebagai wanita malam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments