SAJEN ORANG MATI

Malam kedua tahlilan, Udin juga datang. Karena malam itu adalah malam ketiga pengebumian Bu Inan. Jadi sesuai adat di desa akan memberikan kue sesajen orang mati yang sangat khas untuk para jamaah. Seperti kue nagasari, ketan putih yang diikat seperti pocong, ketupat dan lain-lain.

( Saya tidak tahu nama kue nya dalam bahasa umum )

Lagi-lagi Udin tidak memakannya, tapi dibawa pulang lalu ia buang ke sungai besar di tepian desa.

Udin langsung pergi ke warung, ia meninggalkan Rahul di sana sama bapaknya.

" Hey Udin" Sapa seorang preman yang hendak pulang. Keduanya tos seperti layaknya kawan lama.

" Mana kue nya Din?" Tanya Satrio.

" Habis Pak" Jawab si Udin.

" Aduh, tega sekali kamu Din. Rahul dari tadi nunggu kue sajen" gerutu Satrio kecewa.

Rahul manyun, ia menghentakkan kakinya sambil menangis. Biasalah anak autis lagi tantrum.

" Kau mau ma ti?" tanya Udin kepada si Rahul dengan dingin. Rahul menggeleng ketakutan, serta merta ia langsung diam menahan tangis.

" Aku juga tidak mau kamu ma ti, aku tidak memakan kue itu. Tapi ku buang, kau percaya padaku?" Udin mengusap punggung Rahul, sekali lagi Rahul mengangguk.

" Besok kita beli kue di pasar yang banyak, apa kamu mau ikut aku?"

Rahul menjawab dengan anggukan, bibirnya sedikit demi sedikit mulai melengkung.

" Bagus!"

Satrio memicingkan matanya, begitu tenang Si Udin mengayomi Rahul. Hal itu tidak bisa ia lakukan meskipun dirinya adalah Bapak kandung si Rahul.

Tiba-tiba dari kejauhan terlihat mobil Dimas melaju cepat memecah jalan setapak desa.

" Wuihhhh cepat sekali, sampai mau rubuh warung ku" Seru Satrio mengomentari kecepatan mobil yang dikendarai oleh Dimas.

Udin menatap diam mobil yang sudah menghilang dalam kegelapan. Hanya terpijar cahaya merah dari lampu belakang.

" Pak , Udin mau pulang" Pamit Udin sambil menggandeng tangan Rahul.

" Loh mau kemana kamu Din??" Tukas Satrio, ia tidak suka jika Udin tidak menemaninya.

" Tidur" Jawab Udin singkat, ia terus pergi tanpa menoleh lagi.

" Mau kemana Udin Bang?" Niman yang baru saja keluar bertanya. Karena tidak seperti biasanya Udin jam segini meninggalkan warung.

" Pulang katanya" Satrio menjawab singkat.

" Apa kita tutup aja Bang? Kalau nggak ada Udin kita kurang hoki" tukas Niman.

" Alasan kamu, bilang aja takut"

Niman nyengir kuda sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

" Habis, sejak kematian Bu Inan. Kampung kita jadi menyeramkan Bang" Niman menyuarakan alasannya.

Satrio bukan tidak tahu itu, memang sejak meninggalnya Bu Inan, kampung nya sering mendapatkan teror yang mengerikan.

Dari suara tangisan seorang wanita, sampai bunyi gamelan tengah malam. Ada juga yang cerita kalau ketemu perempuan berkebaya lengkap dengan sanggul dan kondenya, Menari-nari di jalan.

Sungguh sangat diluar nalar.

Setibanya di rumah, Udin menemukan rumah nya kosong. Kakak dan Ibunya tidak ada di sana. Setelah ditunggu-tunggu, ternyata mereka berdua datang bersamaan.

" Eh Udin, tumben sudah pulang. Bapak mana?" Tanya Siti.

" Masih di warung Bu, Ibu dari mana?" Udin balik bertanya.

" Dari rumah Bu Inan, menantu Bu Inan sakit, sekarang sudah dibawa ke Puskesmas" Siti mengatakan secara detail. Udin diam, ia memikirkan mobil yang tadi melaju cepat lewat di depan warung.

" Kok sampai gitu ya Bu sakit nya, Sampek nggak bisa jalan? " Tukas Wati.

" Kamu tadi nggak liat gimana kondisi istrinya Dimas Itu?"

Wati menggeleng, karena dirinya hanya melihat dari jauh saja.

" Kakinya ditumbuhi bisul bernanah, tangan dan wajah nya juga. Bau sekali, mungkin sudah ada bisul yang menetas" Siti menceritakan kondisi Raisya yang sangat memprihatinkan.

" Waduh, separah itu Bu" Wati terperangah.

" Yah begitulah kalau orang yang tidak bisa makan sajen orang mati. Akibatnya akan fatal, paling kalau dibawa ke Dokter cuma dikasih obat penahan rasa sakit " Siti membagi kan pengalamannya yang biasa terjadi disekitarnya.

Wati jadi takut untuk makan kue yang digenggamnya sejak tadi.

" Apa Wati juga gitu Bu?"

Siti tersenyum mendengar keraguan anaknya.

" Ya nggak lah Wat... Keturunan dari Ibu nggak ada yang punya pantangan itu"

Namun Udin bergerak cepat merampas kue di tangan Wati Lalu melemparkan nya keluar.

" Eh Din, kok dibuang " Wati tergamak UDin melakukan hal itu, padahal dirinya sangat ingin makan kue nagasari kesukaan nya.

" Dia bukan sakit karena ada pantangan Bu, tapi kue itu memang tidak boleh dimakan" Sergah Udin yang berhasil membuat Ibu dan Kakaknya keheranan.

" Kalau mau makan kue, besok sekalian Udin belikan di pasar. Kak Rahul juga pengen " sambung si Udin, Wati jadi kesel mendengar nya.

" Ini bukan masalah bisa beli atau nggak Din, tapi kue yang kamu buang itu fresh. Kalau di pasar belum tentu. Mungkin sisa kemarin atau dua hari yang lalu" cetus Wati murka,. ia masuk ke dalam kamar dengan langkah yang sengaja dihentak-hentakkan ke lantai.

" Din, lain kali jangan gitu ya" Siti mengusap kepala si Udin agar anak itu memahami jika yang dilakukannya adalah salah.

Udin tersenyum tipis, ia memeluk Siti dengan hangat.

...****************...

Raisya baru saja tertidur karena efek obat yang diminum nya. Ia bermimpi bertemu seorang wanita berkebaya. Tapi Raisya tidak bisa melihat wajahnya disebabkan suasana yang gelap gulita.

Wanita itu berjalan mendekati dengan langkah yang sangat gemulai. Di ujung tangan kanannya terdapat seutas tali hitam.

Ia seolah-olah menyeret sesuatu yang berat.

Raisya terus memperhatikan dengan seksama, dua pupil matanya mengecil. Dan betapa terperanjat nya Raisya begitu tahu wanita berkebaya itu menyeret siapa.

Dimas, suami Raisya. Merangkak bagai seekor anjing, di tarik paksa oleh wanita itu untuk mengikuti nya.

" Mas..." Raisya memanggil sang suami, namun seruan nya justru membuat jarak diantara mereka semakin menjauh.

" Mas..." Raisya mengejar, tapi dirinya seperti ditarik oleh Medan waktu yang tidak berhujung.

Bibir wanita misterius itu melengkung dalam kegelapan.

" Mas..." Raisya terjaga dari tidurnya, ia merasakan sakit yang luar biasa di kaki nya.

Bisul yang baru saja tumbuh sore tadi, meletus mengeluarkan nanah yang sangat banyak sekali.

" Aaauuuu" Raisya merintih kesakitan, gerakan nya yang bangun tiba-tiba dari tidurnya menciptakan gesekan yang sakit luar biasa.

" Ya Allah... Kenapa sakit begini?? Mama..." Raisya merintih disertai tangisan lirih, untung anaknya tidak rewel. Sehingga tidak terlalu merepotkan.

Raisya mencari sang suami, mimpi buruk yang baru saja ia alami membuat nya khawatir dengan keadaan Dimas.

Ia yakin, apa yang terjadi dengan dirinya bukanlah hal yang biasa. Raisya mengambil ponselnya, ia berniat untuk menelpon pamannya yang berprofesi sebagai Ustadz.

Ia akan menceritakan semuanya, mungkin pamannya bisa membantu.

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

apa mungkin Dimas pake pesugihan utk bisa kaya ya tapi dia lupa dngn tumbal yg harus di siapkan hingga Raisa yang alami penyakit aneh itu

2024-10-21

0

Arwin Atune

Arwin Atune

mimpi

2024-08-08

0

V3

V3

mungkinkah Dimas bersekutu dengan iblis agar mjd kaya ,, dn kematian Bu Inan mgk di jadikan tumbal oleh Dimas

2024-06-05

0

lihat semua
Episodes
1 DI PANTI ASUHAN
2 TENDANGAN BEBAS
3 BAYI JAMAL HILANG??
4 SALAH LAWAN
5 Wi Nana
6 PEMBAWA ASAP SIHIR
7 SIAPA DIA?
8 ANAK BERTUAH
9 ASAL USUL UDIN
10 BERUBAH DRASTIS
11 KEMANA DIMAS?
12 BUBUR AYAM
13 SAJEN ORANG MATI
14 SIAPA PEREMPUAN ITU
15 MEMILIH UNTUK MATI
16 NYAI RORO DEMIT
17 KEPUTUSAN WATI
18 KEKASIH SYELA
19 FITNAH DAJJAL
20 ANAK KIAI
21 HANYA SEBATAS ADIK
22 WATI PULANG
23 MEMBUAT HURU HARA
24 IMPOTEN
25 PUTUS
26 ADA APA DENGAN IKSAN
27 PEMBANGKITAN IBLIS
28 UDIN DI TANGKAP
29 SUDAH EMPAT BELAS TAHUN
30 KENYATAAN
31 SYARAT MUTLAK
32 GARA GARA KIRU KIRU
33 NAPI BARU
34 KISAH UDIN DAN TOPENG
35 RAHASIA DIBALIK PERWIRA
36 KABUR
37 AMBISI SONYA
38 KISAH LATULUNA DAN SONYA
39 CINTA AGUNG UNTUK LATULUNA
40 AKAL LICIK
41 FAKTA MULAI TERUNGKAP
42 DUA JANTUNG
43 KEMUSNAHAN SONYA
44 HARI PERTAMA SEKOLAH
45 TOILET BERSTIKER
46 ENERGI JAHAT
47 SIHIR BELATUNG
48 ANAK YANG DITUMBALKAN
49 WANITA BERWAJAH HITAM
50 SYIFA??
51 ABU TULANG MANUSIA
52 PERHATIAN KECIL
53 BERTEMU NYAI BLORONG
54 CERMIN TELAGA
55 TELUH BUANGAN
56 KEMANA ANDI??
57 TAEKWONDO
58 SIAPA DIA?
59 RANI
60 PEMANGGILAN ARWAH
61 AKHIR DARI KEHIDUPAN ANDI
62 SYIFA PERGI
63 BANTUAN PRILLY
64 PILIHAN YANG SULIT
65 WANITA BERDARAH DEWA
66 PERPISAHAN
67 PERJALANAN UDIN
68 MENGAJARI UCOK
69 KISAH CINTA SOFI DAN RIFIN
70 KEPEDIHAN HATI SEORANG IBU
71 KEHILANGAN KATA-KATA
72 TELUH UDARA
73 PERINGATAN DARI KUJANG
74 SEMUA KARENA DENDAM
75 PERANG MATA
76 GONCANGAN
77 AKHIRNYA...
78 KEINGINAN SAKHI
79 KEJUTAN DARI YOGA
80 KERINDUAN CAHAYA
81 BOLA INTI KEHIDUPAN TELAH KEMBALI
82 PERTEMUAN
83 GARA-GARA CIUMAN
84 SULTAN UDIN
85 WALI KELAS KILLER
86 NASI KANGKANG
87 SERANGAN UDIN
88 MENYATUKAN DIRI
89 EPISODE TERAKHIR
Episodes

Updated 89 Episodes

1
DI PANTI ASUHAN
2
TENDANGAN BEBAS
3
BAYI JAMAL HILANG??
4
SALAH LAWAN
5
Wi Nana
6
PEMBAWA ASAP SIHIR
7
SIAPA DIA?
8
ANAK BERTUAH
9
ASAL USUL UDIN
10
BERUBAH DRASTIS
11
KEMANA DIMAS?
12
BUBUR AYAM
13
SAJEN ORANG MATI
14
SIAPA PEREMPUAN ITU
15
MEMILIH UNTUK MATI
16
NYAI RORO DEMIT
17
KEPUTUSAN WATI
18
KEKASIH SYELA
19
FITNAH DAJJAL
20
ANAK KIAI
21
HANYA SEBATAS ADIK
22
WATI PULANG
23
MEMBUAT HURU HARA
24
IMPOTEN
25
PUTUS
26
ADA APA DENGAN IKSAN
27
PEMBANGKITAN IBLIS
28
UDIN DI TANGKAP
29
SUDAH EMPAT BELAS TAHUN
30
KENYATAAN
31
SYARAT MUTLAK
32
GARA GARA KIRU KIRU
33
NAPI BARU
34
KISAH UDIN DAN TOPENG
35
RAHASIA DIBALIK PERWIRA
36
KABUR
37
AMBISI SONYA
38
KISAH LATULUNA DAN SONYA
39
CINTA AGUNG UNTUK LATULUNA
40
AKAL LICIK
41
FAKTA MULAI TERUNGKAP
42
DUA JANTUNG
43
KEMUSNAHAN SONYA
44
HARI PERTAMA SEKOLAH
45
TOILET BERSTIKER
46
ENERGI JAHAT
47
SIHIR BELATUNG
48
ANAK YANG DITUMBALKAN
49
WANITA BERWAJAH HITAM
50
SYIFA??
51
ABU TULANG MANUSIA
52
PERHATIAN KECIL
53
BERTEMU NYAI BLORONG
54
CERMIN TELAGA
55
TELUH BUANGAN
56
KEMANA ANDI??
57
TAEKWONDO
58
SIAPA DIA?
59
RANI
60
PEMANGGILAN ARWAH
61
AKHIR DARI KEHIDUPAN ANDI
62
SYIFA PERGI
63
BANTUAN PRILLY
64
PILIHAN YANG SULIT
65
WANITA BERDARAH DEWA
66
PERPISAHAN
67
PERJALANAN UDIN
68
MENGAJARI UCOK
69
KISAH CINTA SOFI DAN RIFIN
70
KEPEDIHAN HATI SEORANG IBU
71
KEHILANGAN KATA-KATA
72
TELUH UDARA
73
PERINGATAN DARI KUJANG
74
SEMUA KARENA DENDAM
75
PERANG MATA
76
GONCANGAN
77
AKHIRNYA...
78
KEINGINAN SAKHI
79
KEJUTAN DARI YOGA
80
KERINDUAN CAHAYA
81
BOLA INTI KEHIDUPAN TELAH KEMBALI
82
PERTEMUAN
83
GARA-GARA CIUMAN
84
SULTAN UDIN
85
WALI KELAS KILLER
86
NASI KANGKANG
87
SERANGAN UDIN
88
MENYATUKAN DIRI
89
EPISODE TERAKHIR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!