Berpisah sebelum sarapan

Matahari sudah terbit dan sinarnya mulai menyinari bumi. Aaron dan Sweetie masih terlelap dalam tidurnya, namun posisi mereka saat ini sangat nyaman yaitu berpelukan penuh dengan kehangatan. Entah sejak kapan mereka seperti itu padahal dini hari tadi setelah beronde ronde, mereka terlelap hanya saling tatap tanpa menyentuh. Inilah yang dinaman cinta? Kita bacaaa terus sampek tamat yaa novelnya 😁

Merasa ada sinar yg mengenai mata Aaron, lelaki itu membuka matanya berlahan. Aaron hanya terdiam sejenak ketika menyadari tubuh polosnya bersentuhan langsung dengan tubuh polos Sweetie karena posisi mereka berpelukan. Merasa bahaya dengan pusakanya yg sewaktu waktu bisa terbangun, Aaron segera menjauhkan dirinya dari tubuh Sweetie dengan lembut. Tapi gerakan Aaron yg menurutnya sudah sangat pelan dan lembut ternyata membangunkan Sweetie juga.

"Eh kamu sudah bangun" lirih Sweetie sambil melepaskan tangannya dari pinggang Aaron dan langsung merengangkan tangannya ke atas.

Aaron pun langsung turun dari ranjang tapi lupa kalau tubuhnya sedang polos. Ia buru buru lari ke kamar mandi karena bajunya ada disitu. Aaron segera mengguyur tubuhnya dengan shower untuk mendinginkan tubuh dan pikirannya yang hampir saja tersulut gairah lagi pagi pagi karena bersentuhan dengan Sweetie. Ia tepis jauh jauh pikiran ingin menyatu lagi dengan wanita malam yg ia sewa karena bagaimana seriusnya dia mengambil hati Sweetie tapi kalau belum berduit tidak bisa bawa wanita itu keluar dari kemiskinan.

Sweetie masih merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan menutupi tubuhnya yg polos dengan selimut. Wanita itu menatap langit langit kamar dan mencoba menemukan apa yg dia mau sebenarnya dari hidupnya. Apakah memang dirinya menyukai pekerjaan menjadi wanita malam karena dibayar mahal ? Atau pekerjaan ini hanya pelampiasan sakit hatinya sejak kecil tidak pernah merasakan sentuhan kasih sayang dari siapapun?

"Kenapa hatiku sakit ketika, Aaron menjauh dari pelukanku tanpa berkata apapun? Kenapa aku jadi gundah karena tidak bisa membalas cintanya? Padahal kita baru 2 kali bersama , tapi apakah cinta secepat ini?" lirih Sweetie pada dirinya sendiri. Bingung apa yg dia mau.

Ketika wanita itu tenggelam dalam pikirannya, Aaron keluar kamar mandi dengan memakai baju lengkap yg ia pakai tadi malam. Mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, Sweetie langsung mendudukan tubuhnya di ranjang sambil menarik selimut tetap menutupi tubuhnya yg polos kecuali tangan dan wajahnya hingga leher yang juga menampakan pundak yg bersih putih itu.

Sweetie pun mencoba mencairkan suasana karena Aaron terlihat mulai membatasi hubungan mereka. Ditolak cinta karena gak punya duit menurut Aaron sangat merendahkan dirinya, tapi ia tidak marah pada Sweetie mengingat memang latar belakang wanita itu yg cukup kasihan juga. Jadi marahnya Aaron hanya diam dan terkesan dingin.

"Udah mandi?" tanya Sweetie basa basi , pertanyaan yg seharusnya gak dia lontarkan karena sudah tau jawabannya.

"Iya. Kamu segera mandi, kita sarapan di restauran udah sepaket" jawab Aaron dengan cuek. Lelaki itu tidak menunjukkan sikap mengejar2 Sweetie lagi atau menatap wanita itu dengan damba karena hanya membuat hatinya sakit mengharapkan balasan akan cintanya. Padahal cinta yg tulus tidak mengharap balasan bukan ? 😏

Jadi, apakah cinta Aaron pada Sweetie tulus? Ya kita lanjutin lagi ceritanya.

"Iya" sahut Sweetie terkesan kecewa dengan sikap Aaron yg berubah tidak melihat dirinya spesial seperti sebelumnya.

"Yakan, emang laki laki sama aja. Minta balasan cinta kalau ditolak kelihatan aslinya" batin Sweetie sambil turun dari ranjang dengan membalut tubuhnya pake selimut. Wanita itu segera masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Aaron pun duduk di kursi menghadap jendela kamar yg menunjukkan kondisi sekitarnya.

"Andai aku bersinar seperti matahari, mungkin bisa menyinari kehidupan Sweetie yg kelam" batin Aaron sambil menerima sinar matahari menerpa dirinya.

Sesaat kemudian, Sweetie sudah selesai mandi dan Aaron terlihat memakai pakaian yang dipakai tadi malam. Aaron pun yg awalnya menghadap luar kamar hotel, langsung berdiri dan membalikkan tubuhnya hingga menghadap Sweetie.

"Udah beres semua? Ayo makan" ajak Aaron.

"Bentar, rambutku belum kering" sahut Sweetie sambil mengusek usek rambutnya dengan handuk.

"Ini udah jam 8. Aku booking kamu sampek jam 9 pagi, kalau lebih apakah aku harus bayar lagi?" sindir Aaron dengan tatapan sinis.

Sweetie pun terkejut dengan sindiran itu, sematre itukah dirinya dimata Aaron sekarang. Namun, harga diri Sweetie pun tidak kalah tinggi, ia membalas sindiran Aaron dengan berani juga.

"Oh yaampun! Aku hampir lupa! kamu cuma bayar 12000 peso ya? Nyonya bos baik banget sama kamu, ngasih harga bermalam denganku sampek pagi cuma seharga itu. Kalau dihitung hitung , udah 12 jam lebih lagi, biasanya sih kalau selama itu 17000 peso. Tapi kalau kamu masih belum puas denganku bisa tambah 4000 peso aja sampek jam 12 siang gimana?" tawar Sweetie dengan nada sengit yg terkesan makin meremehkan Aaron sebagai pria.

Aaron berusaha menahan amarahnya, ia bukan type lelaki main kasar pada wanita. Ia hanya diam saja lalu melangkahkan kakinya untuk keluar kamar sebelum itu ia berkata pada Sweetie "Maafkan aku, Sweetie. Sepertinya memang aku tidak pantas untukmu, aku tidak bisa membayarmu lagi. Mungkin hari ini hari kita terakhir ketemu secara sengaja. Jika kita berpapasan di jalan mungkin saja aku menyapamu, tapi kamu tak perlu membalas. Anggap saja aku salah satu pelangganmu yg hanya butuh pelayananmu saja di ranjang" ujar Aaron tegas.

Setelah mengatakan kalimat panjang seperti itu pada wanita malam yang ia sewa , langkah kakinya mulai mengarah ke pintu kamar lalu keluarlah Aaron dari kamar itu menuju restauran untuk sarapan.

Sweetie yg masih didalam kamar sendiri dengan handuk yg berada dikepalanya, langsung memegang dadanya karena terasa sesak mendengar omongan Aaron itu.

"Aaron sama saja dengan lelaki lain! Pengecut!" gerutu Sweetie merasa maraha juga entah marah pada dirinya sendiri atau pada Aaron.

Sweetie pun mengambil handuk dikepalanya lalu dilempar disembarang tempat dan beranjak keluar kamar setelah mengambil tasnya. Ia berniat menyusul Aaron di restauran tapi ternyata lelaki itu tidak jadi sarapan dan langsung check out kamar.

"Sepertinya memang hari ini hari terakhir aku akan bertemu dengannya" lirih Sweetie ketika baru saja mendudukan tubuhnya di kursi restauran hotel yang Aaron sewa dan dimejanya itu sudah diberi nama Aaron dan Sweetie.

"Romantis sekali Aaron sampek dipesankan begini. Tapi dia juga pria lemah yg tidak memperjuangan cintanya hingga dapat. Cemen!" omel Sweetie pada Aaron meskipun lelaki itu tidak mendengar secara langsung karena keberadaannya entah dimana. Sweetie tidak membuang kesempatan untuk sarapan dihotel, ia menyayangkan uang Aaron yg dikeluarkan untuk menginap di hotel lumayan bagus itu dan dapat sarapan.

Sweetie menikmati sarapannya seorang diri.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!