Setelah sarapan, Sweetie melanjutkan rencananya untuk datang ke rumah sakit umum Manila, memeriksa kan kandungannya. Ia datang dengan menaiki angkutan umum karena lebih murah meskipun harus di jalan lebih jauh.
Sesampainya di rumah sakit, ia segera mendaftar kan diri ke poli kandungan dan mendapatkan nomor 10. Sweetie menunggu di kursi tunggu pasien didepan poli dan melihat beberapa ibu hamil yang ditemani oleh suaminya atau pasangannya.
"Apakah aku bisa mendapatkan perhatian seperti itu ya?" batin Sweetie dengan raut wajah sendu. Entah kenapa atau memang bawaan bayi, Sweetie menjadi wanita yang melankolis, mudah merasa sedih dan sensitif perasaanya. Padahal, selama ia menjadi wanita malam, banyak kejadian yg membuat dia kuat dan memberikan perisai pada dirinya ketika menerima kerasnya hidup sebagai wanita malam dan sebatang kara.
Tiba tiba, ada suara wanita yang menyapa Sweetie disampingnya.
"Hai. Mau periksa kehamilan ya?" sapa seorang wanita hamil juga yg perutnya sudah terlihat besar, mungkin sekitar 6/7 bulanan.
Sweetie merasa heran aja, jarang2 ada yg mengajak ia berbicara terlebih dahulu apalagi di tempat umum. Namun Sweetie berusaha bersikap wajar dan membalas sapaan ramah wanita yg duduk disamping nya.
"Iya. Mbak juga ya?" tanya balik Sweetie.
"Iya. Kandunganku sudah jalan 7 bulan. Hari ini waktunya kontrol" jawab wanita itu.
"oh, sudah besar ya. Kalau boleh tau mbak siapa namanya?" tanya Sweetie.
"aku Juni. Kamu?" tanya balik wanita yg hamil 7 bulan.
"Aku, Hana" jawab Sweetie memakai nama aslinya.
"Wah cantik banget namanya. Kalau boleh tau, kamu sendiri kesini?" tanya Juni.
"Iya. Ini kehamilan yang tidak direncanakan tapi aku bersyukur memiliki dia" jawab Sweetie sambil mengelus perutnya.
"Ya harus dong. Bayi yang kamu kandung adalah belahan dirimu sesungguhnya. Dia adalah anugerah terindah dari Tuhan, jadi kita beruntung diberikannya" sahut Juni dengan sumringah.
"Oh ya, aku juga sama. Ini adalah kehamilan ku yang kedua yang diluar rencana dengan suamiku, karena anak pertama kami masih berumur 1 tahun sekarang. Tapi bagaimana lagi, sudah jadi" lanjut Juni dengan kekehan kecil.
"Ah ini anak kedua ya, mangkanya mbak Juni terlihat santai dan gak tegang" ucap Sweetie yg ikut terkekeh kecil.
"Hahaha, kalau kamu nanti hamil anak kedua ketiga keempat atau seterusnya pasti dari setiap kehamilan memiliki rasa yang berbeda. Tapi memang yang pertama lebih tegang karena kan belum pengalaman jadi dinikmatin saja" ujar Juni memberikan pengertian tentang kehamilan.
"Haha, iya" sahut Sweetie lalu pandangannya mengarah pada perawat didepan poli yang akan memanggil pasien selanjutnya untuk masuk ruang pemeriksaan.
"Juni Alexandria" seru perawat yang memanggil Juni untuk masuk.
"Aku duluan ya, sampai bertemu kembali Hana" pamit Juni sebelum meninggalkan Sweetie di kursi tunggu.
Sweetie hanya memberikan senyuman saja kepada Juni ketika berjalan menuju poli kandungan.
Setelah menunggu beberapa saat, namanya pun dipanggil.
"Hana Joice" panggil perawat.
Sweetie pun langsung berdiri dan berjalan menuju poli kandungan.
"Selamat pagi, Nona Hana. Saya dokter Angel yang akan memeriksa anda hari ini" sapa dokter kandungan yang ramah.
"Selamat pagi, dokter" balas Sweetie ketika baru duduk di kursi pasien depan meja dokter.
"Apa yang dikeluhkan nona?" ucap dokter ramah.
"Kemarin saya tes menggunakan testpack dan hasilnya garis dua. Sebelum tes itu saya memang sudah merasa pusing beberapa hari lalu kemarin gejalanya ditambah dengan mual dan muntah hingga saya lemas. Lalu melihat pembalut saya masih utuh, saya berfikir jika saya hamil dan memilih menggunakan testpack terlebih dahulu" jelas Sweetie.
"oh begitu, baik mari kita cek dengan menggunakan USG agar kita bisa melihat isi didalam perut anda ya" kata dokter kandungan dengan senyum manis.
Sweetie pun mengikuti dokter yang berjalan menuju brankar pemeriksaan.
Sweetie pun naik ke brankar dan merebahkan tubuhnya. Dokter Angel menyiapkan alat USG, sedangkan perawat membantu menutupi bagian bawah Sweetie hingga menampakkan perut polosnya.
"Sudah siap ya. Gelnya terasa dingin, ini mempermudah alat USG untuk melihat isi perut anda" jelas Dokter Angel ketika menaruh gel diatas perut Sweetie lalu meletakkan alat USG untuk diputar putar diatasnya.
Tak menunggu lama, isi perut Sweetie sudah bisa dilihat dilayar monitor didepannya.
"Iya nih, selamat anda memang sedang mengandung. Usia kandungan sudah jalan 4 sampai 5 minggu. Detak jantung sudah mulai terdengar dan kuat" kata Dokter Angel menjelaskan kondisi kehamilan Sweetie dengan sumringah.
Sweetie pun hanya tersenyum melihat ada lingkaran kecil di layar monitor. Dalam hatinya sangat bahagia jika memang bayi yg ia kandung dalam keadaan sehat dan kuat.
Setelah memeriksa kehamilan dengan USG, dokter Angel mempersilahkan Sweetie untuk turun brankar dan kembali duduk di kursi pasien depan meja dokter.
"Kandungan anda kuat, Nona Hana. Kalau dari kemarin anda merasa pusing dan mual hingga muntah itu sudah wajar untuk kehamilan pertama. Nanti akan saya kasih vitamin dan penghilang rasa morning sickness nya" kata Dokter Angel.
"Baik, dok" sahut Sweetie.
Dokter Angel pun menulis kan resep untuk Sweetie tebus di apotik rumah sakit. Ketika memberikan resep obat, Dokter Angel juga memberikan foto janin yang dikandung Sweetie sebagai tanda foto bayi pertama.
"Ini foto janin anda. Lucu kan dia masih terlihat kecil sekali tapi nanti akan tumbuh besar di perut anda" kata Dokter Angel dengan lembut.
"Iya dok. Saya akan menikmati setiap momen dengannya" sahut Sweetie dengan senyuman.
Sweetie pun mengucapkan terima kasih kepada Dokter Angel sebelum keluar ruangan dan segera menuju apotik untuk mengambil obat.
Setelah pemeriksaan selesai dan obat diterima, Sweetie berencana pulang namun ia berniat datang ke Yard Club untuk mengundurkan diri sebagai wanita malam dan berpamitan pada Nyonya Bos.
Ia memilih menggunakan taxi karena hari sudah semakin siang dan panas. Ia tidak ingin kelelahan dijalan apalagi saat ini waktunya makan siang, takut ia akan pingsan di jalan.
Taxi yang ia tumpangi sudah sampai di Yard Club. Sweetie mengambil uang ditanya untuk membayar taxi itu lalu keluar taxi menuju pintu masuk club tempat dia bekerja selama 3 tahun lebih.
Ketika masuk, Yard Club masih dalam keadaan sepi tapi sudah buka untuk barnya. Ia berjalan menuju bar dan bertemu bartender kenalannya yang bernama Doni.
"Hey Don. Dimana Nyonya Bos?" tanya Sweetie langsung.
"Eh, ada Sweetie. Kemarin kamu gak masuk ya, club jadi sepi tau" sahut Doni.
"hihi maaf, kemarin aku merasa gak enak badan. Oh ya aku mau ketemu Nyonya Bos, dimana dia?" tanya Sweetie lagi.
"Oh Nyonya bos ada di kantornya, ia lagi makan siang" jawab Doni.
"Oke, Terima kasih infonya ya" sahut Sweetie lalu meninggalkan bar menuju kantor Nyonya Bos.
Tok.. Tok.. Tok...
Sweetie mengetuk pintu kantor Nyonya Bos terlebih dahulu sebelum masuk.
"Iya, masuk" suara Nyonya Bos dari dalam ruangan. Sweetie pun membuka pintu kantor pemilik Yard Club.
"Wow ada Sweetie!" seru Nyonya Bos terkejut atas kedatangan primadona di clubnya siang siang begini.
"Ayo duduk sini" lanjut Nyonya Bos menyuruh Sweetie untuk duduk disamping nya.
"Iya Nyonya, maaf ya siang siang udah datang hehe" sahut Sweetie.
"Tumbenan nih, pasti ada yg mau kamu bicarakan ya?" tanya Nyonya Bos.
"Ah Nyonya Bos memang tau aja. Jadi begini Nyonya, saya sangat berterima kasih pada kebaikan Nyonya selama 3 tahun lebih telah menampung saya. Ada kejadian tak terduga dan tak terencana yang membuat saya harus berpamitan dari Yard Club ini" kata Sweetie sebagai pembuka, membuat Nyonya Bos menarik salah satu alisnya keatas tanda curiga.
"Wait wait, apakah kamu hamil?" tanya Nyonya Bos to the point yang langsung benar.
Sweetie hanya menundukkan kepala saja merasa tidak enak dengan bosnya itu tapi Nyonya Bosnya malah tersenyum dan tertawa melihat sikap Sweetie yg menandakan tebakannya benar.
"Hahahhahahhaaaa, akhirnya kamu kebobolan juga" ucap Nyonya Bos dengan tertawa, seperti bahagia mendengar Sweetie hamil.
Sweetie pun heran dengan ekspresi Nyonya Bosnya itu, kok bisa malah senang padahal bos nya tau konsekuensi hamil dalam bidang ini kalau gak menggugurkan atau resign dari dunia malam.
"Maaf maaf, aku tertawa karena terlalu senang kamu hamil. Aku salut banget sama kamu, 3 tahun kerja sebagai wanita malam gak pernah ceroboh atau sampai kebobolan hamil. Eh ternyata sekarang hamil. Tapi kamu tau siapa ayahnya?" tanya Nyonya Bos disela sela rasa senangnya.
"Hmmmm, Nyonya pasti tau" jawab Sweetie malu malu.
Nyonya bos memicingkan matanya menatap Sweetie yg tersenyum dibalik rasa malunya.
"Kalau kamu senyum begitu, pasti dia adalah lelaki kurir itu kan. Yakan apa yang aku bilang, kalian itu mungkin sudah diciptakan Tuhan untuk bersama. Aku aja awal melihat kalian bersama merasa ada sesuatu yg berbeda dari kalian. Ya syukurlah, keinginanku untuk melepaskan mu dari dunia malam ini terwujud jika kamu bisa bersama Aaron" kata Nyonya Bos dengan tulus.
Seketika raut wajah Sweetie berubah ketika Nyonya Bos menyebutkan hidup bersama Aaron.
"Maafkan saya, Nyonya. Mungkin memang ini bayinya tapi belum bisa saya pastikan 100% bahwa ini sepenuhnya miliknya karena aku melayani banyak lelaki juga setelah berhubungan dengannya terakhir kali. Aku tidak ingin membuat dia terluka jika ketika aku minta pertanggungjawaban nya namun ternyata anak ini bukan miliknya. Apalagi jika aku sudah ia kenalkan pada keluarga nya, kekecewaan mereka akan menjadi boomerang untukku. Jadi saat ini aku memilih untuk hidup bersama bayi ini saja" jelas Sweetie dengan sendu.
Nyonya Bos pun mengerti kekhawatiran Sweetie. Namun ia berusaha menenangkan primadona clubnya itu agar tidak merasa rendah diri dihadapan orang yg berarti untuknya.
"Itulah konsekuensi menjadi wanita malam. Ketika hamil tidak bisa memastikan dengan siapa benih itu menjadi janin. Tapi naluri seorang wanita yang baik, pasti tau arahnya meskipun tidak bisa memastikan 100% diawal. Namun Sweetie, Aaron sangat mencintaimu dan dia adalah lelaki baik serta tulus. Dia pasti menerima mu dan bayi ini sepenuhnya. Untuk keluarganya pun, jika Aaron bisa memberikan pemahaman dan pengertian pada mereka, mungkin semua akan baik baik saja" kata Nyonya Bos berusaha memberikan semangat.
Sweetie hanya diam dan menerima semua perkataan Nyonya Bos yg menurut nya juga benar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments