KEKASIH SYELA

" Wati serius Pak mau mondok? " Tanya Siti kepada suaminya.

" Entahlah, aneh-aneh memang anak jaman sekarang. Hanya karena tidak diterima oleh keluarga Pak Haji Kamil, sampai mau mondok. Kenapa? Biar disegani kalau menjadi seorang santri? Toh banyak santri yang muna Fik, cuma kepala atas aja yang memakai peci. Kepala bawah di biarkan berarak kemana-mana" Satrio ngedumel panjang lebar.

Ia terlihat marah, wajahnya merah padam.

" Ya biarin aja Pak kalau emang itu keinginan Mbak Wati, semoga aja dengan mondok akan membuat nya lebih dewasa lagi " Udin menyimpulkan pendapat.

" Bener Pak apa yang dikatakan Udin" Siti mendukung sekali dengan pendapat Udin.

" Terserah wes"

*

*

Esoknya, Wati benar-benar berangkat untuk masuk ke pesantren. Ia memilih pesantren tempat Iksan menuntut ilmu.

Wati sengaja tidak memberi tahu Iksan tentang hal ini. Ia berniat nanti akan membuat kejutan untuk pria yang sangat ia cintai.

Saat mengantar ke Pondok, Wati menolak di anter sama Satrio dan Udin. Dia hanya ingin bersama Ibunya saja.

Wati takut ada orang yang kenal dengan Bapaknya, sehingga titel anak seorang preman masih melekat pada dirinya. Wati ingin hidup tanpa bayang-bayang nama buruk si Bapak.

Wati ditempatkan di Kamar A 11, ia sekamar dengan Syela. Seorang anak kepala desa di kampung sebelah.

Mereka belum saling mengenal, tapi karena kampung mereka bertetangga. Syela diberikan tanggung jawab oleh kepala asrama untuk membimbing Wati.

Dengan senang hati Syela menyanggupi nya. Wati sangat senang bisa berteman dengan Syela. Karena selain keluarga Syela disegani, Syela juga anak yang baik dan santun. Ia suka sekali berbagi makan dengan Wati.

Malam itu, Wati mendapati Syela tengah memilah-milih baju. Ia menyesuaikan antara rok , kemeja dan kerudungnya.

Wati duduk mendekat, ia terpukau dengan semua koleksi baju milik Syela yang bagus-bagus.

" Bagus sekali baju-baju mu Syel " Puji Wati, Syela tersenyum manis.

" Besok, kita ada pengajian Al-Qur'an di TPA . Semua santri putra dan putri mengaji bersama. Jadi aku harus tampil cantik, apalagi kekasih ku akan ikut pengajian juga " Mata Syela berbinar bahagia, ia sangat bersemangat sekali menceritakan perasaannya kepada Wati.

" Sungguh?? "

Ini kesempatan Wati untuk bisa melihat Iksan, kekasih hatinya. Pasti Iksan akan senang jika tahu dirinya sudah mondok. Dan akan menjadi pertimbangan bagi Pak Haji Kamil agar bisa merestui hubungan nya dengan Iksan.

" Emmm Syel, boleh nggak aku pinjam baju kamu ?" Wati memberanikan diri untuk bisa meminjam baju Syela. Karena ia kurang pede memakai bajunya yang tidak seberapa bagus.

" Boleh, kamu mau pinjam yang mana? " Tanya Syela tanpa pikir panjang.

" Beneran?? Aku boleh pilih sendiri? " Wati kurang percaya kalau Syela akan berkenan memberikan ia pinjaman, malah disuruh milih sendiri.

" Iya, asal jangan ini. Ini aku mau pakai besok " Syela memeluk baju yang sudah ia siapkan.

" Baiklah, emmmmm Aku pilih ini ya " Wati memilih baju yang terlihat sudah beberapa kali dipakai. Tapi masih bagus.

Syela terdiam, senyuman terpaksa ia sajikan untuk Wati. Ia mengangguk meskipun terlihat ragu.

Wati menimang baju itu, ia sudah tidak sabar menunggu hari esok.

*

*

Keesokan paginya, usai sholat subuh berjamaah. Semua santri putri berganti pakaian yang bagus-bagus untuk menuju TPA.

Mereka melewati asrama putra, Wati jadi sangat gugup sekali. Ia menutupi sebagian wajahnya karena ingin melihat Iksan terlebih dahulu.

" Wat.. Itu kekasih ku ?" Saat Wati dan Syela tengah berjalan, Syela menunjuk kan kekasih nya yang juga tengah memperhatikan Syela.

Syela melambaikan tangannya, begitu pun dengan pria tersebut.

Wati penasaran ingin tahu kekasih yang dimaksud oleh Syela. Mendadak kaki Wati terasa lemas setelah melihat kekasih sahabat nya.

Dia lah Iksan, kekasih hatinya. Ternyata Syela adalah pacar Iksan. Tanpa terasa, hijab yang menutupi wajah Wati terbuka.

Iksan baru menyadari jika gadis yang tengah memakai baju Syela adalah Wati.

Yah!! Iksan sangat mengenal baju itu, karena baju tersebut adalah pemberian nya di hari jadi Syela dua tahun yang lalu.

Syela masih belum menyadari jika Tatapan Iksan sudah tidak fokus padanya. Ia masih mengira jika Iksan terpaku akan kecantikan nya.

Wati tertunduk, ia menangis. Selama pengajian berlangsung, ia hanya bisa diam-diam meneteskan air mata.

Syela menyadari hal itu, ia mengira Wati tidak betah di pondok. Karena itu ia mengusap punggung Wati berusaha menenangkan sahabat nya.

Saat kembali ke asrama, Wati mengurung diri . Ia hanya menangis dan menangis.

Syela tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Ia membujuk Wati untuk makan, tapi Wati menolak.

" Kamu kenapa Wat?? Kalau kamu memang tidak betah, aku akan mencoba membantu mu agar bisa menghubungi keluarga mu " ucap Syela, Wati menggeleng lemah.

Dalam hatinya, Wati penasaran sejak kapan Iksan mengkhianati dirinya? Ataukah Wati sendiri adalah selingkuhan?

Wati mengeringkan air matanya, ia akan mencoba bicara dengan Syela. Kebetulan suasana kamar nampak sepi.

" Syel... "

" Hemmm. " Syela hanya berdengung.

" Aku mau tanya, emang kalau pacaran di sini boleh ya ?" Wati berusaha sebisa mungkin agar Syela tidak curiga dengan pertanyaannya.

" Sebenarnya nggak boleh, kenapa?? Kamu punya pacar disini?? " Tanya Syela, Wati mengangguk ragu.

Syela tersenyum lebar,

" Kalau mengikuti peraturan, pacaran itu dilarang. Tapi selama nggak ketahuan sih nggak apa-apa "

Wati mengangguk mengerti.

" Kamu sudah lama pacaran??" Tanya Wati menggunakan pertanyaan menjebak.

" Kalau sama Iksan udah tiga tahun "

Wati menggigit bibir bawahnya, ternyata dirinya lah sang selingkuhan. Wati dan Iksan merajut kasih pas Ramadhan tahun kemarin.

" Keluarga pacar ku sudah tahu tentang hubungan kami, rencananya sih sebelum Ramadhan tahun depan. Mereka akan datang untuk meminang "

Hati Wati semakin hancur, ia seperti sudah kehilangan harapan untuk bisa bersama dengan Iksan. Jadi meskipun Wati menjadi santri, keluarga Iksan sudah tentu tidak akan merestui.

" SAUDARI WATI, ASRAMA A 11 DIHARAPKAN MENDATANGI PERTEMUAN. KARENA ADA SAUDARA NYA "

Suara panggilan menyebut nama Wati.

" Wat , kamu ada panggilan tuh " Ucap Syela.

" Kenapa harus dipanggil sih?? Kenapa nggak masuk aja kesini?? " Wati berpikir jika semua kunjungan bisa masuk ke dalam pesantren.

" Nggak boleh Wat, kalau yang datang itu Saudara laki-laki mu. Yang boleh masuk cuma Ibu dan saudara perempuan mu " Syela menjelaskan.

Wati menarik nafas dalam-dalam, itu pasti Udin yang datang. Dengan malas Wati bangkit lalu siap-siap untuk menemui si Udin.

Terpopuler

Comments

Selamet Turipno

Selamet Turipno

ini yg buat novel pasti org kafir seenaknya menghina santri

2025-01-21

0

neng ade

neng ade

Ikhsan memang bukan jodoh mu Wati jadi ikhlaskan aja toh Syela dan Iksan udah pacaran lebih dulu udah 3 thn malah

2024-10-21

0

V3

V3

Hadeeewww .... knp Wati jd bgtu sikap nya 🤦🤦

2024-06-05

1

lihat semua
Episodes
1 DI PANTI ASUHAN
2 TENDANGAN BEBAS
3 BAYI JAMAL HILANG??
4 SALAH LAWAN
5 Wi Nana
6 PEMBAWA ASAP SIHIR
7 SIAPA DIA?
8 ANAK BERTUAH
9 ASAL USUL UDIN
10 BERUBAH DRASTIS
11 KEMANA DIMAS?
12 BUBUR AYAM
13 SAJEN ORANG MATI
14 SIAPA PEREMPUAN ITU
15 MEMILIH UNTUK MATI
16 NYAI RORO DEMIT
17 KEPUTUSAN WATI
18 KEKASIH SYELA
19 FITNAH DAJJAL
20 ANAK KIAI
21 HANYA SEBATAS ADIK
22 WATI PULANG
23 MEMBUAT HURU HARA
24 IMPOTEN
25 PUTUS
26 ADA APA DENGAN IKSAN
27 PEMBANGKITAN IBLIS
28 UDIN DI TANGKAP
29 SUDAH EMPAT BELAS TAHUN
30 KENYATAAN
31 SYARAT MUTLAK
32 GARA GARA KIRU KIRU
33 NAPI BARU
34 KISAH UDIN DAN TOPENG
35 RAHASIA DIBALIK PERWIRA
36 KABUR
37 AMBISI SONYA
38 KISAH LATULUNA DAN SONYA
39 CINTA AGUNG UNTUK LATULUNA
40 AKAL LICIK
41 FAKTA MULAI TERUNGKAP
42 DUA JANTUNG
43 KEMUSNAHAN SONYA
44 HARI PERTAMA SEKOLAH
45 TOILET BERSTIKER
46 ENERGI JAHAT
47 SIHIR BELATUNG
48 ANAK YANG DITUMBALKAN
49 WANITA BERWAJAH HITAM
50 SYIFA??
51 ABU TULANG MANUSIA
52 PERHATIAN KECIL
53 BERTEMU NYAI BLORONG
54 CERMIN TELAGA
55 TELUH BUANGAN
56 KEMANA ANDI??
57 TAEKWONDO
58 SIAPA DIA?
59 RANI
60 PEMANGGILAN ARWAH
61 AKHIR DARI KEHIDUPAN ANDI
62 SYIFA PERGI
63 BANTUAN PRILLY
64 PILIHAN YANG SULIT
65 WANITA BERDARAH DEWA
66 PERPISAHAN
67 PERJALANAN UDIN
68 MENGAJARI UCOK
69 KISAH CINTA SOFI DAN RIFIN
70 KEPEDIHAN HATI SEORANG IBU
71 KEHILANGAN KATA-KATA
72 TELUH UDARA
73 PERINGATAN DARI KUJANG
74 SEMUA KARENA DENDAM
75 PERANG MATA
76 GONCANGAN
77 AKHIRNYA...
78 KEINGINAN SAKHI
79 KEJUTAN DARI YOGA
80 KERINDUAN CAHAYA
81 BOLA INTI KEHIDUPAN TELAH KEMBALI
82 PERTEMUAN
83 GARA-GARA CIUMAN
84 SULTAN UDIN
85 WALI KELAS KILLER
86 NASI KANGKANG
87 SERANGAN UDIN
88 MENYATUKAN DIRI
89 EPISODE TERAKHIR
Episodes

Updated 89 Episodes

1
DI PANTI ASUHAN
2
TENDANGAN BEBAS
3
BAYI JAMAL HILANG??
4
SALAH LAWAN
5
Wi Nana
6
PEMBAWA ASAP SIHIR
7
SIAPA DIA?
8
ANAK BERTUAH
9
ASAL USUL UDIN
10
BERUBAH DRASTIS
11
KEMANA DIMAS?
12
BUBUR AYAM
13
SAJEN ORANG MATI
14
SIAPA PEREMPUAN ITU
15
MEMILIH UNTUK MATI
16
NYAI RORO DEMIT
17
KEPUTUSAN WATI
18
KEKASIH SYELA
19
FITNAH DAJJAL
20
ANAK KIAI
21
HANYA SEBATAS ADIK
22
WATI PULANG
23
MEMBUAT HURU HARA
24
IMPOTEN
25
PUTUS
26
ADA APA DENGAN IKSAN
27
PEMBANGKITAN IBLIS
28
UDIN DI TANGKAP
29
SUDAH EMPAT BELAS TAHUN
30
KENYATAAN
31
SYARAT MUTLAK
32
GARA GARA KIRU KIRU
33
NAPI BARU
34
KISAH UDIN DAN TOPENG
35
RAHASIA DIBALIK PERWIRA
36
KABUR
37
AMBISI SONYA
38
KISAH LATULUNA DAN SONYA
39
CINTA AGUNG UNTUK LATULUNA
40
AKAL LICIK
41
FAKTA MULAI TERUNGKAP
42
DUA JANTUNG
43
KEMUSNAHAN SONYA
44
HARI PERTAMA SEKOLAH
45
TOILET BERSTIKER
46
ENERGI JAHAT
47
SIHIR BELATUNG
48
ANAK YANG DITUMBALKAN
49
WANITA BERWAJAH HITAM
50
SYIFA??
51
ABU TULANG MANUSIA
52
PERHATIAN KECIL
53
BERTEMU NYAI BLORONG
54
CERMIN TELAGA
55
TELUH BUANGAN
56
KEMANA ANDI??
57
TAEKWONDO
58
SIAPA DIA?
59
RANI
60
PEMANGGILAN ARWAH
61
AKHIR DARI KEHIDUPAN ANDI
62
SYIFA PERGI
63
BANTUAN PRILLY
64
PILIHAN YANG SULIT
65
WANITA BERDARAH DEWA
66
PERPISAHAN
67
PERJALANAN UDIN
68
MENGAJARI UCOK
69
KISAH CINTA SOFI DAN RIFIN
70
KEPEDIHAN HATI SEORANG IBU
71
KEHILANGAN KATA-KATA
72
TELUH UDARA
73
PERINGATAN DARI KUJANG
74
SEMUA KARENA DENDAM
75
PERANG MATA
76
GONCANGAN
77
AKHIRNYA...
78
KEINGINAN SAKHI
79
KEJUTAN DARI YOGA
80
KERINDUAN CAHAYA
81
BOLA INTI KEHIDUPAN TELAH KEMBALI
82
PERTEMUAN
83
GARA-GARA CIUMAN
84
SULTAN UDIN
85
WALI KELAS KILLER
86
NASI KANGKANG
87
SERANGAN UDIN
88
MENYATUKAN DIRI
89
EPISODE TERAKHIR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!