BAYI JAMAL HILANG??

Arsyad jadi gamang, ia tidak menemukan jalan keluar untuk menjual tanah wakaf itu.

Sedangkan orang kepercayaan pengusaha yang menginginkan tanah itu terus saja menelfon. Karena Arsyad sudah menerima uang pelicin dari mereka.

Kalau Arsyad tidak bisa membuat tanah itu terjual, dia harus mengembalikan uang pelicin berikut bunga. Semakin pusing lah si Arsyad ini.

" Mas .." Istri Arsyad datang menghampiri, ia menangkap kegundahan di wajah suaminya.

" Mas kenapa?? nampak gusar sekali "

Arsyad menghirup nikotin dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan.

" Aku bingung, Aini kini sudah menyimpan sertifikat tanah wakaf itu" jawab Arsyad.

" Kalau aku tidak berhasil menjual tanah itu kepada mereka, aku harus membayar kembali uang yang mereka berikan berikut bunga nya"

Sang istri menautkan kedua alisnya, ia nampak ikut berpikir keras.

" Mas, selama Aini dan anak-anak gelandangan itu masih berada di sana . Tentu kau akan kesulitan untuk menjual tanah wakaf itu"

" Apa kamu punya rencana?" Arsyad melirik istrinya, Sang istri tersenyum. Ia mendekatkan wajahnya ke telinga sang suami.

" Kita bakar saja panti asuhan itu, Tapi kau harus berhati-hati jangan sampai ada korban. Kita hanya membakar panti asuhan itu agar mereka pergi dari tempat itu Mas"

Bibir yang mulai menghitam karena terlalu sering merokok, melengkung sempurna.

" Kau memang pintar sayang " puji Arsyad kepada istrinya. Yang di puji tersenyum tipis.

" Baiklah, malam ini aku akan bertindak "

*

*

Bayi Jamal merasa gelisah, perasaan nya tidak seperti biasanya. Tiba-tiba dari sisi wajahnya keluar cahaya merah kehitaman dan kuning keemasan. Dua cahaya itu menari-nari di depan bayi Jamal, membuat bocah itu tergelak riang.

Dua cahaya itu terus menari-nari namun semakin menjauh. Bayi Jamal mengejar nya, hingga tanpa disadari Bayi Jamal sudah keluar dari pintu belakang yayasan.

Bayi Jamal menoleh ke belakang, ia menyadari jika ia sudah terlampau jauh. Tapi dua cahaya itu menggoda si bayi agar terus mengejarnya.

Namanya juga bayi, si Jamal dengan suka cita mengikuti dua cahaya tersebut.

Sedangkan di Yayasan Al-Hikmah telah terjadi kebakaran hebat yang menghabiskan hampir delapan puluh persen bangunan.

Tapi untung nya tidak ada korban jiwa, semua anak-anak telah berhasil dievakuasi. Dan api sebagian sudah bisa dipadamkan.

Meskipun begitu, Aini masih panik. Ia menghitung bayi anak asuhnya. Berkali-kali ia hitung, bayinya ada enam. Tapi dia sangat yakin sekali saat ia melakukan penyelamatan, tidak ada manusia lagi di dalam.

" Kenapa Mbak Aini??" Tanya Salehah.

" Bayinya kurang, siapa yang nggak ada??" Jawab Aini, ia benar-benar tidak bisa mengingat bayi yang mana yang hilang.

" Hah?? Masa Mbak??" Salehah turut panik mendengar penuturan Aini. Ia pun menghitung para bayi yang hanya berjumlah enam.

" Iya, biasanya kan tujuh ya Mbak?"

" Kamu coba ingat-ingat siapa yang nggak ada?" Aini memberikan perintah, karena kepala nya sudah berdenyut sakit. Salehah mengangguk patuh. Ia mulai mengabsen nama-nama bayi yang berhasil ia ingat namanya.

" Caca, Lili, Oval, Aya', Restu, Ridho, Jamal?? Hah?? Jamal kemana??" Salehah memutar tubuhnya mencari Jamal.

" Yah!! Jamal, Jamal yang hilang" seru Aini baru ingat nama bayi yang tidak ada.

" Ada apa ini?" tanya Nurul yang baru saja masuk ke dalam perkemahan.

" Bayi Jamal hilang" jawab Salehah.

" Hah? kok bisa ? Tadi kan kita sudah mengamankan seluruh ruangan" Nurul mengernyitkan keningnya.

" Iya Nurul, kamu ingatkan kita tadi sudah cek bahwa nggak ada anak-anak lagi di dalam yayasan yang sudah terbakar " Timpal Aini, Nurul mengiyakan .

" Terus, kemana perginya bayi Jamal??" Salehah menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

" Uh tu bayi emang merepotkan, tiap malam selalu ngilang" Gerutu Nurul kesal.

Ia jadi teringat bahwa dalam satu malam ia pergi ke toilet karena kebelet pi-pis. Tapi tiba-tiba ia dikagetkan dan hampir pingsan dengan kemunculan bayi Jamal di dalam toilet.

Bayi itu merangkak mengejar cecak di dinding, Nurul sampai terken-cing di celana melihat kejadian aneh tersebut.

Ia menceritakan hal itu kepada Aini dan Salehah. Tapi tidak ada satu diantara dua temannya itu yang mempercayainya.

*

*

Pagi menjelang, Bayi Jamal kini berada di tepi jalan yang ramai, ia masih mengikuti dua cahaya yang menari-nari.

Orang-orang yang berlalu lalang seperti tidak menyadari jika ada bayi mungil merangkak disana.

Dua cahaya masuk ke dalam sebuah mobil angkutan umum. Bayi Jamal pun merangkak naik, di dalam sana masih belum ada penumpang.

Bayi Jamal diminta untuk duduk di pojokan oleh dua cahaya itu. Si Bayi pun mengikuti apa yang diarahkan.

Selang beberapa saat, beberapa penumpang sudah berdatangan. Seorang wanita membawa keranjang masuk terlebih dahulu dan duduk di sebelah bayi Jamal.

Wanita itu melemparkan senyuman saat melihat bayi Jamal, bayi Jamal pun membalas dengan senyuman hingga menampakkan gusi yang masih ompong.

Si Wanita mengira itu anaknya si supir, jadi dia tidak mengatakan apapun.

Supir yang melihat mobil nya sudah penuh, tersenyum lebar. Ia gegas melajukan mobilnya membawa penumpang nya ke tempat tujuan.

Satu persatu penumpang diturunkan, dan wanita si pembawa keranjang turun terakhir.

Bayi Jamal merangkak mengikuti saat wanita itu turun. Tapi si wanita tidak menyadari jika bayi Jamal mengikuti dirinya.

Barulah setelah angkutan yang dinaiki nya pergi dan ia berbalik untuk pulang. Ia menoleh dan melihat bayi Jamal.

" Hah?? Kamu kok turun?? aduh, pak supir!!!" Wanita itu memanggil angkutan umum yang sudah menjauh.

Bayi Jamal merangkak cepat memeluk kaki wanita itu. Membuat si wanita terperangah kaget untuk beberapa saat.

Siapa yang tidak tersentuh hatinya diperlakukan seperti ini oleh seorang bayi? Wanita yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun itu berjongkok meraih bayi Jamal dalam gendongannya.

Bayi Jamal langsung nempel, dengan memeluk erat di wanita.

" Kau mau ikut dengan ku?" Tanya wanita itu, Bayi Jamal mengangguk. Si wanita tersenyum tipis.

" Baiklah.." Akhirnya tanpa pikir panjang, wanita yang bernama Siti membawa bayi Jamal ke rumah nya.

" Assalamualaikum..." Seru Siti sambil mendorong pintu rumah kayu yang menjadi tempat tinggal nya.

" Wa'alaikum salam, Ibu... Ibu bawa bayi siapa?" suara Wati anak sulung Siti membuat Satriyo keluar dari dalam.

" Ibu Nemu di jalan" jawab Siti jujur, ia meletakkan keranjang nya lalu duduk di kursi kayu sambil memangku Bayi Jamal.

" Nemu di jalan gimana Bu? kamu jangan macam-macam ya Bu. Nanti kalau ada yang lapor polisi disangka kamu menculik bayi itu" Satriyo menimpali.

" Ya nggak lah Pak, kalau emang ada yang nyari ? Ibu kembali kan lah" jawab Siti santai.

" Kamu Bu, kok nggak mikir! wong kita hidup aja kekurangan, ini malah bawa bayi orang"

Siti tak menyahut, ia mencium pipi Bayi Jamal dengan gemas.

" Nggak apa-apa Pak, itung-itung buat jadi temannya dek Rahul" justru Wati yang menjawab.

Siti tersenyum karena merasa ada yang membela nya. Anak gadisnya yang berumur sekitar sembilan tahun.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

bayi Jamal itu pasti anak nya Cahaya yg harus di asing kan dulu ke panti asuhan sampai usia baligh nya

2024-10-21

0

Arwin Atune

Arwin Atune

minggat

2024-08-04

0

V3

V3

bayi Jamal di selamatkan oleh 2 jimat nya

2024-06-04

0

lihat semua
Episodes
1 DI PANTI ASUHAN
2 TENDANGAN BEBAS
3 BAYI JAMAL HILANG??
4 SALAH LAWAN
5 Wi Nana
6 PEMBAWA ASAP SIHIR
7 SIAPA DIA?
8 ANAK BERTUAH
9 ASAL USUL UDIN
10 BERUBAH DRASTIS
11 KEMANA DIMAS?
12 BUBUR AYAM
13 SAJEN ORANG MATI
14 SIAPA PEREMPUAN ITU
15 MEMILIH UNTUK MATI
16 NYAI RORO DEMIT
17 KEPUTUSAN WATI
18 KEKASIH SYELA
19 FITNAH DAJJAL
20 ANAK KIAI
21 HANYA SEBATAS ADIK
22 WATI PULANG
23 MEMBUAT HURU HARA
24 IMPOTEN
25 PUTUS
26 ADA APA DENGAN IKSAN
27 PEMBANGKITAN IBLIS
28 UDIN DI TANGKAP
29 SUDAH EMPAT BELAS TAHUN
30 KENYATAAN
31 SYARAT MUTLAK
32 GARA GARA KIRU KIRU
33 NAPI BARU
34 KISAH UDIN DAN TOPENG
35 RAHASIA DIBALIK PERWIRA
36 KABUR
37 AMBISI SONYA
38 KISAH LATULUNA DAN SONYA
39 CINTA AGUNG UNTUK LATULUNA
40 AKAL LICIK
41 FAKTA MULAI TERUNGKAP
42 DUA JANTUNG
43 KEMUSNAHAN SONYA
44 HARI PERTAMA SEKOLAH
45 TOILET BERSTIKER
46 ENERGI JAHAT
47 SIHIR BELATUNG
48 ANAK YANG DITUMBALKAN
49 WANITA BERWAJAH HITAM
50 SYIFA??
51 ABU TULANG MANUSIA
52 PERHATIAN KECIL
53 BERTEMU NYAI BLORONG
54 CERMIN TELAGA
55 TELUH BUANGAN
56 KEMANA ANDI??
57 TAEKWONDO
58 SIAPA DIA?
59 RANI
60 PEMANGGILAN ARWAH
61 AKHIR DARI KEHIDUPAN ANDI
62 SYIFA PERGI
63 BANTUAN PRILLY
64 PILIHAN YANG SULIT
65 WANITA BERDARAH DEWA
66 PERPISAHAN
67 PERJALANAN UDIN
68 MENGAJARI UCOK
69 KISAH CINTA SOFI DAN RIFIN
70 KEPEDIHAN HATI SEORANG IBU
71 KEHILANGAN KATA-KATA
72 TELUH UDARA
73 PERINGATAN DARI KUJANG
74 SEMUA KARENA DENDAM
75 PERANG MATA
76 GONCANGAN
77 AKHIRNYA...
78 KEINGINAN SAKHI
79 KEJUTAN DARI YOGA
80 KERINDUAN CAHAYA
81 BOLA INTI KEHIDUPAN TELAH KEMBALI
82 PERTEMUAN
83 GARA-GARA CIUMAN
84 SULTAN UDIN
85 WALI KELAS KILLER
86 NASI KANGKANG
87 SERANGAN UDIN
88 MENYATUKAN DIRI
89 EPISODE TERAKHIR
Episodes

Updated 89 Episodes

1
DI PANTI ASUHAN
2
TENDANGAN BEBAS
3
BAYI JAMAL HILANG??
4
SALAH LAWAN
5
Wi Nana
6
PEMBAWA ASAP SIHIR
7
SIAPA DIA?
8
ANAK BERTUAH
9
ASAL USUL UDIN
10
BERUBAH DRASTIS
11
KEMANA DIMAS?
12
BUBUR AYAM
13
SAJEN ORANG MATI
14
SIAPA PEREMPUAN ITU
15
MEMILIH UNTUK MATI
16
NYAI RORO DEMIT
17
KEPUTUSAN WATI
18
KEKASIH SYELA
19
FITNAH DAJJAL
20
ANAK KIAI
21
HANYA SEBATAS ADIK
22
WATI PULANG
23
MEMBUAT HURU HARA
24
IMPOTEN
25
PUTUS
26
ADA APA DENGAN IKSAN
27
PEMBANGKITAN IBLIS
28
UDIN DI TANGKAP
29
SUDAH EMPAT BELAS TAHUN
30
KENYATAAN
31
SYARAT MUTLAK
32
GARA GARA KIRU KIRU
33
NAPI BARU
34
KISAH UDIN DAN TOPENG
35
RAHASIA DIBALIK PERWIRA
36
KABUR
37
AMBISI SONYA
38
KISAH LATULUNA DAN SONYA
39
CINTA AGUNG UNTUK LATULUNA
40
AKAL LICIK
41
FAKTA MULAI TERUNGKAP
42
DUA JANTUNG
43
KEMUSNAHAN SONYA
44
HARI PERTAMA SEKOLAH
45
TOILET BERSTIKER
46
ENERGI JAHAT
47
SIHIR BELATUNG
48
ANAK YANG DITUMBALKAN
49
WANITA BERWAJAH HITAM
50
SYIFA??
51
ABU TULANG MANUSIA
52
PERHATIAN KECIL
53
BERTEMU NYAI BLORONG
54
CERMIN TELAGA
55
TELUH BUANGAN
56
KEMANA ANDI??
57
TAEKWONDO
58
SIAPA DIA?
59
RANI
60
PEMANGGILAN ARWAH
61
AKHIR DARI KEHIDUPAN ANDI
62
SYIFA PERGI
63
BANTUAN PRILLY
64
PILIHAN YANG SULIT
65
WANITA BERDARAH DEWA
66
PERPISAHAN
67
PERJALANAN UDIN
68
MENGAJARI UCOK
69
KISAH CINTA SOFI DAN RIFIN
70
KEPEDIHAN HATI SEORANG IBU
71
KEHILANGAN KATA-KATA
72
TELUH UDARA
73
PERINGATAN DARI KUJANG
74
SEMUA KARENA DENDAM
75
PERANG MATA
76
GONCANGAN
77
AKHIRNYA...
78
KEINGINAN SAKHI
79
KEJUTAN DARI YOGA
80
KERINDUAN CAHAYA
81
BOLA INTI KEHIDUPAN TELAH KEMBALI
82
PERTEMUAN
83
GARA-GARA CIUMAN
84
SULTAN UDIN
85
WALI KELAS KILLER
86
NASI KANGKANG
87
SERANGAN UDIN
88
MENYATUKAN DIRI
89
EPISODE TERAKHIR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!