Sweetie diam beberapa saat. Nyonya Bos yang berada disampingnya pun menghela nafas melihat kegundahan wanita yg duduk bersamanya.
"Udah deh, Sweetie. Aku rela melepaskanmu tidak bekerja menjadi wanita malam disini lagi tapi kamu harus pastikan dirimu tidak menjadi wanita menyedihkan seperti pertama kali bertemu denganku. Usiamu sekarang sudah 23 tahun lebih, hamil pula, akan menjadi seorang ibu. Jagalah dirimu dengan baik, terimalah lelaki yg mencintaimu apalagi kamu pun mencintainya meskipun tak kamu sadari. Mengerti kan?" ucap Nyonya Bos memberikan persetujuan resign dari Sweetie.
Sweetie pun hanya bisa mengangguk dan menatap Nyonya Bos untuk mengatakan sesuatu.
"Baik, Nyonya. Terima kasih banyak atas semua ilmu dan pengalaman hidup. Aku akan hidup menjadi lebih baik dan wanita yang lebih dewasa. Semua bantuan Nyonya tidak akan pernah aku lupakan" ucap Sweetie dengan mata berkaca kaca.
Nyonya Bos pun menarik tubuh Sweetie kedalam pelukannya. Wanita yang sudah setengah baya itu menganggap Sweetie seperti putrinya sendiri. Menjaga Sweetie meskipun juga memanfaatkannya selama 3 tahun, namun itupun ya karena hanya itu yang bisa menghubungkan mereka.
Setelah Sweetie mendapatkan izin untuk berhenti bekerja di Yard Club dari Nyonya Bos, wanita hamil muda itu pamit untuk pulang karena hari semakin sore dan club menjadi rame. Takut banyak pria yang mengenal Sweetie malah menginginkan dirinya saat ini ketika ia berhenti menjadi wanita malam.
Sweetie pun keluar club dan sebelum itu bertemu beberapa rekan wanita malam dan berpamitan juga. Penuh keharuan ketika Sweetie pamit kepada hampir semua orang yg mengenalnya di Yard Club, namun setiap pertemuan pasti ada perpisahan.
Sweetie jujur jika saat ini dirinya hamil jadi orang yang menyayangkan resign dari seorang primadona malam pun berusaha mengerti jika Sweetie ingin menjadi wanita yang lebih baik.
Tidak terasa berpamitan dengan banyak orang di club membutuhkan waktu lebih lama dari yang Sweetie kira karena ketika keluar club, hari sudah gelap. Padahal dia tadi belum sempat makan siang , tapi syukurlah bayinya tidak rewel diajak jalan jalan.
Saat keluar club, Jarot pun berdiri dihadapan Sweetie dengan kebulan asap rokok yg ia hisap.
"Hello, Sweetie. Hari ini cantik banget kalau pake dress begini tapi lebih cantik kalau pake bikini diranjang" goda Jarot kurang diajar.
Sweetie diam saja, ia tidak akan mengambil resiko melawan Jarot dalam keadaan dia hamil muda.
"Kok diam aja sih, ini aku ada uang 5000 peso akan kubayar cash jika kamu menemaniku malam ini" ajak Jarot tanpa tau jika Sweetie sudah pensiun dari wanita malam.
Sweetie jengah dengan godaan Jarot. Wanita itupun berusaha menolak Jarot dengan baik agar tidak menimbulkan perdebatan di tepi jalan.
"Maaf bang, mulai hari ini aku udah tidak jadi wanita malam. Abang bisa pakai wanita malam lainnya di club, masih banyak yg lebih cantik dan sexy dariku" kata Sweetie sambil berjalan pelan menjauh dari Jarot.
Jarot yg mendengar jawaban Sweetie tertawa keras, ia tidak percaya primadona Yard Club resign begitu saja.
"Hahahahhahaha. Bercanda ya kamu, mana ada wanita malam primadona club tiba tiba pensiun. Udah deh, ayo temenin abang sebelum pensiun" sahut Jarot sambil menarik tangan Sweetie agar berhenti jalan dan menghadapnya.
Merasa tarikan Jarot agak keras dan sedikit menyakitinya, Sweetie merubah ekspresi menjadi marah.
"Aku sudah bilang baik baik sama kamu, aku sudah tidak menjadi wanita malam. Aku hamil, jadi tidak bisa melayanimu!" seru Sweetie sambil menghempaskan tangan Jarot di tangannya.
Jarot mengangkat alisnya tidak percaya, lalu menarik sudut mulutnya sehingga senyuman smirk terlihat di wajahnya.
"Wanita hamil lebih menggoda sayang" ucap Jarot tidak menerima penolakan dari Sweetie.
Sweetie pun mulai capek berdebat dengan Jarot dan merasa kepalanya pusing.
"Tolong jangan ganggu aku" ucap Sweetie dengan nada lemas.
Jarot tidak ada rasa iba, ia merasa sakit hati atas penolakan terakhir oleh Sweetie ketika berminggu minggu yg lalu. Ia ingin meniduri wanita itu di ranjang.
Melihat Sweetie yg mulai pucat dan lemah, Jarot tidak merasa kasihan malah berani menarik Sweetie untuk ikut dengannya menuju penginapan murah disebelah club.
Sweetie pun berteriak minta tolong tapi tidak ada yg menolong karena rata2 yg melihat Sweetie tau jika wanita itu adalah wanita malam dan Jarot adalah ketua preman didaerah itu, mereka takut untuk melawan Jarot.
Tapi tak diduga, baru saja Jarot menarik tangan Sweetie beberapa langkah, Aaron berlari dari belakang Sweetie dan menarik wanita itu dari cengkraman Jarot.
"Apa apaan kamu! Berani beraninya melawanku!" teriak Jarot pada Aaron yg mencoba melindungi Sweetie di belakang tubuhnya.
"Jangan menyakiti dia! Dia sedang hamil!" seru Aaron dengan tegas. Sweetie yg mulai tak bisa menahan rasa pusingnya, berangsur angsur kehilangan kesadaran dan jatuh dengan memegang tangan Aaron.
Jarot pun terkejut melihat Sweetie pingsan dibelakang lelaki yg berani menantangnya. Tidak mau disalahkan, Jarot pun memilih untuk pergi dari hadapan Sweetie dan Aaron.
Beda dengan Aaron yang menyadari bahwa Sweetie sudah pingsan dibelakangnya dengan memegang tangannya pun langsung berbalik badan dan mengangkat tubuh Sweetie dalam gendongannya.
Ia berlari sambil mengendong wanita yang ia cintai menuju klinik terdekat di deretan club itu. Setelah sampai klinik, Aaron yg panik langsung memaksa masuk ke ruang dokter sebelum dipanggil oleh perawat.
"Dokter tolong wanita ini, dia sedang hamil!" seru Aaron panik.
Dokter yg melihat perawatnya yg berusaha menahan Aaron masuk tapi gagal hanya tersenyum dan menyuruh perawat untuk menutup pintu ruangannya.
"Tenang tuan, biar saya periksa wanita ini ya" kata dokter dengan tenang.
Aaron pun meletakkan Sweetie di brankar yg tersedia dan memegang tangan wanita yg terbaring didepannya. Dokter pun mulai memeriksa Sweetie dengan seksama.
"Hamil muda ya? Wajar kalau ibu hamil lemah diawal kehamilan. Tunggu beberapa saat dia akan sadar. Tuan tidak usah panik, detak jantungnya masih normal tapi memang mungkin asupan gizinya kurang, jadi mohon diperhatikan lagi makanan wanita ini ya" ujar dokter ketika selesai memeriksa Sweetie.
Aaron pun berusaha tenang agar ketika Sweetie sadar ia tidak terlihat panik. Sekitar 10 menit menunggu akhirnya , Sweetie mulai sadar dan menyadari jika ia tadi pingsan di tepi jalan.
Dokter yang melihat pergerakan dari Sweetie pun tersenyum lega dari meja dokternya. Aaron yang menyadari Sweetie sudah sadar, tetap memastikan wanita yg masih ia pegang tangannya sudah baik baik saja.
"Apa kamu sudah merasa baikan?" tanya Aaron dengan lembut.
Kali ini Sweetie tidak bisa sinis kepada Aaron karena kondisinya yang lemas dan tak bertenaga. Wanita itu hanya menganggukan kepala pelan.
Dokter pun menghampiri Sweetie dan Aaron untuk memastikan juga jika pasiennya sudah bisa keluar klinik karena barusan perawat masuk ruangan menginformasikan jika sudah ada antrian pasien.
"Bagaimana nona, apakah masih merasa sakit dibagian mana?" tanya dokter.
Sweetie pun menjawab pelan "tidak dokter, saya sudah baik baik saja hanya memang masih lemas" .
"Baiklah, mungkin saya berikan obat penambah darah dan stamina yg aman untuk ibu hamil. Lebih baik segera istirahat dirumah dan makan makanan yg bergizi ya" ucap Dokter.
"Baik, terima kasih doker" sahut Aaron.
Dokter pun kembali ke meja kerjanya dan menuliskan resep obat untuk Sweetie. Aaron membantu Sweeti untuk bangun.
"Sudah bisa jalan kan atau perlu aku gendong lagi?" tanya Aaron ketika Sweeti sudah duduk ditepi brankar.
"Aku bisa jalan sendiri" jawaban Sweetie.
Namun, Aaron tetap membantu Sweetie berjalan menuju meja dokter dan wanita itupun tidak menolak.
Sweetie dan Aaron pun duduk di kursi depan dokter dan menerima resep obat serta menginformasikan keadaan Sweetie saat ini. Setelah mendapatkan wejangan dari dokter, Aaron tetap memapah Sweetie berjalan keluar ruangan dokter dan membantu duduk di kursi tunggu pasien sedangkan dirinya menebus obat.
Beberapa saat menunggu, akhirnya Aaron mendapatkan obat Sweetie dan mereka pun keluar klinik. Secara sadar atau tidak sadar, tangan Aaron memeluk pinggang Sweetie agar memudahkan wanita itu berjalan.
"Aku lapar" celetuk Sweetie ketika sudah berjalan beberapa langkah menuju sepeda Aaron yg ia tinggalkan di pinggir jalan tadi karena panik melihat Sweetie diganggu oleh preman.
"Oke, kita makan di warung kesukaanmu itu. Kamu tunggu sini, aku ambil sepedanya disitu biar kamu gak jalan terlalu jauh" kata Aaron lalu melepaskan tangan dipinggan Sweetie dan berlari menuju sepedanya. Setelah mendapatkan sepedanya kembali, ia langsung memutar sepeda dan menaikinya menuju posisi Sweetie
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments