Indikasi hamil

Hari demi hari sudah terlewati sejak hari terakhir Aaron dan Sweetie bersama. Bagi Sweetie, 3 minggu ini ia lalui dengan berat karena setiap melayani tamu club atau di booking oleh orang kaya, selalu mengingat wajah Aaron dan sikap gentleman Aaron ketika menyatu dengannya.

Seperti malam ini, ketika Sweetie sudah selesai melayani seorang pria kaya di hotel hingga pria itu tak berdaya di atas kasur, Sweetie memilih membersihkan diri dulu di kamar mandi dengan guyuran air shower.

"Kenapa kamu selalu hadir dalam bayanganku ketika aku bersama lelaki lain, Aaron?" gerutu Sweetie sambil mengusap wajahnya dengan kasar.

"Tidak mungkin, seorang kurir membuatku jatuh cinta!" kesal Sweetie pada dirinya sendiri.

Ia pun tetap menguyur tubuhnya hingga pikirannya mulai rilex lagi. Setelah dirasa cukup terguyur air, Sweetie mulai membersihkan tubuhnya dengan sabun dan shampoo. Sweetie terlihat segar lagi setelah mandi dan hanya menggunakan bathrobe ketika keluar kamar mandi.

Pria kaya itu masih terlelap di kasurnya, ya memang pria kaya tapi sudah usia 50an memang staminanya tak perkasa jadi ya dengan pelayanan Sweetie, pria itu sudah sangat puas dan menghabiskan tenaganya.

Sweetie melepas bathrobe dan memakai bajunya kembali yg tercecer di lantai. Tugasnya sudah selesai melayani pria yg telah menyewanya bermalam, ia pun keluar kamar hotel dan menuju tempat tinggalnya.

Jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi, jalan sepi tapi Sweetie sudah biasa pulang jam segitu karena memang pekerjaannya sebagai wanita malam, pulang pagi pun sudah wajar. Tapi kali ini Sweetie merasa enggan untuk berjalan pulang sendiri.

"Jalannya sepi banget, apa aku naik taxi aja ya? " kata Sweetie pelan pada dirinya.

Yah, memang hari ini sepi banget dan Sweetie juga merasa sedikit pusing entah karena kelelahan atau alasan lainnya. Ketika ia berjalan ke tepi jalan raya yg sedikit rame, Sweetie menghentikan taxi yang lewat.

Taxi itu pun berhenti dan menerima Sweetie sebagai penumpang.

"Selamat malam, Nyonya. Mau kemana?" tanya driver taxi nya.

"Ke jalan X ya" jawab Sweetie dengan suara lemah.

"Baik" sahut driver taxi.

Driver taxi pun melajukan mobilnya. Sesekali melihat Sweetie dari kaca spion tengah yang terlihat lemas tak bertenaga. Driver taxi tidak ada niat jahat karena ia bekerja untuk keluarganya, memiliki istri dan 2 anak perempuan jadi melihat wanita yang bekerja di malam begini, ia membayangkan istrinya di posisi wanita itu. Ia tidak akan membiarkannya.

"Kasian banget wanita ini. Jadi keinget wanita malam yg disukai Aaron, apakah hidup wanita itu seperti wanita ini? Pasti Aaron kalau bertemu dengannya, akan merasa kasihan" batin Driver Taxi.

Driver Taxi ternyata adalah Aris teman Aaron. Ia tidak tau jika yg jadi pelanggan nya saat ini adalah wanita pertama yg dicintai Aaron. Aris tau dari pakaian yg dikenakan Sweetie di waktu seperti ini lagi kebanyakan adalah wanita malam. Aris juga tidak tau jika wanita itu lebih muda darinya karena makeup yg dipakai dan menjaga kesopanan, Aris pun memanggilnya nyonya.

Tidak lama kemudian, ketika Aris melihat spion tengah, Sweetie sudah tertidur.

Aris pun tetap melanjutkan ke jalan X yang dituju Sweetie. Beberapa saat, Aris sudah menyetir sampai ke jalan X. Mau tidak mau ia membangunkan Sweetie.

"Nyonya maaf, sudah sampai" kata Aris dengan sopan tapi belum ada sahutan dari Sweetie.

Aris pun mengulangi panggilan sampai 3 kali dan Sweetie baru terbangun.

"ah maaf maaf. Sudah sampai ya? " tanya Sweetie dengan suara khas bangun tidur.

"sudah sampai nyonya" sahut Aris.

"Terima kasih. Berapa pak? " tanya Sweetie lagi.

"500 peso" jawab Aris.

Sweetie pun mengambil uang di tasnya dan memberikan pada driver Taxi lalu keluar dari mobil.

Aris pun melajukan taxi nya lagi menuju jalan raya untuk mencari pelanggan selanjutnya.

.

Sweetie yg merasa makin pusing dan mual langsung menuju kamar mandi didalam kamar kos yg ia sewa.

"huek.... huek.... " suara muntahan Sweetie terdengar.

Beberapa kali Sweetie mengeluarkan isi perutnya hingga membuat wanita itu semakin lemas. Takut ia akan jatuh, setelah dirasa tidak ada yg bisa dikeluarkan lagi dari perutnya , Sweetie segera melepas baju gaun malamnya dan berganti kaos serta celana pendek sebelum ia rebahan tubuhnya diatas kasur.

"Apa yang terjadi padaku? Mikirin dia terus ditambah lagi pusing sama mual ini makin bikin aku repot" gerutu Sweetie.

"Semua gara2, lelaki itu! Bisa bisanya membuat aku memikirkannya terus dia lari gitu aja! katanya cinta tapi gak diperjuangin!" celoteh Sweetie sebelum akhirnya ia tertidur.

.

Keesokan paginya ketika matahari sudah bersinar terang karena sudah masuk jam 9 siang, belum juga bangun sepenuhnya, Sweetie merasa mual lagi dan buru2 memuntahkan cairan karena perutnya sudah kosong di kamar mandi. Sweetie merasa sudah tak berdaya lagi, muntah tanpa sempat mengisi perutnya membuat dia tak memiliki tenaga sama sekali. Yang dipikiran Sweetie saat ini semua yg ia rasakan, pusing dan mual adalah efek kelelahan dan minum bir semalam bersama pria yg telah menyewanya untuk bermalam.

Sweetie belum memikirkan sebab lainnya apalagi sampai terfikir kan jika dalam dirinya kini sedang tumbuh janin atau hamil karena ia yakin setiap berhubungan dengan pria, Sweetie selalu memastikan pria yg menyatu dengannya memakai ko**om dan dibantu oleh pil pencegah kehamilan yg ia selalu bawa ditasnya dan langsung minum setelah melakukan penyatuan intim.

Merasa kelaparan dan lemas, Sweetie akhirnya memutuskan untuk membeli makanan online. Ia ambil lah handphone nya di tas dan langsung membuka aplikasi online food.

Ketika membuka aplikasi itu, terpampang jelas makanan dari "SnackBox" yang mengunggah selera. Nasi dan Ayam krispi serta bumbu mentega dituangkan diatasnya membuat Sweetie langsung ngiler dan memesan 2 porsi untuk dia santap di pagi hari.

"Kayaknya ini bener bener enak. 2 porsi untukku pagi ini akan memulihkan tenagaku!" lirih Sweetie setelah memesan makanan yg ia inginkan.

"Tapi seperti nya, aku akan izin ke Nyonya bos untuk beristirahat hari ini. Aku benar2 ingin menikmati tidur di kasur full seharian" lanjut Sweetie ngomong sendiri di kamarnya.

Ia pun mencari nomor Nyonya Bos melalui aplikasi chat dan memberitahukan jika hari Minggu ini, Sweetie tidak datang ke club karena sedang tidak enak badan. Setelah mengirim pesan ke Nyonya Bos, Sweetie merebahkan tubuhnya lagi dan melihat langit langit kamarnya.

Ia sedang menganalisis dirinya karena beberapa hari ini ia memang merasa pusing ditambah lagi sejak tadi dini hari ia muntah sampek pagi ini. Apalagi hari ini hari Minggu yang biasanya Sweetie semangat sekali berangkat ke Yard Club ketika siang hari. Tapi hari ini berbeda, jam sudah akan menuju siang hari, Sweetie masih merasa malas untuk beraktifitas seperti biasa.

"Apa yang terjadi padaku? Apakah kebanyakan minum bir kemarin ya?" heran Sweetie.

Sweetie pun terdiam memikirkan penyebab ia merasa lemah seperti ini. Mulailah, ia menoleh ke meja barang2 pribadinya dan melihat 1 kotak utuh pembalut yg belum terpakai.

"Astaga! Itu pembalut masih utuh!" seru Sweetie langsung memposisikan dirinya untuk duduk.

Ia mencoba memikirkan kemungkinan ia hamil karena meskipun merasa aman jika memang kebobolan ya bisa aja.

"Tidak mungkin! Aku sudah menjaga keamanan dalam berhubungan, mana bisa aku hamil?" gerutu Sweetie masih menepis kemungkinan bahwa dirinya hamil. Sudah 3 tahun bekerja menjadi wanita malam, belum pernah kebobolan.

Beberapa saat memikirkan kesalahannya, ia teringat bahwa 3 minggu lalu ketika bersama Aaron, ia lupa meminun obat pencegah pil kehamilan karena sibuk memikirkan perasaannya yg merasa ditinggalkan Aaron pagi pagi di hotel, apalagi Sweetie juga baru ingat kalau terakhir kali penyatuan dengan Aaron tanpa pengaman karena hanyut dalam perasaan.

"Aaron" lirih Sweetie menyebut nama lelaki yg tidak bisa lepas dari pikirannya sejak 3 minggu yg lalu.

Untuk memastikan bahwa dugaannya benar atau salah, ia pun memberanikan diri titip ke kurir makanannya untuk membelikan testpack di apotik terdekat kosannya melalui chat pelanggan di aplikasi online food, meskipun ada biaya tambahan tapi Sweetie memilih untuk titip karena ia sudah tidak mampu berjalan jauh.

"Please, jangan ada bayi lelaki itu ditubuhku" kata Sweetie dengan wajah sendu, tapi tangannya refleks dengan lembut memegang perutnya. Ada rasa aneh di perasaan Sweetie , seperti mengingingkan kebalikan dari yg ia ucapkan.

"Jika kamu ada, apa yang harus mami lakukan? Mami bukan ibu yg baik untukmu. Papi mu juga pasti meragukan jika kamu anaknya. Tolong, datanglah diwaktu yang tepat bukan sekarang" kata Sweetie dengan menahan air mata.

Pikiran Sweetie sekarang bertambah, merasa lapar lagi, nunggu online food gak datang2. Hidupnya sudah sangat terganggu saat ini.

Ia coba menepis kemungkinan bahwa dia hamil dengan menyakinkan bahwa dirinya tidak lupa minum obat pencegah kehamilan. Sambil menunggu driver online food, sweetie mencoba merebahkan tubuhnya lagi hingga tak sadar, ia terlelap.

Merasa tidurnya tak lama, ada ketukan pintu kamar kosnya yg cukup keras dan berulang. Sweetie merasa terbangun karena suara ketukan pintu. Ia baru sadar mungkin itu kurir makanan yg ia pesan. Ternyata dia udah tidur 30 menit padahal di aplikasi, driver online foodnya sudah sampek 10 menit lalu.

"Dasar wanita! Pesen pesen tapi gak tanggung jawab! " gerutu pria kurir yg mengetuk pintu kamar kos Sweetie. Siapakah pria ini?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!