PEMBAWA ASAP SIHIR

Suara Bu Yati yang lantang memancing perhatian para pengunjung dan pedagang di pasar ikan itu.

" Eh Bu Yati, jaga bicara sampean yah. Ngapain sampean bawa-bawa si Rahul? Kalau betul saya melakukan pesugihan? sudah pasti saya kaya seperti sampean . Atau jangan-jangan sampean sendiri yang melakukan pesugihan, hah??!" Siti tidak mau mengalah, apalagi sampai menghina anaknya,Rahul.

Bu Yati tercekat, wajahnya langsung mengeras. Apalagi orang-orang pada berkumpul menyaksikan percekcokan tersebut.

" Jaga bicaramu ya Siti, jangan menimbulkan fitnah!! Ku doakan semoga mulut mu membusuk!!" Bu Yati pergi setelah menyumpahi Siti.

Siti diam memandangi rekan seprofesinya yang pergi menjauh.

Wati mendekati sang ibu, ia mendapatkan senyuman hambar yang menampakkan kekecewaan.

" Ibu nggak apa-apa?" Tanya Wati.

" Nggak apa-apa sayang, ohya ikan kita sudah tinggal sedikit. Ayo kita pulang" Siti jadi tidak semangat untuk melanjutkan jualannya. Meskipun masih ada sisa ikan milik nya.

" Baik Bu" Wati gegas melakukan apa yang diperintahkan oleh sang Ibu.

Di rumah, Satrio sudah pulang dalam keadaan mabuk. Ia heran melihat situasi rumah yang sepi. Rahul pun tidak ada di dapur, membuat Satriyo meradang.

Ia ngedumel seorang diri , lalu masuk ke dalam kamar nya untuk istirahat.

Saat Siti pulang, ia menemukan suaminya tengkurap sambil mendengkur. Bau alkohol tercium sangat kuat sekali.

Membuat Siti keluar dari kamar dan masuk ke kamar Wati.

" Kenapa Bu?" Tanya Wati.

" Bapakmu tidur, ibu takut ganggu. Emmmm Udin tidur sama kamu aja ya Wat, Ibu akan menemani nya" Siti membuat alasan yang masuk akal untuk sang anak.

" Iya Bu, Rahul gimana Bu?" tanya Wati mencemaskan sang adik.

" Dia udah tidur di dapur, Ibu nggak berani bawa dia tidur di kamar. Nanti takut nangis bapakmu bisa marah"

Wati mengangguk mengerti, memang begitu lah si Bapak. Akan marah kalau istirahat nya terganggu.

...----------------...

Rupa-rupanya, Sepulang dari pasar. Bu Yati bergegas pergi ke rumah seorang dukun langganan nya. Dukun itu jugalah yang memberikan pocong untuk melariskan dagangan nya.

" Assalamualaikum" seru Bu Yati begitu ia turun dari sepeda motor nya.

" Wa'alaikum salam" Suara bergetar dari seorang nenek renta terdengar dari dalam.

Bu Yati menunggu pintu terbuka, pandangan nya mengedar ke sekitar.

Suasana sunyi membuat ia merinding seluruh badan.

Karena letak rumah si dukun berada di kaki bukit dan jauh dari rumah pemukiman warga.

KRETEK

Bunyi deritan kayu bambu yang saling bergesekan menandakan pintu rumah si dukun dibuka dari dalam.

" Yati" Sapa si pemilik rumah.

" Nek.." Bu Yati menyalami si dukun seperti anak menyalami Ibunya.

" Maaf mengganggu Nek, Yati butuh bantuan Nenek"

Si Dukun manggut-manggut.

" Ayo masuk" Si Dukun melebarkan pintu rumah nya, agar Bu Yati masuk ke dalam.

Keduanya duduk bersila di atas tikar pandan dan saling berhadapan. Di depan mereka terdapat beberapa alat ritual yang dilengkapi dengan bara mengepul asap berbau harum.

" Aku sudah tahu bahwa kamu akan datang berkunjung" ujar sang dukun.

" Dari mana Nenek tahu?" Tanya Bu Yati penasaran.

" Karena pocong itu pulang kepada ku dengan kondisi yang sangat memalukan" jawab si Dukun.

Barulah Bu Yati paham kenapa tiba-tiba dagangan nya tidak laku?.

" Kenapa bisa begitu Nek?" Ia jadi semakin ingin tahu.

" Siapa yang membuat pocong itu pulang Nek?"

" Katanya seorang anak kecil"

Bu Yati semakin kaget dan bingung, anak kecil??

" Emmm Apa anak itu sedikit gila Nek?" Bu Yati tadi sempat melihat bahwa Siti membawa anaknya Si Rahul. Dan itu tidak seperti biasanya, karena jika Rahul dibawa pasti akan menggangu pekerjaan Siti.

" Umur berapa anak itu??" tanya si Dukun.

" Emmm tiga tahunan Nek" Jawab Bu Yati, si dukun justru menggeleng.

" Anak kecil itu masih merangkak" si Nenek menjelaskan.

" Merangkak?? Berarti bukan Rahul... Lalu siapa?" Bu Yati bertanya kepada dirinya sendiri.

Si Dukun menarik nafas dalam-dalam, ia mengambil segenggam kemenyan lalu di taburi ke dalam bara yang masih menyala.

Asap tebal beraroma khas membumbung tinggi. Nenek itu memejamkan matanya, bibir keriput nya komat Kamit membaca mantra.

Hemmmmmmm

Perlahan sepasang mata yang sudah senja itu terbuka.

" Kenapa Nek??" tanya Bu Yati penasaran, ia tahu jika dukun andalannya sudah menerawang si pelaku.

" Lebih baik, kamu pindah lapak saja. Atau... keluar lah dari pasar itu" jawab si Nenek.

" Ya nggak bisa dong Nek, kalau aku keluar? Mau jualan dimana?" Bu Yati menolak.

" Kalau kamu tidak pindah, jualan mu tidak akan laku"

Bu Yati terhenyak, wah hebat juga dukun si Siti. Gumam Bu Yati dalam hati.

" Emmm begini saja Nek, bisa kah Nenek membuat mulut seorang wanita membusuk" Bu Yati teringat niatnya datang ke tempat ini.

" Itu perkara mudah, siapa namanya?" jawab Si dukun penuh percaya diri.

" Namanya Siti, Siti Maisarah" Bu Yati tersenyum senang.

" Baiklah, sekarang kamu cepatlah pulang. Hari sudah hampir tengah malam. Akan berbahaya jika kamu masih ada di rumah ku ini" tanggap si Dukun.

" Baiklah Nek, terimakasih banyak-banyak ya Nek" Bu Yati kembali bersalaman sambil lalu menyelipkan amplop putih berukuran sedang.

Si Dukun manggut-manggut, Bu Yati bangkit lalu pulang.

Seperginya Bu Yati, si Dukun kembali memejamkan matanya. Ia merapal mantra untuk melanjutkan misi yang diberikan oleh Bu Yati.

Kemudian ia menghembuskan udara ke arah kepulan asap.

WUUZZZZ

Asap itu berhembus mengikuti arah angin yang membawanya ke rumah Siti. Wanita itu tengah tidur dengan memeluk si Udin.

Udin yang baru saja terlelap, mendadak membuka matanya. Ia merasakan hawa dingin menusuk tulang.

Si Udin berdiri dengan berpegangan ke pinggul Siti. Ia memperhatikan ke sekeliling kamar.

Ada asap putih masuk melalui celah pintu. Si Udin mengernyitkan keningnya, ia cepat turun ke lantai. Kemudian Ia meniup asap itu hingga putar haluan.

Tapi tak lama kemudian, asap itu kembali masuk, dan Udin pun meniup nya kembali.

Hal itu terjadi berulang kali, membuat makhluk si pembawa asap sihir yang berdiri di luar rumah merasa kesal. Makhluk yang berwujud laki-laki bertubuh tambun dengan banyaknya luka busuk itu akhirnya menghentikan kegiatan nya.

" Apa-apaan ini?? ternyata ada orang yang mau main-main dengan ku ya, baiklah! Akan ku layani" Makhluk itu melayang turun, ia masuk dengan cara menembus dinding bambu rumah Siti.

Begitu ia masuk ke dalam kamar Siti, penampakan seorang anak kecil duduk bersila di lantai mengejutkan dirinya.

Tapi ia masih berpikir bahwa anak itu bukanlah si pelaku. Ia cuek dan melayang mendekati Siti.

Udin yang sudah siap dengan palu di belakang punggung, segera mengangkat palu itu lalu ia pukul kan ke kaki makhluk tersebut.

AAAAWWWWWW!!!

Terpopuler

Comments

Bunda Fariz

Bunda Fariz

assalamu'alaikum thor q mampir nih salam kenal

2025-02-17

0

neng ade

neng ade

bu Yati itu udah keterlaluan malah kirim teluh ke Siti .. padahal jelas2 dia yg salah.. untung ada bayi Udin hingga bisa teratasi

2024-10-21

0

Agustine

Agustine

wkwkkwkwk..kacau

2024-09-02

0

lihat semua
Episodes
1 DI PANTI ASUHAN
2 TENDANGAN BEBAS
3 BAYI JAMAL HILANG??
4 SALAH LAWAN
5 Wi Nana
6 PEMBAWA ASAP SIHIR
7 SIAPA DIA?
8 ANAK BERTUAH
9 ASAL USUL UDIN
10 BERUBAH DRASTIS
11 KEMANA DIMAS?
12 BUBUR AYAM
13 SAJEN ORANG MATI
14 SIAPA PEREMPUAN ITU
15 MEMILIH UNTUK MATI
16 NYAI RORO DEMIT
17 KEPUTUSAN WATI
18 KEKASIH SYELA
19 FITNAH DAJJAL
20 ANAK KIAI
21 HANYA SEBATAS ADIK
22 WATI PULANG
23 MEMBUAT HURU HARA
24 IMPOTEN
25 PUTUS
26 ADA APA DENGAN IKSAN
27 PEMBANGKITAN IBLIS
28 UDIN DI TANGKAP
29 SUDAH EMPAT BELAS TAHUN
30 KENYATAAN
31 SYARAT MUTLAK
32 GARA GARA KIRU KIRU
33 NAPI BARU
34 KISAH UDIN DAN TOPENG
35 RAHASIA DIBALIK PERWIRA
36 KABUR
37 AMBISI SONYA
38 KISAH LATULUNA DAN SONYA
39 CINTA AGUNG UNTUK LATULUNA
40 AKAL LICIK
41 FAKTA MULAI TERUNGKAP
42 DUA JANTUNG
43 KEMUSNAHAN SONYA
44 HARI PERTAMA SEKOLAH
45 TOILET BERSTIKER
46 ENERGI JAHAT
47 SIHIR BELATUNG
48 ANAK YANG DITUMBALKAN
49 WANITA BERWAJAH HITAM
50 SYIFA??
51 ABU TULANG MANUSIA
52 PERHATIAN KECIL
53 BERTEMU NYAI BLORONG
54 CERMIN TELAGA
55 TELUH BUANGAN
56 KEMANA ANDI??
57 TAEKWONDO
58 SIAPA DIA?
59 RANI
60 PEMANGGILAN ARWAH
61 AKHIR DARI KEHIDUPAN ANDI
62 SYIFA PERGI
63 BANTUAN PRILLY
64 PILIHAN YANG SULIT
65 WANITA BERDARAH DEWA
66 PERPISAHAN
67 PERJALANAN UDIN
68 MENGAJARI UCOK
69 KISAH CINTA SOFI DAN RIFIN
70 KEPEDIHAN HATI SEORANG IBU
71 KEHILANGAN KATA-KATA
72 TELUH UDARA
73 PERINGATAN DARI KUJANG
74 SEMUA KARENA DENDAM
75 PERANG MATA
76 GONCANGAN
77 AKHIRNYA...
78 KEINGINAN SAKHI
79 KEJUTAN DARI YOGA
80 KERINDUAN CAHAYA
81 BOLA INTI KEHIDUPAN TELAH KEMBALI
82 PERTEMUAN
83 GARA-GARA CIUMAN
84 SULTAN UDIN
85 WALI KELAS KILLER
86 NASI KANGKANG
87 SERANGAN UDIN
88 MENYATUKAN DIRI
89 EPISODE TERAKHIR
Episodes

Updated 89 Episodes

1
DI PANTI ASUHAN
2
TENDANGAN BEBAS
3
BAYI JAMAL HILANG??
4
SALAH LAWAN
5
Wi Nana
6
PEMBAWA ASAP SIHIR
7
SIAPA DIA?
8
ANAK BERTUAH
9
ASAL USUL UDIN
10
BERUBAH DRASTIS
11
KEMANA DIMAS?
12
BUBUR AYAM
13
SAJEN ORANG MATI
14
SIAPA PEREMPUAN ITU
15
MEMILIH UNTUK MATI
16
NYAI RORO DEMIT
17
KEPUTUSAN WATI
18
KEKASIH SYELA
19
FITNAH DAJJAL
20
ANAK KIAI
21
HANYA SEBATAS ADIK
22
WATI PULANG
23
MEMBUAT HURU HARA
24
IMPOTEN
25
PUTUS
26
ADA APA DENGAN IKSAN
27
PEMBANGKITAN IBLIS
28
UDIN DI TANGKAP
29
SUDAH EMPAT BELAS TAHUN
30
KENYATAAN
31
SYARAT MUTLAK
32
GARA GARA KIRU KIRU
33
NAPI BARU
34
KISAH UDIN DAN TOPENG
35
RAHASIA DIBALIK PERWIRA
36
KABUR
37
AMBISI SONYA
38
KISAH LATULUNA DAN SONYA
39
CINTA AGUNG UNTUK LATULUNA
40
AKAL LICIK
41
FAKTA MULAI TERUNGKAP
42
DUA JANTUNG
43
KEMUSNAHAN SONYA
44
HARI PERTAMA SEKOLAH
45
TOILET BERSTIKER
46
ENERGI JAHAT
47
SIHIR BELATUNG
48
ANAK YANG DITUMBALKAN
49
WANITA BERWAJAH HITAM
50
SYIFA??
51
ABU TULANG MANUSIA
52
PERHATIAN KECIL
53
BERTEMU NYAI BLORONG
54
CERMIN TELAGA
55
TELUH BUANGAN
56
KEMANA ANDI??
57
TAEKWONDO
58
SIAPA DIA?
59
RANI
60
PEMANGGILAN ARWAH
61
AKHIR DARI KEHIDUPAN ANDI
62
SYIFA PERGI
63
BANTUAN PRILLY
64
PILIHAN YANG SULIT
65
WANITA BERDARAH DEWA
66
PERPISAHAN
67
PERJALANAN UDIN
68
MENGAJARI UCOK
69
KISAH CINTA SOFI DAN RIFIN
70
KEPEDIHAN HATI SEORANG IBU
71
KEHILANGAN KATA-KATA
72
TELUH UDARA
73
PERINGATAN DARI KUJANG
74
SEMUA KARENA DENDAM
75
PERANG MATA
76
GONCANGAN
77
AKHIRNYA...
78
KEINGINAN SAKHI
79
KEJUTAN DARI YOGA
80
KERINDUAN CAHAYA
81
BOLA INTI KEHIDUPAN TELAH KEMBALI
82
PERTEMUAN
83
GARA-GARA CIUMAN
84
SULTAN UDIN
85
WALI KELAS KILLER
86
NASI KANGKANG
87
SERANGAN UDIN
88
MENYATUKAN DIRI
89
EPISODE TERAKHIR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!