Bab 8 Rencana Allah untuk Ku

Aku yang berharap solusi dari sahabat ku sebagai satu-satunya tempat berbagi, namun ia justru menganggap ini lelucon, sedikit kesal aku pun menceritakan apa yang aku alami satu malam suntuk hingga aku nyaris tak bisa tidur.

“Awas ya kalau kamu ketakutan, semalaman aku sudah menyetel mp3 Yassin tapi itu setan masih berisik di dapur, entah apa yang dia lakukan suara di dapur seprti orang masak dan makan. Aku sampai menahan rasa ingin buang air kecil hingga pagi hari.” Keluh ku. Vya malah kembali tertawa, aku tak habis pikir kenapa aku masih juga susah. Berharap tenang di rumah baru agar ibu tak mengganggu orang, sekarang justru aku harus di ganggu makhluk tak kasat mata.

‘mau pindah, uang sudah ga ada. Kemarin ibu Yuni bilang ga bisa diambil kalau sudah bayar sewa.” Ucap ku dalam hati.  Setidaknya aku harus bertahan satu bulan di rumah yang baru satu malam ini saja sudah membuat aku ketakutan dan tak bisa tidur. Aku bahkan keluar rumah untuk membelis sarapan. Tukang jual nasi uduk di dekat rumah baru ku justru bertanya dengan mimik wajah sangat penasaran.

“Semalam nyenyak tidurnya Dik?” Tanya ibu yang bertubuh gemuk itu pada ku.

Aku memaksa sudut bibir ku dan mengangguk.

“Alhamdulilah nyenyak bu, disini adem juga ga berisik. Motor jarang lewat di sini ternyata.” Aku terpaksa berbohong. Mungkin semua orang sudah tahu termasuk pemilik kontrakan ini jika rumah ini ada penghuni tak kasat mata yang aku pikir hantu. Apalagi namanya jika bukan hantu pikir ku yang minim agama ini. Ada suara tak ada rupa. Mau pergi uang sudah tak cukup, tak pergi aku ketakutan karean suaranya begitu nyata, imajinasi ku bahkan membayangkan film suzana yang begitu terkenal di Indonesia sebagai film horor.

Ternyata semua sudah ada yang mengatur, termasuk aku yang pindah kerumah yang berpenghuni namun tak kasat mata. Malam harinya Vya betul menginap. Ku pikir apa yang akan ia lakukan, ia justru mengajak aku membaca al Quran. Hampir sepanjang malam, saat ia berhenti untuk minum aku justru bertanya.

“Kamu dengar ga si Vy suara berisik di kamar mandi dan dapur dari tadi?” tanya ku penasaran.

“Kuat dia apa kita, kita ga akan pergi dari sini. Lah wong kamu bayar disini, Kita ini di dunia ini diminta menyembah Allah, beribadah bukan menganggu orang.” Ucap Vya.

Aku semakin tak mengerti apa yang Vya katakan, seolah ia sedang menyindir setan dirumah ini. Aku pun akhirnya kembali duduk di atas sajadah. Sampai mata ku lelah, aku tertidur diatas sajadah. Vya membangunkan aku saat adzan shubuh sudah berkumandang. Saat selesai shalat shubuh, Vya pun menepuk pundak ku.

“Tidak ada namanya hantu Ndis, yang ada setan dan dia berupa jin, kalau kata Kyai Abdurahman Wahid ada tiga jenis jin, yang pertama di bacakan ayat kursi pasti kabur, yang kedua di lempar kursi pasti kabur yang ketiga kalau di kasih kursi rebutan…hehehe..” Ucap Vya tertawa memegang perutnya. Karena satu frekuensi aku juga tertawa, maksud yang ketiga adal joke dimana musim calon seperti sekarang memang semua orang berebut kursi.

“Kamu ini Vy… yakin Vy setan nya pergi kalau kita baca Quran dan shalat?” Tanya ku lagi karena aku sudah membayangkan harus hidup di rumah yang malamnya di ganggu setan, siangnya bertemu manusia yang di dalam hatinya juga ada setan, hampir selalu ada hasud, iri dengki pada ku juga aku sendiri kadang berjuang keras siang malam melawan setan dalam diriku yang terus meminta aku meninggalkan ibu ku seorang diri. Namun rasa sayang ku mengalahkan bisikan setan tersebut.

“Ndis, pokoknya shalat… shalat… sama baca quran di paksakan di sempatkan. Setan itu paling takut sama orang patuh dan taat pada Allah. Buktinya mereka akan sibuk menggodak kita yang mencoba untuk taat ibadah. Kamu ngerasakan susahnya mau shalat, malas, lelah dan nanti saja nanti saja… itu setan yang menggoda mu itu yang lebih bahaya daripada setan yang semalam berisik di dapur mu.” Ucap Vya dengan mimik wajah serius. Ia sore tadi tampak kerumah ku menggunakan kerudung yang menjuntai hingga dadanya.

Aku bertanya perihal apa dia menggunakan jilbab. Ia sudah mantap untuk menutup auratnya. Ia selama ini ternyata sering mengikuti satu kajian secara online dimana saat ini yang sedang ia gemari adalah seorang ustadzah yang tak terlihat wajahnya di medsos manapun namun suaranya menggetarkan jiwa termasuk aku yang saat ini mulai melupakan ketidakbahagiaan ku semenjak mendengar suara serak-serak basah Ustadzah Halimah Alaydrus. Entah kenapa suaranya berhasil membuat aku bersabar dengan rasa lelah,putus asa dalam diri ku.

“Ye… dia ngelamun. Kita buktiin ni Ndis, dia apa kamu yang bertahan di sini… “ Semangat Vya pada ku.

Aku pun bisa tersenyum, dari semalam aku merasa takut dan khawatir, aku juga berpikir toh selama ini belum ada orang mati dimakan hantu atau orang mati karena di ganggu jin atau hantu. Aku pun berpikir sama dengan apa yang Vya jelaskan, aku akan bertahan di rumah ini. Dimana lagi aku akan mencari rumah dengan murah juga nyaman dan aman buat ibu. Kamar di sini sudah di terali, lokasi dari rumah makan ke rumah juga dekat. Tetangga juga pasti tak akan mendengar jika ibu sedang bebrnyanyi atau berteriak tengah malam.

‘Bismilah… Lawan setan dalam hati setiap manusia aja tiap hari kamu bisa sabar dan bertahan, masa lawan yang kasat mata kamu takut.. Ayo Gendhis, kita bawa Allah buat ngedepin setiap cobaan ini. Allah ga bakal ninggalin kamu Dek.. Allah justru manggil-manggil kamu Dek….’ Batin ku yang tanpa sadar bibir ku tersungging karena ingat dan terngiang suara Ustadzah Halimah Alaydrus yang terus saja terngian-ngiang di telinga ku. Sosok Hubabah yang kemarin sempat membuat aku sadar dari keinginan ku untuk bunuh diri. Hanya mendengar suara beliau yang memberikan semangat pada orang-orang seperti aku yang merasa dunia meninggalkan aku, tak ada yang peduli. Justru Allah sayang dan peduli pada diriku.

Dalam hati kecil ku bahkan aku ingin duduk di majelis beliau, walau mungkin sulit karena aku tak punya waktu lagi untuk hadir ke pengajian seperti itu. Semenjak hari itu aku rajin shalat lima waktu, rasa yang berawal untuk melawan penghuni kasat mata di rumah ku, dan tanpa aku sadari aku justru menjadi menikmati setiap waktu shalat dan membaca Al Quran. Sungguh indah cara Allah memanggil ku, Ia berikan aku kerikil-kerikil kehidupan untuk aku kembali berserah diri. Kini semua terasa ringan dan nyaman walau semakin hari semakin banyak cobaan yang aku hadapi. Tanpa aku sadari shalat yang sering ku kerjakan karena ingin bertahan agar setan penghuni rumah ku minggat kini justru membuat aku merasakan jika shalat menjadi satu kebutuhan bagi ku bukan lagi kewajiban. Karena ada ketenangan saat aku selesai shalat, ada ketenangan saat aku selesai menangis karena mengadu pada Allah isi hati ku, rasa lelah ku. Dan setiap perlakuan tidak menyenangkan dari makluknya di dunia ini.

Terpopuler

Comments

sitimusthoharoh

sitimusthoharoh

yg paling syulit y menghadapi setan dalam diri kita sendiri.semoga kita semua bisa melawan rasa2 malas dalam diri kita dan lebih cinta akan ibadah2 yg selama iki kita anggap kewajiban padahal itu kebutuhan.
lanjut

2024-01-31

3

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

terkadang beribadah itu memang harus dipaksakan awalnya, kalo kita ikhlas menjalaninya In Syaa Allah lama" hati tergerak dengan sendirinya😊😊

2023-10-30

2

ηαzℓα♡

ηαzℓα♡

rebutan kursi setan apa ya?😂

2023-08-05

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Aku Teraniaya
2 Bab 2 Demi Ibu, Aku Bertahan
3 Bab 3 Aku Putus Asa
4 Bab 4 "Allah sayang kamu, Ndis" Ucap Vya
5 Bab 5 Aku Terbiasa
6 Bab 6 Riyadhoh
7 Bab 7 Tak Kasat Mata
8 Bab 8 Rencana Allah untuk Ku
9 Bab 9 Pasrah
10 Bab 10 Kepercayaan dari Uni Desi
11 Bab 11 Ibu Ku
12 Bab 12 Mencari Ibu
13 Bab 13 Allah kembali menguji ku
14 Bab 14 Bertemu keluarga Bu Sekar
15 Bab 15 Kelembutan hati Bu Sekar
16 Bab 16 Meninggalkan indahnya Dunia
17 Bab 17 Berbuah manis
18 Bab 18 Bagai Kepompong, Aku harus Kuat
19 Bab 19 Kebersamaan Aku dan Vya
20 Bab 20 Bertemu Kak Gaffi
21 Bab 21 Nama Yang Berbeda
22 Bab 22 Siapa Perempuan bercadar itu?
23 Bab 23 Pekerjaan Baru
24 Bab 24 Sawang Sinawang
25 Bab 25 Menghibur Uni Desi dan Talita
26 Bab 26 Ibu Kak Gaffi
27 Bab 27 Riyadhoh Ku
28 Bab 28 Perjalanan Umroh Ku
29 Bab 29 Petuah Menantu Bramantyo
30 Bab 30 Kepulangan Kami ke Indonesia
31 Bab 31 Flashback
32 Bab 32 Kabar Buruk dari Cika
33 Bab 33 Setan
34 Bab 34 Harapan Ku
35 Bab 35 Terlambat
36 Bab 36 Siapa Dia.
37 Bab 37 Jantung ku Kenapa
38 Bab 38 Zia dan Ksk Gaffi
39 Bab 39 Magang
40 Bab 40 Bertemu Mas Halim
41 Bab 41 Klien Ku
42 Bab 42 anxiety disorder atau PTSD?
43 Bab 43 Sesi ke 2 Mbak Zia
44 Bab 44 Apa Hubungannya dengan Aku
45 Bab 45 Nomor Baru
46 Bab 46 Rahasia Klien ku
47 Bab 47 Kesalahpahaman
48 Bab 48 Air mata dan Doa
49 Bab 49 Sahabat Sejati
50 Bab 50 Banyak Alasan dan Satu Cinta
51 Bab 51 Lidah Tak Bertulang
52 Bab 52 Satu Rindu untuk Satu Nama
53 Bab 53 Bahagia ku
54 Bab 54 Kehadiran Ibu
55 Bab 55 Kenangan Seorang Ibu
56 Bab 56 Permohonan Talita
57 Bab 57 Bertemu Mas Halim dan Keluarga
58 Bab 58 Cinta mu Tak Direstui
59 Bab 59 Melamar kerja
60 Bab 60 Kabar Bahagia
61 Bab 61 Aku Sayang Ibu
62 Bab 62. Membesuk Vya
63 Bab 63 Orang Dalam
64 Bab 64 Hantu Perasaan
65 Bab 65 Kejelasan
66 Bab 66 Pertemuan
67 Bab 67 Pertemuan ke 2
68 Bab 68 Maaf
69 Bab 69 Kedatangan Tamu Uni Desi
70 Bab 70 Mas Halim
71 Bab 71 Cinta Mas Halim
72 Bab 72 Sejarah Buku Siklus Haid Mak E
73 Bab 73 Kesempurnaan Cinta.
74 74 Rasa Kesal ku
75 Bab 75 Keluarga Luar Biasa
76 Bab 76 Jawaban Telak
77 Bab 77 Pernikahanku
78 Bab 78 Gara-gara Pelakor
79 Bab 79 Sama-sama Bening
80 Bab 80 Pesan Mak
81 NOVEL BARU 2024 (CUCU AYRA, GENRE FIKSI MODERN)
82 Bab 82 Rencana Ku
83 Bab 83 Kejutan
84 Bab 84 Prasangka Kita
85 NOVEL BARU "RUBIYATI" (SEBUTIR DEBU)
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1 Aku Teraniaya
2
Bab 2 Demi Ibu, Aku Bertahan
3
Bab 3 Aku Putus Asa
4
Bab 4 "Allah sayang kamu, Ndis" Ucap Vya
5
Bab 5 Aku Terbiasa
6
Bab 6 Riyadhoh
7
Bab 7 Tak Kasat Mata
8
Bab 8 Rencana Allah untuk Ku
9
Bab 9 Pasrah
10
Bab 10 Kepercayaan dari Uni Desi
11
Bab 11 Ibu Ku
12
Bab 12 Mencari Ibu
13
Bab 13 Allah kembali menguji ku
14
Bab 14 Bertemu keluarga Bu Sekar
15
Bab 15 Kelembutan hati Bu Sekar
16
Bab 16 Meninggalkan indahnya Dunia
17
Bab 17 Berbuah manis
18
Bab 18 Bagai Kepompong, Aku harus Kuat
19
Bab 19 Kebersamaan Aku dan Vya
20
Bab 20 Bertemu Kak Gaffi
21
Bab 21 Nama Yang Berbeda
22
Bab 22 Siapa Perempuan bercadar itu?
23
Bab 23 Pekerjaan Baru
24
Bab 24 Sawang Sinawang
25
Bab 25 Menghibur Uni Desi dan Talita
26
Bab 26 Ibu Kak Gaffi
27
Bab 27 Riyadhoh Ku
28
Bab 28 Perjalanan Umroh Ku
29
Bab 29 Petuah Menantu Bramantyo
30
Bab 30 Kepulangan Kami ke Indonesia
31
Bab 31 Flashback
32
Bab 32 Kabar Buruk dari Cika
33
Bab 33 Setan
34
Bab 34 Harapan Ku
35
Bab 35 Terlambat
36
Bab 36 Siapa Dia.
37
Bab 37 Jantung ku Kenapa
38
Bab 38 Zia dan Ksk Gaffi
39
Bab 39 Magang
40
Bab 40 Bertemu Mas Halim
41
Bab 41 Klien Ku
42
Bab 42 anxiety disorder atau PTSD?
43
Bab 43 Sesi ke 2 Mbak Zia
44
Bab 44 Apa Hubungannya dengan Aku
45
Bab 45 Nomor Baru
46
Bab 46 Rahasia Klien ku
47
Bab 47 Kesalahpahaman
48
Bab 48 Air mata dan Doa
49
Bab 49 Sahabat Sejati
50
Bab 50 Banyak Alasan dan Satu Cinta
51
Bab 51 Lidah Tak Bertulang
52
Bab 52 Satu Rindu untuk Satu Nama
53
Bab 53 Bahagia ku
54
Bab 54 Kehadiran Ibu
55
Bab 55 Kenangan Seorang Ibu
56
Bab 56 Permohonan Talita
57
Bab 57 Bertemu Mas Halim dan Keluarga
58
Bab 58 Cinta mu Tak Direstui
59
Bab 59 Melamar kerja
60
Bab 60 Kabar Bahagia
61
Bab 61 Aku Sayang Ibu
62
Bab 62. Membesuk Vya
63
Bab 63 Orang Dalam
64
Bab 64 Hantu Perasaan
65
Bab 65 Kejelasan
66
Bab 66 Pertemuan
67
Bab 67 Pertemuan ke 2
68
Bab 68 Maaf
69
Bab 69 Kedatangan Tamu Uni Desi
70
Bab 70 Mas Halim
71
Bab 71 Cinta Mas Halim
72
Bab 72 Sejarah Buku Siklus Haid Mak E
73
Bab 73 Kesempurnaan Cinta.
74
74 Rasa Kesal ku
75
Bab 75 Keluarga Luar Biasa
76
Bab 76 Jawaban Telak
77
Bab 77 Pernikahanku
78
Bab 78 Gara-gara Pelakor
79
Bab 79 Sama-sama Bening
80
Bab 80 Pesan Mak
81
NOVEL BARU 2024 (CUCU AYRA, GENRE FIKSI MODERN)
82
Bab 82 Rencana Ku
83
Bab 83 Kejutan
84
Bab 84 Prasangka Kita
85
NOVEL BARU "RUBIYATI" (SEBUTIR DEBU)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!