Wi Nana

Sebelum berangkat, Siti akan menengok anaknya Rahul untuk sekedar memberikan nya ciuman.

Tapi melihat Rahul anteng bermain dengan Jamal membuat nya terpana. Biasanya anak itu tidak bisa diam anteng begini.

" Sayang, lagi main ya?" Sapa Siti ia menyempatkan diri mengelus pipi Jamal sebelum duduk di lantai semen samping Rahul.

Anak bungsu nya hanya bisa mengangkat kedua bola matanya tanpa berani mengangkat wajahnya.

" Eh, kok ekspresi nya begitu??" Siti jadi bingung sendiri. Ia memperhatikan bayi Jamal, si Udin panggilan barunya hanya tersenyum manis.

Siti mendadak khawatir, ia memeriksa tubuh anaknya. Takut Udin melukai si Rahul. Tapi Ia tidak menemukan apapun di tubuh Rahul.

" Emmm Ibu pergi jualan ikan dulu ya" Pamit Siti.

" Tuuuttt" Jawab Udin dengan gaya bibir monyong persis pan-tat ayam.

" Nggak boleh, adek Udin disini saja nemenin Kak Rahul ya" Bujuk Siti.

Udin menggeleng, ia mengangkat rantai yang mengikat kaki Rahul lalu dengan kedua tangannya ia menarik rantai itu hingga putus.

Siti terbelalak kaget!

" Tut yuk Tut yuk" Udin berkomunikasi dengan Rahul, dan dengan patuhnya Rahul mengangguk.

Siti masih shock dengan kejadian itu, tapi jika suaminya tahu akan hal ini. Pasti dia akan semakin menolak keras kehadiran Udin.

Akhirnya Siti terpaksa membawa Rahul dan Udin dengan bantuan Wati.

Wati menggendong Udin dan Siti menggendong Rahul.

Wati yang memang sangat suka di ajak ke pasar pun tak bertanya panjang lebar, Apa alasan Ibunya mengajak mereka?

Biasanya sang Ibu tidak akan pernah mau di ganggu bila sedang berjualan, karena pasti akan sangat merepotkan bila Rahul ikut serta.

Dan anehnya, Rahul anteng sekali duduk bersisian dengan Udin. Membuat Wati bisa tenang membantu pekerjaan sang Ibu.

" Ikan Bu ikan segar, ada tongkol, kerapu... Ayo mas Ikan ikan" Seru Siti mempromosikan jualannya.

Tapi tak satupun ada orang yang datang membeli.

Udin mendongak ke atas sambil makan lontong. Ia melihat sosok pocong berdiri di samping seorang penjual ikan, tepat di sebelah nya.

Dan penjual itu sangat ramai sekali pembeli. Udin terus memperhatikan si pocong yang masih belum sadar ada anak kecil yang tengah melihat ke arah nya.

Udin cepat menghabiskan lontong nya, ia kemudian merangkak mendekati si Pocong. Dengan giginya, Udin melepaskan tali pocong di kaki.

Si pocong kaget, ia pun mengusir keberadaan Udin.

" St St St"

Udin mendongak, si pocong melotot agar bayi itu takut. Eh bukan nya takut, Udin justru cuek dan melanjutkan usahanya membuka tali pocong di kaki.

Wati sempat menengok si Udin, tapi karena masih berada di area terpantau, ia cuek saja dengan tingkah aneh si Udin.

Setelah berhasil, Udin menarik ujung kain kafan yang sudah lusuh itu. Ia merangkak dan terus menarik kain kafan si pocong.

" Woi .... Woi... Jangan" Si Pocong berteriak dan hanya Udin yang bisa mendengar teriakkan itu. Tubuh si Pocong berputar mengikuti tarikan kain kafannya.

" Woi, ini nggak lucu" Seru si pocong, satu lapisan kain kafannya terlepas. Udin balik lagi, tapi kali ini Si pocong melompat menghindar.

Kedua alis si Udin mengerut, ia terlihat tidak suka si pocong lari dari nya.

" Hehehehehe... ayo kejar kalo bisa" Si Pocong menggerakkan pan-tatnya sambil menjulurkan lidah.

Si Udin merasa tercabar, sepasang matanya menatap tajam. Diam-diam ia mengeluarkan dua cahaya dari balik telinga nya.

Si pocong yang tidak menyadari berniat untuk terbang, ia ingin kabur saja sementara waktu dari bocil petakilan itu.

Tapi saat ia hendak melompat terbang, tiba-tiba saja tubuh nya tidak bereaksi apa-apa.

" Hah??"

Udin kegirangan, ia bertepuk tangan. Si pocong tak percaya jika si bocil yang belum bisa bicara itu mampu melakukan sesuatu kepada dirinya.

Ia terus saja berusaha untuk lari, Udin cepat mendekat.

" Eh Eh kamu mau apa hah??" Si pocong panik, apalagi saat Udin menarik ujung kain kafan nya .

" Jangan, ampun... ampuni aku... jangan Eh..."

Udin terus saja menarik ujung kain kafan itu tanpa perduli rengekan si pocong. Ia merangkak menjauh.

" Eh Eh Eh... Ni bocah kecil-kecil otaknya ngeres juga ya" si Pocong mengoceh.

Satu lapisan kain kafan berhasil terlepas. Kini tinggal satu lagi yang tersisa.

Udin duduk beristirahat, ia tersenyum devil kepada si pocong yang semakin panik.

" Aduh , ni bayi siapa lah. Baru pertama kali ketemu udah buat aku kayak gini. Eh Bayi?? Kamu punya dendam apa sih sama aku?? Tega nian menelan-jangi aku, hah??"

" Wi..." seru Udin sembari menggerakkan kepalanya ke atas.

" Wi?? Wi apa??" Si pocong tidak mengerti apa yang diucapkan oleh Udin.

" Wi Nana!!"

" Wi Nana??" Si pocong berpikir keras tapi tak berhasil.

" Apa-an sih wi Nana?? hemmm Biasanya disekitar sini sering ada tuyul lewat, mungkin dia bisa mengerti apa yang diucapkan bayi ini"

Namun belum lagi si pocong mendapatkan jawaban, si Udin merangkak kembali.

" Eh stop stop stop" Seru pocong ketakutan, dan itu berhasil membuat Udin duduk kembali.

" Jangan mendekat ok? jangan mendekat" Si pocong melompat mundur agar ia menciptakan jarak lebih jauh lagi.

" Wi Nana" Lagi-lagi Udin mengulang kembali kalimat yang sama.

" Ok.. aku wi Nana, terserah kepala Lo dah bocil. Yang pasti aku akan menjauh dari mu" Si Pocong melompat pergi. Ia harus sabar dengan hanya bis melompat satu demi satu. Karena ia sudah tidak bisa menggunakan kekuatan nya untuk melesat pergi.

Si pocong pergi, akhirnya satu demi satu pembeli berdatangan. Sedangkan penjual yang menggunakan Pocong untuk melariskan dagangan nya, terlihat ikan jualannya dikerubungi oleh belatung.

Pembeli semakin ramai, membuat Wati kewalahan membantu sang Ibu. Untung Rahul anteng di sebelah Udin.

Si penjual curang itu nampak kesal, ia mendatangi lapak milik Siti.

" Eh Siti, kamu pakai penglaris ya" Seru nya sambil menunjuk wajah Siti.

Siti yang memang tidak merasa itu bangkit dari duduknya menghampiri teman seprofesinya.

" Bu Yati, kenapa sampean menuduh saya pakai penglaris?"

" Kalau kamu tidak pakai penglaris, lantas pakai apa? pesugihan?? Lihat semua dagangan ku!! ,semua ikan-ikan yang awalnya segar tiba-tiba belatungan" gertak Yati.

Siti mengernyitkan keningnya, ia tidak mengerti kok bisa dirinya yang dituduh.

" Bu Yati, kalau mau nuduh orang pakai bukti. Jangan sembarangan begitu " tukas Siti.

" Lah, kurang bukti apa aku?? Lihatlah anakmu, kata Suami mu dari tujuh turunan ke atas, tidak ada yang seperti si Rahul. Kenapa justru kamu yang melahirkan anak cacat seperti Rahul?? Pasti kamu sudah melakukan pesugihan dengan mengorbankan jiwa si Rahul sehingga dia cacat seperti anak tidak waras " Tuduhan merambat kemana-mana.

*(WI NANA\=PERGI SANA)*

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

Jadi wi nana itu maksud nya pergi sana .. bu Yati sembarangan nuduh bu Siti padahal dia sendiri yg pake penglaris pocong

2024-10-21

0

Arwin Atune

Arwin Atune

penglaris

2024-08-06

0

Ass Yfa

Ass Yfa

wi nana....pergi sana

2024-07-18

0

lihat semua
Episodes
1 DI PANTI ASUHAN
2 TENDANGAN BEBAS
3 BAYI JAMAL HILANG??
4 SALAH LAWAN
5 Wi Nana
6 PEMBAWA ASAP SIHIR
7 SIAPA DIA?
8 ANAK BERTUAH
9 ASAL USUL UDIN
10 BERUBAH DRASTIS
11 KEMANA DIMAS?
12 BUBUR AYAM
13 SAJEN ORANG MATI
14 SIAPA PEREMPUAN ITU
15 MEMILIH UNTUK MATI
16 NYAI RORO DEMIT
17 KEPUTUSAN WATI
18 KEKASIH SYELA
19 FITNAH DAJJAL
20 ANAK KIAI
21 HANYA SEBATAS ADIK
22 WATI PULANG
23 MEMBUAT HURU HARA
24 IMPOTEN
25 PUTUS
26 ADA APA DENGAN IKSAN
27 PEMBANGKITAN IBLIS
28 UDIN DI TANGKAP
29 SUDAH EMPAT BELAS TAHUN
30 KENYATAAN
31 SYARAT MUTLAK
32 GARA GARA KIRU KIRU
33 NAPI BARU
34 KISAH UDIN DAN TOPENG
35 RAHASIA DIBALIK PERWIRA
36 KABUR
37 AMBISI SONYA
38 KISAH LATULUNA DAN SONYA
39 CINTA AGUNG UNTUK LATULUNA
40 AKAL LICIK
41 FAKTA MULAI TERUNGKAP
42 DUA JANTUNG
43 KEMUSNAHAN SONYA
44 HARI PERTAMA SEKOLAH
45 TOILET BERSTIKER
46 ENERGI JAHAT
47 SIHIR BELATUNG
48 ANAK YANG DITUMBALKAN
49 WANITA BERWAJAH HITAM
50 SYIFA??
51 ABU TULANG MANUSIA
52 PERHATIAN KECIL
53 BERTEMU NYAI BLORONG
54 CERMIN TELAGA
55 TELUH BUANGAN
56 KEMANA ANDI??
57 TAEKWONDO
58 SIAPA DIA?
59 RANI
60 PEMANGGILAN ARWAH
61 AKHIR DARI KEHIDUPAN ANDI
62 SYIFA PERGI
63 BANTUAN PRILLY
64 PILIHAN YANG SULIT
65 WANITA BERDARAH DEWA
66 PERPISAHAN
67 PERJALANAN UDIN
68 MENGAJARI UCOK
69 KISAH CINTA SOFI DAN RIFIN
70 KEPEDIHAN HATI SEORANG IBU
71 KEHILANGAN KATA-KATA
72 TELUH UDARA
73 PERINGATAN DARI KUJANG
74 SEMUA KARENA DENDAM
75 PERANG MATA
76 GONCANGAN
77 AKHIRNYA...
78 KEINGINAN SAKHI
79 KEJUTAN DARI YOGA
80 KERINDUAN CAHAYA
81 BOLA INTI KEHIDUPAN TELAH KEMBALI
82 PERTEMUAN
83 GARA-GARA CIUMAN
84 SULTAN UDIN
85 WALI KELAS KILLER
86 NASI KANGKANG
87 SERANGAN UDIN
88 MENYATUKAN DIRI
89 EPISODE TERAKHIR
Episodes

Updated 89 Episodes

1
DI PANTI ASUHAN
2
TENDANGAN BEBAS
3
BAYI JAMAL HILANG??
4
SALAH LAWAN
5
Wi Nana
6
PEMBAWA ASAP SIHIR
7
SIAPA DIA?
8
ANAK BERTUAH
9
ASAL USUL UDIN
10
BERUBAH DRASTIS
11
KEMANA DIMAS?
12
BUBUR AYAM
13
SAJEN ORANG MATI
14
SIAPA PEREMPUAN ITU
15
MEMILIH UNTUK MATI
16
NYAI RORO DEMIT
17
KEPUTUSAN WATI
18
KEKASIH SYELA
19
FITNAH DAJJAL
20
ANAK KIAI
21
HANYA SEBATAS ADIK
22
WATI PULANG
23
MEMBUAT HURU HARA
24
IMPOTEN
25
PUTUS
26
ADA APA DENGAN IKSAN
27
PEMBANGKITAN IBLIS
28
UDIN DI TANGKAP
29
SUDAH EMPAT BELAS TAHUN
30
KENYATAAN
31
SYARAT MUTLAK
32
GARA GARA KIRU KIRU
33
NAPI BARU
34
KISAH UDIN DAN TOPENG
35
RAHASIA DIBALIK PERWIRA
36
KABUR
37
AMBISI SONYA
38
KISAH LATULUNA DAN SONYA
39
CINTA AGUNG UNTUK LATULUNA
40
AKAL LICIK
41
FAKTA MULAI TERUNGKAP
42
DUA JANTUNG
43
KEMUSNAHAN SONYA
44
HARI PERTAMA SEKOLAH
45
TOILET BERSTIKER
46
ENERGI JAHAT
47
SIHIR BELATUNG
48
ANAK YANG DITUMBALKAN
49
WANITA BERWAJAH HITAM
50
SYIFA??
51
ABU TULANG MANUSIA
52
PERHATIAN KECIL
53
BERTEMU NYAI BLORONG
54
CERMIN TELAGA
55
TELUH BUANGAN
56
KEMANA ANDI??
57
TAEKWONDO
58
SIAPA DIA?
59
RANI
60
PEMANGGILAN ARWAH
61
AKHIR DARI KEHIDUPAN ANDI
62
SYIFA PERGI
63
BANTUAN PRILLY
64
PILIHAN YANG SULIT
65
WANITA BERDARAH DEWA
66
PERPISAHAN
67
PERJALANAN UDIN
68
MENGAJARI UCOK
69
KISAH CINTA SOFI DAN RIFIN
70
KEPEDIHAN HATI SEORANG IBU
71
KEHILANGAN KATA-KATA
72
TELUH UDARA
73
PERINGATAN DARI KUJANG
74
SEMUA KARENA DENDAM
75
PERANG MATA
76
GONCANGAN
77
AKHIRNYA...
78
KEINGINAN SAKHI
79
KEJUTAN DARI YOGA
80
KERINDUAN CAHAYA
81
BOLA INTI KEHIDUPAN TELAH KEMBALI
82
PERTEMUAN
83
GARA-GARA CIUMAN
84
SULTAN UDIN
85
WALI KELAS KILLER
86
NASI KANGKANG
87
SERANGAN UDIN
88
MENYATUKAN DIRI
89
EPISODE TERAKHIR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!